
Hari hari terlewati Abah Abdul sudah mulai lupa akan kesedihannya.Naina merasa senang karena kehadiran David dan Adrian Abah Abdul bisa sedikit demi sedikit kembali seperti sedia kala
karena dengan David membeli perkebunan yang ada didekat perkebunan abah dab Pakde Rojak mereka semakin akrab apalagi David seorang pengusaha yang mempunyai banyak kenalan dan kolega bisnis sehingga sangat tau trik untuk meningkatkan penjualan hasil perkebunan mereka
abah dan pakde semakin banyak tau banyak hal dari david, kesehatan kedua Pria paruh baya itu juga semakin terkontrol karena Adrian rutin memeriksa kesehatan mereka
Seperti biasa Naina sibuk dengan pesanan para pelanggannya namun semenjak umi Alina meninggal Naina lebih sering pulang kerumah untuk menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya dan memastikan anak-anaknya beristirahat dengan baik setelah lelah seharian belajar disekolah
sebelum mulai memasak Naina terlebih
dahulu menidurkan Dewi agar tidak rewel saat Naina memask
setelah memastikan kalau putrinya sudah bertidur Naina segera memasak makan siang untuk anak-anaknya karena hari ini abah Abdul masih diperkebunan dan jihan juga masih di tempat penelitiannya
setelah semua masakannya selesai dan sudah tertata dimeja makan Naina masuk kedalam kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar mumpung bayi cantiknya masih terlelap dalam mimpi indahnya
baru sebentar Naina memejamkan matanya terdengar suara langkah kaki dan gelak tawa ke empat putranya yang ternyata hari ini pulang bersamaan dan saat itu juga mata cantik Dewi terbuka dan mengerjap-erjap dan duduk sambil menggosok ke-dua matanya
"mama ata' yuyang"celotehnya
"iya sayang kakak sudah pulang,bangun yuk"jawab Naina tersenyum pada putrinya itu
Baby Dewi mengulurkan tangannya meminta untuk di gendong, Naina ikut duduk disamping putrinya lalu perlahan turun dari tempat tidur dan menyambut uluran tangan putri kecilnya itu
"Assalamualaikum"ucapan salam dari ke empat anak naina
"waalaikumsalam "ucap Naina yang keluar dari dalam kamar sambil menggendong Dewi
"watumyayam ata' " sahut Dewi membalas ucapan salam ke empat kakaknya
"eh kesayangannya abang"ucap Akza mencium pipi tembem adiknya lalu mencium punggung tangan ibunya
yang lain pun melakukan hal yang sama
"Apang pau cacem ughhh"ucap Dewi mencebikkan bibirnya
"hahaha,dedek tau aja kalau abang bau asem"ucap Abimanyu menertawakan kakaknya yang dikatakan asem oleh adik bungsunya
"ata' cuda pau cacem" ucap dewi lagi dan semua tertawa
"ayo ganti baju dulu trus makan siang" ucap Naina pada ke empat Putranya itu dan mereka semua mengangguk tanpa membantah
"payo nana tanti badu pulu yus batan piang "sahut Dewi mengikuti kata-kata ibunya dan Naina tertawa mendengar ucapan anaknya yang mengikuti apa yang dikatakannya
"iya mama dewi"ucap ke empat kakaknya
__ADS_1
"Badus Nanat tintal pemuana" Jawab bayi cantik itu manggut-manggut dan tersenyum puas karena sudah menyuruh kakaknya
Naina menciumi pipi tembem putrinya itu dan Dewi hanya tergelak karena kegelian
"pampung mama,wewi bau pincin"ucap Dewi yang masih saja tertawa
"eh kan pake diapres sayang jadi kencing aja biasanya juga nggak pamit sama mama" jawab Naina tidak menerima alasan putrinya
setelah puas menggoda bayi cantiknya Naina menuju ruang tengah lalu menyalakan Tv yang menampilkan film anak-anak kesukaan Dewi yaitu bocah kembar berkepala botak
tak berapa lama ke empat anak Naina sudah bersih-bersih dan berganti pakaian, terlihat mereka berjalan menuruni tangga sambil bercanda
setelah makan siang seperti biasa mereka tidur siang agar tubuh mereka tetap segar dan itu Naina terapkan sedari mereka kecil sehingga mereka tidak pernah membantah
setelah anak-anaknya masuk kedalam kamarnya naina memutuskan untuk ketoko karena lagi banyak pemesanan yang harus segera diselesaikan
sesampainya di ruko bayi cantik Naina diasuh oleh Mbah Darmi walaupun usianya sudah menginjak usia tujuh puluhan tapi fisiknya masih sangat kuat, Mbah Darmi sangat membantu Naina jadi tak heran jika Mbah Darmi Naina tambahkan gajinya
lagian menjaga baby Dewi sangatlah anteng karena bayi itu jika sudah bertemu dengan mainannya maka hanya perlu untuk diawasi jangan sampai terluka
saat sedang asyik membuat adonan kue bolu kukus yang tinggal sedikit lagi tiba-tiba Sania datang dan mengatakan jika ada seorang laki-laki yang
