Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 80 David Berburu cilok


__ADS_3

setelah pulang dari rumah sakit David dan ke-dua anaknya tidak langsung pulang kerumahnya akan tetapi mereka singgah di sebuah rumah makan Padang entah mengapa david sangat ingin makan rendang


setelah selesai makan David mengajak kedua putranya untuk kesebuah taman


David sangat ingin makan cilok, mereka pun berkeliling taman mencari pedagang yang berjualan cilok


setelah lama berkeliling kini akhirnya mereka menemukan apa yang di inginkan oleh David


"Bang ciloknya masih ada!? "tanya David penuh harap


"iya pak masih ada!"jawab sang pedagang


David berbinar mendengar ucapan kang cilok


air liurnya tak dapat lagi dibendungnya


"ciloknya masih banyak kang!?" tanya David


"tinggal sedikit lagi pak"jawab kang cilok itu


"sisa berapa pak, saya mau beli semuanya "ucap David


"beneran pak "jawab kang cilok


"iya pak saya mau beli semuanya"ucap david dan membuat sang pedagang tersenyum sumringah


"Alhamdulillah ya Allah, daganganku hari ini habis saya bisa pakai buat beli beras dan lauk untuk anak-anakku "kata kang cilok begitu bahagia


kang cilok segera menyiapkan pesanan david yang memborong semua sisa dagangannya


"ini pak pesanannya semuanya jadi seratus du puluh lima ribu rupiah "ucap kang cilok menyerahkan kantong plastik yang berisi cilok pesanan david


setelah mengambil bungkusan cilok itu david menyerahkan dua lembar uang merah


"ini kembaliannya pak "kang cilok menyerahkan uang kembalian david namun David menolaknya


"ini buat akang saja " ucap David mendorong kembali tangan kang cilok itu


"ya Allah Alhamdulillahirabbil alaamiin, semoga reski bapak berlipat ganda "doa tulus kang cilok


"aamiin " jawab David


"papa yakin habiskan itu semua !?" tanya Attar


"kan ada kalian yang bantuin papa makan"jawab david


"tapi ini kan banyak pa"jawab akza


"ya kita bagi-bagi sama semua,diruko banyak yang bisa bantu kita makan "jawab David santai sambil sesekali memasukkan cilok kemulutnya


"iya sih"kata Attar pasrah tak mau lagi berdebat dengan papa nya


"ayo pulang "ucap David berjalan menuju parkiran mobil


kini mereka sudah sampai didepan rumah, Attar segera berlari turun dari mobil tangannya menenteng kantong plastik berisi cilok yang papanya beli tadi


"assalamualaikum " ucap Attar

__ADS_1


"waalaikumsalam, sudah pulang sayang !?" jawab Naina saat putra sudah berada didekatnya


"iya ma" jawab Attar


"kamu bawa apa sayang !?" tanya Naina lagi melihat kantong plastik ditangan Putranya


"ini cilok ma, papa yang beli "jawab Attar


"cilok!? "tanya Naina


"iya ma,tadi kami singgah di taman untuk beli cilok ini"Jawab Attar


"assalamualaikum "ucap david dan Azka saat masuk kedalam rumah


"waalaikumsalam "jawab Naina dan Attar


Naina mendekati suaminya dan mencium punggung tangannya


"pa kok beli cilok banyak banget !?"tanya Naina


"biar kita makan bareng ma, anak-anak mana!?" jawab David


dan bertanya keberadaan ketiga anaknya yang lain


"aa' dan kakak lagi belajar dikamar kalau dedek sudah bobo"jawab Naina


"ya sudah saya panggil mereka dulu lalu kita makan cilok barengan " ucap david dan diangguki oleh Naina


"biar Akza aja pa yang panggil mereka " ucap Akza dan diangguki oleh David


David semakin kagum pada Naina yang mampu membimbing anak-anaknya bahkan adiknya pun sangat penurut pada Naina


"ma Besok Dafa mau nginap disini selama mami dan papi diluar negeri " ucap david mulai memakan ciloknya karena sudah tidak tahan Naina sudah mengambilkan piring dan menuangkan bumbu kacangnya


