Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 105 Lagi-lagi heboh


__ADS_3

Hari,bulan dan tahun Berganti saat ini dewi sudah mulai masuk sekolah menengah pertama,Akza dan Attar sudah mulai bekerja di perusahaan opa Anjar sambil mengelola cafe yang Naina buat


cafe itu berada didekat kampus dimana Azka dan Attar pernah kuliah


mereka kuliah di sebuah Universitas ternama yang ada di kota mereka


Ali dan Abimanyu kini sudah duduk di bangku sekolah menengah kejuruan


siang hari kini mereka berkumpul dirumah Naina untuk makan siang bersama bahkan Jihan dan Adrian beserta putrinya juga ikut makan siang


"ata' Iya Dola Tatang " ucap Jessica putri Jihan dan Adrian


Jessica di panggil dengan nama Dora karena wajah dan matanya yang bulat serta potongan rambutnya sama persis dengan Dora


"Dola cini,ata puna dely-dely" ajak Devania pada adik sepupunya itu


"wah ata peli pimana?!" tanya Jessica melihat banyak jelly- jelly beraneka warna


"imi ipu ata wewi yan peli "jawan Devania


"oh beditu !? matasih ata wewi ,ata wewi pait beh" ucap Jessica


"kok pait sih dek kan kakak bukan sayur pare " sahut dewi sambil terkikik Pelan


"ish putan ipu massutna ata wewi yan tantikna tayat pidalali tulun dali tanda"ucap Jesicca kesal


dan ucapannya itu membuat semua orang tertawa


"tau dari mana kamu dek kalau kak dewi bidadari turun dari tangga !?" tanya Attar mencium pipi tembem Jesicca dengan gemas


"danan tium-tium bas,butan muhlim" Jesicca mendorong wajah tampan Attar yang semakin hari semakin mirip Bara Ayah kandungnya


"astaghfirullah,saya ini kakakmu jadi bisa cium-cium kamu" sahut Attar semakin gemas dan kembali menciumi pipi tembem Jesicca


"Bas..." ucap Jessica Sangat kesal


"mas,itu adeknya sudah mau nangis loh" ucap akza menegur adiknya


"habis gemas sih bang, cerewetnya melebihi Dewi Waktu masih kecil"jawab Attar lalu kembali duduk dikarpet dekat abangnya


"kok Dewi sih mas,dewi kan orangnya kalem juga imut dan chantik "protes dewi tapi masih saja narsis


"eleh,kalem dari mananya kaya lembu iya" jawab Attar


"mana ada lembu secantik diriku ini mas , saya ini adikmu yang paling chantik sejagad raya " ucap dewi semakin narsis


"atu juda tantip mutatu milip.papa yang pampan na sedagad laya


iya tan ma" ucap Devania ikut-ikutan narsis dan juga bertanya pada ibunya

__ADS_1


"iya dong papa memang Tampan makanya mama cinta berat pada papa" sahut David


"ih papa kok ikut-ikutan narsis sih!!" protes Dewi


"iya dong masa anak-anaknya saja yang narsis papanya enggak "jawab david


"pa kulkas tiga pintu kita kayaknya salju bekunya sudah mencair " ucap Oma mita berbisik kepada suaminya


"kan salju esnya sudah lama cair ma,mama bagaimana sih"jawab apa Anjar


"hehehe iya juga ya pa, Naina dan anak-anaknya sungguh membuat semuanya berubah lihat lah Daffa pa dia juga sudah banyak berubah " ucap Oma mita


"iya kamu benar ma keluarga kita lebih bahagia dan hangat "jawab opa Anjar


semua anak di minta tidur siang hingga kenarsisan mereka terhenti


sore hari menjelang kini mereka semakin heboh karena seno juga datang juga anak kiki yang cerewet nya melebihi Jesicca dan Devania


Kinara sangat kepo dengan segala hal mungkin karena saat ibunya hamil selalu menginginkan anak seperti Dewi


"eh kinala tini nala pita bain-bain"panggil Devania


"iya ata'" jawab kinara lalu berlari kearah Devania dan Jesicca sedangkan devan hanya duduk anteng dengan mobil-mobil kesayangannya


