
saya bergegas pulang kerumah karena khawatir pada ke empat Putraku
saya merasa bersalah, karena belakangan ini saya sangat sibuk karena banyaknya pesanan yang masuk
itu membuatku jarang berinteraksi dengan anak-anakku, biasanya saya menyempatkan diri untuk Bertanya apa saja yang dilakukan mereka seharian ini.Namun belakangan ini saya lalai pada mereka
"ya Allah maafkan hamba telah menelantarkan Anak-anakku "
sesampainya dirumah saya mencari keberadaan anak-anakku
"abang,mas, Aa' ,kakak"panggilku
namun tak satupun diantara mereka yang menyahuti ku
abah dan umi pun tidak terlihat,
"kemana ya mereka sore-sore begini"
saya berjalan naik kelantai dua dimana kamar ke empat Putraku berada
ya rumahku ini sudah ku renovasi menjadikannya dua tingkat, dilantai dua terdapat enam kamar yang berhadap-hadapan khusus untuk kamar Anak-anakku juga Adikku sekarang dan satu kamar yang kosong mereka jadikan kamar untuk belajar bersama ataupun sholat berjamaah
sesampainya di lantai dua kubuka kamar putra sulungku namun dia tidak ada dikamar nya
Tanpa berfikir panjang kuayungkan langkah ku menuju kamar dimana mereka sering berkumpul
setelah sampai di depan kamar belajar mereka kubuka pintunya perlahan dan benar saja semua anakku ada didalam ruangan itu
mereka ternyata tertidur sambil berpelukan satu sama lain
saya mendekati mereka dan memperhatikan wajah Putra-putraku disudut mata mereka ada bekas air mata
"ya Allah sebenarnya ada apa dengan mereka!? mengapa mereka menangis?!
hatiku rasanya sangat sakit melihat itu tak pernah kulihat air mata anak-anakku kecuali memang ada yang membuat hati mereka teramat sangat sakit
kuperhatikan kembali wajah putra sulungku, putraku yang paling tegar.
putraku yang selalu ada untukku disaat susah dan senangku
kulihat disudut matanya pun ada bekas air mata yang sudah mengering
tak terasa air mataku pun menetes entah kenapa hatiku rasanya sangat sakit melihat itu
"Ma papa jahat ma" ucap putra bungsuku mengigau
"ya Allah ada apa lagi yang mas Bara lakukan pada anak-anakku "
__ADS_1
"Ma papa jahat Hiks hiks hiks" lagi-lagi Abimanyu mengigau dan kali ini abi menangis
kuhampiri Putraku itu dan mengusap air matanya
"sayang ini mama nak,kakak kenapa?!" ku elus kepala putra bungsuku
"ya Allah badannya hangat,mas apa yang kamu lakukan pada putramu"
perlahan mata Putraku itu terbuka
"mama" panggilnya saat melihatku
"iya Sayang,ini mama !! kakak mimpi apa kok nangis nak!?" ucapku lalu kucium pucuk kepalanya dan kepeluk erat tubuhnya
"ma, hiks hiks hiks " putraku ini semakin terisak
saya yakin ini sangat berat untuknya,apa yang harus kulakukan .saya juga tidak bisa membiarkan ini berlarut-larut
ini bisa mempengaruhi mental anak-anakku
"sayang lihat mama nak,papa melakukan apa pada kalian !?" tanyaku hati-hati
"Ma papa sudah jahat pada kita ma hiks hiks hiks " ucap abim lagi semakin terisak
"sudah sayang kan ada mama disini,kmau nggak usah mikirin papa ya nak" jawabku
dan saat kutenangkan abim tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang san terdengar juga isakan tangis dan saya sangat tau itu suara siapa .
ya itu suara putra sulungku
"sebenarnya ada apa nak,papa buat apa pada kalian !? jangan buat mama bingung seperti ini nak.mama sedih lihat kalian seperti ini" air mataku sudah tak tertahankan lagi keluar Tanpa permisi
kutarik tangan putraku agar berpindah kedepanku
"nak lihat mama sayang,ada apa sebenarnya cerita sama mama"ucapku mengusap air mata diwajah putra sulungku
dari arah belakang pun kudengar isakan tangis.ternyata Attar dan Ali juga sudah bangun dan ikut menangis
kupalingkan wajahku melihat mereka lalu memanggil mereka mendekat
mereka mendekatiku lalu memelukku dari samping kanan dan kiri
"sekarang coba ceritakan pada mama nak,jangan buat mama penasaran seperti ini"
"papa ma,papa jahat ma" ucap Attar putra keduaku
"papa jahat kenapa sayang !?"
