Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 57 bidadari surgaku


__ADS_3

Pov Abah Abdul


Hari ini kekasih hatiku pergi untuk selamanya, meninggalkanku bersama kedua buah cinta kami dia adalah Alina wanita cantik dan Soleha, pertama kali bertemu dengannya tanpa sengaja saat itu saya sedang belajar di pondok pesantren namun saya masih sering pulang untuk menemui umiku yang tinggal sendiri karena saya adalah anak tunggal


umiku rela tinggal sendiri waktu itu demi bisa melihatku seperti Abi yang sudah pergi mendahului kami karena Allah lebih sayang padanya


Alhamdulillah setelah beberapa tahun mondok kini saya sudah menjadi pengajar di pesantren tempatku menimba ilmu


saya juga punya seorang sahabat kecil kami selalu bersama tapi setelah Lulus dia tidak melanjutkan untuk tinggal di pondok lagi dia memili untuk kembali tinggal bersama kedua orang tuanya namun saya memutuskan untuk tetap tinggal dan menjadi tenaga pengajar dipondok pesantren tempatku belajar


saat sedang menunggu angkutan umum untuk pulang kerumah umi karena sedang libur tanpa sengaja ada seorang gadis berjilbab sedang dikejar-kejar oleh preman pasar dan menubrukku


"mas tolong saya"ucapnya padaku dengan napas tersengal-sengal karena habis berlari


"memangnya Mbak kenapa!?"tanyaku


"i-tu mas saya sedang dikejar oleh preman pasar itu mereka ingin mengambil uang ku"jawabnya


"ayo mas naik ke angkot,itu mereka sudah dekat "ucapnya ketakutan dan saya pun mengikuti apa katanya dan kami naik keatas angkot yang kebetulan lewat didepan kami dan benar saja saat mobil angkot itu berjalan tiga orang preman datang


"Alhamdulillah akhirnya terbebas " ucapnya mengusap wajahnya walaupun terlihat kusam tapi tiy menutupi kecantikannya


saya hanya bisa istiqfar dalam hati


"ya Allah maafkan hamba karena telah melakukan zina mata"ucapku ketika itu saya pun langsung menundukkan wajah


"memangnya mbak mau kemana !?" tanyaku tanpa melihatnya


"saya tidak tau harus kemana karena dikota ini saya tidak punya siapa-siapa karena saya anak yatiama piatu yang mencoba untuk merantau namun berakhir seperti ini dikejar -kejar preman "jawabnya dengan suara bergetar


"trus rencana mbak sekarang apa!?" tanyaku lagi


"saya tidak tau mas"jawabnya


"begini saja mbak,mbak ikut sama saya kerumah ibu saya karena beliau tinggal sendirian " ucap ku


"trus mas tinggal dimana!?" tanyanya

__ADS_1


"saya tinggal di pesantren, kebetulan hari ini saya mau menemui ibu karena sedang libur "jawabku


"oh, apakah mas dan ibu mas tidak keberatan jika Saya tinggal dirumah kalian !?" tanyanya dengan suara ragu-ragu,saya hanya menatapnya sebentar lalu menunduk lagi


"tidak apa-apa, yang ada umi pasti senang, saya juga merasa tenang jika ada yang menemani umi selama saya tinggalkan "jawabku


"trus masnya tinggal dimana!?" tanyanya


"Saya tinggal di pesantren karena kebetulan saya jadi pengajar disana" jawabku


"oh tapi apakah ibu mas tidak keberatan jika saya tinggal dirumah kalian !?" tanyanya lagi terdengar ragu-ragu


"insya Allah umi tidak akan keberatan dan saya juga merasa senang karena ada yang menemani umi dirumah dan tidak kesepian lagi jika ada mbak yang menemani" jawabku


kami pun pulang kerumah umi dan saya perkenalkan umi dan gadis itu yang ternyata bernama Alina,saya baru mengetahui namanya setelah dia menyebutkannya pada umi begitupun lina baru mengetahui namaku dari umi


umi sangat senang karena Lina ingin tinggal bersama umi dirumah, untuk menghindari fitnah malam ini terpaksa saya tidur dimesjid dekat rumah dan ke esokan harinya kembali ke pesantren


umi sebenarnya belum rela jika saya pulang secepat itu tapi umi paham dengan kondisi sekarang karena dirumah Umi sudah ada Lina yang menemaninya


kutitipkan umu pada lina dan dia berjanji akan merawat umi dengan baik seperti ibu kandungnya sendiri