"sayang kok kamu nggak ikut main sama Adik-adikmu !?" tanya kiki pada devan


"emanna epan panci dunda!" ucap Devan


"ya panci apang zheno,ipu loh lati-lati yang patai baju pelempuan ihhh" jawab devan bergidik ngeri


semua tertawa melihat ekspresi wajah devan yang jijik


"emangnya devan pernah liat wanita jadi-jadian ?! "tanya Dewi


"apa ladi itu ata banita dadidadian?!" tanya devan bingung dengan pertanyaan kakaknya


"ya itu yang devan bilang tadi!"jawab dewi


"oh panci!? talo panci bamita dadidadian juda namana!?" devan manggut-manggut seakan tercerahkan


"pelna baktu antel ajat bain tetaman,antel didodain pama panci" jawab devan dan Daffa menyembunyikan wajahnya dengan bantalan kursi


"apa benar uncle !?" tanya seno penasaran


"iya waktu itu uncle lagi apes ketemu banci taman" jawab Daffa


dan semua tertawa terbahak bahak


"emangnya uncle digodain kekgimana!?" tanya Dewi

__ADS_1


"daya dini ata" ucap devan memperagakan gaya banci itu saat menggoda Daffa


devan menjulur-julurkan lidahnya dan menjilati bibirnya,devan juga bergaya seolah-olah menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinganya


sambil menggerak-gerakkan tangannya sekemayu mungkin dan mencolek-colek dagu seno


"bas pampan pita bain yut,taya tasi delatis deh" ucap devan menirukan apa yang dikatakan oleh wanita ajaib itu


semua tertawa terbahak-bahak melihat itu semua


setelah memperagakan gaya dan cara bicara wanita ajaib itu devan bergidik ngeri


dan semua semakin Tertawa,jihan memijat perutnya karena kram terlalu banyak tertawa


"kamu kenapa sayang!?" Tanya Adrian


"perutku tiba-tiba kram mas, tidak tau kenapa " jawab jihan


"bawa kekamar aja adri biar bisa istirahat"ucap Naina


"iya kak"jawab Adrian dan membantu istrinya masuk kedalam kamar tamu


"kok bisa kram begitu sih sayang " tanya Adrian saat istrinya sudah dibaringkan di ranjang


"nggak tau mas tiba-tiba aja langsung kram " jawab jihan


"coba mas periksa sayang " ucap Adrian dan mulai memeriksa perut istrinya itu


"tinggu dulu sayang ini kok ada yang keras-keras !?" tanya Adrian pada jihan


"ya mana saya tau mas" jawab jihan


"kita kerumah sakit ya periksa,mas khawatir " ucap adrian


"ini cuma kram biasa aja mas kok harus kedokter sih mas,lagian mas juga dokter " jawab jihan


"iya sayang memang mas dokter tapi ini bukan keahlianku, kamu jangan membantah ya"ucap Adrian tegas dan tidak ingin di bantah


"ayo siap-siap kita kerumah sakit " ucap Adrian lagi dan jihan kali ini tidak membantah lagi


"kak ! adri dan jihan keluar dulu sebentar ya kak! titip Dora sebentar" pamit Adrian


"iya kalian hati-hati ya" jawab Naina sebenarnya Naina sangat ingin bertanya kepada adiknya itu tapi Naina tidak mau di bilang terlalu kepo


"iya kak kami pergi dulu "ucap Adrian lagi dan di angguki oleh Naina


kini Adrian dan jihan sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit, sesampainya dirumah sakit Adrian mendaftarkan istrinya untuk periksa di bagian Obgyn


"kok periksa kesini sih mas,saya kan nggak lagi hamil !?" ucap jihan keheranan

__ADS_1


"kan cuma mau di USG saja sayang, supaya penyebab perut kamu kram bisa ketahuan


mami nurut ya kata-kata papi" jawab Adrian dan jihan hanya pasrah dengan keputusan suaminya itu


__ADS_2