
Hari ini hari resepsi pernikahan Ghani,Naina akan berangkat bersama kiki dan bude yana serta pakde Rojak
Naina menitipkan anak-anaknya pada kesua orang tuanya dan juga Adiknya yy kebetulan hari ini tidak punya jadwal kuliah
Naina sengaja tidak membawa anak-anaknya karena tidak ingin merepotkan keluarga bude yana, Naina juga tidak ingin anak-anaknya kelelahan karena perjalanan yang lumayan jauh pasti sikecil akan rewel
"bang,.mama mana sayang "tanya kiki pada Akza yang sedang asyik mengotak atik sebuah jam dinding
"mungkin dikamar Bunda "jawab akza menghentikan pekerjaannya
"bisa minta tolong nggak sayang mamanya dipanggil,bilang bunda sudah siap "ucap kiki lagi
"Biar mas aja yang panggil bunda "sahut Attar yang tadi sibuk menggambar
"makasih ya sayang " ucap kiki mengelus kepala Attar lembut
"sama-sama bunda,mas panggilkan mama dulu ya" Attar masuk kedalam rumah
"bunda tolong sampaikan salam kami buat om Ghani ya, tolong sampaikan juga permintaan maaf kami karena nggak bisa ikut soalnya lagi banyak kerjaan sekolah "ucap Abimanyu
"iya sayang nanti bunda Sampaikan pesannya "jawab kiki
tak berselang beberapa lama kini Attar keluar dirangkul oleh sang mama yang sudah hampir sama tinggi
"Masya Allah kakak cantik banget "ucap kiki saat melihat Naina
Naina memakai gaun pesta muslimah modern berwarna Navy di padukan dengan hijab berwarna cream membuatnya terlihat cantik dengan riasan wajah natural, Naina tidak terlihat seperti ibu yang sudah mempunyai lima orang anak
"akh kamu bisa saja"jawab Naina salah tingkah
"ayo kak kita berangkat sekarang "kiki mengajak Naina karena hari semakin siang takut jalanan macet
__ADS_1
"iya ayo,abang mama pergi dulu ya mama titip Adik-adiknya ya" Naina berpamitan dengan anak-anaknya
"iya ma, kalian hati-hati di jalan ya"ucap ke empat Putranya lalu mencium punggung tangan Naina bergantian
Naina berjalan menuju mobil pakde Rojak dimana pakde Rojak dan Bude yana sudah duduk menunggu mereka di dalam mobil
kiki masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi,Naina juga ikut masuk ke dalam mobil dan duduk disamping kiki karena bangku belakang sudah ditempati oleh Bude yana dan pakde Rojak
kini mobil mereka membelah jalanan yang sudah mulai ramai
setelah menempuh perjalanan selama tiga jam kini mereka sampai disebuah gedung yang megah di mana resepsi pernikahan Ghani digelar
mereka turun dari mobil dan memperbaiki penampilan mereka walaupun sebenarnya pakaian mereka masih rapi
kiki menggandeng tangan Naina dan berjalan masuk ke dalam gedung itu, baru saja masuk suara Musik yang meramaikan acara pernikahan Ghani sudah terdengar,disana sudah banyak tamu undangan yang hadir,ada yang baru datang seperti Naina,kiki dan kedua orang tuanya dan ada juga yang sudah pulang karena sudah lama
mereka terus berjalan menuju pelaminan dimana Ghani dan istrinya duduk bersanding
Ghani menatap Naina tidak berkedip, karena Naina hari ini terlihat sangat cantik dan menawan banyak mata pria yang menatap kagum pada ibu empat anak itu
Naina dan kiki beserta Bude yana dan pakde Rojak mengikuti langkah mereka berdua, senyuman tak pernah lepas dari bibir mereka karena ikut bahagia dengan pernikahan Ghani
namu berbeda dengan Bude yanti yang bermuka masam saat melihat Naina
kini mereka sudah berada di atas pelaminan namun saat Naina Hendak mengalami tangan Bude yanti, Bude yanti membuang muka namun Naina hanya tersenyum kecut begitupun dengan kiki dan kedua orang tuanya
