Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 33 ternyata pakde dan Abah sahabat kecil


__ADS_3

Seperti biasa saat subuh menjelang Naina mulai berkutat didapur untuk membuat sarapan aneka macam Bubur dan Nasi uduk bahkan Hari ini ada pesanan Nasi uduk sebanyak 50 bungkus


Namun kali ini tenaga naina,sari dan siti tenaga tidak terlalu terporsir karena ada tenaga bantuan yaitu jihan dan umi alina


pekerjaan mereka cepat selesai dari biasanya


"Bu,kami pulang dulu mau bawa sarapan untuk bapak dan Sania "ucap sari setelah selesai menata bubur dan nasi uduk di toko pertama Naina dan akan dijaga oleh Rani dan mala


"iya"jawab Naina


sari dan Siti pun pulang kerumahnya lebih awal dari biasanya dan biasanya hanya siti yang cepat pulang karena harus bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah sari akan menyusul belakangan karena harus memasak untuk makan siang ayahnya nanti ,juga membantu ayahnya menata dagangannya yang baru dibelinya subuh tadi dipasar tumpah sebelum kerumah Naina


setelah semua dirumahnya selesai sari akan kembali kerumah Naina untuk mulai membuat kue-kue pesanan pelanggannya


Siti dan Sania akan menyusul setelah pulang dari sekolah mereka


"ma kami berangkat ya"ucap akza dan Attar yang sudah siap dengan sepedanya


"iya sayang kalian hati-hati ya"jawab Naina


"kami juga berangkat "ucap Ali dan Abi


"iya sayang "jawab Naina


mereka pun berangkat setelah berlaman pada semua orang termasuk pada Baby Dewi


Baby Dewi akan mengoceh dengan lucunya jika ke empat kakaknya mencium pipi gembulnya saat berpamitan tak jarang juga baby Dewi akan menangis jika melihat ke empat kakaknya pergi


"dada ade' kakak berangkat dulu ya,jangan kangen nanti pipi kamu makin tembem hahahaha" kelakar Abimanyu saat berpamitan pada adiknya itu


Azka berboncengan dengan abi sedangkan Attar akan membonceng Ali


setelah anak-anaknya berangkat sekolah Naina akan mengantarkan sarapan untuk pakde Rojak, Bude yana dan Juga kiki itu adalah hal yang rutin dilakukan oleh Naina


"mau kemana Nai !?"tanya umi Alina


"mau antar sarapan ini kerumahnya Bude yana Umi "jawab Naina


"bolehkah kami ikut nak!? kami ingin berkenalan dengan mereka dan juga berterima kasih kepada mereka "ucap Abah


"iya bah Ayo, sebelum pakde berangkat ke perkebunan "jawab Naina


mereka pun berjalan bersama kerumah bude yana yang rumahnya berada di sebelah rumah mereka


"Assalamualaikum "ucap Naina saat sudah berada didepan rumah Bude yana


"waalaikumsalam "jawab bude yana

__ADS_1


"masuk Nai,Duh cantiknya cucu Uti"ucap Bude yana dan mulai mencolek-colek pipi tembem Baby Dewi


baby Dewi yang perlakuan seperti itu langsung mengulurkan tangannya meminta untuk digendong, Bude yana langsung mengambil Baby Dewi dari gendongan Naina


"eh itu sama siapa Nai "ucap bude yana setelah sadar jika ada orang yang sedang berdiri di belakang Naina


"aduh maaf pak bu Saya tidak menyadari ada kalian soalnya fokus sama ai cantik "ucap Bude yana merasa tidak enak hati pada orang yang ada dibelakang Naina


"mari silahkan masuk "ucap bude yana yang masih menggendong Baby Dewi


orang tua Naina dan jihan pun masuk kedalam rumah Bude yana bersama Naina


Naina mengajak kedua orang tuanya untuk duduk di sofa ruang tamu bude yana


bude yana sudah keluar dengan membawa nampan berisi teh hangat pakde Rojak berjalan dibelakang bude yana yang sedang menggendong Baby Dewi yang sedang asyik memainkan telinga dan kopiah pakde


pakde Rojak tidak pernah merasa keberatan jika putri kecil Naina melakukan itu bahkan Biasanya pakde Rojak akan memakaikan kopiahnya dikepala kecil Dewi


Abah Abdul memperhatikan pria yang sedang menggendong cucunya


"kenapa wajahnya saya merasa tidak asing!? saya seperti pernah bertemu tapi dumana ya !?"Abah Abdul membatin berusaha mengingat dimana dia pernah bertemu dengan pakde Rojak


pakde Rojak yang sedang diperhatikan tidak menyadari itu karena sibuk dengan ulah sikecil Dewi Yang semakin hari semakin menggemaskan


"pak ini loh orang tua Naina "ucap Bude yana


saat kopiah pakde Rojak terbuka dan memperlihatkan rambutannya walaupun sudah banyak ditumbuhi rambut putih Namun Abah Abdul langsung mengingat dan mengenali orang yang sedang duduk didepannya


"Rojali !?jali-jali"ucap Abah Abdul


Pakde Rojak yang mendengar namanya disebut berhenti dari kegiatannya yang sedang asyik bermain dengan baby Dewi yang ada di pangkuannya mendongakkan kepalanya menatap orang yang menyebut namanya


lama pakde Rojak terdiam sepertinya sedang mengingat siapa orang yang duduk didepannya dan menyebut namanya karena hanya sahabat ataupun orang yang sangat dekat dengannya yang memanggil namanya dengan sebutan Jali-jali