"ya nggak apa-apa pa,malah lebih bagus kalau dafa disini kan kasian kalau dirumah cuma sama bibik


kita juga bisa mengawasinya langsung lagian Dafa juga anaknya nggak neko-neko dan penurut " jawab Naina


"itu kalau sama mama dia penurut tapi kalau sama mami mana pernah mau nurut "jawab David yang masih saja memakan ciloknya


"sini makan cilok sama papa " ucap david saat melihat anak-anaknya


mereka pun makan cilok bersama


"trus ini mau dia apain pa,ini masih banyak loh" ucap Naina


"kamu tawarin ke anak-anak diruko ma kalau mereka mau suruh kesini untuk ambil "jawab David


Naina pun menelpon adiknya dulu dan juga kiki namun mereka menolak katanya sudah Kenyang baru selesai makan


Naina pun menelpon sari dan Raina mereka mau ciloknya naina pun menyuruh mereka untuk datang untuk mengambil ciloknya


tak berapa lama suara motor sari terdengar,sari datang bersama Sania


 Raina dan Rahma serta Rasti juga datang kerumah Naina untuk mengambil ciloknya


"eh mbak sari datang juga!?"tanya Raina

__ADS_1


"iya Na,saya tadi ditelpon ibu katanya bapak beli banyak cilok makanya dibagikan kekita"jawab sari


"iya mbak saya juga di telpon ibu disuruh datang "jawab Raina


"ya sudah ayo masuk" ucap sari dan mereka pun masuk dan mengucapkan salam


setelah salam mereka dijawab Mereka pun masuk kedalam rumah yang pintunya memang belum terkunci


"eh kalian sudah datang sini duduk makan cilok dulu"ucap Naina dan mereka pun duduk makan cilok


setelah cilok yang dipiring habis mereka pun pamit untuk pulang Naina menyerahkan dua kantong kresek berisi cilok untuk mereka bawa pulang


setelah semua pulang dan anak-anaknya juga kembali masuk kekamar mereka dengan perut kenyang begitupun dengan David dan Naina


tak lupa juga Naina memberikan cilok pada security dan bikBik Suri namun mereka menolak karena takut asam uratnya kambuh


hingga akhirnya Naina memberikan semua pada sari dan Raina


sebelum tidur david menengok putrinya dulu dikamarnya


Naina dan David terpaksa membiarkan dewi tidur di kamarnya sendiri


kamar Dewi terletak pas disamping kamar sang kakak bahkan bersambung sehingga memudahkan Dewi masuk kekamar kakaknya Akza jika terbangun


ide kamar yang seperti itu dari akza sendiri


awalnya Naina dan David ingin tidur bersama dewi tapi akza melarangnya dan memberikan ide kamarnya dan kamar Dewi bersambung


setelah dari kamar putri kecilnya david masuk ke kamarnya sendiri


"sayang kamu kenapa !?"tanya david pada istrinya yang duduk ditepi ranjang mereka dengan memegang kepalanya sendiri.


wajah Naina juga terlihat pucat


"enggak tau mas kepalaku rasanya sakit sekali, seperti mau pecah "jawab Naina


David duduk disamping istrinya itu lalu memijat kepala Naina perlahan


"kamu rebahan ya sayang biar mas memijatnya "ucap David lalu membantu istrinya rebahan


setelah istrinya rebahan David Mulai memijat kepala istrinya perlahan


Naina memeluk pinggang suaminya yang duduk di tepi ranjang mereka sambil memijat perlahan kepalanya


David tersenyum karena ini pertama kalinya sang istri berinisiatif memeluknya terlebih dahulu karena biasanya David yang akan memeluk tubuh mungil istrinya itu


tak berapa lama Naina sudah terlelap


David melepaskan pelukan tangan istrinya lalu beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur


setelah membersihkan diri David tidur disamping sang istri lalu memeluk tubuh istrinya itu


Naina membalas pelukan suaminya dan menggosok-gosokkan wajahnya didada bidang suaminya


david menahan sesuatu yang ingin bangun karena ulah istrinya,namun David tidak ingin membangunkan istrinya itu


hingga akhirnya david terlelap karena rasa kantuknya yang tak tertahankan lagi

__ADS_1


__ADS_2