Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 84 Naina makin manja


__ADS_3

seminggu sudah Setelah pernikahan sari


sari masih saja bekerja ditempat Naina El-faro tidak melarang istrinya itu karena El-faro merasa Istrinya akan merasa nyaman jika berada ditempat Naina


Naina merasa sangat senang karena sari madu bisa bekerja ditempatnya


awalnya Naina merasa khawatir jika sari tidak lagi bekerja karena Naina akan kesulitan menyelesaikan pesanan orang karena kehamilannya kali ini sangatlah sensitif


dia akan merasa cepat lelah dan mudah lapar


Naina juga selalu ingin merebahkan tubuhnya berbeda saat hamil Putrinya dewi


Naina seperti punya kekuatan lebih untuk menjalankan kesehariannya sehingga Naina walaupun sedang hamil besar bisa menghandle semua pasanan yang masuk


tapi kali ini Naina merasa tubuhnya sangat lemas bekerja sedikit saja pasti akan terasa sangat lelah


Naina merasa sangat terbantu karena sari bisa membimbing teman-temannya yang lain jika ada pesanan yang masuk dan Naina tidak bisa ikut membantu


seperti hari ini Naina sangat malas beranjak dari tempat tidurnya selalu ingin rebahan


bahkan makan saja Naina minta disuapi oleh suaminya


mandipun minta di mandiin oleh suaminya itu, Naina sangat bersyukur karena suaminya tidak pernah menolak ataupun mengeluh jika Naina meminta yanga aneh-aneh


"pa gemdong"rengek Naina pada suaminya melebihi Dewi


"astadada mama,tuda becal macih binta dendong papa ck...ck..."ucap dewi geleng-geleng kepala melihat mamanya digendongan papanya


dewi berkacak pinggang seperti seorang ibu memarahi anaknya


Naina dan david Tertawa melihat putrinya mereka itu


"biarin aja kamu pasti iri kan !? mama digendong papa sedangkan kamu enggak !" ucap Naina menggoda putrinya


"atu tan bemang pidat bau pidendong pama papa talena wewi cuda becal pidat taya mama macih manda huh"jawab Dewi dengan sombongnya


"pa lihat putrimu berlagak seperti orang dewasa saja, ngomongnya saja masih cadel " ucap Naina pada suaminya dan david hanya tertawa kecil mendengar ucapan istrinya itu


"ayo lulun mama, tasian papa talo pidendong mama mala-mala" ucap dewi masih berkacak pinggang


"lama-lama dek bukan mala-mala "ucap david memperbaiki ucapan putrinya itu


"ck biya ipu matsudna papa" jawab dewi berdecak kesal mendengar ucapan papanya

__ADS_1


"sayang turun,apa kamu tidak kasihan melihat wajah kesal putrimu sangat menggemaskan "ucap david namun Naina tidak turun dari gendongan suaminya itu tapi mendusel-duselkan hidung mancungnya di curuk leher suaminya yang membuat sang suami merasa tubuhnya meremang karena hembusan nafas Naina mengenai kulit lehernya


"biar begini dulu ya mas,saya masih ingin mencium bau aroma tubuhmu rasanya sangat menegangkan"jawab Naina


Naina bukan hanya mencium leher putih dan bersih Suaminya bahkan Naina menggigitnya pelan sehingga David semakin tak karuan


"sayang kamu sudah membangunkan singaku yang sedang tertidur dan kamu harus tanggung jawab " ucap David dan ucapannya itu membuat Naina terkekeh


lalu segera turun dari gendongan suaminya dan segera menggendong Putrinya dan berjalan cepat keluar dari rumahnya sebelum suaminya menerkamnya dan membuatnya berolahraga pagi


"sayang kamu ya,tega banget sama mas"ucap david mengejar Naina keluar dari dalam rumah


Naina dan dewi dalam gendongannya kini berdiri disamping mobil david yang pintunya sengaja Naina buka


"ayo mas nanti kamu terlambat loh" ucap Naina masih saja terkekeh melihat wajah kesal suaminya itu


"biya woh papa banti pelbambat masut teljana,bayo pepat bait bobilna" ucap Dewi dan membuat Naina semakin terkekeh


"awas kamu ya Sayang sebentar malam kamu harus tanggung jawab " kata David pada istrinya itu Naina tersenyum mendengar ucapan suaminya


