Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 59 Ratapan pilu Abah


__ADS_3

Adrian yang sedari tadi hanya memperhatikan Naina dan David dikegetkan oleh tepukan pelan dibahunya oleh Arya


sedangkan Abah Abdul pamit kembali kedalam kamarnya untuk istirahat karena beberapa hari umi dirawat dirumah sakit abah Abdul tidak pernah meninggalkan istrinya itu,beliau begitu setia menunggui istrinya walaupun tidak dapat beristirahat dengan baik


"mbak Naina itu punya toko kue yang sudah cukup terkenal di daerah sini bahkan dikantor kami banyak pelanggan tetap mbak Naina


mbak Naina juga menjual berbagai macam sarapan mulai dari nasi uduk sampai berbagai macam bubur


juga rasa kopi buatan mbaj Naina itu enak dan khas tidak kalah dengan kopi-kopi di cafe-cafe terkenal" Arya terus saja mempromosikan toko Naina Dan juga kue-kue buatan Naina


"kalau voak Dokter mau mencoba beberapa jenis kuenya kita bisa meminta mbak Naina menyuruh karyawannya untuk membawa beberapa sampel kue buatannya"ucap Arya Lagi dan Adrian hanya manggut-manggut saja


"nah pak David ini sudah selesai " ucap Naina


"wah hasilnya bagus sekali,adik saya pasti sangat senang "jawab pak David Bos tempat Arya bekerja


"oh iya bu Naina saya juga pesan kue ini dan ini sekitar 150 biji jika stoknya masih ada"ucap pak David


"oh begitu ya,kalau begitu Saya hubungi anak-anak dulu yang ada di toko"jawab Naina lalu mengambil ponselnya di dalam saku gamisnya


"halo Rahma tolong cek kue bolu kukus pelangi dan kue brownies kukus coklat juga brownies bakar keju yang ukuran sedang ya " ucap Naina pada Rahma adik kembar Rasyid Rasya dan Raina


"oh iya bu saya cek dulu "jawab Rahma


"iya kalau ada kamu kemas untuk pak David semuanya Lima puluh- lima puluh ya"ucap Naina


"iya bu" jawab Rahma


"oh iya mah, sekalian yang sudah saya suruh kemas sama Siti ya tolong bawa juga sekalian biar nggak bolak-balik "Ucao Naina lagi


"iya bu siap"jawab Rahma


"makasih ya Rahma,tapi ingat datangnya jangan lama soalnya pak David nunggu "ucap Naina


"iya bu"jawab Rahma lagi dan setelah itu sambungan telponnya pun terputus


sambil nunggu pesanannya datang mereka kembali ngobrol dan saat mereka sedang asyik ngobrol Akza datang menggendong adik bungsunya


"ma dedek sudah bangun dan cari mama"ucap akza saat sudah berada disamping mamanya


"oh sayang sudah bangun ya, sini sayang "ucap Naina dan mengulurkan tangannya untuk mengambil putrinya dari gendongan putra sulungnya


"makasih ya bang "ucap Naina pada putranya itu


"sama-sama mah" jawab Akza


"oh iya bang mama minta tolong ya,abang temani om-om nya dulu menunggu pesanannya dibawah kesini sama mbak Rahma, soalnya dedek lagi haus ini"ucap Naina lembut


"iya ma"jawab akza tersenyum dan mencium pipi tembem adik bungsunya itu


"no apang no" tolak Dewi dan itu membuat akza semakin gemas

__ADS_1


bayi hampir dua tahun itu jadi merengek karena keusilan kakaknya


walaupun usia Dewi belum cukup dua tahun tapi sudah sangat pandai berbicara walaupun masih memakai bahasa bayi


kadang ucapannya dapat dimengerti kadang juga mereka semua bingung apa yang dikatakan bayi cantik itu


"ma pang ma tatal"ucap dewi merajuk dan menyembunyikan wajahnya Didada Naina


"abang jangan ganggu adek"ucap Naina dan Akza hanya cengengesan melihat wajah adiknya cemberut


"kalau begitu saya tinggal dulu sebentar ya "pamit Naina pada tamunya


"Abang temani omnya dulu ya nak!" pinta Naina pada putra sulungnya itu


"iya ma"jawab akza dan Naina pun masuk kedalam kamarnya untuk memberikan asi pada putri kecilnya


tak berapa lama Naina telah selesai memberikan putrinya asi kini dia kembali bergabung dengan tamunya dan dewi dalam gendongannya sedangkan akza kembali kedalam kamarnya


sari, Rahma, Siti dan Raina datang membawa pesanan pak David


" assalamualaikum " ucapan salam dari mereka berempat


"waalaikumsalam "jawab Naina dan yang lainnya


" bu ini pesanannya "ucap Sari saat sudah berada didekat Naina


" oh iya kalau bisa langsung naikkan saja dimobil pak David jadi sebentar nggak repot lagi"ucap Naina