saya membayar bik marni janda beranak tiga untuk membantu umi bersih-bersih dirumah


selang beberapa bulan umi memintaku untuk menikahi alina karena umi tidak ingin Alina di jadikan memantu oleh orang lain kata umi,umi sudah senang dan nyaman bersama Alina


saya pun menuruti kemauan umi untuk menikahi alina sigadis cantik dan Soleha


umi tidak salah memilihkanku seorang istri awalnya kami menikah tanpa cinta namun seiring berjalannya waktu kami saling jatuh cinta dan dia adalah cinta keduaku setelah Umi begitupun dengannya Saya adalah lelaki pertama yang dicintainya


kebahagiaan kami semakin sempurna dengan kehadiran putri pertamaku yang kuberi Nama Naina Nurannisa dan saat itu saya masih mengajar di pesantren dan pulang kerumah saat akhir pekan


namun saat istriku hamil anak kedua kami ,saya memutuskan berhenti mengajar dan keluar dari pesantren dan mulai merintis usaha kecil dirumah dan Alhamdulillah berkah dan usahaku pun semakin sukses walaupun tidak seberapa suksesnya namun dapat memenuhi semua kebutuhan keluarga kami


Alhamdulillah dapat istri yang soleha mampu mendidik anak-anak kami dengan begitu baiknya,dalam didikannya kedua putri kami menjadi anak yang Soleha dan penurut


istriku tak pernah mengeluh seberapa pun nafkah yang kuberikan diterimanya dengan penuh rasa syukur

__ADS_1


dia adalah bidadari surgaku saya selalu berdoa dan meminta kepada Allah agar kami diberikan kesetiaan dalam rumah tangga kami ini sampai maut memisahkan


sampai akhirnya umi meninggalkan kami untuk selama-lamanya


selain mengelola perkebunan saya pun merintis usaha service elektronik dirumah banyak tetangga bahkan tetangga kampung pun banyak yang datang untuk memintaku memperbaiki alat-alat elektronik mereka


sampai akhirnya putri sulungku meminta untuk kuliah di kota setelah Tamat SMA, Nainaku memang gadis mandiri


keahlian memasak Ibunya menurun padanya dan bercita-cita ingin memiliki toko kue


Naina melanjutkan pendidikannya mengambil jurusan tata boga namun hanya diploma D3 saja katanya untuk sebagai pegangan


Naina juga bekerja dan disanalah putriku bertemu dengan seorang pria breng sek yang lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami


menelantarkan Putriku yang telah memberikannya banyak keturunan


dan disaat putriku hamil anak kelimanya keturunan yang selama ini mery idam-idamkan, putriku dibuang layaknya seonggok sampah tidak berguna


setelah mengetahui semuanya saya dan istriku merasa bersyukur karena putriku sudah terlepas dari mereka


kami memutuskan untuk tinggal bersama mereka,dikota saya bersyukur anakku bisa memiliki rumah dan toko walaupun awalnya pasti sangat sulit untuknya


namun dengan bantuan sahabat kecilku dan istrinya putriku bisa melewati semuanya saya sangat berterimakasih kepada mereka karena disaat terpuruknya Putri sulungku masih banyak orang-orang baik yang mau membantunya


dan kini putriku bisa sukses tanpa campur tangan mereka


saya dan istriku tau jika mantan Suaminya datang untuk meminta rujuk namun saya tidak mau ikut campur karena saya tau putriku dapat memutuskan yang terbaik untuk hidupnya


sebenarnya saya sudah sangat geram dengan kedatangan mantan menantuku namun Alina selalu menenangkanku karena dia tau saya itu mudah terpancing emosi namun dia sangat tau bagaimana cara untuk menenangkanku


dia adalah bidadari surga yang dikirimkan Allah untukku,cara Allah mempertemukan kita dengan jodoh memang tidak ada yang bisa menduganya


namun kini dia telah bpergi untuk selamanya meninggalkanku sendiri


"Ya Allah berikanlah kepada hamba ketabahan dan kekuatan serta berikanlah hamba umur yang panjang untuk memenuhi janjiku pada istriku agar saya dapat mendampingi kedua putriku menemukan jodohnya walaupun putri sulungku pernah gagal dalam berumah tangga namun saya yakin kamu akan memberikannya sebuah kebahagiaan "


mulai malam ini saya harus terbiasa tidur Tanpa kekasih hati ku yang selalu menjadi penenang dan menyemangatku

__ADS_1


"sayang kamu yang tenang disana ya, cintamu akan abadi dihatiku "


__ADS_2