kiki masih setia menggandeng tangan Naina dan kini mereka ada didepan Ghani dan istrinya
"selamat ya mas Ghani semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah dan dipisahkan hanya oleh maut "ucap doa baik Naina untuk kedua mempelai
Ghani menatap wajah cantik Naina dengan tatapan sendu dan penuh penyesalan namun Naina tidak peduli karena Naina tidak ingin memancing keributan setelah menyalami Ghani kini Naina berpindah memyalami pengantin perempuan dan mengucapkan ucapan selamat
__ADS_1
"Ghani dan istrinya sangat serasi kan!? secara mereka itu perawan dan perjaka jadi mereka sangatlah cocok ditambah lagi mereka punya pendidikan yang tinggi dan juga pekerjaan yang mapan jadi hubungan mereka tidak menguntungkan sepihak saja tapi saling melengkapi "ucap Bude yanti panjang lebar dan Naina sangat tau Bude yanti mengatakan itu untuk menyindirnya namun Naina tidak peduli
"iya Bude mereka sangat serasi, mereka cantik dan tampan jadi terlihat sangat serasi "jawab Naina santai dengan senyuman dibibir nya
sebenarnya Naina merasa kecewa pada Ghani karena Ghani telah memberikannya harapan palsu namun Naina juga merasa bersyukur karena dia tidak langsung menerima pernyataan cinta Ghani dan ke inginan Ghani untuk menjadikannya sebagai seorang istri
mungkin ini jawaban dari doa-doa Naina disetiap sholat disepertiga malamnya,naina selalu meminta jika Ghani adalah jodoh terbaik maka Naina memintanya untuk dimudahkan jalan mereka untuk semakin dekat namun jika Ghani bukanlah jodoh yang terbaik untuknya Naina memintanya untuk dijauhkan
kiki juga tidak lupa menyampaikan pesan dari anak-anak Naina untuk memberikan ucapan selamat untuk Ghani dan permintaan maaf mereka karena tidak sempat untuk menghindari pesta pernikahan Ghani
Ghani hanya tersenyum kecut, seketika wajah anak-anak Naina terbayang dipelupuk matanya apalagi wajah cantik Putri kecil Naina yang diazani nya dan diberikannya nama
lagi-lagi Ghani hanya mampu menangis dalam hati karena rasa bersalah nya pada Naina karena tidak menepati janjinya pada perempuan yang sangat dicintainya itu
"ayo kak kita makan dulu, soalnya saya sudah lapar "ucap kiki menarik tangan Naina turun dari pelaminan dan menuju meja prasmanan untuk mengambil makanan
kini mereka menikmati hidangan yang disajikan dalam pesta itu, sedangkan Ghani terus menatap Naina dari kejauhan
"maafkan mas Nai,mas tidak menepati janji mas sama kamu.mas yakin kamu pasti sangat kecewa "batin Ghani berbicara dan menangis dalam hati karena Ghani tidak ingin Istrinya melihat kesedihannya karena wanita itu adalah pilihannya karena ibunya tidak merestui hubungannya dengan Naina
setelah makan dan bercengkrama bersama beberapa keluarga besar pakde Rojak dan bude yana kini mereka berpamitan untuk pulang karena mereka memikirkan anak bayi Naina yang sudah mereka tinggalkan cukup lama
kini Mereka didalam mobil meninggalkan gedung pesta pernikahan Ghani menuju pulang kerumah mereka
menjelang magrib kini mereka sampai dirumah masing-masing, mereka lama diperjalanan karena mereka beberapa kali singgah untuk sholat dan mengisi bahan
bakar untuk mobil pakde Rojak yang dikendarai oleh kiki
Kiki juga tidak lupa membeli beberapa oleh-oleh untuk anak-anak Naina yang sudah dianggapnya sebagai ponakanya sendiri
mulai saat itu juga Bude Yana kembali dekat dengan Naina dan Bude Yana kembali bisa menjaga baby Dewi walaupun tidak sesering dulu sebelum bude yanti protes
__ADS_1
Bude yana sangat bahagia karena Naina mengizinkan anaknya untuk dijaganya