
kini saatnya makan siang david dan Arya keluar untuk makan siang setelah selesai mengadakan rapat yang cukup melelahkan
"Bos kita makan siang dimana?! apa bos mau pulang kerumah !?" tanya Arya saat mobil yang dikendarainya keluar dari area perusahaan
"kita makan siang di restoran yang dekat hotel Barata biar sekalian tunggu tuan Rajendra disana " jawab david
"iya juga ya Bos biar kita nggak begitu terburu-buru untuk datang menemui mereka satelah makan siang " ucap arya tercerahkan
"nah itu tau ,tapi kalau bisa kamu cari penjual rujak ya" jawab david celingak-celinguk mencari penjual rujak yang sedang mangkal
"bos mau makan rujak lagi!? tadi katanya sakit perut karena habis makan rujak tapi sekarang mau makan lagi" ucap Arya geleng geleng kepala
"nggak usah banyak protes arya,maua saya nggak kasi bonus bulan ini !?"ancam David
"jangan gitu dong bos, itukan tabungan masa depanku bos
kalau saya sudah punya banyak modal batu deh cari model untuk dijadikan istri "ucap arya cekikikan karena merasa geli sendiri dengan ucapannya
"memangnya ada model yang mau sama kamu!?" tanya david mengejek Asistennya itu
"eh bos Jangan pandang remeh saya dong bergini saya itu ya begini-begini aja" jawab arya kembali cekikikan
"terserah kamu aja deh Arya yang penting itu modelnya bukan model dari aneka satwa yang kemana-mana itu suka nggak pake baju " ucap david kembali mengejek arya
arya tidak akan pernah tersinggung dengan ucapan bosnya itu karena mereka selalu seperti itu jika sudah diluar jam kerja
"bagus dong bos saya nggak perlu repot-repot lagi mikirin mau beli pakaian yang mahal-mahal "jawab arya semakin ngawur
" iya sih nggak repot beli baju sekalian aja pakai penutup onderdil kamu pake daun buahahahaha "kini David tertawa besar membayangkan asistennya itu menutup pusaka lahirnya dengan daun atau batok kelapa
"terserah bos deh mau membayangkannya bagaimana yang pastinya bonus tetap masuk" jawab arya menaik turunkan alisnya
"sekarepmu Arya " jawab david kembali mode datar dan masih saja terus menatap keluar jendela berharap ada penjual rujak yang dilihatnya
"arya stop " ucap david tiba-tiba dan arya pun menginjak rem secai tiba-tiba beruntungnya tidak ada kendaraan lain dibelakang mobil mereka yang bisa berakibat kecelakaan
"kenapa bos !?" tanya arya sangat terkejut
"itu kamu turun belikan saya rujak" ucap David tanpa dosa
"astaghfirullah bos ...."
"nggak usah bayak protes sana cepat belikan saya rujak" david segera memotong ucapan asistennya itu sebelum melayangkan protes panjang lebar
"iya bos jawab Arya segera keluar dari dalam mobil dan berjalan ke penjual rujak yang ditunjuk bosnya itu
__ADS_1
tak berselang beberapa lama arya kembali dengan membawa kantong plastik berisi rujak yang diinginkan oleh bosnya itu
"ini bos rujaknya " ucap arya menyodorkan kantong plastik yang dibawanya
"makasih ya Arya" jawab david dengan wajah yang berbinar seperti anak kecil yang mendapat kan mainan baru dari orang tuanya
"sama-sama bos"jawab Arya dan kembali melanjutkan perjalanan mereka
tak terasa kini mereka tetap sampai di depan restoran yang mereka tuju
tanpa menunggu lama david segera turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam restoran tanpa menunggu arya
arya yang melihat Bos-nya seperti itu hanya geleng-geleng kepala
"bos mungkin sudah sangat lapar karena seharian ini dia sering bolak-balik toilet karena diare tapi heran masih diare tapi masih saja mau makan rujak"ucap Arya bergumam lalu melangkah masuk ke dalam restoran menyusul bos-nya yang sudah duduk manis disalah satu meja yang berada di bagia pojok ruangan
disana juga sudah berdiri satu orang pelayan yang mencatat pesanan Bos-nya itu
"ar kamu mau pesan apa!?" tanya David pada arya saat Arya Baru saja duduk di kursi yang berada didepan bosnya itu