David naik keatas mobilnya walaupun sebenarnya tidak rela karena ada yang tegak tapi bukan keadilan


ada yang ingin di nina bobokan tapi bukan Bayi,david mengacak rambutnya prustasi karena harus kekantor karena ada rapat dikantornya


"akhhhh,sayang kamu tega sama mas Rasanya sangat tidak enak sayang "ucap David sendu


David sangat tau bagaimana tingkah Naina selama hamil


Naina sangat suka dengan bau badan David sampai-sampai david harus rela tidak segera mandi saat baru pulang kerja karena Naina akan lengket padanya


David akan mandi jika Naina sudah melepaskannya


David sangat senang istrinya itu sangat manja padanya


David segera menuju kantornya,david tidak butuh waktu lama hingga harus sampai di kantornya karena jarak rumah dan kantornya hanya membutuhkan waktu 25 menit


sedangkan Naina setelah suaminya berangkat bekerja,dia pun menuju ruko dimana dia dan karyawannya mengais rezeki mereka


"buk, tadi ada yang memesan kue sebanyak 2000 biji " ucap siti


"loh siti kamu nggak sekolah !?" tanya Naina saat melihat siti juga ada diruko jam segini


"hehehe hari ini nggak belajar bu guru-gurunya lagi ada rapat komite,dari pada disekolah cuma ngegosip nggak guna mending disini bantu-bantu "jawab siti cengengesan

__ADS_1


"oh begitu ya,oh iya tadi kamu bilang ada pesanan kue 2000 biji!? apa yang pesan itu dua orang atau hanya satu orang !?" tanya Naina


"satu orang bu" sahut siti


"wah banyak juga ya, memangnya acara apa!?" tanya Naina penasaran


"acara pernikahan bu di hotel Permana "jawab siti


"bagaimana teman-teman apa kalian bisa mengambil pesanan ini!?" tanya Naina pada karyawannya karena Naina tidak ingin memaksa tenaga karyawannya jika mereka tidak sanggup maka Naina akan menolak pesanan mereka


inilah yang membuat karyawannya betah bekerja padanya karena Naina tidak pernah memutuskan sendiri Naina selalu meminta pendapat mereka dan bertanya pada mereka apakah sanggup atau tidak mengerjakan pesanan itu


"insya Allah bisa bu" jawab mereka serempak


"Alhamdulillah,kapan mereka akan mengambilnya ti!?" tanya Naina


"Minggu depan bu"jawab siti


"oh kalau begitu kita selesaikan semua pesanan yang sudah di order duluan " ucao Naina dan diangguki oleh semuanya


"bu ini sudah siap untuk diantarkan" ucap iwan datang mendekati Naina


"oh ya sudah kalian antarkan pesanan yang sudah siap" jawab Naina


"iya bu kami sudah siap berangkat "Jawab Iwan dan di angguki oleh Rasyid dan Rasya


mobil pengantaran Naina sekarang sudah ada tiga sehingga memudahkan mereka mengantarkan banyaknya pesanan dengan waktu yang bersamaan


Naina segera membantu pekerjaan karyawannya semampunya, sebenarnya semua karyawannya meminta Naina untuk beristirahat namun Naina merasa lebih senang jika bekerja membantu karyawannya walaupun tidak banyak yang bisa dilakukannya


Naina sangat bersyukur karena sari dan karyawan yang lainnya isa diandalkannya mereka saling bahu-membahu dan saling bantu membantu sehingga pekerjaan mereka terasa ringan


"eh sepertinya panas-panas begini enaknya makan es buah" ucap Naina


"memangnya ibu mau!?" tamya Rahma


"mau" jawab Naina


"saya belikan ya bu" ucap Rahma


"iya amah kamu beli ya ini uang sekalian buat kita semua biar kerjanya semangat" ucap Naina menyodorkan beberapa lembar uang merah yang diambilnya dari dalam laci mejanya


"iya bu,tapi ibu mau es buah apa !?" tanya Rahma

__ADS_1


"es kelapa muda aja pasti segar " jawab Naina dan Rahma pun mulai menanyai satu persatu teman-temannya es buah apa yang mereka inginkan


setelah menulis semua pesanan orang Rahma dan Siti pergi untuk membelinya


__ADS_2