Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 11 Ternyata saya sedang hamil


__ADS_3

sesampainya dirumah saya menyimpan semua belanjaanku dimeja rasanya tubuhku Lelah sekali,perutku juga kembali kram Saya tidak tau apa penyebabnya


Apa mungkin karena akan datang bulan!!? tanyaku pada diriku sendiri


walaupun tubuh ku terasa lemas saya tetap menyempatkan untuk beres-beres rumah seperti menyapu, mengepel dan mencuci pakaian yang sudah kurendam subuh tadi


setelah semua beres saya kembali kedalam kamar dan merebahkan tubuhku sejenak untuk mengistirahatkannya sebelum memasak untuk makan siang dan menjemput anak-anak dari sekolah mereka


baru saja mataku terpejam terdengar suara pintu diketuk


saya bergegas banqun untuk melihat siapa yang datang


dengan berat kakiku kuseret keluar dari kamar untungnya kamarku berada didekat ruang tamu jadi saya tidak terlalu jauh untuk berjalan


ceklek


krieeeet


pintu kubuka perlahan dan ternyata ada bude Yana yang membawa kantong kresek bening hingga saya bisa langsung tau apa isi kantong kresek yang dibawa Bude yana


"Assalamualaikum Nai,kamu lagi istirahat ya!?"tanya Bude yana


"waalaikumsalam,mari masuk bude"


"tidak kok bude, kebetulan pekerjaan rumah sudah selesai samua jadi ya saya rebahan aja dikamar nunggu waktu untuk jemput anak-anak "ucapku mengajak bude yana masuk kedalam rumah


"ini Nai,pakde sama bude tadi lagi panen sayur yang ada dikebun belakang rumah " ucap Bude yana menyodorkan kantong plastik berisi sayuran padaku


"wah makasih banyak Bude,kok repot-repot "jawabku


"tidak repot Nai,orang Bude jalan sedikit aja kesini lagian juga sayurannya baru dipetik jadi masih segat"jawab bude yana


"wah ada jagung juga,pasti anak-anak suka kalau dibuat perkedel jagung "ucapku mengangkat satu buah jagung


"oh mereka suka juga dengan perkedel jagung !??"tanya Bude yana


"suka bude, apalagi sibungsu dia suka banget sama perkedel jagung sama sayur bening yang pakai jagung manis kayak gini bude"jawabku


"maksud kamu Bima Nai ?!"tanya bude,saya mengernyitkan kening bingung


"hehehe maksud bude itu Abimanyu tapi saya lebih suka panggil dia dengan sebutan Bima ketimbang Abi


karena menurut bude nama Bima itu melambangkan seorang lelaki yang perkasa, bertanggung jawab dan tangguh"ucap Bude yana menjelaskan maksud pertanyaannya


"oh..hehehe" saya hanya cengengesan mendengar ucapan Bude


"nggak apa-apa kan Nai kalau anak Kamu itu Bude panggil dengan sebutan Bima saja"ucap Bude yana


"iya bude nggak apa-apa,kan itu juga namanya "jawabku tersenyum dengan tulus,ada binaran bahagia diwajah tuanya


"pakde mu itu doyan sekali sama yang namanya perkedel jagung sama sayur bening yang juga ada jagungnya sama seperti Bima " ucap Bude yana


"masa sih bude"jawabku


"iya Nai, kalau bude masak dengan menu iti pasti pakde nambah-nambah terus "ucap Bude yana cekikikan


saya pun ikut tertawa mendengar ucapan Bude

__ADS_1


"Nai kok wajah kamu pucat nak,apa kamu sakit!?"tanya bude yana lagi


"tidak bude, saya tidak sakit cuma beberapa hari ini badanku mudah Lelah dan perutku sering keram, mungkin saya kecapean ya Bude "jawabku


"iya nak mungkin saja, sebentar sore bude temani kamu periksa ya,kita periksa di rumah bu Bidan wayan


rumahnya dekat kok dari sini tapi dia itu melayani pemeriksaan aaat sore sampai malam"ucap Bude yana


"nggak usah deh bude,dibawa istirahat pasti udah baikan" tolakku secara halus karena saya tidak ingin merepotkan beliau


"nggak ada penolakan Nai,kalau kamu sakit siapa yang bakal mengurus anak-anakmu Nak"ucap bude yana lembut namun tegas tak bisa dibantah


benar kata Bude yana jika saya sakit siapa yang akan mengurus Anak-anakku


"iya bude,tapi nanti temani ya bude"jawabku menyetujui ajakan Bude yana untuk memeriksakan diri pada ibu bidan Wayan


"iya nanti bude temani, sekarang bude pulang dulu ya takutnya pakdemu nyariin bude


kamu istirahat jangan terlalu capek"ucap Bude yana penuh perhatian


"iya bude, sekali lagi terimakasih banyak ya "ucapku memeluk tubuhnya dari samping


