Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 91 Hari anak dan Ayah


__ADS_3

sore menjelang kini david telah sampai dirumahnya dan sedang berkumpul bersama-sama anak-anaknya diruang keluarga mereka bercengkrama sambil menunggu waktu magrib


"pa hari Minggu besok akan diadakan hari ayah dan anak apa ayah bisa menemani Kami !?" tanya Ali pada David


"insyaallah sayang, memangnya ada acara apa saja A'!?" tanya David balik pada putra ketiganya itu


"katanya sih bakal banyak games nya pa"jawab ali semangat


"iya pa kata ibu guru tadi bakal banyak games yang bisa kita ikuti "sahut Abimanyu


"wah pasti seru dong " jawab david


"ma kita sekeluarga pergi ya karena acaranya bakal diselenggarakan disalah satu tempat wisata nah kan sekalian kalian kita semua ikut biar kita liburan juga kapan lagi kita liburan bersama " ucap ali lagi


"iya boleh juga itu, bagaimana ma apa mama mau ikut juga!?" tanya David pada istrinya


"iya dong pa sekalian kita ajak semuanya biar Aa' dan kakak banyak yang support biar kalian semakin semangat ikut lombanya "jawab Naina dan membuat semua anaknya tersenyum bahagia


"horeee, makasih ya ma" ucap Abimanyu lalu beranjak dari duduknya dan memeluk leher ibunya dan mencium seluruh wajah ibunya itu


semua anak-anak Naina merasa bahagia karena ini kali pertama mereka akan liburan bersama keluarga mereka


dulu jangankan liburan ketempat wisata diajak keliling kota saja mereka tidak pernah merasakannya


setiap hari libur tiba mereka akan dirumah saja membantu ibu mereka bekerja membersihkan rumah dan saat mereka keluar dari rumah oma mereka Mereka hanya liburan ke kebun akung dan kakek mereka karena sang ibu harus banting tulang seorang diri untuk memenuhi kebutuhan mereka


dan kini sudah ada David yang bisa mereka andalkan tapi mereka masih tetap tau batasan mereka dan tidak terlalu banyak menuntut banyak hal pada ayah sambungnya itu mereka akan meminta yang menurut mereka penting saja dan David tidak pernah merasa keberatan dengan apa yang mereka inginkan


Naina juga tidak pernah melarang anak-anaknya meminta apa saja pada ayah sambung mereka selama itu di batas kewajaran


karena Naina tau jika anak-anaknya haus akan kasih sayang seorang ayah yang tidak pernah mereka dapatkan dari ayah kandungnya sendiri namun kasih sayang itu mereka dapatkan dari ayah sambungnya


kasih sayang dan perhatian david pada anak-anaknya layaknya seorang ayah kandung pada putra putrinya begitu pun kasih sayang mama mita dan papa Anjar begitu besarnya pada mereka


kedua orang tua david pun menganggap semua anak-anak Naina seperti cucu-cucu mereka sendiri


"oh iya pa,om Daffa juga diberi tahu ya biar semakin seru" ucap Abimanyu yang memang sangat dekat dengan pamannya itu


"iya nak nanti kamu telpon om Daffa ya" jawab David

__ADS_1


kini Abimanyu sudah bergelayut manja dileher david


"pa kapan sih oma sama opa pulang!?" ucap Abimanyu


"mamu nyanya!?" celetuk dewi dan semua menoleh padanya yang sedang asyik bermain dengan bonekanya


"eh apa kamu bilang !?" tanya david pada putrinya itu sedangkan Abimanyu sudah ada didekat adiknya dan Mulai menciumi adiknya itu


semua tertawa mendengar celetukan dewi itu


Abimanyu menciumi seluruh wajah adiknya itu sampai terdengar gelak tawa Dewi karena kegelian


"pampum ata'" ucap dewi


"siapa sih yang kamu dengar dek ngomong seperti itu !?" tanya abimanyu


"pang wiwang pama pang banto" jawab Dewi


Naina dan David hanya geleng-geleng kepala karena sekarang dewi sering mengulang perkataan orang lain yang didengarnya makanya Naina melarang semua karyawannya menyaring perkataan mereka jika berada di lingkungan kerja mereka karena dewi akan menelan mentah-mentah apa yang mereka ucapkan


