Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 53 keputusan Bara


__ADS_3

Setelah pulang dari toko Naina dimana bara mendapatkan lagi penolakan dari Naina,Bara berjalan gontai masuk kedalam rumahnya atau lebih tepatnya rumah kedua orang tuanya


"assalamualaikum " Bara mengucapkan salam saat masuk kedalam rumah besar itu


"waalaikumsalam "jawab sang bibik Art dirumah itu


"Mami dan papi ada dimana bik!?" tanya Bara


"Dikamar nya den" jawab bibi


"yasudah bik saya kekamar dulu "ucap Bara


"iya den,apa saya mau buatkan kopi den!?"tanya bibik


"nggak usah bik,saya sudah minum kopi tadi" jawab Bara dan melanjutkan jalannya naik keatas kekamarnya dilantai dua


sesampainya di dalam kamarnya Bara mengambil koper dan memasukkan pakaiannya yang masih ada didalam lemari kedalam koper, pakaian yang dibawanya keluar kota belum sempat bibik masukkan kedalam lemari dan itu membuat Bara tidak terlalu repot


keputusan Bara sudah bulat untuk meninggalkan rumah itu yang mengukir banyak kenangan dimasa kecilnya hingga dia sedewasa ini


setelah merasa pakaiannya sudah cukup untuk dibawanya Bara menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang Terasa lelah bukan hanya tubuhnya yang lelah tapi hatinya pun sangat lelah


setelah membersihkan diri Bara membawa dua koper besarnya yang berisi pakaian kemobilnya


setelah dua kopernya sudah berada dalam mobilnya Bara kembali kedalam rumah dan menuju ruang kerjanya untuk mengambil beberapa berkas penting miliknya, sesampainya di dalam ruang kerjanya Bara memasukkan beberapa berkas-berkas penting miliknya kedalam sebuah tas kerjanya


setelah merasa cukup apa yang diambilnya dan diperlukannya Bara kembali menunju garasi mobilnya untuk menyimpan tas kerjanya supaya nanti dia tidak terlalu repot jika sudah berpamitan pada kedua orang tuanya


"bik kalau mami dan papi sudah ada diluar tolong panggil saya ya"ucap Bara pada bibik Art nya


"iya den"jawab sang bibik


Bara pun kembali kekamarnya untuk beristirahat sejenak sambil memikirkan apa yang akan dikatakannya pada orang tuanya


sesampainya dikamar bara merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya yang selalu ditempatinya selama ini


tak terasa Bara tertidur hingga malam hari, Bara terbangun saat bibik mengetuk pintu kamarnya


tok tok tok


"den,tuan dan nyonya sudah menunggu aden dibawah diruang makan "ucap bibik dibalik pintu kamar bara

__ADS_1


"iya bik"ucap bara dengan suara serak khas orang baru bangun tidur


Bara segera masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh mukanya agar terasa segar tak lupa Bara mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat Maghrib yang sudah terlewati namun belum masuk waktu shalat isya


Bara menangis dalam sholatnya,Bara kembali terbayang bagaimana Naina selalu mengingatkannya untuk melaksanakan shalat wajib lima waktu namun Bara selalu membentak istrinya itu dan mengatakan cerewet


Bara tergugu dalam tangisannya,Bara memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahannya selama ini pada anak dan istrinya


Bara Baru merasakan sakit hati dan sangat menyesal setelah menerima penolakan dari Naina dan anak-anaknya yang telah disia-siakannya


kini bara keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga satu persatu dengan perasaan yang tidak karuan namun tekadnya sudah bulat untuk keluar dari rumah itu untuk sementara waktu


"ayo sini bar makan dulu "panggil sang papi


"iya pi"jawab bara dan duduk di kursi yang biasa ditempatinya


sedangkan Nyonya Dianra disuapi bubur oleh bibik


setelah makan kini mereka duduk diruang keluarga


"pi Bara ingin mengatakan sesuatu "ucap bara memulai pembicaraan mereka


"mau ngomong apa !?"tanya Tuan Ibrahim pada putranya itu


"memangnya kamu mau kemana bar?! trus perusahaan bagaimana !? "tanya Tuan Ibrahim


"saya tidak kemana-mana kok pi saya hanya ingin keluar dari rumah ini dan masalah perusahaan saya akan tetap menghandlemya papi tidak usah khawatir "jawab Bara


"apa kamu tega Bar meninggalkan papi sendirian mengurus mamimu !?"ucap Tuan Ibrahim


"maafkan Bara pi,saya sungguh tidak sanggup lagi berada di rumah ini apalagi melihat mami yang mengakibatkan saya dan anaka istriku terpisah


karena mami istri yang sangat kucintai selama ini meninggalkanku dan membenciku itu semua karena mami


saya menuruti semua perkataan mami selama ini menceraikan istri ku dan mengusirnya bersama anak-anakku hanya karena Dia tidak bisa memberikan ku seorang anak perempuan dan dia juga berasal dari keluarga sederhana


saya sangat menyesal pi" Bara menangis sesenggukan mengingat semua perlakuannya pada istrinya


