
Kedua anak-anak Naina tidak kesulitan dalam masak memasak karena mereka biasa memasak sendiri jika ibu mereka tidak sempat menyiapkan makanan untuk mereka
David juga terbiasa hidup sendiri dan mandiri sebelum menikah dengan Naina jadi memasak bukanlah hal yang sangat sulit baginya
keseruan itu tidak berhenti disitu saja karena mereka melanjutkan liburan mereka sampai sore hari
setelah semua kegiatan lomba mereka ikuti, mereka sangat puas dengan apa yang didapatkan hari ini
Ali dan Abim sangat bahagia karena mereka bisa membawa pulang banyak hadiah
David dan Naina juga sangat bahagia karena melihat senyuman diwajah semua orang tidak pernah luntur bahkan Pakde Rojak dan abah pun sering berteriak-teriak menyemangati cucu-cucunya yang sedang ikut lomba
david tidak mengenal lelah membantu kedua Putranya untuk mendapatkan kemenangan dalam setiap lomba
"wah ayah bima dan ali hebat ya,dia itu serba bisa" ucap salah seorang ibu dari teman sekolah ali dan Abim
"iya benar dia benar-benar hebat, apalagi wajahnya begitu tampan pantas saja anak-anaknya sangat tampan "ucap ibu yang kedua lagi
"kalian ini seharusnya nyemangatin anak dan suami sendiri tapi ini kok malah ngegibahin suami orang " ucap ibu ke-tiga
"hehehe kapan lagi kita lihat oppa-oppa Korea " ucap mereka terkikik geli
sudah-sudah itu anak-anak dan suami-suami kita lagi berjuang memenangkan lomba" ucap ibu ke tiga
"ayo....ayo..."teriak mereka entah menyemangati siapa karena sedari tadi mereka fokus menatap tim David
"Yeaaaaay "teriak ibu keduapadahal suami dan anaknya kalah
"seneng bener anak dan suaminya kalah " ucap ibu ke tiga
"masa sih bu!? saya kira mereka menang" ucap ibu kedua kikuk karena sebenarnya dia menyoraki David dan Attar
"hahahaha,ibu ini sedang ngehalu kali ya hahaha " sahut ibu pertama terbahak-bahak
"hehehe soalnya gagal fokus liat yang bening"ucap ibu kedua malu-malu wajahnya sudah memerah
setelah semua lomba telah selesai kini saatnya penerimaan hadiah, Attar dan Abim yang banyak mendapatkan hadiah
mereka sangat senang
__ADS_1
"makasih pa, karena papa uncle juga Abang kami berdua bisa dapat banyak hadiah " ucap Attar dengan mata berkaca-kaca karena sedari kecil tidak pernah merasakan yang namanya perhatian dan kasih sayang seorang ayah yang bisa menjadi panutannya namun kini dia mendapatkan semua itu dari ayah sambungnya yang terasa seperti ayah kandungnya
"sama-sama Sayang, kalian anak-anak papa yang hebat
kalian sangat luar biasa papa bangga pada kalian " jawab David mencium pucuk kepala kedua putranya
Naina yang melihat itu semua tanpa disadarinya air matanya menetes membasahi pipinya
"ata' Aa' pemamat ya, talian nanat-nanat yam bebat woh" ucap Dewi tiba-tiba
dan itu membuat semua tertawa mendengarnya
"ish.... gemesin baget sih kamu sayang"ucap Daffa gemas lalu mengangkat dewi dan menyembur perutnya sehingga dewi tergelak karena kegelian
"hahahaha, pampum antel wewi deli hahaha " suara tawa dewi menular pada yang lain
kini mereka semua sudah berada diatas bis,. mereka bersiap untuk pulang karena mereka sudah Lelah seharian
diatas bis tidak ada lagi yang bersuara, anak-anak sudah pada tertidur bahkan para remaja juga sudah tertidur karena Kelelahan mengikuti semua kegiatan juga permainan yang ada disana
"sayang kamu tidak capek !?" tanya David pada istrinya karena takut terjadi sesuatu pada kehamilan istrinya itu