"saya samakan saja dengan pesanan bos "ucap David tidak mau repot karena arya tau pesanan bosnya pasti dia juga akan suka
"ya sudah samakan saja pesanan kami "ucap david pada pelayan itu dan dibalas anggukkan kepala
"baik pak,mohon ditunggu ya pesanannya " jawab pelayan itu ramah lalu meninggalkan arya dan David
"bos kok Rujaknya diliatin saja, kenapa tidak dimakan !?" tanya arya karena melihat bosnya menatap terus Rujaknya
"nanti setelah saya makan baru makan rujak"jawab david
arya hanya manggut-manggut saja menanggapi ucapan bosnya itu
tak Lama pelayan datang membawa pesanan mereka
setelah semua tersaji kini mereka mulai makan tanpa suara
seperti yang david katakan setelah makan david Mulai menikmati Rujaknya tanpa menawarkannya pada Arya
"asyik benar bos makan rujaknya , memangnya Rasanya enak bos!?" tanya Arya penasaran
"mau coba ini" ucap david menyodorkan rujaknya
Arya segera mengambil satu potong buah yang sudah dicampurkan david dengan bumbu rujak lalu memasukkannya kedalam mulutnya,baru sekali gigitan mata Arya langsung melotot karena rasanya sangat asam
David melihat itu ingin tertawa besar namun ditahannya
__ADS_1
"nggak boleh dikeluarkan dari dalam mulut jorok, harus ditelan sampai habis " ucap David penuh penekanan
terpaksa arya kembali menggigit buah itu dengan susah payah dan dengan mata yang meram melek karena rasanya sangat asam
David menyembunyikan senyumannya melihat wajah asistennya menahan rasa asam rujak yang dimakannya
Arya mengernyitkan keningnya saat melihat David menyendok buah yang tinggal beberapa potong bersama kuah bumbunya dan wajah david ekspresinya tidak berubah
saat suapan terakhir rujaknya tiba-tiba saja ada yang menepuk pundak David dengan pelan namun mampu membuatnya tersedak untuk saja buah yang dikunyah nya sudah tertelan dengan sempurna sehingga tidak membuat sampai naik kehidun leher David terasa sakit karena kesedak dengan rasa pedas dari bumbu rujaknya
Arya Segera menyodorkan air putih pada bosnya itu
seorang perempuan dengan pakaian yang sangat seksi duduk disamping David
"mas david,lama nggak ketemu " ucap perempuan itu
"maaf mbak ini siapa ya!?" tanya Arya penuh selidik karena wajah bosnya terlihat tidak suka dengan kehadiran perempuan itu
"apa urusannya dengan kamu,dan saya kesini karena ingin berbicara dengan mas David bukan dengan kamu " ucap perempuan itu sombong
"ya saya berhak dong..."
"sudah ar,kamu sudah selesai makan kan!?" tanya david memotong ucapan arya
"si bos selalu begitu memotong ucapan orang " batin Arya
"sudah bos" jawab arya mencebikkan bibirnya
"ya sudah sekarang kamu hubungi tuan Rajendra dan katakan padanya kita bertemu sekarang di restoran hotel "ucap david tanpa memperdulikan perempuan yang duduk disampingnya dan sejak dia datang terus mengajak David bicara namun David tak menanggapinya
"iya bos" jawab arya cepat karena melihat raut wajah bosnya terlihat kesal
arya segera mengambil ponselnya dan menelpon tuan Rajendra dan menyampaikan pesan dari bosnya
"sudah bos tuan Rajendra menunggu kita di restoran hotel tempat beliau nginap " ucap arya setelah selesai menelpon tuan Rajendra
David pun mengajak arya dari tempat itu
"mas tunggu,saya ingin bicara dengan kamu" ucap perempuan itu
"mau bicara apa lagi Serly, tidak ada yang harus kita bahas lagi" jawab David
"mas, maafkan saya mas apakah tidak ada lagi kesempatan untukku !?" tanya perempuan itu dan Arya sudah mengerti apa yang terjadi pada mereka
"maaf saya harus pergi,dan tidak ada lagi kesempatan apapun untukmu karena ada hati yang harus saya jaga
__ADS_1
jadi saya harap kamu jangan menggangguku lagi " ucap David lalu berjalan pergi meninggalkan Serly terpaku di tempatnya