Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 70 Alhamdulillah


__ADS_3

 Pov David


Alhamdulillah akhirnya hari ini saya dan Naina resmi menjadi pasangan suami istri


wanita tangguh itu yang telah mampu mencuri hati dan perhatianku,banyak wanita diluaran sana tapi Naina berbeda dengan mereka


Naina wanita penyayang, adikku saja lengket dengannya sampai-sampai adikku memanggilnya mama karena kasih sayang yang tidak didapatkan penuh dari mamaku yang selalu sibuk bekerja bersama papa kini mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Naina


Naina juga mengajariku untuk ikhlas


saya bersyukur mama dan papa tidak mempermasalahkan tentang status Naina yang seorang janda beranak lima


awalnya mama dan papa syok saat saya mengatakan ingin meminang seorang wanita namun statusnya bukan gadis namun seorang janda yang memiliki banyak anak


"apakah tidak ada wanita lain Dav?" tanya mama waktu itu


"banyak ma tapi david nyaman dengannya Dafa juga sangat dekat dengannya dia begitu menyayangi Dafa "jawabku


"tapi kan vid anaknya itu loh banyak "ucap mama lagi


"david mampu kok ma ngehidupin mereka semua lagi pula Naina bukan pengangguran


kue-kue favorit mama dan kopi favorit papa itu semua buatan tangan Naina "ucapku


"hah??? yang bener kamu!?"tanya mama terkejut


"ya benarlah ma,buat apa david bongin mama dan papa!" jawabku


"kalau mama mau kita minum kopi ditoko kuenya yuk sekalian mama kenalan dengan Naina dan mama bisa menilainya langsung dan lihat interaksi Dafa jika bertemu dengan mereka "ucapku lagi mencoba meyakinkan mama dan papa


"ya sudah ayo kita berangkat papa jadi penasaran bagaimana rupa seorang Naina yang mampu mencairkan gunung Es"ucap papa mengejekku


mama hanya cekikikan mendengar ucapan papa


kini kami telah sampai di depan toko kue Naina kami pun turun dan Dafa langsung berlari menuju kerumah Naina saat sudah turun dari mobil


"Dafa kamu mau kemana !?"tanya Mama


"mau kerumah mama Nai,mau ketemu baby Dewi kangen soalnya ma"ucap dafa lalu melanjutkan langkahnya


"ma pa ayo kita kesana "ajakku pada mama dan papa


kami pun duduk di bangku yang ada didepan toko lalu Rani pegawai Naina datang menghampiri kami


"selamat siang pak David,mau pesan Apa !?"tanya Rani


"Ran,nasi campur nya masih ada nggak !?" tanyaku pada Rani


"sudah habis pak tadi waktu istirahat karyawan bapak rata-rata makan siang disini pak seperti biasanya "jawab Rani


"saya pesan yang biasa aja ya ran! trus untuk dafa juga yang biasa dia pesan kalau mama sama papa mau pesan apa!?" ucapku pada Rani lalu bertanya kepada mama dan papa


"memangnya menunya apa disini !?"tanya mama


"tuh daftar menunya ada didepan mama,mama juga bisa pilih langsung cake nya tuh dietalase dan di freezer banyak macam kue dan cake "jawabku


lalu mama berdiri dari duduknya dan berjalan kearah etalase kue, mama mulai memilih bermacam rasa kue juga cake untuknya dan papa


tak berapa lama Mala dan rani datang membawa pesanan kami ternyata mama memilih teh tarik untuk minumnya dan kopi untuk papa


"mama bisa habisin kue-kue itu?!" tanyaku sedikit heran pada mama karena biasanya dia akan memilih-milih makanan apalagi makanan yang manis-manis

__ADS_1


"kalau nggak habis ya dibungkus lah dav"jawab mama


mama mulai memakan cake coklat lava


"emm...ini enak banget, nggak kalah enak sama cake diresto- resto terkenal


papa coba deh " ucap mama lalu menyemdokkan kemulut papa


papa pun membuka mulutnya menerima suapan mama


"emmm....benar ini enak banget "ucap papa


"teh tariknya juga enak" ucap mama lagi setelah menyeruput teh tarik dinginnya


"kopinya juga enak apalagi diminum hangat-hangat kayak gini "ucap papa


"Pantas aja karyawan di pabrik senang makan disini, kue-kue nya rasanya enak-enak,tapi kalau mereka kesini mereka makan apa dav masa makan kue dan kopi sebagai makan siang ?!"tanya mama


"disini itu naina menyediakan menu sarapan seperti bubur ayam, bubur jagung, bubur kacang ijo dan beras ketan


Naina juga menyediakan nasi uduk dan nasi campur "jawabku dan terlihat mama manggut-manggut karena melihat ada piring bekas lauk yang belum sempat mala dab Rani bersihkan karena banyaknya pelanggan


ya memang karyawan di pabrik milikku lebih senang memesan makanan ataupun makan siang di tempat Naina ini selain rasa masakannya enak harganya pun sangat terjangkau bagi para karyawan tak sedikit juga yang kasbon apalagi masih tanggal tua


pernah sekali saya bertanya pada Naina, apakah tidak takut jika karyawan itu tidak membayar?! namun jawabannya sungguh membuatku semakin kagum padanya


"nggak apa-apa mas, kalau memang mereka nggak bayar berarti mereka nggak mampu dan saya ikhlas dan itu menjadi tabungan saya nanti di akhirat kelak


itukan sama saja secara tidak langsung saya membantu mereka meringankan bebannya "jawabnya kala itu