__ADS_1
"tadi kami mengantarkan kue pesanan kan ma!!!"ucap Akza mulai bercerita
"iya sayang, trus !?"
"ternyata kami mengantarkan kue pesanan oma ma"lanjutnya
"awalnya kami mengira oma akan mengadakan arisan atau merayakan ulang tahun Alfa,kami pun mengangkat kardus-kardus yang berisi kue-kue pesanan kami sebenarnya ragu-ragu dan takut nanti kami ketahuan sama oma atau papa dan mengusir kami lagi jika hiks hiks hiks " akza menghentikan ceritanya lalu mengusap air matanya.kuraih tissue yang ada di dekat Kami sepertinya mereka menggunakan banyak tissue
"setelah semua box kue sudah selesai kami pindahkan karena penasaran mas Attar bertanya pada bibik yang bekerja dirumah oma.
bibik itu berkata jika oma ingin merayakan ulang tahun alfa sekaligus merayakan pesta resepsi pernikahan papa" akza melanjutkan ceritanya
ternyata mas Bara menikah lagi dan ini membuat semua Putraku bersedih
"papa melihat kami ma, saat papa duduk bersanding bersama istri barunya di pelaminan.papa memalingkan wajahnya seperti tak ingin melihat kami" Attar yang kini bercerita dengan suara bergetar menahan sesak di dadanya
"kenapa papa tega sama kita ma, papa pun tidak pernah mau tau tentang dedek"ucap Ali suaranya terdengar dengar sangau mungkin karena banyak menangis
"kakak benci papa ma,papa jahat" ucap Abim yang masih menangis
"ya Allah mas begitu dalam luka yang kau goreskan hati Anak-anakmu, lihatlah mereka membencimu mas" batinku
"sayang kalian dengar kan mama,jangan pernah menyimpan rasa benci kalian dihati untuk papa.karena biar bagaimanapun dia adalah papamu, mama tidak ingin kalian menjadi anak yang durhaka
biarkanlah papa dan keluarganya mencari kebahagiaan mereka, seperti kita yang sudah bahagia walaupun tidak dengan papa.disini ada Mama yang akan berjuang dan mendukung kalian agar dapat mencapai cita-cita kalian dan kalian harus membantu mama dengan cara tetap bahagia dan melupakan semua yang membuat kita jadi sedih
bagaimana sayang setuju kan dengan ucapan mama, ingat jangan pernah membenci papa ya Nak karena tanpa papa kalian tidak akan ada didunia ini menemani mama berjuang" ucapku pada mereka
"buanglah semua kenangan buruk dihati kalian dan ingat lah semua kenangan indah dimasa dulu "ucapku lagi
"kalian paham kan aayang!? kita harus bahagia apalagi sekarang ada dedek " kucoba untuk terus membuat mereka lebih tenang dan mengerti juga tidak membenci papanya karena ini semua adalah takdir sang ilahi tak bisa kita pungkiri
"iya ma"jawab mereka
"sekarang kalian cuci muka agar terlihat segar !?"pintaku pada mereka
mereka pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu
setelah membasuh wajah mereka, mereka kembali menemuiku
dan kembali duduk dihadapanku dengan wajah yang sudah segar walaupun mata
mereka bengkak dan terlihat sangat sembab
"mama ingin meminta satu hal lagi pada kalian, apakah boleh dan apakah kalian bisa menjaga rahasia kecil kita ini!!? tanyaku
mereka pun mengangguk beraamaan
__ADS_1
"mama ini kalian merahasiakan kepapa tentang keberadaan dedek, karena mama takut jika oma tau jika kita punya dedek maka oma dan papa akan melakukan pemaksaan agar dapat mengambil Dedek, dari kita sayang"bukan saya ingin mempengaruhi Anak-anakku pada hal yang buruk tapi saya harus lebih waspada lagi