
Setelah Dari kantor polisi Bara dan Narendra kembali kerumah sakit karena mereka tidak ingin papa mereka sendirian merawat sang maminya rumah sakit, papinya pasti kerepotan jika maminya meminta untuk kekamar kecil, pasti papinya akan kesulitan mengangkat dan memindahkan Maminya kekursi roda yang telah disiapkan oleh perawat karena tubuh sang mami sedikit berisi ditambah lagi kaki dan tangannya tidak dapat digerakkan, berbicara saja sang mami kesulitan
"Bagaimana Bar,apa sudah selesai !?" tanya Tuan Ibrahim pada putranya itu
"iya pa, mereka tertangkap saat sedang beraksi "jawab Bara
"maksudnya bagaimana !?"tanyaTuan Ibrahim penasaran
Bara dan Narendra bergantian bercerita apa yang telah terjadi di rumah mereka
Tuan Ibrahim hanya geleng-geleng kepala mendengar cerita kedua putranya
sedangkan Nyonya Dianra hanya meneteskan airmata dia menyesal telah menyia-nyiakan Naina menantu yang tak pernah dianggapnya dan karena Naina tidak bisa memberikannya seorang cucu perempuan dan memaksa putranya untuk menceraikannya dan menikahkan Putranya dengan wanita yang dianggapnya baik ternyata seorang penipu
Nyonya Dianra menyesal dalam hatinya karena sudah menzolimi Naina perempuan penyabar dan penurut, selama belasan tahun dijadikan sebagai seorang pembantu gratis dirumahnya bukan menantu namun Naina tidak pernah mengeluh ataupun menuntut apa-apa bahkan saat dia mengusir menantu dan cucu-cucunya yang juga sama penurutnya naina tidak mengatakan apa-apa, saat Naina menjadi menantunya tak sekalipun Nyonya Dianra pernah bersikap baik padanya
Nyonya Dianra sering memarahi Niana walaupun hanya persoalan sepele bahkan tak segan-segan nyonya Dianra menghina Naina dihadapan anak-anaknya yang notabenenya adalah cucu kandungnya sendiri
Nyonya Dianra sadar mungkin inilah balasan untuknya ,Allah membiarkannya tidak bisa bicara karena seringnya menghina Naina dan bersikap sombong
Nyonya Dianra hanya bisa menangis meratapi semuanya dan menyesali
benar kata pepatah mengatakan bahwa penyesalan akan datang diakhir
Nyonya Dianra juga pernah memfitnah Naina bahwa putra bungsunya adalah hasil perselingkuhan Naina dengan pria lain dan yang jelas-jelas wajahnya sangat mirip dengan Bara Putranya
namun kenyataannya menantu pilihannya ternyata menipunya juga ingin merampoknya
memberikan kasih sayang ternyata mereka menipunya
Nyonya Dianra menangis dalam diam menikmati rasa sakit dihatinya,mungkin ini adalah karma dan Nyonya Dianra sudah menerima karmanya
nyonya Dianra sekarang lumpuh dan tidak bisa berbicara karena terserang stroke
Nyonya Dianra berjanji dalam hatinya jika suatu hari nanti dia sembuh dia akan cari Naina dan meminta maaf dan Nyonya Dianra akan meminta Naina untuk rujuk kembali dengan putranya
"mami kenapa!?" tanya Narendra saat menyadari maminya menangis
"aaaa"hanya itu yang bisa keluar Dari mulut Nyonya Dianra air matanya semakin deras mengalir
__ADS_1
"apa ada yang sakit mi!?"kini Bara yang bertanya Nyonya Dianra hanya menggelengkan kepalanya lemah
"lalu kenapa mami menangis !?" tanya bara lagi
"a...a...a..."kembali Nyonya Dianra bersuara
"mami jangan banyak fikiran ya,mami sekarang istirahat biar cepat pulih "ucap Tuan Ibrahim menghapus air mata istrinya yang tak mau berhenti
"jangan difikirkan ya mi, nanti kamu lama loh sembuhnya " Tuan Ibrahim menenangkan istrinya itu
"a.,...a....aaaa"jawab Nyonya Dianra dengan wajah sendu,Tuan Ibrahim mengelus punggung istrinya agar bisa tenang
Setelah beberapa lama Nyonya Dianra ditenangkan oleh suami dan anak-anaknya,Nyonya Dianra pun tertidur mungkin karena merasa lelah
"kasihan mami ya pi" ucap Bara menatap wajah pucat ibunya
"ya mau bagaimana lagi, mungkin sudah nasib mamimu seperti ini kita hanya bisa beesoa dan berusaha untuk melakukan pengobatan yang terbaik dan terus menyemangatinya "Tuan Ibrahim berbicara dengan mata berkaca-kaca merasa sangat kasihan pada istrinya yang kini tak berdaya
Dikediaman Naina
seperti hari-hari biasanya Naina dan para karyawannya sibuk membuat pesanan kue-kue yang diproduksi ditoko naina dan Naina dan sari yang membuat langsung adonannya dibantu oleh sikembar karena Naina tidak ingin cita rasa khas kue buatannya berubah dan para pelanggannya kecewa
Namun Hari ini hati Naina gelisah dan galau dengan kedatangan kakak dari Bude yana yaitu Bude Yanti ibu Ghani pria yang telah memberikan Naina janji namun sudah berapa bulan ini Ghani tidak pernah lagi datang menemuinya setelah hari itu
