
Semenjak dimana naina mendengar percakapan Bude yana dan kakaknya Naina sudah sangat jarang menitipkan Putrinya pada bude yana,naina lebih sering membawa Putrinya itu keruko,
jika bertanya kenapa bukan orang tua Naina yang menjaga baby Dewi, karena kedua orang tua Naina memilih untuk bekerja diperkebunan yang dibelinya dekat perkebunan pakde Rojak hingga mereka lebih sering berada di rumah kebun untuk mengawasi para petani yang mereka sewa untuk menggarap lahan mereka.mereka akan pulang saat sore hari bersama pakde Rojak begitu pun saat pagi hari mereka akan berangkat bersama keperkebunan
Umi Alina akan tinggal membantu Naina jika abah dan pakde Rojak sedang keluar kota mengantarkan hasil panen mereka bersama beberapa anak buahnya
Naina Sangat bersyukur karena kesehatan kedua orang tuanya semakin membaik saat mereka memilih tinggal bersama
sedangkan Jihan kini sibuk kuliah karena ingin menjadi seorang Disainer seperti impiannya sedari kecil
Bude yana juga akhir-akhir ini sering ikut bersama pakde Rojak karena Naina sudah jarang bisa menjaga baby Dewi, bude yana juga tidak ingin memaksa Naina karena dia tau Naina sakit hati dengan perkataan kakaknya tempo hari
Sore ini Naina sedang duduk didepan rumahnya bersama kedua orang tuanya yang sedang tidak berangkat keperkebunan,Naina menemani baby Dewi bermain
"Ma imi pa!?"tanya Baby Dewi merangkak mendekati Naina dan ditangannya menggenggam sesuatu
"apa sayang !?" tanya Naina pada bayi cantiknya itu
"imi ma" jawab baby Dewi memperlihatkan apa yang ada ditangannya
Naina terkejut saat melihat sebuah kelereng berada di tangan putrinya itu dan Naina yakin itu milik Abimanyu putra bungsunya
"kakak" panggil Naina dan Abi segera mendekati ibunya
"iya ma" jawab abi saat sudah berada di dekat ibunya
"ini kenapa kelereng kakak bisa adek dapat!? bahaya loh sayang jika adeknya tanpa sengaja menelannya " ucap Naina lembut karena tidak ingin anaknya menangis
"maaf ma kakak teledor tadi mungkin tertinggal saat kakak selesai bermain" jawab abi tertunduk merasa bersalah
"ya sudah lain kali, mainannya jangan di hambur ya sayang!? "ucap Naina dan abi mengangguk namun masih menundukkan wajahnya karena takut menatap ibunya
"dek maafkan kakak ya"ucap abi pada Adiknya yang sedari tadi mendongak memandang kakaknya yang tertunduk
"biya ata"jawab bayi cantik itu memaksa untuk berbicara
"makasih dek"abi berjongkok dan mencium pipi tembem adiknya
"ama-ama ata"jawab bayi cantik itu dan kini merangkak menggunakan dengkulnya mendekati kakek dan neneknya
"enek au tu"ucap baby Dewi meminta kue yang ada di atas meja
__ADS_1
"dede makan ini saja ya"umi Alina menyodorkan biskuit khusus untuk bayi
"nyo,ocan"jawab baby Dewi menggeleng kuat
"wah anak mama makin pintar,kue itu belum bisa dede makan sayang kan dede belum punya gigi jadi dede makan biskuit khusus untuk dede ya"Naina memberikan pengertian pada bayi cantiknya itu
"no ma no,ate indam didi ate" ucap bayi itu entah dari mana dia tau jika sang kakek memakai gigi palsu
Akza yang mendengar adik bungsunya meminta pinjam gigi kakeknya seketika tertawa terbahak bahak karena membayangkan mulut mungil adiknya penuh dengan gigi palsu sang Kakek
"kenapa abang tertawa sampai segitunya "tanya Attar karena melihat kakaknya tertawa sampai mengeluarkan airmata
"iya Abang sampai nangis "sahut ali yang juga penasaran, Naina dan umi juga sudah sejak tadi tertawa namu tak seheboh Akza
"itu dede minta pinjam giginya kakek,abang jadi membayangkan mulut dede yang kecil dipenuhi giginya Kakek "jawab akza yang masih tertawa akza juga memperagakan mulut yang penuh dengan memonyongkan bibirnya
