Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 77 Bara kecelakaan


__ADS_3

Bara pulang dengan kekesalan,Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan dengan emosi jiwa karena dua kali rencananya gagal


saat bara akan membelokkan mobilnya akan memasuki jalan raya besar tiba-tiba saja ada sebuah motor yang melintas dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Bara membanting strir mobilnya hingga menabrak pembatas jalan


kepala Bara terbentur keras di stir mobilnya sehingga membuatnya tak sadarkan diri dan dari arah belakang ada sebuah mobil truk yang juga sedang melaju kencang dan menabrak bagian belakang mobil bara sehingga mobilnya rusak parah


banyak warga sekitar yang melihat kejadian itu sehingga Bara cepat mendapatkan pertolongan


Bara dilarikan kerumah sakit oleh beberapa warga yang menolongnya


sesampainya rumah sakit Bara langsung ditangani oleh dokter,warga yang mengantarkan Bara segera mencari keluarga yang bisa dihubungi melalui ponsel Bara dan pak mukmin mengambil ponsel milik Bara namun sayangnya ponsel itu memiliki kode hingga layarnya tidak bisa dibuka oleh sembarang orang


pak mukmin akhirnya mau menyerahkan semuanya pihak kepolisian karena mereka tidak tau nomor kontak keluarga korban


"pak min coba deh sidik jari Korban dipakai untuk buka kode ponselnya "ucap Usman pria yang membantu pak mukmin membawa Bara kerumah sakit


"oh iya ya,kok saya nggak kepikiran kesitu" jawab pak mukmin tercerahkan


"ayo kita coba siapa tau bisa"sahut dito teman usman


"tapi caranya gimana !?"tanya pak mukmin


"kita minta tolong saja sama perawatnya "ucap Dito


"iya benar juga kata kamu kita minta tolong sama perawatnya " sahut Usman


"ya sudah kalau begitu kita temui perawat yang tangani orang itu"jawab pak mukmin


mereka bertiga pun menemui perawat yang bisa membantu mereka


sesampainya di depan Ruang UGD dimana Bara sedang ditangani pak mukmin,usman dan Dito meminta salah satu perawat yang ada disana untuk masuk dan membuka kode ponsel Bara menggunakan sidik jarinya


awalnya perawat itu menolak namun mendengar ucapan Usman akhirnya perawat itu mau membantu mereka


setelah kunci layar ponsel bara terbuka Usman segera mencari kontak yang bisa dihubungi untuk memberitahukan tentang kondisi Bara sekarang


Usman membuka panggilan terakhir diponsel Bara dan disana Banyak panggilan atas nama Damar dan Alex


Usman pun mencoba untuk menghubungi nomor Damar dan dalam panggilan ketiga baru diangkat


"halo,bos ada yang bisa saya bantu !?" ucap Damar diseberang sana


"maaf pak Damar ,saya Usman bukan bos "jawab Usman


"loh kenapa ponsel pak Bara bos saya ada pada pak Usman !?"tanya Damar terkejut


"oh namanya pak Bara!? beliau mengalami kecelakaan dan kami membawanya kerumah sakit Bhayangkari "jawab Usman

__ADS_1


"astaghfirullah, Baiklah pak tolong tunggu saya disana ya pak saya akan segera kesana dan menghubungi keluarganya "ucap Damar panik


"iya pak Damar kami akan menunggu bapak datang,kami akan menjaga pak Bara sebelum bapak dan keluarga beliau datang "jawab Usman


"iya pak,saya ucapkan banyak terima kasih ya pak,tapi tunggu dulu pak bagaimana keadaan pak Bara sekarang!? " tanya Damar


"kami belum tau pak karena dokter masih menanganinya "jawab Usman


"oh begitu ya pak, sekali lagi saya minta tolong,pak bara bapak jaga dulu sebelum saya datang kesana ya pak"ucap Damar


"iya pak,kami akan pulang setelah bapak datang "jawab Usman dan sambungan telponnya pun berakhir


"bagaimana Man!?" tanya pak mukmin pada Usman


"kita disuruh menunggu dulu pak untuk jaga pak Bara,kata pak Damar kita tunggu sampai beliau datang setelah itu kita boleh pulang " jawab Usman


"siapa pak Bara Man!?" tanya Dito


"itu yang kecelakaan yang mita tolong tadi !"jawab usman


"oh....trus Damar siapa !?" tanya dito lagi


"saya nggak tau To pak Damar itu siapa tapi tadi pas telponnya diangkat pak damar bilang Bos mungkin pak Damar ini anak buahnya pak Bara" Usman menjelaskan agar temannya itu tidak banyak tanya lagi


dito dan pak mukmin hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Usman


setelah beberapa lama menunggu datanglah beberapa orang pria yang memakai jas kantoran dan juga seragam polisi


