Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 101 Bunda kiki dan mami jihan sedang ngidam


__ADS_3

Hari ini kiki badannya terasa sangat lemas dia tidak bisa beranjak dari ranjangnya begitupun dengan jihan kepalanya terasa berat dan selalu merasa mual


kiki hari ini hanya pengen makan bakso tapi buatan Naina sedangkan jihan pengen makan opor ayam resep Umi


jihan datang kerumah Naina untuk meminta kakaknya itu membuatkan opor ayam yang sering dibuatkan umi Alina saat beliau masih bersama mereka


"kak jian pengen makan opor ayam,jian kangen umi " ucap jihan sesegukan


Naina pun ikut menangis mendengar adiknya, karena dia juga sangat merindukan wanita hebat yang telah melahirkan mereka


"tinggu ya kakak liat dikulkas dulu siapa tau bahan untuk buat opor ada"jawab Naina dan beranjak kedapur jihan mengikutinya


Naina memeriksa isi kulkasnya dan ternyata stok ayamnya dan beberapa bahan yang lainnya masih ada


Naina mengeluarkan semua bahan yang akan digunakannya untuk memasak opor ayam


"kamu mau sekalian nggak dengan lontongnya biar kakak sekalian buatkan "tanya Naina pada adiknya itu


"sebenarnya sih mau kak tapi takut kakak kerepotan "jawab jihan


"nggak repot kok kan ada dlbibik yang bantu "ucap Naina


akhirnya Naina membuat opor ayam dan lontongnya


"bik tolong kesebelah kerumahnya pakde rojak untuk minta daun pisang yang ada di kebun belakang " pinta naina pada bik suri


"baik bu"jawab bik suri


setelah beberapa jam berkutat didapur tepat saat anak-anak pulang sekolah dan para suami juga pulang makan siang masakan opor ayam dan lontong buatan Naina sudah matang


Adrian sengaja pulang cepat karena pasiennya memang tidak ada membutuhkan penanganan khusus


Adrian merasa khawatir pada istrinya yang sejak semalam mual-mual


adrian sudah memeriksa istrinya dan menyuruh istrinya untuk memakai tespack


"Alhamdulillah, makasih ya sayang ". ucap Adrian saat jihan menunjukkan terkehamilan yang di belinya, Adrian memeluk istrinya dan melabuhkan ciuman dikening sang istri


"iya mas, selamat ya" jawab jihan membalas pelukan suaminya


"iya sayang,kamu juga selamat ya kita saling bantu dan mengingatkan serta menjaga anak kita ya sayang !" ucap Adrian tersenyum lebar pada istrinya itu


Jihan menjawab ucapan suaminya dengan mengangguk anggukkan kepalanya


ada binar bahagia terpancar dari wajah keduanya


"assalamualaikum, sayang kamu dimana!?" ucap Adrian masuk kedalam rumah Abah Abdul


ya setelah menikah mereka memilih tinggal bersama abah abdul karena adrian juga kasihan pada ayah mertuanya itu karena tinggal sendirian memang cucu-cucunya sering datang untuk nginap dirumahnya itu tapi tidak tiap hari makanya Adrian memilih untuk tidak menempati rumah barunya

__ADS_1


"bu jihan pagi dirumah bu Naina pak dokter " ucap bu rima Art yang di minta Adrian untuk membantu istrinya namun bu Rima datang saat pagi dan pulang saat sore


"oh iya bik,apa ibu tadi muntah setelah saya pergi !?"tanya Adrian pada bik Rima


"iya pak,ibu sempat muntah sekali setelah baikan ibu kerumahnya bu Naina " jawab Bik Rima


"oh begitu ya!, ya sudah saya kerumah kak Naina dulu ya bik


bibi sudah masak kan!!?" Ucap Adrian dan bertanya pada Bik Rima


"sudah pak " jawab Bik Rima


"kalau pekerjaan bersih-bersih bibi selesai bibi makan saja kemungkinan kami makan siang dirumah kak Naina "ucap Adrian dan balas anggukkan kepala oleh Bik Rima


"oh iya bik abah mana!?" tanya Adrian lagi


"tadi abah pergi sama pakde Rojak pak dokter "jawab Bik Rima


"oh begitu !? ya sudah saya susul ibu dulu"ucap Adrian dan keluar dari rumah lalu berjalan menuju rumah kakak iparnya itu


"assalamualaikum "ucapan salam dari Adrian


"waalaikumsalam "jawab semua orang dari dalam rumah Naina


"eh adrian masuk ian" ucap Naina saat melihat adik iparnya sudah berdiri di pintu


