Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 66 Jawaban Naina


__ADS_3

setelah meletakkan minuman yang dibawanya Naina ikut duduk disamping Abah Abdul


Naina tersenyum melihat interaksi antara David dan putrinya seperti ayah dan anak


"oh iya vid,kamu mau ikut ke perkebunan !?"Tanya pakde Rojak mencairkan suasana


"iya Pakde tapi saya mau memastikan sesuatu dulu "jawab David menatap Naina, sedangkan Naina yang ditatap sedemikian rupa hanya menundukkan wajahnya yang sudah memerah


"memastikan apa vid!?"tanya pakde


"ada sesuatu hal yang harus saya pastikan dulu pakde dan ini sangat penting karena menyangkut kelangsungan hidupku " ucap David aemakin membuat Pakde Rojak dan Adrian mengernyitkan keningnya


"kalau begitu lakukanlah sekarang karena hari semakin siang " jawab pakde Rojak


"Abah saya izin ya berbicara dengan putri abah"ucap David pada Abah Abdul


"oh tentu saja"jawab Abah Karena abah sudah tau tujuan kedatangan david karena Naina sudah memberi tahukan nya dan pakde Rojak baru ingat jika Naina pernah meminta pendapatnya tentang David dan itu membuat Pakde Rojak tersenyum


"apakah kalian ingin berbicara berdua saja!?" tanya abah ingin memberikan waktu kepada mereka


"tidak usah abah saya ingin kalian juga mendengarkannya "jawab david cepat


"baiklah Kalau itu maunya kalian"Ucap Abah Abdul


"Nai, bagaimana jawabanmu dengan pertanyaanku tempo hari tapi jika kamu lupa pertanyaanku itu maka saya akan bertanya ulang padamu dihadapan abah, Pakde dan Adrian"ucap David menatap wajah cantik pujaan hatinya itu


Naina tidak menyahuti ucapan David dia hanya tertunduk karena malu jika semuanya melihat wajahnya yang sudah memerah karena malu


"baiklah saya akan mengulang pertanyaanku,Naina Nurannisa Abdullah apakah kamu bersedia menjadi pendamping hidupku !?" ucap David mantap walaupun jantungnya berdetak kencang dan tidak karuan mananti jawaban dari Naina


lama tak ada yang bersuara karena mereka semua menunggu jawaban dari Naina


Naina mengangkat wajahnya dan menatap wajah tampan David yang terlihat cemas,Naina tersenyum pada David lalu menganggukkan kepalanya


"bismillah,iya mas saya mau"jawab Naina malu-malu seperti anak perawan yang dipinang oleh sang kekasih


"Benarkah Nai,kamu menerima lamaranku !?"tanya David ingin memastikan bahwa yang didengarnya itu benar


"iya mas"jawab Naina dan kembali menganggukkan kepalanya


"Alhamdulillah ya Allah terima kasih ya Nai" ucap David wajahnya terlihat sangat bahagia lalu menciumi pipi tembem Dewi


"Alhamdulillah "Ucap ketiga saksi mereka


"Nak David suruhlah ke-dua orang tuamu untuk datang meresmikan lamaranmu,Abah mohon jangan pernah menyakiti hati putriku karena dia sudah cukup banyak menderita

__ADS_1


Abah percaya kamu bisa memberikan kebahagiaan untuk putriku dan cucu-cucuku"Ucap Abah Abdul mengusap sudut matanya yang berair


"insyaallah Bah saya akan berusaha keras agar bisa menjadi imam yang baik untuk mereka dan bisa membimbing serta menjadi panutan untuk anak-anak "jawab David dan Abah Abdul tersenyum


"jadi kapan orang tuamu bisa datang nak!?" tanya Abah Abdul lagi


"insyaallah setelah mereka pulang Dari Bali bah, karena siang ini mereka akan berangkat ke Bali karena ada sedikit kendala di perusahaan papa di sana"jawab David dan Abah Abdul menggut-manggut mengerti dengan kesibukan orang tua David


"baiklah nak,abah mengikuti kalian saja "jawab Abah


"wah mas David bentar lagi bakal melepas masa jomblo nya "goda Adrian


"jangan cuma David aja yang melepaskan masa kesendiriannya yan ,kamu juga harus gercep biar nggak ditikung dipertigaan "ucap Pakde Rojak menimpali ucapan Adrian Dengan candaan juga mereka semua tertawa mendengar ucapan pakde Rojak


"maunya sih gitu Pakde tapi saya takut ditolak "jawab Adrian cengengesan


"masa kalah sama David !? kamu itu belum berjuang sudah kalah duluan "ucap pakde Rojak mengejek Adrian