"sama-sama Nai,bude serasa dapat anak Perempuan lagi"ucapnya sambil tersenyum dan menepuk pelan tanganku yang melingkar ditubuhnya


"Naina juga bude,serasa sedang memeluk ibu Naina "jawabku


"ya sudah,bude pulang dulu ya kamu istirahat aja"ucap Bude yana saat kulepaskan pelukanku


"iya Bude "jawabku mengantarkan Bude yana sampai teras rumah


setelah Bude yana pulang saya segera membawa sayuran kedapur


kurebahkan tubuhku kembali kekasurku dan mencoba untuk memejamkannya namun tidak bisa mungkin karena selama ini saya tidak biasa bersantai seperti ini


banyaknya pekerjaan rumah yang harus kulakukan sendiri dirumah besar milik orang tua mas bara hingga saya hanya bisa merebahkan tubuh saat malam menjelang


akhirnya kuputuskan untuk kedapur,saya akan membuat perkedel jagung dan sayur bening untuk anak-anak juga untuk pakde dan Bude


sayur bening ku sudah masak dan adonan perkedel jagungkun pun sudah jadi tinggal digoreng saja,Nasi ku pun sudah matang


ku raih ponselku yang kuletakkan dimeja makan dan melihat jam ternyata sudah jam setengah dua belas


adonan perkedel ku saya simpan dulu nanti setelah menjemput anak-anak,adonan perkedel itu saya Goreng biar enak dimakan hangat-hangat


setelah menjemput Attar dan Abi dari sekolah dan membawanya pulang kerumah


saya kembali pergi untuk menjemput kedua putra sulungku


"bang mama bisa minta tolong nggak !??" tanyaku pada akza


"minta tolong apa ma!??" jawab akza


"ini sayang,bisa nggak kamu antar kesebelah dirumah Uti " ucapku memperlihatkan sebuah rantang makanan yang kudapatkan dalam lemari


"ini isinya apa ma!??"tanya akza penasaran


"perkedel jagung sama sayur bening sayang,tadi uti ngasi mama sayur sama jagung manis ya mama buat aja "jawabku

__ADS_1


"oh,ya sudah ma sini abang antar kerumahnya Uti "ucap Akza


"Bang biar dede aja yang Atar"jawab Abi tiba-tiba


"beneran dek!?"tanya Akza memastikan ucapan adiknya


"beneran bang" jawab abi yakin


"apa tidak berat aayang,lagian itu juga panas loh"ucapku khawatir abi ketumpahan kuah sayur


"nggak kok ma Abi bisa kok"jawabnya


"ya sudah,tapi adek harus hati-hati ya"ucapku


"oke ma"jawabnya memperlihatkan gigi ompongnya


abi ingin mengambil tantangan itu tapi dilarang Oleh kakaknya


" biar abang yang bawa dulu adek ambil rantangannya didepan aja ya biar nggak terlalu jauh angkatnya"ucap akza pada adiknya itu dan Abi hanya mengangguk


"cepat kembali ya sayang,kita makan siang sama-sama "ucapku sebelum mereka keluar dari dalam rumah


"iya ma"jawab mereka


mereka berdua pun berjalan keluar dan akza menjinjing rantang itu


tak berselang beberapa menit mereka sudah kembali dan kami pun makan siang bersama


...****************...


Sore menjelang setelah sholat ashar Bude yana datang kembali kerumah kontarakanku, seperti janji kami pagi tadi Bude yana akan menemaniku untuk memeriksakan diri pada Bu Bidan wayan


benar kata bude yana rumah bidan Wayan tidak terlalu jauh dari rumah kami


saat kami memasuki halaman Bidan Wayan disana terlihat ada beberapa orang yang duduk mungkin mereka juga ingin berobat


"eh Bude yana,mau berobat juga ya Bude "ucap seorang Ibu berbadan tambun menyapa Bude yana


"iya Mir,ini ponakanku yang saya temenin maklum masih baru jadi ya ditemenin dulu"jawab bude yana dan saya hanya tersenyum pada ibu itu


"oh ini yang sekarang tinggal dirumah bude yanti ya bude?"tanya nya lagi


"iya mar"jawab bude yana terlihat malas meladeni ibu-ibu itu


beberapa menit kemudian orang itu giliran dipanggil masuk kedalam ruangan pemeriksaan Bidan wayan


dua orang yang lain pun sudah dipanggil dan pulang setelah diperiksa kini giliranku untuk memeriksakan diri


"selamat sore bu "ucap Bidan Wayan ramah


"sore bu bidan"jawabku


"ada yang bisa saya bantu Bu... "ucapnya lagi


"nama saya Naina Bu bidan "ucapku memperkenalkan diri


"ini Bu bidan,saya beberapa hari ini merasakan gampang lelah perutku juga seru keram "ucapku menyampaikan semua keluhan ku

__ADS_1


"Mari bu Naina, silahkan berbaring telentang biar saya periksa dulu perutnya " ucap bu bidan


__ADS_2