"tapi kalau mereka memang sengaja tidak ingin membayar sedangkan mereka mampu "tanyaku lagi


"saya ikhlas mas insya Allah, Allah melipat gandakan balasannya karena Allah tidak pernah tidur dia tau mana hambanya yang sengaja dan tidak sengja maupun terpaksa melakukan hal seperti itu "jawabnya lagi


"insya Allah saya yakin pasti ada saja Jalan keluarnya,lagian mungkin Reski orang-orang itu pada saya dan mereka mengambilnya dengan jalan seperti itu


sekali lagi saya ikhlas semoga saya bisa terus memberikan gaji yang layak untuk semua karyawanku karena mereka punya banyak tanggungan diluar sana


mereka rela bekerja siang sampai malam demi untuk


menghidupi keluarganya "itulah jawaban Naina


ya Allah terbuat dari apa hati wanita tangguh ini kenapa dia begitu baik


merelakan jualannya untuk orang lain yang keuntungannya tidaklah seberapa namun reski Naina seakan-akan mengalir dari berbagai sumber


"Dav ,David calon kamu mana!"tanya mama penasaran sambil celingak-celinguk memperhatikan sekitarnya


tak berapa lama Dafa datang sambil menggendong Dewi


"papa"ucap Putri kecil Naina yang selalu memanggilku papa Jika bertemu Saya juga tidak mengerti mengapa anak itu memanggilku seperti itu


"Vid kok anak kecil itu memanggilmu papa!?" tanya mama


"itu putrinya Naina ma,mungkin karena sedari lahir dia nggak ngeliat yang namanya seorang ayah "jawabku tersenyum


"antel au papa"jawab Dewi meronta digendongan Dafa


"cantik dan menggemaskan "mama mencolek pipi tembem dewi


"sini sayang "ku ulurkan tanganku pada dewi karena Dafa terlihat sedikit kewalahan

__ADS_1


setelah dewi berada dipangkuanku dia pun sangat tenang memainkan kancing bajuku


"trus Naina yang kamu bilang itu mana!?" tanta mama


"mungkin dirukonya ma"jawabku


"ruko!? memangnya dia ounya ruko lagi!?"tanya Mama


"iya ma tuh rukonya ada disebelah sana"tunjukku pada mama


"memangnya rukonya itu juga buat jual kue!?" tanya mama lagi


"bukan ma disana itu khusus untuk membuat kue dan untuk tempat tinggal karyawannya yang benar-benar tidak punya rumah dan keluarga jadi Naina gampang untuk mengontrol pekerjaan mereka


"wah mama pengen liat cara mereka untuk membuat kue-kue yang lezat itu"ucap mama kegirangan


"nanti ya ma kita izin dulu dengan pemiliknya "jawabku dan mama mengangguk anggukkan kepalanya


"Ran saya bisa minta tolong nggak !?" tanyaku pada rani saat melewati tempat duduk kami setelah mengantarkan pesanan orang


"mau minta tolong apa pak, kalau bisa saya bantu saya pasti membantu bapak "jawab rani


"bisa tidak kami bertemu dengan bu Naina "ucapku


"oh kalau begitu tunggu ya pak saya panggilkan dulu soalnya bu Naina lagi kebanjiran pesanan "jawab rani lalu meninggalkan kami dan menuju ke ruko dimana naina berada


tak berselang beberapa menit Rani datang bersama Naina


"eh mas David,ada apa ya mas!?" tanya Naina kala itu


"oh iya Nai, kenalkan ini papa dan mamaku"jawabku memperkenalkan kedua orang tuaku


"oh,saya Naina tante om"ucap Naina mengulurkan tangannya pada mama dan papa


mama dan papa menyambut uluran tangan Naina tak lama ke empat anak Naina datang karena baru pulang dari sekolah


mungkin karena melihat kami sedang berkumpul didepan toko kue ibunya jadi mereka pun ikut bergabung


"sudah pulang nak!? kenapa tidak langsung pulang Sayang !?" tanya Naina pada ke empat putranya yang mencium punggung tangannya lalu beralih mencium punggung tangan kami Juga


mama dan papa terlihat takjub melihat kesopanan anak-anak Naina


"kak Dafa ayo kita kerumah " ucap Akza anak sulung Naina


"oh iya ayo"jawab adikku Dafa


mama dan papa tersenyum melihat adikku terlihat bahagia ada diantara mereka


lalu mereka berpamitan untuk pulang kerumah Naina


"begini Nai mama ingin menyaksikan langsung pembuatan kue kamu, apakah boleh!?"tanya ku pada Naina menyampaikan keinginan mama


"oh tentu saja boleh,mari tante.Rani mala ibu kembali keruko ya"ucap Naina dan berpamitan kepada karyawannya


"iya bu"jawab kedua karyawan Naina itu


begitu dihargainya karyawannya sampai menyempatkan diri pamit pada mereka bisa saja kan Naina pergi begitu saja


inilah yang membuatku semakin tertarik dan kagum pada wanita hebat ini


dan mulai hari itu mama akrab dengan Naina dan menerima Naina apa adanya

__ADS_1


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah karena telah memberikanku pendamping hidup yang baik dan Soleha semoga pernikahan kami ini yang terakhir dan selamanya


aamiin "


__ADS_2