"iya deh nanti saya mencobanya,pakde dan abah juga mbak Nina dan Mas David beri dukungannya caranya kirim sms ke nomor sekian sekian "ucap Adrian masih dengan candaannya


"memangnya ajang pencarian bakat !?"sahut David terkekeh


"hehehe, becanda soalnya muka kalian pada tegang semua "jawab Adrian yang masih terkekeh pelan


"Nai,kami berangkat dulu ya"pamit Abah sebelum keluar dari rumah dan Naina mencium punggung tangan ayahnya itu


begitu juga dengan Pakde Rojak Naina mencium punggung tangan sahabat Abahnya itu sekali gus tetangga terbaiknya


Adrian pun berpamitan dan yang terakhir David


"sayang mas berangkat berangkat dulu ya"ucap David terkikik geli melihat wajah Naina bersemu merah dan David pun berjalan keluar dari dalam rumah menuju mobilnya


"mas David tunggu mas"teriak Naina dan bukan hanya David yang menoleh tapi semua ikut menoleh kearah Naina yang berlari kearah David semuanya mengernyitkan keningnya karena merasa heran dengan tingkah Naina


"Ada Apa Nai!" tanya David dengan jantung berdebar kencang seperti genderang perang


"eh itu mas,apa mas mau bawa sicantik juga keperkebunan !?"tanya Naina menunjuk putri kecilnya yang masih dalam kendongan David


gadis kecil iti hanya diam tak bersuara dan hanya tersenyum kearah ibunya


abah, Adrian dan pakde Rojak menepuk jidatnya karena mereka juga tidak menyadari jika si cantik masih dalam gendongan calon papanya itu


"eh iya ya Nai, maaf saya tidak menyadarinya hehehe "jawab David cengengesan dan salah tingkah


sampai akhirnya mereka semua tertawa melihat tingkah lucu David

__ADS_1


"kalau begitu mas oergi dulu ya"ucap David setelah menyerahkan Dewi kegendongan Naina


"Dada sayang papa pergi dulu ya "ucap David lagi lalu mencubit pelan pipi chubby milik Dewi


"tata papa pampai pumpa nanan tanen-tanen ya"ucap dewi melambaikan tangannya


"papai tate,papai atun papai antel, Bati-Bati pibalanan ya pampai bumpa ladi" Dewi terus melambaikan tangan mungilnya dan terus saja mengoceh


Naina menciumi pipi tembem bayi cantiknya itu


"cerewet banget sih anaknya mama ini"ucap Naina gemas dan terus saja menciumi putrinya itu hingga terdengar gelak tawa Dewi karena merasa geli


"pampum mama,sop mama sop pedek Deli"ucap Dewi Masih dengan gelak tawanya


"ketoko yuk, dedek nanti main sama embah ya"ucap Naina pada putrinya lalu menginci pintu rumahnya


"bayo mama,pita desdo"ucap Dewi mengepalkan sebelah tangannya keudara


sesampainya ditoko seperti biasa Naina akan sibuk membantu membuat adonan sedangkan Dewi sudah sibuk bermain dijaga sana Mbah Darmi


setelah menyelesaikan beberapa pesanan pelanggan Naina berpamitan kepada karyawannya untuk pulang kerumahnya untuk menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya karena sekarang waktunya anak-anaknya pulang sekolah


saat akan masuk kedalam rumah tiba-tiba ada yang memanggilnya dari arah belakang


"mama Nai"teriak Dafa saat baru turun dari atas mobilnya yang dikendarai oleh supir pribadi keluarga


"antel pezil" dewi ikut berteriak kegirangan karena tau siapa yang datang


"sayangnya uncle ini kangen nggak !?" tanya Dafa menjawil pipi dewi


"tanen bon"jawab Dewi lalu mengambil Dewi dari gendongan Naina


"mama Nai,Dafa bisa nggak nginap sini soalnya dirumah sepi mama dan papa lagi keluar kota jadi rumah sepi "ucap Dafa dengan wajah sendunya


"boleh dong sayang Adik-adikmu pasti senang kamu nginap disini "jawab Naina dan seketika senyum terbit dibibir dafa


"makasih ya ma! mama Nai emang yang terbaik "ucap dafa dengan senyumannya


"sekarang kamu ganti baju dulu ya, kamu bawa baju ganti kan!?"tanya Naina


"bawa ma"Jawab Dafa


"oh ya sudah kamu ganti baju dulu ya,sini dedeknya "ucap Naina mengambil alih Dewi dari gendongan Dafa


Dafa pun naik keatas lantai dua dan masuk kekamar belajar anak-anak Naina yang sekarang sudah diberi ranjang karena Dafa sering datang kesana dan sesekali nginap dirumah Naina

__ADS_1


__ADS_2