
seperti yang akza katakannya,kini akza duduk disamping ibunya dan mulai menceritakan apa yang ingin dilakukannya
Naina kagum pada putranya itu karena masih kecil namun sudah tau bagaimana mendapatkan peluang bisnis yang menghasilkan cuan untuk mereka
Akza juga menceritakan kepada ayahnya tentang rencananya dan David menyetujuinya
David meminta pada Arya untuk menyewa satu tempat untuk dijadikan gerai mereka saat disana
dan benar saja para karyawan yang berusia muda mereka kesana bukannya sibuk liburan atau bermain seperti yang lainnya tapi mereka saling bahu-membahu dan saling bantu membantu untuk mempromosikan kue buatan mereka pada para pengunjung dan hasilnya kini mereka kebanjiran orderan
ide akza ini sungguh sangat luar biasa,ini adalah ide yang sangat cemerlang
"bu kami membutuhkan beberapa tenaga untuk membantu kami di bagian pemanggangan dan pengukusan "ucap sari pada Naina
"oh oke sekarang kamu minta pada ibu kokom,ibu yuni untuk membantu kamu di bagian yang kekurangan tenaga "jawab Naina
"trus dibagian pengemasan bagaimana bu pasti disana juga kekurangan jika bu kokom dan hu yuni di pindahkan "ucap sari
"nanti saya akan minta pada Iwan untuk mencari karyawan baru yang cekatan dan bisa dipercaya untuk mengganti kan bu kokom dan yuni"jawab Naina dan sari hanya mengangguk saja
"kalau begitu saya permisi bu masih banyak adonan yang akan saya buat" ucap sari
"iya sar, makasih ya tapi ingat kamu nggak boleh terlalu capek"jawab Naina
"iya Bu "sari mengangguk-anggukkan kepalanya dan meninggalkan Naina duduk dikasir
"Iwan "panggil Naina saat melihat Iwan melintas
"iya saya bu"jawab Iwan lalu mendekati Naina
"begini wan,kita kekurangan tenaga dibagian pengemasan apa kamu ada keluarga yang bisa kamu ajak bekerja disini tapi ibu mau yang seperti kalian cekatan, jujur dan disiplin "ucap Naina
"iya bu saya akan tanyakan pada mamak saya dikampung "jawab Iwan
"makasih ya wan!" ucap Naina
"iya buk sama-sama tapi kalau boleh tau ibu butuh berapa orang ???" jawab iwan dan bertanya kembali pada Naina
"kalau ada sampai empat orang wan kalau nggak ada ya dua aja yang gantikan bu kokom dan yuni"ucap Naina
"iya bu insyaallah "jawab iwan
Naina pun kini sibuk dengan pekerjaannya, sesekali Naina datang membantu Sari dan yang lainnya namun sari melarang Naina untuk bekerja karena mereka tidak ingin kandungan Naina bermasalah karena kecapean
hari berlalu demi hari bulan berganti bulan kini kandungan Naina memasuki HPLnya
pesanan kue-kue nya semakin meningkat dari semua kalangan bahkan rekan-rekan bisnis David El-faro juga banyak sudah menjadi pelanggan setia mereka
__ADS_1
akza juga sudah memulai bisnisnya yaitu bisnis berjualan online dan seorang konten kreator,semua itu tidak lepas dari bimbingan david sang papa
Azka menggunakan Adik-adiknya sebagai model dalam setiap kontennya
Dewi menjadi model terlarisnya karena dengan gaya bicaranya yang cadel dan kecerdasannya dalam merangkai kata-kata menjadi daya pikatnya
Hari ini naina sudah sering merasakan sakit pada perutnya
semua orang sudah sering di buat panik bukan hanya david tapi kiki dan suaminya juga Jihan dan Adrian pun selalu menjadi siaga menjaga Naina
ya kiki dan rendy sudah menikah enam bulan yang lalu sedangkan jihan dan Adrian menikah dua bulan yang lalu setelah Adrian menerima gelarnya sebagai dokter spesialis penyakit dalam
"Hai days tetemu ladi degan atu si tantik wewi hali nini atu bau eh ma'u menenaltan palian balu tue puatan mama "ucap dewi mulai bergaya didepan kamera dan memakan kue yang dikatakannya dengan begitu lahap
"nini tuena sanat enat lazana,tue nini badus tuntuk nanat tecil sepeltitu,mami zali juda mama nai pidat mendunatan dula biaca pati mematai dula usus buntut bitomtumci pama nanat-nanat tecil sepeltitu"ucap dewi promosi karena memang Naina dan sari membuat juga kue-kue yang baik di konsumsi oleh Anak-anak sesuai arahan Siti yang sekarang menempuh pendidikan di bidang gizi
Rasya membuatkan kotak lucu bergambar berbagai karakter kartun yang disukai oleh anak-anak
Naina melengkapi alat-alat yang di butuhkan oleh karyawannya
seperti printer dan peralatan lainnya, Rasya dan Raina yang memang memiliki bakat mendesain di manfaatkan oleh Naina mengembangkan bakat mereka dengan membuat kue-kue karakter lucu khusus untuk anak-anak seusia Dewi
