Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 50 semangat baru untuk abah


__ADS_3

dua bulan sudah kepergian Umi Alina dan selama itu juga Abah Abdul menjadi murung dan tidak berselera makan hingga membuat tubuhnya semakin kurus


Naina sudah menyuruh anak-anaknya untuk membujuk kakeknya agar ingin makan


Abah memang makan namun tak seberapa hingga sempat membuat Abah Drop beruntungnya dokter Adrian sering datang untuk sekedar minum kopi dan makan kue di toko kue Naina dan pada saat abah sedang Drop dokter Adrian datang sehingga langsung menangani Abah dan meminta dua orang perawat dari rumah sakit tempatnya bekerja datang kerumah Naina untuk merawat Abah


setelah tiga hari abah di infus akhirnya sembuh namun masih saja murung


Dokter Adrian juga semakin rajin datang kerumah Naina dengan alasan untuk mengontrol keadaan Abah Abdul


Anak-anak Naina juga semakin akrab namun mereka tidak memiliki harapan apa-apa karena mereka belajar dari pengalaman mereka saat Ghani mendekati ibu mereka dan mendapatkan hinaan dari ibu Ghani hingga akhirnya ghani menikah dengan orang lain dan itu membuat anak-anak Naina kecewa pada Ghani dan setiap ada yang mendekati ibunya mereka tak banyak berharap


mereka tidak pernah melarang jika ivu mereka dekat dengan pria lain, selagi orang itu tidak menyakiti ibunya


dokter Adrian hampir setiap hari mampir kerumah dan ditoko kue Naina namun Naina tidak pernah ada karena Naina diruko yang satunya lagi untuk membantu karyawannya membuat pesan mereka


Dokter Adrian sering menemani Abah Abdul ngobrol hingga abah sedikit demi sedikit bisa melupakan kesedihannya Begitupun dengan David sering datang kerumah Naina baik bersama arya ataupun sendiri, David juga pernah mengajak adiknya dan adiknya sangat senang karena dapat bermain dengan anak-anak Naina


adik david seumuran dengan Akza sehingga mereka sangat cocok untuk ngobrol apalagi hoby mereka sama, sama-sama suka mengotak atik alat-alat elektronik


itu sebabnya setiap akhir pekan David akan datang kerumah Naina bersama adik semata wayangnya itu karena baru kali ini dia ingin berteman Dengan orang lain Daffa adik David terkenal pendiam dan tertutup namun dengan Akza dan adik-adiknya mereka tertawa lepas apa lagi jika bersama Dewi


David juga sering ngobrol dengan abah Abdul mereka sering membahas tentang masalah perkebunan tak jarang mereka ngobrol berempat dengan pakde Rojak dan dokter Adrian itulah yang membuat Abah Abdul dapat sedikit demi sedikit melupakan kesedihannya


Naina dan Jihan bersyukur karena mereka masih dikelilingi orang-orang baik


seperti hari ini mereka berempat sudah janjian untuk pergi ke perkebunan pakde rojak dan Abah yang sudah lama tidak dikunjunginya karena masih selalu teringat mendiang istrinya yang memang selalu ikut bersama Abah keperkebunannya itu untuk melihat para petani yang disewanya untuk menggarap perkebunan itu


namun selama Abah Abdul tidak datang keperkebunan pakde Rojaklah yang mengontrol semuanya


Anak-anak Naina dan Daffa adik David pun ingin ikut melihat perkebunan dan itu membuat Abah Abdul sedikit bersemangat


Naina dan jihan merasa senang melihat ayah mereka sudah mulai bangkit kembali


"Abah benaran mau berangkat ke kebun !?" tanya Naina pada ayahnya


"iya Nai, Abah sudah lama tidak kesana lagian Adrian dan David ingin ikut kesana


anak-anak juga katanya mau ikut juga "jawab Abah bersemangat


Abah Abdul memang sudah sangat dekat dengan kedua pria itu mereka bisa meyakinkan abah Abdul untuk bisa bangkit dari keterpurukannya

__ADS_1


David juga pernah menceritakan pengalamannya harus ikhlas ditinggalkan oleh istri dan anaknya dalam waktu bersamaan


waktu itu istri David hendak melahirkan,david dan keluarganya sudah mengantarkan Maharani Putri Sasmita kerumah sakit untuk melahirkan putri pertama mereka namun Allah berkehendak lain setelah berjuang di meja operasi untuk melahirkan putrinya kedunia Maharani menyerah dan menghembuskan nafas terakhirnya setelah tiga hari dinyatakan koma dan putri kecil mereka juga berjuang untuk bertahan hidup namun dia memilih ikut bersama sang ibu dihari yang sama kembali kepangkuan ilaihi sebelum sempat mengenal wajah sang Ayah


betapa hancurnya hati David kala itu namun keluarganya masih membutuhkan dirinya sehingga David terus berusaha keluar dari keterpurukannya namun rasa traumanya belum sepenuhnya hilang


seandainya anak David memiliki usia yang panjang mungkin dia sekarang sebesar Aliando anak ketiga Naina


dari cerita David itulah Abah belajar untuk ikhlas dan bangkit kembali untuk menjalankan amanah sang istri tercinta untuk bisa tetap menjaga kedua putri kesayangan mereka dan juga kelima cucu-cucu mereka


Naina dan jihan sedari pagi mereka sangat sibuk membuat bekal yang cukup banyak yang bakal dibawa Abah Abdul dan yang lainnya kekebun


