
Pov Al-Bara
sudah delapan bulan setelah pernikahanku dengan Geisha anak teman bisnis mami dan papi
dimana ke empat Putraku melihat resepsi pernikahanku dengan Geisha
saya tidak tau bagaimana mereka bisa datang dihari pestaku itu
saya sangat terkejut saat melihat mereka berdiri tak jauh dari pelaminan menatapku dimana saya dan geisha duduk bersanding
saya melihat ada kesedihan dan kekecewaan di mata mereka tapi saya lagi-lagi tak bisa berbuat apa-apa
"maafkan papa nak"hanya itu yang dapat ku ucapkan
saat mereka pergi dan saya masih dapat melihat dengan jelas, mereka mengusap air mata mereka dengan tangannya
Hatiku bagaikan terisis sembilu melihat itu semua tapi apa boleh buat Saya tidak bisa membantah ke inginanan mami
semoga saja anak-anakku tidak pernah membenciku
Geisha sekarang tengah hamil katanya hamil tujuh bulan tapi perutnya sudah sangat besar seperti sudah hampir melahirkan,saya menyentuhnya saat malam ketiga pernikahan kami
saya tidak tau apa yang telah geisha lakukan padaku karena malam itu saya tidak bisa menahan hasratku hingga kami pun melakukannya
saya curiga jika Geisha memberiku obat perangs*ng karena sejak malam pertama pernikahan kami saya selalu menolaknya dengan bermacam alasan
"Sha,hari ini saya temani kamu ke dokter ya untuk periksa saya juga ingin tau bagaimana keadaan bayinya "ucapmu
"Kamu nggak kekantor mas!?"tanyanya
"nggak,saya sengaja luangkan waktu agar bisa menemani kamu,saya ingin melihat perkembangan bayi kita"ucapku karena saya merasa penasaran karena setiap saya ingin menemaninya untuk periksa kandungan kedokter Obgyn dia selalu menolak dengan seribu alasan
awalnya saya merasa dia pengertian tapi lama kelamaan saya menjadi sangat penasaran
"mas kerja aja kan ada mama yang selalu menemani saya "inilah jawaban yang kudapatkan setiap ingin menemaninya untuk memeriksakan kandungannya
"tidak apa-apa,kan tidak setiap hari juga saya libur kerja "jawabku tetap kekeh ingin menemaninya
wajahnya terlihat pucat,beda saat Naina hamil setiap saya menawarkan diri untuk menemaninya kedokter Obgyn untuk memeriksakan kandungannya di wajahnya terpancar binar bahagia
kecuali anakku yang ke empat, saya tidak pernah menemaninya untuk periksa karena mami tidak mengizinkan ku
menggendongnya saja saya tidak pernah , karena saya takut jika saya menggendong atau memberi kan perhatian pada anak-anakku mami akan marah dan terus saja menghina Naina
maka dari pada itu saya berusaha untuk bisa menghindarinya walaupun hatiku rasanya sakit karena anak-anakku tak bisa kudekati apalagi kuajak untuk bercanda
hari ini saya sudah bertekad untuk bisa menemani geisha untuk memeriksakan kandungannya
kalau dia Terus menolak saya akan mengikutinyan dari belakang saya berpamitan padanya untuk berangkat alasannya saya mau kekantor tapi saya akan mengikutinya karena rasa penasaranku sangat besar
"loh kok mas nggak berangkat kerja!? ini kan sudah siang mas!?"ucapnya menolakku secara halus
__ADS_1
ada Apa sebenarnya mengapa dia tidak ingin saya tau kondisi anakku yang ada didalam kandungannya
apa anakku cacat!? atau ada jal lainnya!?
