Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 69 ingin membuat malu tapi malah malu sendiri


__ADS_3

Pov Yanti


Hari ini Saya melihat menantuku Sangat gelisah, sejak pulang dari tempat kerjanya dia terlihat uring-uringan entah apa sebabnya


sayanpun mencoba untuk mendekatinya dan menanyakan perihal kegelisahannya


"Kamu kenapa sih dis,sedari tadi mama liat kamu itu gelisah banget "tanyaku lembut


"eh mama,itu ma tadi mas ghani menelpon Disa "ucapnya ragu-ragu


"trus yang buat kamu gelisah apa!? trus dia ngomong apa sama kamu Hinga bkamu seperti ini"tanyaku lagi dan kini matanya sudah berkaca-kaca


"mas Ghani izin mau menikah ma, katanya besok dia akan menikah dengan wanita yang sudah pasti bisa memberikannya keturunan "jawab menantuku itu yang sudah terisak


saya sangat mengerti perasaannya, pasti hatinya sangat sakit jika tau suaminya akan menikah lagi


saya akui Ghani tidak pernah mencintai gladisa mereka menikah karena sebuah perjodohan dan ternyata gladisa mencintai putraku itu hingga tanpa ragu-ragu saya mendesak Ghani untuk menikah dengannya


saya berfikir seiring berjalannya waktu dan kebersamaan mereka akan tumbuh cinta apalagi Disa menantuku sangat mencintai Ghani inilah yang membuatju semakin yakin jika Disa bisa membuat Ghani jatuh cinta padanya namun saya salah Ghani masih saja mencintai janda beranak lima yang membeli rumah lamaku yang berada didekat rumah Adikku


saya sangat menyesal telah mengizinkannya menyewakan rumahku pada janda itu


sampai akhirnya saya dengan suka rela menjualnya kepadanya karena itu semua pengaruh adik dan putraku Ghani


ternyata Ghani sudah tertarik pada janda itu sehingga Ghani sering rela membantunya berkali-kali


hingga akhirnya ghani mengatakan padaku ingin melamar janda gatal itu


saya sangat yakin adik dan Putraku telah kena guna-guna dari janda tidak tau malu itu


dan hari ini saya yakin Ghani meminta izin kepada istrinya untuk menikah lagi pasti dengan janda gatal itu


saya tidak akan tinggal diam saya akan datang kerumah perempuan itu dan membatalkan pernikahan mereka


saya tidak tau guna-guna seperti apa yang diberikannya kepada adik anakku sehingga mereka begitu menuruti semua permintaan perempuan itu


"kamu tidak usah khawatir kita akan mendatangi rumah perempuan itu dan kita batalkan pernikahan mereka "ucapku kepada menantuku


"benarkah ma!? "tanya Disa


"iya,jadi kamu jangan menakis lagi kita akan melabrak mereka dan mempermalukannya "ucapku menyakinkan menantuku itu


"makasih ya ma ,mama selalu ada untuk gladis "ucap menantuku memelukku


"iya sama-sama, sekarang kamu istirahat pasti kamu capek

__ADS_1


kamu tidak usah memikirkan tentang Ghani kita akan memberikan mereka kejutan besok dihari pernikahan mereka "ucapku lagi yakin


"iya ma , kalau begitu gladis istirahat ya "ucapnya dan saya hanya mengangguk lagi lalu beranjak meninggalkanku duduk sendirian di ruang keluarga


"saya harus mencari cara agar janda gatal itu akan malu dan tidak akan dilupakannya seumur hidupnya "monologku sendirian


"ah lebih baik saya tidur biar besok saya istirahat " lalu saya pun masuk kedalam kamar untuk mengistirahatkan tubuhku yang Terasa lelah


ke esokan harinya saya dan gladis bersiap-siap untuk kerumah pelakor itu saya akan menyuruh gladis untuk melabrak nya terlebih dahulu karena jika saya langsung masuk saya yakin adikku yang bodoh itu bersama anak dan suaminya akan menghalangiku nanti setelah gladis melabrak dan mempermalukan mereka disitulah saya akan masuk untuk menambahkan kekacauan


"sudah siap ma!?"tanya gladis dengan pakaian rapi dan berkelas


"iya,ayo kita berangkat "jawabku yang juga memakai pakaian mahal yang dibeli oleh gladis


kami pun menuju rumah janda pelakor itu, tunggu saja saya akan mepermalukan kamu semalu-malunya


setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam karena sempat terjebak macet kini telah sampai didepan rumahku yang dulu yang sudah direnovasi oleh janda itu


benar saja dirumah itu sedang diadakan pesta karena disana sudah ada tenda pernikahan dan juga banyak orang yang datang, saya sangat yakin mereka tamu undangan