"makasih ya mas sudah mau menemani anak-anak, saya sangat bahagia melihat mereka bisa bersenang-senang seperti itu " ucap Naina menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya
"sama-sama sayang,mas juga berterimakasih pada kalian karena mau menerima mas masuk melengkapi hidup kalian
sedari kecil kami tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini karena mami dan papi selalu sibuk bekerja untuk kami sehingga waktunya tidak pernah ada untuk mengajak kami untuk melakukan hal seperti tadi
lihatlah Daffa begitu bahagianya adikku itu,bisa tertawa lepas dulu dia selalu minder dan pemalu tidak pernah ingin bergaul dengan orang lain tapi semenjak mengenal kalian dia sangat berubah
adikku itu selalu ceria dan penuh semangat sekarang disekolahnya sudah punya banyak teman dan mau ikut bergabung dengan teman-temannya untuk belajar bersama " jawab david Panjang lebar
Naina mengelus dada suaminya dan tersenyum
"selalulah seperti ini ya mas,jangan pernah berubah
terimakasih karena telah melimpahkan kasih sayang kepada anak-anak
kasih sayang seorang ayah yang tidak pernah mereka rasakan dan itu mereka dapatkan dari mu mas "ucap Naina berkaca-kaca
__ADS_1
Naina mengingat bagaimana perlakuan bara pada anak-anaknya tak pernah sekalipun bara memperhatikan mereka
bara selalu sibuk dengan dunianya sendiri dan terlalu takut kepada ibunya jika Mendekati atau perhatian pada anak-anaknya sendiri
"sayang jangan ingat-ingat lagi,itu semua hanyalah masa lalu dan sekarang kau bersamaku menuju masa depan yang bahagia " ucap David mengecup pucuk kepala istrinya
"saya cuma Merasa sangat bersyukur dan beruntung karena ditepertemukan denganmu seorang pria tampan dan mapan juga sangat perhatian "ucap Naina mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya
"I love you suamiku " ucap Naina lagi
"I love you to Istriku " jawab David
"lebih baik sekarang kamu istirahat ya" jawab David, Naina hanya mengangguk dan mulai memejamkan matanya tanpa menunggu lama Naina sudah terlelap dalam pelukan hangat sang suami David pun memejamkan matanya dan mulai tertidur
ke esokan harinya seperti biasa Naina dan karyawan tokonya disibukan dengan pesanan para pelanggan mereka
mereka masih saja terus bercerita tentang bagaimana serunya liburan mereka kemarin padahal mereka semua ikut juga tapi itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk berbagi cerita wajah mereka berbinar bahagia saat menceritakan pengalaman mereka bahkan tak jarang mereka saling menertawakan apa yang mereka ceritakan satu sama lain
Naina Turut bahagia melihat kebahagiaan orang terdekatnya
hari berganti hari kini sudah sebulan setelah mereka liburan bersama
pesanan mereka semakin membludak ini karena hasil promosi mereka semua para karyawan muda saat liburan kemarin
mereka banyak membawa kue-kue dari Toko untuk dijadikan sampel untuk pengunjung lain
ide seperti itu mereka dapatkan dari akza putra sulung Naina
flashback
"itu kue-kue nya masih banyak ya padahal besok kita libur dan menutup toko apakah kue itu tidak bakalan kadaluarsa!?"tanya Akza pada Mala
"ya mau bagaimana lagi"jawab mala lemas
"diruko juga banyak stok kue yang sudah dibuat "sahut Rani tapi sepertinya bagus jika kita promosikan di tempat wisata nanti "ucap akza memberikan ide
"iya sepertinya itu ide yang bagus tapi kita harus beritahu ibu dulu takutnya nanti ibu marah "jawab Mala
"ya sudah kalau begitu nanti saya akan bertanya Pada mama"jawab akza
__ADS_1