akh entahlah yang pastinya tekadku sudah bulat
tak berselang beberapa menit ibu mertua sudah datang
"Ghei,apa kamu sudah siap untuk kedokter hari ini!?"tanya mama mertua
"sudah dong ma,ayo kita berangkat sekarang ma"ucap gheisa seperti orang yang sangat terburu-buru
saya hanya menggeleng saja melihat istri ku itu
setelah saya rasa mobilnya sudah lumayan jauh, saya pun mulai menyalakan mesin mobilku dan mengikuti mereka untungnya saya sudah memasang pelacak di ponsel gheisa semalam saat dia tertidur pulas saat kami selesai melakukan kewajiban
itu semua saya lakukan agar dapat membuatnya kelelahan Hingga rencanaku bisa berjalan lancar memasang alat pelacak diponselnya
setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya saya sampai disebuah rumah sakit khusus untuk pemeriksaan kehamilan
saya berjalan masuk kedalam untuk mencari kebenarannya,
saya berjalan tergesa-gesa mengikuti arahan alat pelacak yang sudah kupasang diponselnya
setelah sampai diruang pemeriksaan Saya melihat Gheisa sedang duduk menunggu giliran untuk dipanggil dia duduk bersama ibunya
saya memilii duduk dikursi bagian belakang agar dia tidak melihatku atau ibunya , saya sengaja memakai masker dan topi agar tidak dikenali oleh orang-orang
setelah Gheisa dan ibunya meninggalkan tempat pemeriksaan saya masuk berpura-pura mencarinya
"permisi dok, apakah istri saya masih diperiksa !?" tanyaku memulai dramaku
"maaf pak, mari silahkan masuk. kalau boleh tau nama istri bapak siapa ya!?" dokter itu kembali bertanya padaku
"oh namanya Geisha Wiranata " jawabku
"oh baru saja keluar pak"jawab dokter itu
"ahk saya terlambat lagi padahal saya sangat ingin mengetahui bagaimana perkembangan bayi kami "ucapku memasang wajah sedih
"oh bayi bapak dan bu Gheisa sangat sehat,apa lagi sekarang sudah hampir HPL nya jadi saya mohon pada bapak untuk selalu menjaga kesehatan istri bapak jangan biarkan terlalu banyak fikiran " saya terkejut mendengar ucapan dokter
"maksudnya bagaimana ya dok bukankah kandungan istri saya baru tujuh bulan menjelang delapan bulan dok!?" ucapku sudah tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku
"oh mungkin bapak salah hitung bulan kali pak, karena istri bapak itu tinggal menunggu hari,dan saya perkirakan ibu Gheisa akan melahirkan minggu depan
tapi waktunya biasa juga nggak tepat dengan waktu yang di tentukan karena bisa saja cepat,bisa juga lambat "jawab dokter menjelaskan
"saya juga ingin tau dok jenis kelamin anak kami" pintaku pada dokter
"oh jenis kelaminnya laki-laki pak"jawab dokter dan saya kembali terkejut karena selama ini dan ibunya mengatakan jika anak yang dikandung Gheisa adalah perempuan
__ADS_1
"maaf dok apakah saya bisa bisa meminta hasil pemeriksaan istri saya !?"tanyaku bpenuh harap
"oh tadi istri bapak sudah mengambilnya "jawab dokter
"apakah tidak bisa dicetak lagi dok!?"tanyaku
"oh bisa pak dan kebetulan tidak ada lagi pasien yang masuk"jawab dokter dan itu membuatku senang
dokter pun mencetak kembali hasil Usg Geisha
setelah apa yang ku inginkan kudapatkan saya pun segera berpamitan kepada dokter dan meninggalkan rumah sakit
"sialan Gheisa sudah membodohiku,mami harus tau ini semua " saya merasa geram karena wanita yang kinikahi hampir setahun ini sudah menipu kami semua saya disuruh bertanggungjawab pada anak orang lain
tapi sepertinya jika saya memberi tahukan mami sekarang tapi saya tidak punya banyak bukti
mungkin sebaiknya saya menunggu sampai Gheisa melahirkan dan saya akan melakukan tes DNA biar semua jelas
jika nanti semua terbukti bahwa anak yang dikandung Gheisa bukan anakku maka hari itu saya akan menceraikan dia
dan jika mami tau anak yang dikandung oleh Gheisa adalah laki-laki mami pasti akan sangat kecewa dan itu akan memudahkanku nanti jika ingin bercerai
semoga dengan cara seperti ini mami akan sadar dan tidak akan mengekangku lagi hingga saya bisa kembali rujuk dengan Nainaku
hatiku rasanya kembali menghangat ketika mengingat Naina wanita yang sangat ku cintai
"Naina apakah kamu juga masih mencintaiku,tunggu mas sayang saya akan kembali menjemputmu dan anak-anak kita
kita akan bangun kembali keluarga kita yang sempat terpisah
Naina mas masih sangat mencintaimu Sayang "semyumku tidak pernah hilang dari bibirku mengingat wajah cantik alami pujaan hatiku
setelah pulang dari rumah sakit saya tidak langsung pulang kerumah tapi saya ketempat dimana naina tinggal setelah kami bercerai
saat sampai di sana seperti biasanya saya memesan kue dan kopi hangat
kopi ini mengingatkanku pada kopi buatan Naina dab juga kue bolu kukus kesukaan ku
saya tidak makan ditoko kue tempat Naina bekerja,saya kembali keatas mobil dan agar bebas mengawasi dan melihat jika Naina dan Anak-anakku keluar dari rumah kontrakannya
saat asyik menikmati kopi dan kue bolu yang ku beli tadi saya melihat wanita yang sangat ku rindukan keluar dari toko yang tak jauh dari toko kue tempatku beli tadi dia menggendong anak perempuan yang sangat cantik yang mungkin berusia sekitar setahun
disampingnya ada jihan adiknya dan juga ada seorang gadis yang sama cantiknya seperti mereka berdua tapi Naina terlihat semakin cantik setelah berpisah denganku
pakaiannya juga sekarang terlihat modis bukan memakai Daster lusuh lagi dengan wajah kusam dan terlihat Lelah
"maafkan mas Nai selama bertahun-tahun mas berbuat zolim padamu karena mengikuti semua keinginan mami ,tapi mas janji jika semua sudah terbukti saya akan datang menjemputmu kembali sayang " hatiku terasa bahagia membayangkan hari itu datang nanti
setelah puas berhenti disana dan melihat pujaan hatiku walaupun hanya sesaat tapi itu sudah membuatku bahagia
saya pun memutuskan untuk pulang kerumah dan mengikuti permainan apa yang akan dilakukan oleh Gheisa dan ibunya
__ADS_1