Rasya senang Naina memberikan kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya, Naina membelikan sebuah laptop untuk digunakan untuk mendesain kardus-kardus kuenya ataupun stiker-stiker lucu untuk ditempelkan di boks-boks kue produksi mereka
karena setiap hari libur akza akan melakukan video promosi kue buatan sari dan mamanya untuk kontennya
"talian basti penacalan tan!? dadi buluan tatang tetoto tue mama Aina cebelum tehabican"ucap dewi lagi kiki dan rendy memang selalu menyempatkan diri untuk melihat aksi Dewi yang sangat menggemaskan
"Talian imi mendandu taja,wewi tan cedang betelja "ucap dewi berkacak pinggang sambil marah-marah
"yayah juda tenapa,yayah tetawa-tawa teyus "ucap dewi kini berdiri dihadapan Rendy
Rendy pura-pura takut dengan wajah memelas nya
"ampun sayangnya ayah, habisnya sicantik dewi sangatlah menggemaskan "ucap Rendy dan mengangkat tubuh montok dewi lalu menyembur perutnya hingga Dewi tergelak karena merasa geli
yang lain pun ikut tertawa melihat tingkah Mereka
"eh lihat baru saja saya unggah videonya ini sudah banyak yang memberikan like dan komentar "ucap akza kegirangan pundi-pundi rupiah akan masuk lagi kedalam rekeningnya
saat semua asyik memperhatikan Dewi yang berceloteh Naina tiba-tiba merasakan kontraksi hebat
keningnya sudah dibasahi oleh keringat sebesar biji jagung
"mas" panggil Naina pelan, David yang duduk disampingnya segera menoleh dan terkejut melihat wajah istrinya meringis menahan rasa sakit
"sayang kamu kenapa !?" tanya david panik
__ADS_1
"perutku sakit mas" jawab Naina masih meringis
Adrian yang juga ada disana segera mendekati kakak iparnya itu
"sepertinya kak Naina akan melahirkan, sebaiknya kita segera bawa kerumah sakit " Ucap Adrian
"ya sudah ayo segera kita bawa kerumah sakit"ucap David yang juga memegang perutnya kerena Merasakan Sakit yang luar biasa
"mas david kenapa !?" tanya kiki
"tidak tau ki, perutku rasanya sakit sekali" jawab David yang sudah berkeringat dingin
"jadi sekarang bagaimana!?" tanya Rendy yang sudah menggendong Dewi yang sempat menangis karena kasihan melihat mamanya kesakitan
"ayo segera kita bawa mereka kerumah sakit "ucap Adrian dan mereka semua membantu Naina dan David Berjalan menuju mobil mereka
"bang panggil bang Rasya dan Rasyid untuk menjadi sopir mobil papa david" ucap Adrian pada akza
"iya Bi tunggu,abang panggil dulu" jawab akza dan segera belari keruko untuk memanggil Rasya dan Rasyid
kini mereka sudah berada didalam mobil Rasya dan Rasyid pun sudah siap rasya yang duduk di belakang kemudi sedangkan Rasyid yang duduk disampingnya
dimana disana ada naina dan kiki juga ada bude dan azka serta Attar
sedangkan di mobil yang dikemudikan oleh Adrian ada Rendy yang memangku dewi disana ada david jihan dan ali serta abimanyu
sedangkan abah Abdul dan Pakde Rojak masih barada di kebun mereka sehingga mereka tidak tau apa yang terjadi
kini dua mobil itu beriringan menuju kerumah sakit
Naina sudah tidak lagi merasakan perutnya sakit namun berbeda dengan david sakit perutnya semakin menjadi-jadi
sesampainya dirumah sakit bukan naina yang ditidurkan diatas brangkar dorong tapi David sedangkan Naina memilih berjalan alasannya agar memperlancar jalan lahirnya
kini Naina berada diruang tindakan sedangkan David masuk kedalam UGD karena perutnya semakin sakit
David kini dipasangkan selang infus namun tidak mengurangi rasa sakit diperutnya yang luar biasa sakitnya
Naina yang sedang ditangani oleh bidan dinyatakan kalau sekarang sudah bukaan sempurna dan siap untuk melahirkan namun bayinya belum mau keluar
bidan merasa heran kenapa seperti ini padahal bukaan jalan lahir sudah sangat sempurna
"bu bagaimana ini!?"tanya bidan itu bingung pada Bude yana
bude yana juga bingung harus bagaimana, tiba-tiba saja bude yana teringat pada David
"tunggu bu bidan saya panggilkan suaminya dulu"jawab Bude yana dan buru-buru keluar dari ruangan bersalin dan menuju ruangan dimana David berada
__ADS_1
"David ayo dampingi istri kamu melahirkan nak" ucap bude yana saat berada disamping David
"suster tolong dorong brangkar menantu saya keruangan bersalin istrinya karena istrinya membutuhkannya " ucap bude yana memohon dan Suster pun mendorong brangkar yang ditempati David keruang bersalin