"Nai ini kok banyak sekali bekalnya !?"tanya David saat Naina dan jihan memasukkan bekal kedalam bagasi mobil milik David


"nggak apa-apa mas David biar sekalian bisa berbagi dengan para petani disana mereka pasti senang bisa makan bersama "jawab Naina tersenyum


ya Naina dan jihan sekarang memanggil David dan Adrian dengan panggilan mas karena itu atas permintaan mereka berdua karena katanya jika mereka dipanggil bapak katanya serasa seusia abah Abdul dan pakde Rojak


"kita bukan mau berangkat berkebun kalau begini mas David tapi seperti akan pergi piknik "ucap Adrian pada David


"hahahaha ,iya kamu Benar yan kita bukan pergi berkebun tapi pergi piknik "jawab David


"ya nggak apa-apa mas,biar sekalian kan anak-anak juga pada ikut jadi sekalian aja kapan lagi coba bisa refreshing kekebun "sahut jihan menimpali ucapan David


"apa kalian sudah siap !?" tanya Abah Abdul yang baru keluar dari dalam rumah


"sudah bah"jawab David dan Adrian bersamaan dan itu membuat Abah tersenyum Naina dan jihan jadi terharu saat melihat lagi senyuman dibibir ayahnya itu yang sempat terpuruk karena meninggalnya sang ibu


"trus apa anak-anak jadi ikut semua !?"tanya abah


"jadi bah ,tuh mereka sudah pada siap semua "jawab David menunjuk adik dan anak-anak Naina yang sedang asyik bermain


"ya sudah ayo kita berangkat "ucap abah


"Iya bah ayo, anak-anak ayo masuk mobil kita sudah mau berangkat nih"panggil David dan semuanya berlari kearah Naina untuk berpamitan


"ma kami berangkat dulu ya "ucap anak-anak Naina dan memyalami Naina dan jihan bergantian , Daffa pun melakukan hal yang sama mencium punggung tangan Naina yang tidak pernah dilakukannya kepada kedua orang tuanya


David merasa takjub pada perubahan sikap adiknya menjadi lebih baik dan ceria semenjak berteman dengan anak-anak Naina dan Naina tanpa ragu mencium pucuk kepala Daffa seperti anak-anaknya yang lain, mungkin dengan sikap Naina yang seperti itu Daffa merasa nyaman bila berada dilingkungan Naina


"iya sayang kalian hati-hati ya jangan bikin ulah yang merepotkan kakek,akung Uti om David dan om Adrian " Naina menasehati anak-anaknya dengan sangat lembut

__ADS_1


"iya ma nggak usah khawatir saya dan Daffa akan mengawasi Adik-adik,iya nggak daf!?" ucap akza dan diangguki oleh Daffa


tak berapa lama pakde Rojak dan Bude yana datang dan Dewi Putri kecil Naina dalam gendongannya


"beneran Bude ingin bawa cantik!?"tanya Naina


"iya Nai,biar Bude ada temennya disana "jawab Bude yana yakin


"oh ya sudah naina,ambil perlengkapan si cantik dulu"jawab Naina lalu berjalan masuk kerumah dan kembali dengan membawa tas perlengkapan Dewi lalu menyerahkannya pada bude yana


"papa endong"ucap dewi tiba-tiba dan merentangkan tangannya pada David


semua melongo mendengar ucapan Dewi termasuk David,mata david berkaca-kaca saat Dewi memanggilnya papa dengan senang hati David mengambil Dewi dari gendongan Bude yana lalu menciumi seluruh wajah Dewi hingga bayi itu tergelak karena mereka geli


"pop pop papa pop,wewi deli"ucap dewi mendorong wajah David dan masih terus tertawa


"anan nyanyis Papa,tup tup tup" dewi menghapus air mata David lalu menepuk -nepuk pelan wajah David semuanya tertawa melihat tingkah Dewi tapi tidak dengan Naina dia masih syok mendengar putrinya memanggil David papa


"kok melamun mbak" tanya jihan menyenggol lengan kakaknya itu


Naina tersadar dari lamunannya dan tersenyum kikuk pada adiknya itu


"kalau begitu kami pergi dulu ya"ucap Abah Abdul pada ke-dua putrinya itu


"iya bah, kalian hati-hati dijalan "jawab Naina dan jihan


Naina melihat kini dewi sudah kembali dalam gendongan Bude Yana dan sudah masuk kedalam mobil David bersama anak-anak sedangkan Abah dan pakde masuk kedalam mobil Adrian


"assalamualaikum mama aunty "ucap anak-anak melambaikan tangan mereka


"waalaikumsalam "jawab Naina dan jihan yang membalas lambaian tangan anak-anaknya


mobil mereka pun sudah meninggalkan halaman rumah Naina


"sepertinya Anak-anak sudah punya calon papa baru nih"ucap jihan menaik turunkan alisnya


"ish apaan sih,tuh dokter Adrian ganteng juga baik lagi kayaknya cocok deh Jadi uncle nya anak-anak "kini Naina yang Balik menggoda adiknya


"ish kakak"jawab jihan dengan wajah memerah Naina hanya tertawa melihat adiknya itu


"saya ketoko dulu ya soalnya banyak pesanan, assalamualaikum "ucap Naina dan berjalan meninggalkan adiknya itu

__ADS_1


"waalaikumsalam "jawab jihan lalu masuk kedalam rumah untuk beres-beres rumah


__ADS_2