Naina terkejut dengan perubahan sikap Bude yanti padanya karena dia awal saat pertama kali mengontrak rumah Bude yanti sampai membelinya Bude yanti sangat ramah dan baik pada Naina namun kali ini berbeda, Saat Naina Hendak menjemput putri bungsunya dirumah Bude yana Naina tidak sengaja mendengar percakapan Bude yana dan kakaknya itu berbincang-bincang diruang keluarga menemani baby Dewi bermain
flashback
"kamu itu bodoh ya Yan mau-maunya kamu dijadikan baby sitter oleh janda itu, lihat saja dia pasti sedang berleha-leha dirumahnya sedangkan kamu disini kerepotan mengurus anaknya "ucap Bude yanti melukai perasaannya
"saya sendiri yang ingin Mbak bukan Naina yang memintanya"jawab Bude yana
"kamu memang terlalu baik yan, sehingga mudah di manfaatkan oleh orang lain" ucap bude yanti lagi
"saya tidak merasa dimanfaatkan mbak saya senang menjaga Putrinya Naina sebagai pengganti cucuku yang sudah tiada dan saya juga sudah menganggap Naina putriku jadi otomatis anak-anaknya adalah cucuku mbak. Mas Rojali juga bersahabat dengan ayahnya Naina jadi apa salahnya saya membantunya dan anaknya ini juga sangat penurut dan nggak rewel
" jawab Bude yana panjang lebar
"ck.., terserah kamu saja yan.yang penting mbak sudah mengingatkan kamu"ucap Bude yanti jutek karena sangat kesal pada adiknya yang terus-menerus membela Naina
__ADS_1
"apa sih istimewanya perempuan itu, seandainya saja dia baik tidak mungkin suaminya dan keluarganya mengusirnya bersama anak-anaknya " ucap Bude yanti lagi yang terdengar sangat marah
"ya Allah kenapa bude yanti begitu membenciku sedangkan Anaknya ingin saya menjadi istrinya "ucap Naina dalam hati
Naina pura-pura baru sampai dengan mengucapkan salam setelah Bude yana dan Bude yanti tidak lagi membahasnya padahal Naina sudah masuk kedalam rumah namun kembali keluar lagi karena takut bude Yanthi menganggapnya lancang masuk kedalam rumah adiknya sesuka hatinya, apalagi Naina tau bude Yanti saat ini membencinya entah apa sebabnya
"assalamualaikum Bude "Naina mengucapkan salam dan Masih berdiri didepan rumah
"waalaikumsalam"jawab bude yana dari salam rumah
"masuk Nai"ucap Bude yana dan Naina pun berjalan masuk kedalam rumah itu
Naina mengulurkan tangannya pada Bude yanti untuk menyalaminya sebagai bentuk rasa hormatnya pada yang lebih tua darinya namun Bude yanti tidak mengindahkan Naina dan memalingkan wajahnya ke arah lain
Naina hanya tersenyum kecut sedangkan Bude yana sudah merasa tidak enak hati pada Naina
"kamu mau jemput si canti Nai!?" tanya Bude yana mengalihkan pembicaraan agar Naina tidak merasa canggung
"iya Bude, terima kasih ya sudah menjaga baby Dewi "jawab Naina
"kamu itu jangan ke enakan ya, meminta adikku menjaga anakmu sedangkan kamu bersantai"Bude yanti menegur Naina dengan sinisnya
"maaf Bude "jawab Naina dengan suara bergetar karena menahan tangisnya
"saya itu membiarkan kamu membeli rumahku itu semua karena keinginan adikku, seandainya saja saya lebih awal tau jika kamu ingin memanfaatkan adikku menjadi pengasuh anakmu saya akan memberikan rumahku untukmu "ucap bude yanti semakin menyakiti hati Naina, Naina hanya menunduk diam membisu sambil memainkan tangan mungil putrinya yang ada dalam pangkuannya
sebisa mungkin Naina menahan rasa sakit hatinya karena Ucapan pedas dari mulut Bude yanti
"sudah kak, Naina tidak pernah meminta ku menjaga anaknya tapi saya yang mau menjaganya.lagian juga tidak tiap hari saya menjaga anak Naina saya akan menjaganya jika Naina banyak pesanan dan karyawannya kewalahan "jawab Bude yana membela Naina
"itu hanya alasanmu saja,lebih baik saya pergi saja dari sini muak rasanya melihat wanita munafik sepertinya "Bude yanti meraih tas selempang nya lalu beranjak dari duduknya dan pergi dari rumah bude Yana tanpa berpamitan
"Bude maafkan Naina ya, gara-gara Naina bude jadi bertengkar dengan kakak bude" ucap Naina kini Air matanya sudah tak terbendung lagi
"seharusnya bude yang minta maaf Nai, karena kakak bude sudah menyakiti hatimu "jawab bude yana mengelus lembut punggung Naina, bude yana merasa sangat tidak enak hati pada Naina karena ucapan kakaknya
"terimakasih Bude,kalau begitu Naina pamit karena hari sudah semakin sore si cantik belum bersih-bersih "ucap Naina berpamitan berusaha tersenyum walupun terlihat kaku
"dede pulang dulu ya uti"ucap Naina melambaikan tangan mungil milik baby Dewi
__ADS_1
"