
"maafkan papa nak, maafkan papa Hiks hiks hiks " ucap Bara menangis sesenggukan
"iya pa " jawab keduanya yang ikut meneteskan air mata
"terimakasih karena sudah mau jenguk papa"ucap Bara merasa bersalah karena dulu anak-anaknya tak dipedulikannya bahkan menelantarkan mereka
dan sebelumnya bara juga berniat mengambil anak-anaknya dari sang ibu
tapi lihatlah Naina masih berbaik hati mengizinkan mereka untuk datang menjenguknya
"kalian datang dengan siapa nak!?" tanya Bara lagi
"kami diantar Papa David pa"jawab akza
"oh begitu !? makasih ya pak David karena mau mengantarkan anak-anak untuk datang kesini menemuiku "ucap Bara melihat kesembarang arah karena memang matanya tidak bisa melihat apapun saat ini itu semua karena benturan keras dikepalanya saat kecelakaan kemarin
Bara sangat menyesal karena niat buruknya untuk menculik Putranya ternyata berbalik padanya
namun Bara masih bersyukur karena kata dokter kebutaannya bukanlah permanen dan masih bisa disembuhkan
Bara sekarang sadar bahwa semua perlakuannya kepada Naina dan anak-anaknya kini telah mendapatkan imbalannya
"maaf pa kami tidak bisa berlama-lama disini karena kami besok harus sekolah dan masih ada pekerjaan sekolah yang belum kami selesaikan "ucap akza
"iya nak tapi bisakah papa memeluk kalian? !" tanya Bara penuh harap
"iya pa bisa"jawab akza dan langsung memeluk Bara
"maafkan semua kesalahan papa ya nak!" ucap Bara mengelus punggung putranya ini pertama kalinya bara lakukan pada putra sulungnya itu
"iya pa, maafkan abang juga pernah membentak ayah
"ini Attar pa" ucap Attar memeluk tubuh Bara dengan perlahan
"iya nak maafin papa ya karena sudah jahat pada kalian"jawab bara memeluk tubuh putra keduanya
"kami pamit ya pa"ucap mereka namun saat mereka membalikkan badannya saat mendengar pertanyaan yang bayu lontarka
"adik kalian mana !? apakah mereka sangat marah pada papa !?" tanya Bara mencari keberadaan kedua putranya
"mereka tidak ikut pa karena kata mereka lagi banyak tugas"jawab Attar
merasa pertemuan mereka sudah cukup, azka pun mengajak David untuk pulang
"pa, pulang yuk" ucap azka pada ayah sambungnya itu
__ADS_1
"iya nak ayok"jawab David
"loh kok buru-buru sekali nak!? kan kalian baru datang !? apa kalian tidak mau menemani papa dulu!?" ucap Bara dengan nada yang terdengar kecewa
namun Azka dan Attar tidak merasa iba mereka juga tidak menjawab ucapan Bara mungkin karena mereka tidak begitu dekat dengan ayahnya itu
datang kesana pun itu penuh dengan pertimbangan,azka selalu terngiang-ngiang ucapan ibunya saat mereka mengatakan jika mereka membenci ayahnya itu
"jangan pernah membenci papamu nak biar bagaimanapun dia itu tetaplah papa kandungmu
kalian tidak ada bersama mama jika bukan karena papa
mama tidak ingin kalian jadi anak-anak yang durhaka
selalulah berdoa untuk mereka
walaupun mereka pernah menyakiti hati kita tapi mereka pun punya banyak kebaikan untuk kita"ucap Naina pada ke empat putranya dulu
itulah yang selalu mereka ingat sehingga membuat mereka berdua ingin datang melihat keadaan ayahnya yang sedang ditimpa kesusahan
"kami pulang ya om"ucap azka pada narendra
"iya nak makasih ya sudah mau datang "jawab Narendra
"iya om,salam buat oma dan opa" ucap Azka mencium punggung tangan narendra
"papa Bara cepat sembuh ya, maaf tidak bisa lama disini karena sudah janji sama mama akan makan malam bersama keluarga di rumah dan satu meja bersama-sama tanpa ada yang dibeda-bedakan serta ada yang merasa jijik satu sama lain "ucap Azka pelan dan hanya bara dan Attar yang mendengarnya
entah apa maksud perkataan Azka pada papanya itu
Azka Lalu mencium tangan bara kanan bara yang terbebas dari jarum infusan
"nikmatilah pah, cobalah untuk ikhlas seperti mama begitu ikhlas dengan semua perilaku buruk kalian padanya selama puluhan tahun" Attar pun berbisik saat mencium punggung tangan papa kandungnya itu