"benar-benar ya ma mereka mengadakan pesta pernikahan yang begitu meriah saya akan mempermalukan mereka sekarang juga" ucap gladis Dengan wajah yang memerah karena emosi


"tung....."belum selesai saya berbicara gladis sudah berlari kedalam rumah janda itu dan saya tidak bisa lagi mencegahnya


saya hanya memperhatikannya dari jauh karena saya melihat kiki berjalan sambil menggendong seorang anak perempuan tapi saya tidak tau itu anak siapa mungkin anak salah satu tamu undangan


ternyata disana sedang persiapan pernikahan


dasar memang Ghani itu keras kepala dan tidak berfikir panjang apa yang aka didapatkannya dari janda beranak banyak itu dibandingkan dengan gladis yang seorang dokter yang kariernya sedang naik


saya melihat gladis sedang berdebat dengan beberapa orang yang ada disana


Saya pun membantu gladis saya suka karena para tamu undangan yang mereka undang sedang berbisik-bisik


saya yakin sebentar lagi mereka akan menanggung malu


namun yang membuatku terkejut ada seorang wanita yang terlihat sangat cantik walaupun saya yakin usianya tidak lagi muda


wanita itu mengatakan jika Putranya yang akan menikah dengan janda itu trus dimana Ghani


ini pasti akal-akalan mereka menyembunyikan ghani dan bersandiwara karena tau akan kehadiranku dan istrinya Ghani


mereka tidak mempedulikanku seperti yang sudah saya perkirakan adik saya pasti akan membela janda itu


mereka melanjutkan pernikahan itu, Saya dan gladis tetap berdiri ditempat kami sejak datang menyaksikan pernikahan mereka

__ADS_1


saya heran kenapa pernikahan mereka seperti pernikahan beneran trus dimana Ghani !?


itu yang sedang berperang dalam otakku mencerna semua ini


"ma kok seperti ini sih!? kenapa bukan mas Ghani yang menikah dengan perempuan itu"ucap gladis berbisik


"lihat saja dulu saya yakin mereka hanya mengelabui kita"ucapku meyakinkan membantuku itu


sampai akhirnya acara sungkeman saya melihat mereka begitu Hidmat


"mbak "panggil adikku Yana yang kini berdiri di belakangku


"kenapa !?" tanyaku kesal


"mbak ini kenapa sih, selalu saja mengacau saya fikir selama ini mbak sudah berubah "ucap adikku menghakimiku


"mengacau bagaimana saya datang ke sini untuk mencari outraku Ghani


saya yakin kalian menyembunyikan ghani "ucap ku meluapkan emosiku


"menyembunyikan bagaimana mbak !? memangnya apa untungnya buat kami hingga menyembunyikan ghani "jawab adikku itu dengan wajah seperti mengejekku


"saya yakin pernikahan ini hanya akal-akalan sijanda pelakor itu "ucapku tersenyum sinis


"mbak-mbak kamu memang tidak pernah bisa berubah selalu berfikiran buruk untuk orang


adikku ini berbicara dengan sangat lantang hingga semua orang menoleh pada kami dan saya dapat melihat mereka muka mencibir


dasar adik tak punya akhlak, mau mempermalukan kakak kandungnya sendiri demi wanita tidak jelas itu


"eleh bilang saja kamu memang sekongkol dengan janda gatal itu"ucapku tak mau kalah


"lebih baik mbak oergi dari sini jangan kacaukan pernikahan mereka bawa pergi menantumu itu


dan satu lagi kak kami tidak pernah menyembunyikan ghani karena putramu itu manusia dewasa bukan barang yang dapat kami sembunyikan " ucap yana masih dengan suara lantangnya


"awas kamu yana,kamu akan menyesal telah memperlakukanku seperti ini saya ini kakak kandungmu sendiri "Ucap menunjuk-nunjuk wajah yana


ini namanya saya ingin mempermalukan janda itu tap sekarang malah saya yang malu


"ayo kita pergi dari sini Dis"ucapku oada gladis


"tapi ma mas Ghani ada dimana "jawabnya


"mas ghani keluar kamu mas,mas Ghani saya tau kamu ada disini "teriak gladis membuatku semakin malu saja

__ADS_1


saya pun menarik tangan gladis perui dari sana sebelum dia semakin membuatku malu


__ADS_2