"jihan mana kak!?" Adrian menanyakan keberadaan istrinya


Adrian pun berjalan ke kamar tamu dimana istrinya berada Naina mengikutinya dari belakang


Adrian masuk kedalam kamar dan disana ada Dewi yang sedang mengelus-elus perut jihan


"assalamualaikum sayang "ucap Adrian


"waalaikumsalam "jawab jihan dewi pun menjawab dengan bahasanya


"sedang apa nak!?"tanya Adrian pada Dewi


"piasalah pi,mami ladi manda"jawab Dewi


"memangnya mami kenapa sampai manja begini sama dewi" tanya Adrian lagi dan kini sudah duduk ditepi ranjang didekat Dewi


"bana wewi pau papi,mami tatang-tatang pudah manda tayat dini


tebenalna wewi ipu helan deh tenapa sih Olang pewasa ipu suta beltingtah sepelti nanat tecil


selalusna papi yang peliksa mami tan papi doktel telalusna papi ipu peta zama pelasaan mami


ckckck tasian mami puna puasmi pidatlah peta,pati nanan tawatil mami wewi atan mendaga mami talau papi sibut bengan sasienna" jawab dewi kembali mengelus perut jihan

__ADS_1


jihan merasa sangat nyaman dewi melakukan itu rasa mual nya seketika hilang


"papi sudah periksa mami pagi tadi sayang sebelum papi berangkat kerumah sakit


mami ini sakit karena sebentar lagi adek bayi dewi tumbuh diperut mami " jawab Adrian dengan perasaan yang sangat bahagia karena sebentar lagi akan memiliki seorang anak, darah dagingnya,buah cintanya bersama sang istri


"oh beditu padi mami satit talena ada dedet bayina dipelut sepelti mama


pati wewi helan dedetna ipu basut dali bana sih!?" tanya dewi penasaran


adrian meraup Wajahnya karena tidak rau bagaimana caranya menjelaskan pada Dewi bayi cerewet kesayangannya itu


"tot papi biam,wewi beltanya woh" ucap dewi mendesak adrian agar pertanyaannya harus dijawab namun adrian tidak tau harus menjawabnya bagaimana


jihan terkikik melihat suaminya prustasi karena ulah ponakanya begitu pun dengan Naina yang setia memvideokannya


"dedek bayinya masuk dengan cara........" ucapan Adrian terpotong karena ucapan salam dari luar, Naina segera melihatnya ternyata Kiki yang datang bersama rendy belum sempat mereka berdua masuk mobil david memasuki pekarangan


Adrian tertolong dengan kedatangan mereka karena tidak harus menjawab pertanyaan menjebak Dewi


David turun dari dalam mobilnya disusul keempat putranya juga Arya dan itu berarti sebelum pulang kerumah david mendatangi sekolah anak-anaknya yang berbeda tempat dan lokasi


Naina Berdiri diteras menunggu suaminya juga anak-anaknya


"sayang " ucap David saat berada didekat istrinya yang langsung mencium punggung tangannya


Naina tersenyum melihat semua anaknya sudah pulang


"mas mau bersih-bersih dulu atau mau langsung makan siang !?" tanya Naina pada suaminya itu


"mas mau bersih-bersih dulu, anak-anak juga harus ganti baju dulu setelah itu kita makan siang bersama "Jawab David


"kalian ganti baju dulu nak setelah itu segera kemeja makan kita makan siang bersama "ucap Naina pada ke empat Putranya


"iya ma" jawab ke empat putranya itu


kini mereka semua duduk di sofa ruang tengah, mereka menunggu anak-anak berganti pakaian


Dewi juga sudah ada dipangkuan Arya


"kak nai , pengen makan bakso " ucap kiki pada Naina


"loh kan gampang tinggal suruh beli sama suami kamu "jawab Naina


"saya mau buatan kakak" ucap kiki dengan mata berkaca-kaca


"dunda imi manda setali,wewi zulida pilalam pelut dunda juda ada dedet payina " ucap dewi geleng-geleng kepala dan perkataannya itu membuat semua orang dewasa tersentak kaget


"rend, coba kamu beli respect diapotek sana siapa tau ucapan dewi benar karena kalau dilihat wajah istrimu ini pucat sekali "ucap Naina dan rendy tidak menunggu waktu lama dia segera pergi mencari tespack yang Naina minta

__ADS_1


Rendy sangat berharap ucapan dewi benar adanya


__ADS_2