ketiga adiknya pun akhirnya ikut Tertawa mendengar ucapan kakaknya
sedangkan sang pelaku hanya menatap orang-orang yang sedang menertawakannya dan ikut guling-guling tertawa tidak jelas sehingga tawa mereka semakin berderai
"assalamualaikum,wah seru sekali ini" ucap Jihan yang baru pulang kuliah
walaupun akza sekarang sudah duduk di bangku sekolah SMA kelas satu namun tingkahnya masih sama dengan ketiga adiknya jika bersama keluarganya
"ini sayang bagikan sama Adik-adiknya " Jihan menyodorkan paper bag ditangannya pada Akza
"makasih aunty "jawab mereka semua
akza membuka paper bag yang diberikan oleh auntynya tadi ternyata isinya baju kaos dengan bayak Desain gambar yang gambarnya sangat keren
"titi" baby Dewi merangkak cepat tak mau ketinggalan
"wah ponakanya aunty yang cantik "jihan mengangkat tubuh montok ponakanya itu
"aunty ini keren sekali "ucap akza
"benarkah !?" jawab jihan
"iya aunty ini keren "kini ali yang bersuara
"itu hasil gambar aunty, tadi aunty sedang di suruh sama dosen untuk mendesain gambar untuk baju kaos . aunty senang kalau kalian suka gambarnya "jawab jihan merasa bahagia karena semua ponakanya suka sama baju yang diberikannya
__ADS_1
saat mereka asyik bercengkerama Bude yana datang bersama Bude yanti, Naina terkejut dengan kedatangan bude Yana dan kakaknya kerumahnya
Naina takut Bude yanti berkata kasar' lagi padanya disaat disana ada Abah nya
"ma mari Bude "ucap Naina saat selesai membalas salam adik kakak itu
"iya Nai terima kasih "jawab Bude yana lalu berjalan masuk kedalam ruang tamu karena kursi yang diteras semua terpakai
kini mereka duduk berhadapan di ruang tamu dirumah Naina,bude Yanti mengedarkan pandangannya memindai setiap sudut ruangan itu
"gini Nai ini undangan pernikahan Ghani " ucap bude yana menyodorkan sebuah kertas undangan pernikahan pada Naina
Naina sebenarnya terkejut mendengar ucapan bude yana namun sebisa mungkin Naina bersikap biasa saja
"syukur Alhamdulillah, insyaallah kami sekeluarga usahakan akan datang Bude "ucap Naina
"iya kamu harus datang agar dapat melihat pasangan Ghani, mereka itu sangat serasi yang cowoknya ganteng seorang pengacara handal dan calon istrinya seorang dokter yang juga karirnya sangat bagus "ucap Bude yanti dengan sombongnya
Naina hanya mengaguminya dengan senyuman, karena Naina tau Bude yanti sedang menyinggung nya
Bude yana sudah merasa tidak enak hati pada Naina karena dia tau Ghani pernah meminta Naina untuk menjadi istrinya dan meminta Naina untuk menunggunya
"yuk yan kita pulang saya sudah selesai disini "ucap Bude yanti berdiri dari duduknya dan keluar dari rumah Naina tanpa berpamitan
"Nai maafkan Bude yanti ya, kata-katanya jangan dimasukin hati ya"ucap Bude yana merasa tidak enak hati pada Naina
"tidak apa-apa Bude "jawab Naina
"maafkan Ghani juga ya Nai "ucap Bude yana lagi
"iya Bude, tidak ada yang perlu dimaafkan mas Ghani bukan jodoh Naina "jawab Naina masih dengan senyumannya
"Kalau begitu Bude pamit ya "ucap Bude yana lalu berlalu pergi tak lupa Bude yana menyapa semua yang ada di teras rumah Naina termasuk sicantik
"hai sayang "ucap Bude yana pada Baby Dewi
"uutiti"panggil baby Dewi dan merangkak cepat menuju Bude yana sesampainya Baby Dewi langsung meminta gendong lalu memeluk leher Bude yana, Bude yana menghujani ciuman diseluruh wajah bayi cantik itu
setelah puas menciumi wajah cantik Baby Dewi Bude yana menyerahkannya kepada Naina lalu kembali berpamitan karena takut kakaknya semakin marah
dan benar saja setelah Bude yana sampai rumahnya Bude yanti tidak berhenti mengomel, Bude yana hanya mengelus dada
__ADS_1