"Arya ayo ambil kuenya kita bawa kemobil "ucap pak David pada Arya


"iya bos,sini mbak biar saya saja"ucap Arya pada sari


tatapan mata mereka saling bertemu dan ada getaran didalam dada mereka


sari langsung memutuskan kontak mata mereka


"cantik "ucap Arya dalam hati dan tersenyum dan boks kue yang dibawa oleh sari kini berpindah ketangan Arya


begitu pun dengan David mengambil alih boks kue dari tangan Rahma


"makasih mbak"ucap David pada Rahma


"iya pak sama-sama "jawab Rahma


Adrian oun tidak tinggal diam dia mengambil boks kue dari tangan Siti dan berjalan keluar menuju mobil David sedangkan Naina dab ke empat karyawannya mengikuti mereka dari belakang tak lupa Naina meminta sari membawa kue tart milik pak David


setelah semua selesai dan oak David membayar semua pesanannya, David dan Arya pun berpamitan untuk pulang


begitu juga dengan Adrian berpamitan untuk pulang


"bu Nina kalau begitu saya juga ingin pamit lain kali saya kesini lagi "ucap Adrian berpamitan

__ADS_1


"oh iya dok terima kasih banyak atas semuanya dan ini ada sedikit oleh-oleh untuk orang dirumah "jawab Naina lalu menyerahkan paper bag pada Adrian


"loh kok repot-repot bu"ucap Adrian merasa tidak enak hati


"tidak apa-apa pak anggap saja sebagai tanda terima kasih saya karena dokter telah banyak membantu saya dan keluarga "Jawa Naina tersenyum


setelah semua telah pulang Naina kembali kedalam rumah dan memanggil-manggil uminya


"mi umi,nai bisa minta tolong nggak mi!? tolong dedek dijaga dulu Naina mau bersih-bersih diruang tamu, mi umi" panggil Naina Tanpa sadar berdiri didepan kamar orang tuanya karena itu adalah kebiasaannya


"Astaghfirullah "ucap Naina dan airmata menetes Tanpa henti karena baru sadar jika uminya telah tiada


Abah Abdul yang mendengar putrinya memangil nama uminya, kembali menangis mengingat mendiang sang istri yang telah pergi


Abah Abdul sangat tau kebiasaan kedua putrinya sedari kecil hingga mereka dewasa seperti sekarang jika datang dari luar mereka pasti akan langsung mencari keberadaan uminya


Jihan dan akza serta Adik-adiknya juga mendengarkan Naina memanggil-manggil ibu dan nenek mereka yang sudah pergi kini kembali menangis


"umi jihan rindu mi,jihan mau makan mie goreng buatan umi.jihan lagi tidak selera makan mi Hiks hiks hiks " tangis jihan pun pecah


"astaghfirullah, maaf kan jihan ya Allah jihan Hany rindu pada umi" ucap jihan tergugu


sedangkan Akza menenangkan Adik-adiknya dan meminta mereka untuk ikut dengannya turun kebawah untuk membantu ibunya beres-beres rumah karena rencananya malam nanti akan diadakan doa bersama dirangkaikan dengan Takziah yang akan diisi oleh ceramah seorang ustadz kenalkan Pakde Rojak


"Ayo mas,aa', kakak kita bantu mama bersih-bersih rumah sebelum sore" ajak akza pada ketiga adiknya


mata mereka terlihat sangat sembab


"iya bang ayo "jawab ketiga adiknya dan mereka pun turun kelantai satu untuk membantu ibu mereka namun saat mereka sampai di ruang keluarga Mereka melihat ibu mereka sedang menangis sambil memangku adik bungsu mereka yang sesekali menyeka air mata sang ibu


"mama nanan nyanyis ya,netnet puma Puyang pampung ma" ucap Dewi mencoba menenangkan mamanya mengusap pipi mamanya yang basah dengan tangan kecilnya


"ma"panggil mereka berempat


"maafkan mama sayang"ucap Naina mengusap air matanya lalu tersenyum pada anak-anaknya


mereka pun saling bantu membersihkan rumah dan saat sore menjelang para tetangga banyak yang datang membantu naina menyiapkan acara dia dan Takziah untuk ibu mereka tercinta


Acaranya berjalan lancar dan begitu hikmad


setelah acara selesai mereka semua beristirahat dikamar mereka masing-masing


saat tengah malam Naina merasa sangat haus namun teko yang berada dikamar nya sudah habis,jadi Naina terpaksa keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk mengambil air minum


namun saat kembali dari dalam dapur dan lewat didepan kamar orang tuanya Naina mendengar suara tangisan ayahnya yang begitu menyayat hati


Naina ikut meneteskan air mata mendengar ratapan pilu sang ayah yang kini ditinggal pergi oleh pujaan hatinya yang menemaninya selama puluhan tahun melalui Banyaknya suka dan duka kehidupan rumah tangga mereka


"maafkan mas sayang,bukan mas tidak mengikhlaskanmu tapi mas hanya rindu kebiasaan-kebiasaanmu saat jam-jam seperti ini kamu membangunkanku untuk sholat berjamaah namun sekarang mas hanya sholat sendirian


sayang mas sangat merindukanmu " Naina memilih pergi dari depan kamar ayahnya karena tidak tahan mendengar ucapan ayahnya itu

__ADS_1


Naina memilih mengambil wudhu dan berdoa meminta kepada Allah agar ayahnya diberikan ketabahan serta kesehatan begitu pun untuk dirinya sendiri serta adik dan anak-anaknya


__ADS_2