Nyonya Dianra juga ikut menangis mendengar penuturan putranya namun dia hanya bisa mengucapkan kata maaf dalam hatinya karena bibirnya tak bisa lagi berucap karena menderita stroke


"maafkan papi nak tidak bisa membantumu selama ini,papi juga tidak bisa membantah ke inginan mamimu" Tuan Ibrahim ikut menangis

__ADS_1


"tidak pi,papi tidak salah dan saya ucapkan banyak terima kasih pada papi karena papi selama ini menolong anak dan Istriku bersama Narendra "jawab bara


"Dari mana kamu tau nak!?"tanya Tuan Ibrahim


"Naina yang mengatakannya semua pi" jawab Bara lagi


"berarti kamu sudah menemui Naina !?"tanya Tuan Ibrahim lagi


"sudah pi"jawab Bara


"kenapa kamu tidak memintanya untuk rujuk dengan mu nak!?"tanya Tuan Ibrahim


"sudah pi tapi dia menolak ku bukan hanya sekali tapi berkali-kali dan papi tau anak-anakku pun menolakku mereka.mengatakan jika saya ingin rujuk dengan mamanya hanya untuk kujadikan pembantu lagi dan juga pengasuh mami yang sedang sakit"jawab bara dengan derai air mata Tuan Ibrahim pun ikut menangis mendengar cerita bara


"anak-anak dan Naina pasti trauma untuk kembali ke rumah ini karena selama beberapa puluh tahun Naina berada disini bersama kita dia diperlakukan layaknya seorang pembantu mereka pun tidak pernah diajak makan bersama di meja makan bahkan makanan mereka kita bedakan


mereka tidak kita biarkan makan makanan yang kita makan padahal Naina yang sudah mengolahnya namun papi tidak bisa berbuat apa-apa "ucap Tuan Ibrahim ikut menyesali perbuatannya yang mendukung ulah istri dan Putranya


"saya kan sudah sering katakan pada kakak jangan perlakukan kak Naina seperti itu jangan sampai kak Naina jenuh dan meninggalkan kakak dan itu membuat kakak menyesal suatu saat nanti tapi kakak mengatakan jika kak Naina tidak Akan pernah melakukan hal itu karena kak Naina cinta mati pada kakak


dan sekarang lihatlah apa yang kukatakan telah terjadi kak Naina sudah berada dipuncak jenuh karena sikap kalian selama ini padanya sudah membunuh batinnya


dan apa kakak tau Anak kakak pernah berdoa kepada Allah dalam sholatnya bahwa dia ingin keluar dari rumah ini agar bisa bahagia bersama mama dan adik-adiknya tanpa campur tangan kita


dan benar saja doa anak-anak yang terzalimi ternyata terkabulkan mereka keluar dari rumah ini dengan cara kakak usir dan waktu itu saya mengaminkan ucapan doa putra sulungmu kak


jadi nikmati lah rasa sakit penolakan kak Naina dan anak-anakmu seperti yang telah mereka rasakan selama ini " ucap Narendra yang tiba-tiba datang entah sejak kapan dia datang, Narendra mengatakan semua unek-uneknya yang selama ini disimpannya


bara semakin tergugu dengan Ucapan Adiknya air mata penyesalannya tak henti-hentinya mengalir membasahi pipinya


"dan satu lagi yang harus kakak tau saat kalian merayakan ulang tahun Arya sikecil abimanyu mengatakan kenapa ulang tahunnya tidak pernah dirayakan dan mengapa mereka tidak pernah bisa ikut serta dalam ulang tahun itu


dia juga ingin memakan kue tart ulangtahun juga ingin hadiah pizza di hari ulangtahunnya


dan hari itu juga papi membelikan mereka kue tart kecil secara sembunyi-sembunyi agar kalian tidak mengetahuinya


papi memberikan kue tart kecil supaya mereka bisa menghabiskan kue itu tanpa ada sisa yang akan kalian lihat nantinya kami mendengar ucapannya merasa sangat bersalah kepada mereka kak"


Tuan Ibrahim meneteskan air matanya mendengar ucapan putra bungsunya itu


Bara semakin terisak begitu pun dengan Nyonya Dianra

__ADS_1


"bukan Hal besar yang mereka inginkan kak hanya sedikit perhatian dan kasih sayang dari ayahnya


kak Naina perempuan hebat selama ini, kak Naina mengajarkan anak-anaknya untuk tidak membenci kita tapi hati orang siapa yang bisa Kendalikan kak jadi jangan paksakan lagi kehendak kakak untuk meminta Kak Naina dan Anak-anak kembali bersamamu"perkataan narendra semakin membuat Bara merasa bersalah dan keputusannya untuk keluar dari rumah besar milik orang tuanya semakin besar dia ingin menenangkan diri dan fikirannya dan mencoba untuk melupakan Naina dan mengikhlaskannya


__ADS_2