"pak Damar ya" ucap usman pada Alex


"bukan pak saya alex dan ini pak damar "ucap alex


"oh maaf saya tidak tau"ucap Usman


"iya pak tidak apa-apa dan ini Tuan Ibrahim ayah pak Bara dan ini Tuan Narendra adik pak Bara "jawab Damar memperkenalkan Tuan Ibrahim


saat mereka masih berbicara dokter yang menangani Bara keluar dari ruangan dimana bara berada


"keluarga bapak Al-Bara !?"ucap dokter


"saya ayahnya dok, bagaimana keadaan putra saya "jawab Tuan Ibrahim


"pak Al-Bara harus segera di operasi karena ada benturan keras terjadi dibagian kepala depannya karena kami juga sudah melakukan CT scan memastikaan seberapa parah luka di kepala pak Bara karena setelah diperiksa ternyata ada gumpalan darah di otaknya "jawab dokter Adrian yang memang sedang bertugas menggantikan Dokter jaga yang sedang berhalangan datang kerumah sakit


"lakukan yang terbaik untuk putra ku"jawab Tuan Ibrahim


"baik pak kami akan melakukan yang terbaik, silahkan tuan selesakan Administrasinya agar kami bisa langsung "ucap dokter

__ADS_1


Adrian Sudrajat tunangan Jihan adik Naina yang kini menangani Bara


Adrian sudah menelpon Naina dan mengatakan bahwa mantan suaminya mengalami kecalakaan dan Naina sangat terkejut mendengar kabar yang disampaikan oleh calon adik iparnya itu


Naina juga merasa sedikit lega karena untuk sementara waktu dia tidak harus merasa was-was dan ketakutan jika Bara akan mengambil anak-anaknya secara diam-diam


"ya Allah maafkan hamba karena punya pemikiran seperti ini kepada ayah anak-anakku tapi saya sangat takut jika mereka direbut oleh ayahnya sendiri"ucap Naina bergumam sendiri


"mama kenapa !?" ucap Akza mengagetkan Naina


"tidak sayang,om Adrian baru saja menelpon dan mengatakan jika papa Bara kecelakaan dan masuk rumah sakit " jawab Naina, Naina mengatakan itu pada putra sulungnya karena dia berhak tau apa yang terjadi pada ayahnya itu


"astaghfirullah, innalilah


jadi bagaimana keadaan papa bara ma sekarang !?" tanya Azka


"katanya harus di operasi karena kepalanya terkena benturan keras dan ada pengumpulan darah di bagian otak depannya "jawab Naina dan itu membuat air mata akza menetes biar bagaimanapun Bara adalah Ayah kandungnya


"ma apakah abang bisa menengok ayah dirumah sakit !?" tanya Akza pada ibunya


"kita tunggu papa ya nak!, jika papa mengizinkannya kamu bisa pergi menjenguk papa Bara "jawab Naina dan diangguki oleh putranya


"iya ma,abang akan tunggu papa pulang " jawab akza


"iya sayang sekarang kamu istirahat ya, apakah pekerjaan rumah dari sekolah sudah kamu selesaikan sayang !?" tanya Naina pada putranya


"sudah selesai semua ma,tadi setelah makan abang selesaikan "jawab Akza


"oh ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja dulu sambil menunggu papa pulang " ucap Naina


"iya ma, terimakasih ya ma"ucap Akza


"terimakasih untuk apa nak!?" jawab Naina mengernyitkan dahinya


"makasih karena mama selalu ada untuk kami, terima kasih untuk pengorbanan mama untuk kami dan Terima kasih karena mengizinkanku menjenguk papa"ucap Akza


"iya sayang sama-sama,biar bagaimanapun papa bara adalah ayah kandungmu nak mama tidak bisa melarangmu menjenguknya dan mendoakannya tapi mama tidak akan sanggup hidup tanpa kalian disisi mama


jantung mama akan berhenti berdetak jika kalian memilih meninggalkan mama untuk pergi bersama papa kalian hiks hiks hiks " jawab Naina terisak membayangkan jika anak-anaknya pergi meninggalkannya


"itu tidak akan pernah terjadi ma,kami pun tak sanggup jauh dari mama ! kami tak tau harus apa tanpa mama"ucap akza semakin terisak


"berjanjilah bang tidak akan pernah meninggalkan mama sayang kalian adalah nafas mama, kalian adalah hidup mama"ucap Naina masih terisak


"iya ma,abang janji begitupun adik-adik Abang tidak akan pernah meninggalkan mama demi untuk papa,abang jamin adik-adik juga tidak akan pernah bisa jauh dari mama" jawab akza memeluk ibunya itu


"iya sayang makasih " jawab Naina mencoba menghentikan tangisannya begitu pun dengan Akza

__ADS_1


"ma abang kekamar ya" ucap akza


"iya sayang " jawab Naina


__ADS_2