perkataan kedua putranya bagaimana belati yang sangat tajam menikam jantungnya berkali-kali
tak Terasa tetesan bening membasahi pipinya yang mulai tirus itu
ini semua terjadi karena dirinya sendiri dulu anak-anaknya diabaikannya namun Setelah mengharapkan perhatian dan kasih sayang dari anak-anaknya sekarang dirinyalah yang di abaikan
kata-kata kedua putranya masih saja terngiang ditelinga nya,ya mungkin ini adalah karma untuknya karena dulu menyakiti hati anak dan istrinya dia seolah menutup mata ketika ibunya menghina dan memperlakukan mereka semena-mena dan sekarang matanya benar-benar tertutup
hanya tersisa kegelapan yang ada dalam hidupnya
setelah kedua anaknya pergi bara menangis sesenggukan mengingat semua perlakuannya kepada Naina dan ke empat anak-anaknya
__ADS_1
kata-kata yang di ucapkan oleh azka yang mengatakan jika mereka akan makan malam bersama tanpa dibeda-bedakan dan merasa jijik
dulu Bara dan keluarganya tidak pernah makan bersama dengan anak-anak dan istrinya karena ibunya tidak mengizinkan mereka untuk ikut makan bersama Katanya mereka itu tidak cocok makanan yang mereka makan karena leher mereka kampungan seperti ibunya dan mereka hanya di izinkan makan makanan kampung seperti sayuran dan ikan asin ataupun telur
Bara tidak pernah mau membantah ucapan ibunya dan ternyata itulah yang anak-anaknya tanam dalam ingatannya yang diperlalukan layaknya anak seorang pembantu
tidak bisa duduk semeja dengan keluarganya memakan makanan yang sama
Bara semakin sesegukan jika mengingat itu semua membuat narendra menjadi kebingungan
"kak bara kenapa !? apa ada yang sakit !?" tanya narendra pada sang kakak
"hatiku rasanya sakit rend, anak-anakku tak ingin bersamaku padahal saat ini saya membutuhkan mereka rend
saya butuh kasih sayang dan perhatian mereka tapi saya tidak bisa memaksa mereka untuk bersamaku itu semua karena perbuatanku dulu pada mereka rend
mungkin begini rasa yang Naina dulu rasakan"ucap Bara semakin sesegukan
"sabar kak,tapi kakak seharusnya bersyukur anak-anak kakak mau datang menemui kakak"jawab narendra mencoba menenangkan kakaknya itu
"tapi sampai kapan saya akan seperti ini rend, sampai kapan!?" ucap Bara masih menangis
"sudah kak,jangan seperti ini bisa-bisa mata kakak akan semakin rusak jika kakak menangis seperti ini" ucap narendra mengingatkan kakaknya
"kepalaku rasanya sangat sakit akhhhh "ucap Bara memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat sakit
"sabar kak saya panggil dokter dulu" ucap narendra dan segera berlari mencari dokter saking paniknya narendra lupa jika disamping tempat tidur bara ada tombol yang bisa untuk segera memanggil dokter
tak berselang beberapa menit narendra datang bersama seorang dokter dan perawat
"kenapa bisa seperti ini pak bara!?" tanya dokter dan segera memeriksa keadaan bara
"Bapak jangan banyak fikiran dulu ya apalagi sampai banyak menangis takutnya mata bapak bisa buta permanen jika bapak terus seperti ini" ucap dokter
"maafkan saya dok saya tidak bisa menahan perasaan saya,saya tidak bisa mengontrolnya "jawab Bara terbata-bata karena menahan rasa sakit yang luar biasa dikepalanya
"sekarang bapak istirahatlah"ucap dokter dan suster menyuntikkan obat penenang pada selang infus Bara
tak butuh waktu lama bara terlelap karena pengaruh obat yang diberikan oleh suster
"pak saya harap pak bara tidak terlalu banyak fikiran dan memicunya untuk menangis kasihan jika matanya rusak permanen " ucap dokter pada narendra
"iya dok saya akan memperhatikannya " jawab narendra
setelah memeriksa keadaan bara dokter meninggalkan kamar perawatan bara dan narendra kembali mengerjakan pekerjaan kantornya yang sempat tertunda
__ADS_1
selama Bara dirawat dirumah sakit Narendra hanya sesekali datang keperusahaan dan restorannya dan selebihnya di percayakan pada asisten pribadinya begitu pun dengan perusahaan bara yang dikelola oleh Damar dan Alex