Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 31 pesanan pembawa berkah


__ADS_3

beberapa hari ini Naina sibuk membeli bahan-bahan kue dan peralatan pembuatan kue


toko baru Naina juga sudah bisa dipakai untuk dijadikan tempat pembuatan kue


Bu Rt benar membawa sepuluh orang untuk membantu naina membuat pesanan baik ibu-ibu yang sudah janda, gadis-gadis maupun remaja laki-laki


Naina dan sari pun mengajari mereka membuat kue mulai dari cara membuat kuenya,memanggang ataupun mengukus kue sampai caranya dikemas dengan rapi


untuk pembuatan Adonan masih Naina,sari dan Siti yang melakukannya karena tidak ingin rasa kue nya berbeda dari biasanya kalau siti dan sari sudah sangat mahir membuat adonan walaupun awal-awalnya sangat kesulitan dan sering gagal namun naina tidak pernah bosan untuk mengajari mereka sampai akhirnya sari dan siti mahir membuatnya


orang tua Naina juga sudah datang beserta Adik Naina


mereka juga membantu Naina membuat kue bahkan ibu Naina umi alina membuat berbagai macam jenis kue dengan berbagai varian


Naina sudah melarang uminya untuk melakukan itu namun dengan kegiatan seperti itu Umi Alina terlihat lebih sehat dari sebelumnya


Naina merasa sangat bersyukur kedua orang tuanya dan juga adiknya sudah ada bersamanya


dan itu membuat Naina semakin bersemangat walaupun ummi alina hanya memberi tahukan saja caranya membuat adonan pada naina siti dan sari


sari juga sudah membawa kelima temannya yang dikatakannya pada Naina


Naina juga masih membuka toko untuk sarapannya disana sudah ada Rani dan mala serta Sania yang membantu sebelum berangkat sekolah karena mereka sekalian sarapan disana


sania juga bertugas untuk mengantarkan sarapan untuk ayahnya Naina memang memintanya seperti itu karena sari,siti dan sania akan datang setelah sholat subuh untuk membantu Naina menyelesaikan jualan sarapannya yang nantinya akan dijaga oleh Rani dan mala


begitupun dengan makan siang mereka Sania yang akan membawa makan siang untuk ayahnya saat pulang sekolah


ayah mereka pun semakin hari semakin sehat Karena tidak perlu bersusah payah banting tulang membantu anak-anaknya


sari hanya ingin ayahnya istirahat saja dirumah namun Ayah sari tidak mau berpangku tangan hingga akhirnya sari dan siti membangun warung sayur mentah untuk bapaknya didepan rumah mereka dan Alhamdulillah para warga merasa senang karena tidak perlu lagi repot untuk kepasar hanya untuk membeli sayuran dan bahana masak lainnya


sari setiap subuh bergantian dengan adiknya Siti membonceng bapaknya ke pasar untuk berbelanja sayuran sebelum kerumahnya Naina untuk bekerja


mereka merasa senang karena ayah mereka kembali bersemangat menjalani hidup bersama mereka,itu semua karena berkat dukungan dari Naina


bu RT datang bersama anaknya yang membawa uang dari bosnya untuk membayar kue pesanannya


"assalamualaikum "ucap bu Rt dan putranya dan disahuti oleh semua orang


"eh bu Rt mari masuk bu"ucap salah satu ibu yang menjadi karyawan Naina


"iya bu kokom, ini saya mau ketemu sama naina apa nainanya ada!?"tanya bu Rt


"Ada bu diatas lagi nyusuin anaknya " ucap bu kokom yang lain hanya menoleh dan tersenyum pada Bu Rt


"bisa dipanggilkan nggak mbak Nainanya "ucap Bu Rt lagi

__ADS_1


"oh tunggu ya bu saya panggilkan dulu"ucap jihan Adik Naina yang sedari tadi duduk memba tu mengemas kue pesanan


"oh iya mbak makasih "jawab bu Rt


"silahkan duduk dulu bu mas" ucap jihan pada bu Rt


Jihan pun menaiki anak tangga untuk menemui kakaknya dan bu Rt berjalan ke sudut ruangan dimana disana naina sengaja menyimpan sofa untuk ditempati tamu yang datang untuk memesan kue sengaja Sofanya di taruh sedikit berjauhan dari para karyawan yang sedang bekerja agar tidak menggangu


mbok Darmi datang membawa nampan berisi teh dan kue khusus untuk tester,mbok Darmi sekarang tinggal diruko milik naina bersama sikembar teman sari karena mbok Darmi merasa tidak enak tinggal dirumah Naina karena per tuanya sudah datang


naina tidak keberatan karena Naina memang menyediakan sebuah rumah untuk ditinggali karyawannya jika harus lembur mengerjakan pesanan


rumah itu berada dibagian belakang toko dan rumah itu tidak bersambung dengan toko Naina, rumah yang ditempati oleh mbok Darmi dan sikembar terpisah dengan toko Naina


rumah itu memiliki banyak kamar karena memang khusus untuk karyawannya


sari meminta izin pada Naina untuk mengizinkan temannya itu tinggal dirumah khusus karyawan daripada mereka tinggal dirumah reok mereka yang sudah hampir rubuh