mencarinya
"siapa san!?" tanya Naina mengerutkan keningnya
"itu bu yang dulu sering kesini,sani lupa namanya bu"jawab Sania
"siapa sih bikin penasaran aja,ya sudah ibu cuci tangan dulu ya"Ucap Naina
"iya bu " jawab Sania sambil berjongkok disamping kakaknya yang sedang membantu mengemas pesanan orang
tak berapa lama Naina datang setelah mencuci tangannya
"Mbah Nai titip cantik dulu ya, katanya ada nyariin Nai ditoko "ucap Naina pada mbah Darmi
"iya Nai,lagian neng cantik juga anteng " jawab mbah Darmi
"makasih ya mbah" jawab Naina tersenyum lalu keluar dari dalam ruko dan berjalan bersama sania ke toko
sesampainya di toko Naina melihat ada ghani yang sedang duduk di meja depan toko,Naina sebenarnya sangat malas untuk menemui Ghani karena Naina tidak ingin ada kesalahpahaman yang terjadi nantinya terutama kepada ibunya Bude yanti
Namun Naina sangat penasaran apakah yang ingin ghani katakan
dengan ragu-ragu Naina mendekati Ghani
__ADS_1
"permisi !!! ada apa ya mas Ghani mencari Saya !?" ucap Naina saat sudah berada disamping Ghani
"oh Naina,ayo duduk dulu Nai saya cuma ingin menyampaikan sesuatu pada Kamu " jawab Ghani mengajak Naina untuk duduk
Naina pun duduk dihadapan Ghani walaupun dalan hatinya sangat tidak ingin namun rasa penasaran yang sangat besar dalam hatinya
"Nai ,maafkan saya ya karena tidak menepati janjiku kepadamu,saya juga minta maaf atas sikap ibuku kepadamu"ucap Ghani ingin meraih tangan Naina namun Naina segera menarik tangannya dan memangkunya sebelum ghani berhasil meraihnya
"oh masalah itu!? iya mas Ghani saya sudah memaafkan semua itu dan semua itu terjadi karena kita bukanlah jodoh jadi ada baiknya kita lupakan semua anggaplah mas ghani tidak pernah mengutarakan keinginan mas Ghani kepada ku" jawab Naina dan terlihat kekecewaan diraut Wajah Ghani
"Nai apakah kamu sudah tidak punya rasa lagi kepadaku !?" tanya ghani dengan suara lemahnya Kepada Naina
"Maaf mas Ghani maksudnya apa ya!?" tanya Naina kembali walaupun tau apa yang dimaksudkan oleh ghani
"kita mulai hidup bersama ya Nai, seperti impian kita sebelumnya "ucap Ghani percaya diri
"ahk?! kamu sadar mas!?" tanya Naina terkejut dengan ucapan ghani
"Saya sangat sadar nai ,saya sangat mencintai kamu Nai saya tidak bisa melupakan kamu Nai"jawab ghani menyakinkan Naina
"ufffhhhh"Naina menarik nafas panjang mendengar ucapan Ghani
"kamu mau kan Nai,kita hidup bersama "ucap ghani
"mas Ghani,kamu itu sudah punya istri tidak sepentasnya kamu berbicara seperti bini padaku "jawab Naina yang mulai jengah dengan apa yang dikatakan oleh Ghani
"saya janji akan berbuat adil pada kalian, asalkan kita bisa bersama Nai saya mohon" ucap ghani lagi dan tanpa sepengetahuan Ghani merekam semua ucapan ghani dan mengirimkannya pada Kiki karena Naina tidak ingin di sebut sebagai pengganggu rumah tangga orang apalagi Naina tau jika ibu dari Ghani tidak menyukainya
"maaf mas Saya tidak bisa,lagian saya tidak hanya sendiri Saya punya banyak anak dan keluargamu tidak menyukaiku terutama ibumu jadi saya mohon hilangkan niat dihatimu "jawab Naina dan tanpa sepengetahuan mereka ada orang yang mendengarkan pembicaraan mereka sedari tadi
"Nai saya mohon Nai,saya janji akan selalu membahagiakanmu untuk masalah ibu nanti saya yang akan mengurusnya dan saya sangat menyayangi Anak-anakmu ,saya sudah menganggap mereka anakku sendiri
saya juga ingin punya anak darimu Nai, saya mohon Nai terima saya ya sebagai pendampinmu kita hidup bersama membesarkan anak-anak,saya tidak akan pernah menyia-nyiakan mu seperti mantan suamimu yang bodoh itu "ucap Ghani terus mendesak Naina
"Maaf mas Ghani sekali lagi saya katakan jika saya tidak bisa menerimamu "jawab Naina
"Kamu jangan terlalu jual mahal Naina pasti kamu juga sangat mengharapkan sentuhan seorang pria,saya tau itu.
dan Saya sangat yakin tidak akan ada yang mau denganmu hanya saya yang mau menerimamu dan anak-anakmu apa adanya " ucap ghani seakan memaksakan kehendaknya
"sekaki lagi maaf mas Ghani " hanya itu yang diucapkan niana karena tidak ingin menimbulkan keributan dengan Ghani yang tidak mau mengerti dia seakan memjadi manusia pemaksa
"kalau memang Naina tidak mau denganmu kenapa kamu harus memaksanya "ucao Bara tiba-tiba menyahuti ucapan ghani
"mas Bara" Naina terkejut dengan kehadiran mantan suaminya itu
__ADS_1