"Abdul "ucap pakde Rojak kemudian setelah lama diam


"iya jak ini saya Abdul "ucap Abah Abdul


"Abdul Rosyid Abdullah !?"tanya pakde Rojak seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"iya siapa lagi"ucap Abah Abdul


Pakde Rojak berdiri dari duduknya lalu menyerahkan Baby Dewi pada Naina dan berjalan menuju Abah Abdul duduk


pakde Rojak langsung memeluk Abah Abdul lalu menangis sesenggukan


"Masya Allah dul dul, Puluhan tahun saya nyariin kamu sampai sebelum babe meninggal dia tanyain kamu Terus dul tapi saya tidak tau mau cari kamu kemana dul,enyak juga selalu nanyain Kamu dul sekarang mereka sudah nggak ada lagi dul hiks hiks hiks

__ADS_1


tega kamu dul ninggalin kita tanpa jejak sampai saya itu sering keluar kota berharap bertemu kamu disalah satu kota yang saya datangi Hiks hiks hiks "ucap pakde Rojak masih terisak dan memeluk tubuh kurusnya Abah Abdul


"maafin saya jak,maaf Hiks hiks hiks "jawab Abah Abdul yang juga terisak


semua yang ada disana hanya diam saja bengong karena tidak tahu apa yang sudah terjadi pada kedua pria panutan mereka


"kamu selama ini tinggal dimana bersama emak dan Abah dul!?"Tanya pakde Rojak melerai pelukannya dari Abah Abdul


"kami ke Sulawesi disana kami mengadu nasib selama lima tahun,hingga akhirnya abah ingin kembali kekampung halamannya ternyata tidak sampai setahun kami dikampung halaman abah,abah pergi untuk selama lamanya karena sakit kanker otak yang dideritanya


hingga saya dan emak kembali meninggalkan kampung halaman abah karena keluarga disana mengatakan bahwa kami hanya beban saja untuk mereka hingga akhirnya saya mengajak emak untuk merantau kekota dengan modal tabungan haji emak dan abah yang mereka kumpulkan selama ini


sesampainya dikota kami mengontrak rumah di sekitar terminal dan saya dan emak memakai uang tabungan emak untuk dijadika modal jualan emak dirumah buat nasi uduk lalu dibungkus dan saya yang akan berkeliling untuk menjajakan nya di sekitar terminal


Alhamdulillah dengan usaha kami itu kami bisa bertahan hidup hingga memiliki tabungan yang cukup untuk membeli sebuah rumah sederhana didekat sebuah masjid didekat terminal


kami Disana Hingga bertahun-tahun sampai emak pergi untuk menyusul Abah ,itu terjadi tiga tahun setelah saya menikah dengan seorang gadis cantik yang lemah lembut anak seorang Kiai dan usia putri pertamaku berusia dua tahun setengah


emak Sangat bahagia saat kelahiran putri pertama kami dan menamainya "Naina Nurannisa Abdullah "


Abah menceritakan semua yang dialaminya pada sahabat kecilnya itu


"oh iya Jak,kenalin itu gadis cantik yang kunikahi puluhan tahun lalu namanya Alina Khumaira "ucap abah Abdul memperkenalkan istrinya


"dan itu adalah cucu pertama emak Naina Nurannisa Abdullah dan itu cucu kedua Emak Jihan Fadillah Abdullah "ucap anah Abdul lagi menunjuk Naina dan Jihan


"ya Allah dul, ternyata Nainaku adalah anakmu dia itu sudah kuanggap putriku sejak pertama mereka datang kemari saya sudah merasakan adanya ikatan


pantas saja wajahnya sangat familiar tapi saya tidak menyangka jika itu adalah putrimu


apalagi melihat wajah Akza dan Abimanyu saya seperti melihat kamu saat kita masih kecil dulu"ucap pakde Rojak dengan wajah berbinar


Naina,jihan dan yang lainnya hanya manggut-manggut saat mendengar cerita mereka ternyata Abah Abdul dan pakde Rojak adalah sahabat kecil


setelah lama mendengar cerita Abah Abdul dan pakde Rojak Naina berpamitan untuk ketoko untuk membantu membuat pesanan karena ini sudah sangat Siang sudah hampir jam sembilan


ternyata lama sekali mereka mendengarkan cerita masa lalu pakde Rojak dan Abah Abdul


baby Dewi dititipkan pada umi dan Bude yana


beruntungnya Naina sudah menyiapkan semuanya sejak kemarin bersama sari dan sikembar Hingga mereka tidak repot lagi tinggal mengolahnya saja karena sari,rahma dan Riana sudah bisa membuat adonan hingga meringankan pekerjaan Naina


sedangkan bu kokom,rima dan Resti Naina tugaskan mereka di bagian pemanggangan


Bu salma,Nani , Bu Yuni dan Ratih, naina tugaskan dibagian pengukusan dan lebihnya dibagikan pemberian toping


Rasya, Rasyid,iwan,amran,isma dan lisa dibagian pengemasan

__ADS_1


mereka bekerja sama dengan baik


__ADS_2