"putri kita ini cerdas banget sih sayang " ucap David pada Naina dan Naina hanya tersenyum


hari berganti kini hari yang mereka tunggu telah tiba semua sudah disiapkan David menyewa satu bis untuk mengangkut semua keluarganya dan semua karyawan Naina beserta keluarga mereka


david dan Daffa sedari kecil tak pernah mendapatkan perhatian lebih dari ke-dua orang tuanya karena mereka sibuk bekerja


keluarga besarnya tidak begitu peduli dengan mereka sehingga membuat David terbiasa mandiri namun semenjak bersama Naina David dapat merasakan bagaimana hangatnya sebuah keluarga behkan adiknya lebih dekat dengan Naina dibandingkan dengan kedua orang tuanya sendiri


semua karyawan Naina pun merasa sangat bahagia karena baru kali ini ada yang mengajak mereka ketempat pariwisata


mereka yang selama ini hanya harus bekerja keras demi sesuap nasi untuk keluarga mereka namun semenjak mereka bertemu dengan Naina kehidupan mereka sedikit demi sedikit sudah berubah jauh lebih baik


"ya Allah selama ini saya hanya bisa bermimpi untuk bisa datang kesini bersama keluargaku tapi sekarang saya benar-benar berdiri disini karena Bu Naina dan pak david mereka benar-benar orang baik semoga rezeki mereka semakin berlimpah


dan mereka bisa hidup bahagia sampai ajal yang memisahkan mereka " ucap bu kokom dengan mata berkaca-kaca


"aamiin "ucap teman-temannya mengaminkan semoga doa yang diucapkan bu kokom


"benar bu dulu saya hanya bisa berandai-andai bisa datang kemari

__ADS_1


ya Allah saya seperti sedang mimpi saja, seandainya suami saya masih ada pasti dia sangat senang karena dulu menjanjikan pada kami akan membawa kami jika punya uang lebih tapi takdir berkata lain Allah lebih sayang padanya " Sahut bu yuni memeluk anak-anaknya


"loh kok malah sedih ini,ayo sekarang kita masuk" ucap jihan mengajak mereka karena sudah mendapatkan tiket


"iya mbak jihan,kami bukannya sedih mbak tapi kami sangat bahagia bisa datang kemari " ucap bu kokom


"ya sudah ayo kita masuk ini tiketnya satu orang satu ya" jawab jihan dan membagikan tiket masuk pada semu orang


saat mereka masuk mereka berdecak kagum melihat bapa yang ada didalam karena selama ini mereka hanya bisa melihat dari video-video yang orang-orang bagikan di sosial media namun kini mereka bisa melihatnya secara langsung


Jihan dan Adrian yang sudah beberapa kali datang ketempat itu baik bersama teman-teman kuliahnya maupun bersama Adrian membimbing semua begitupun dengan kiki dan dua orang sahabatnya yang juga di panggilnya untuk ikut karena permintaan Naina untuk menemani mereka karena ini untuk yang pertama kalinya mereka datang ketempat itu


"pa ma ,itu teman-temanku dan teman-teman kakak mereka berkumpul disana"ucap ali menunjuk teman-temannya


"ya sudah ayo kita dekati mereka " jawab David dan mendapatkan anggukan dari kedua putranya


mereka pun berjalan menuju teman-teman abim dan ali berkumpul bersama keluarga dan guru-guru mereka semua


"eh Aliando dan abimanyu kalian sudah sampai " ucap salah satu guru ali dan Abim


"iya bu" jawab mereka


"kalian kesini dengan siapa saja nak!?" tanya gurunya itu lagi


"saya datang bersama keluarga besar saya bu karena kami sekalian liburan "jawab ali dan menunjuk semua keluarganya yang ikut


"Masya Allah kamu mengajak semua keluargamu nak!?" guru abim dan ali terkejut melihat banyaknya keluarga ali dan abim yang ikut


"hehehe iya bu tapi tidak usah khawatir karena mama dan papaku sudah menyiapkan semuanya untuk keluargaku bu"jawab ali cengengesan melihat wajah panik ibu gurunya itu


"iya bu, benar kata anak saya


ibu tidak usah khawatir saya dan suami saya sudah menyiapkan semuanya untuk keluarga besar kami kami sengaja datang mumpung sedang libur dan pekerjaan diliburkan khusus hari ini ingin memberikan support pada putra kami saat mengikuti lomba nanti " ucap Naina dan guru ali itu hanya mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan Naina


"baiklah bu pak kalau begitu kalian bisa mencari tempat tapi saya harap tempatnya jangan jauh-jauh dari area lomba agar kami bisa lebih gampang memanggil anak-anak ibu saat akan mengikuti lomba "ucap ibu guru itu lagi


"iya bu jika ibu ingin memanggil kami kami ada di sana" ucap David menunjuk salah satu tempat peristirahatan yang tempatnya sangat besar dan mahal biaya sewanya


"Masya Allah ternyata kalian yang sudah memboking tempat itu terlebih dahulu !?" ucap bu guru

__ADS_1


"iya bu"jawab David


"kalau begitu kami permisi bu" ucap Naina dan mendapatkan anggukan dari ibu guru itu


__ADS_2