Naina pun memberikan izin karena mbok Darmi yang tinggal hanya sendirian disana


tak berselang lama Naina turun sendirian sedangkan jihan tinggal diatas menemani putri kakaknya


"maaf bu Rt, Naina lagi boboin Dewi "ucap Naina tersenyum pada bu Rt


"tidak apa-apa Nai"jawab Bu Rt


Arya tertegun melihat Niana, ini kali pertamanya melihat langsung naina karena selama ini dia menyuruh ibunya atau adiknya untuk datang membeli ataupun memesan kue ditoko kue naina


"Masya Allah "ucap Arya


"kamu kenapa le"ucap bu Rt


"ah tidak bu"jawab arya salah tingkah


"oh iya nai, kenalkan ini anak ibu selama ini kamu hanya kenal namanya kan!? tapi sekarang ibu bawa orangnya


"oh hai saya Naina !!"ucap Naina mengulurkan tangannya


"Arya "jawab putra bu Rt dengan senang hati menyambut uluran tangan Naina dan tersenyum manis


"oh iya mbak nai,saya dan ibu datang kemari untuk mengantarkan ini dari bos dan sisanya nanti saya antarkan lagi setelah semua pesanan selesai dan sibawa kekantor "ucap Arya memulai pembicaraan mereka


"oh begitu ya mas arya,makasih ya"jawab Naina menerima amplop yang diberikan oleh Arya


"oh iya silahkan diminum dulu tehnya juga cicipin kue varian baru buatan umi Naina "ucap Naina mempersilahkan tamunya untuk mencicipi jamuannya


arya dan bu Rt pun meminum tehnya dan mencoba kue buatan umi Naina

__ADS_1


"ehmm ...ini enak mbak !!"ucap arya


"Alhamdulillah kalau masnya suka"ucap Naina


"ini masuk juga kan mbak ke pesanannya "ucap Arya


"iya mas,kue jenis ini juga saya masukkan kedalam pesanan dan kebetulan sebentar lagi selesai


oh iya kira-kira kuenya dijemput jam berapa ?! supaya kami nggak keteteran saat pengemasannya "jawab Naina


"oh mungkin sekitar jam empat mbak karena acaranya dimulai setelah magrib "jawab Arya


"oh syukurlah karena pembuatan kuenya sudah hampir selesai jadi setelah dingin bisa langsung dikemas karena takut kuenya rusak jika dikemas dalam keadaan panas "ucap Naina


"oh begitu ya mbak !?" ucap Arya


"iya mas"jawab Naina


"kalau begitu kami pamit dulu mbak soalnya saya harus kekantor "ucap Arya


"oh begitu ya mas,tapi tinggu dulu mas bu .."ucap Naina lalu berjalan cepat kedalam tak berselang lama Naina keluar membawa paper bag


"ini apa mbak!?"tanya Arya


"oh ini itu kue dan kopi untuk mas Arya biar dikantor kerja nggak ngantuk dan yang ini untuk ibu"ucap Naina yang menyerahkan paper bag pada arya dan bu Rt


"kok repot-repot sih nai"ucap Bu Rt


"nggak repot kok bu itung-itung sebagai ucapan terima kasih,ini pun tidak seberapa "jawab Naina


"oh ya satu lagi mas,ini untuk Bos mas


sampai kan ucapan terima kasih kami karena sudah mempercayakan kepada kami mengerjakan begitu banyak pesanannya "ucap Naina


arya pun menerima pemberian naina dan berpamitan


setelah Bu RT pulang Naina sibuk mengontrol pekerjaan karyawannya


waktu terus bergulir dan akhirnya semua pekerjaan selesai dan benar saja pas jam empat sore orang dari kantor Arya datang mengambil pesanan mereka datang membawa mobil sendiri para karyawan laki-laki Naina yang berjumlah Enam orang saling bantu mengangkat kue pesanan yang sudah dikemas dengan rapi masuk kedalam mobil


Arya pun datang untuk mengambil pesanan itu


"Mbak, Bos saya ucapkan banyak terima kasih atas titipannya pagi tadi"ucap Arya


"oh iya mas Arya sama-sama "jawab Naina


"ini mbak sisa pembayarannya "ucap arya lagi menyodorkan amplop sisa pembayaran kue pesanan kantornya

__ADS_1


"oh terimakasih banyak mas Arya"ucap Naina


"iya mbak sama-sama, kalau begitu kami pamit ya mbak "jawab arya dan berpamitan untuk kembali kekantor nya


__ADS_2