Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima

Di Usir Ibu Mertua Dan Ditalak Suami Saat Hamil Anak Kelima
Bab 89 Calon pelakor


__ADS_3

"mas, maafkan saya mas apakah tidak ada lagi kesempatan untukku !?" tanya perempuan itu dan Arya sudah mengerti apa yang sudah terjadi pada mereka dimasa lalu


"maaf saya harus pergi,dan tidak ada lagi kesempatan apapun untukmu karena ada hati yang harus saya jaga


jadi saya harap kamu jangan menggangguku lagi " ucap David lalu berjalan pergi meninggalkan Serly terpaku di tempatnya


Arya mengikuti langkah David menuju hotel yang mereka tampati untuk meeting


Hotel itu berada di seberang jalan berhadapan dengan restoran yang mereka tempati untuk makan siang


sedangkan Serly menatap punggung lebar lelaki yang pernah mencintainya


"saya akan mendapatkanmu lagi David, karena kau hanyalah milikku "gumam Serly dengan senyuman sinisnya


Arya yang berjalan di belakang bos-nya itu sesekali menoleh melihat wanita yang tadi menemui Bos-nya itu dan tanpa sengaja arya melihat Serly tersenyum sinis


arya bergidik ngeri melihat itu


"ternyata iblis itu nyata ya" batin Arya


"saya tidak akan membiarkan pelakor merusak rumah tangga Mbak Naina,cukup sudah dia menderita selama ini dan saya yakin pak David juga pria yang setia "arya terus berbicara dalam hatinya


kini mereka telah sampai di hotel yang mereka tuju, mereka berdua segera masuk kedalam restoran tempat mereka akan melakukan meeting


"ada yang bisa saya bantu pak!?" tanya salah seorang pelayan saat mereka masuk kedalam restoran hotel itu


"iya mas kami ada janji dengan tuan Rajendra, apakah tuan Rajendra sudah datang !?" tanya Arya pada pelayan itu


"oh tuan Rajendra,mari saya antar kemejanya tapi maaf tuan Rajendra Nya belum datang mungkin beliau terjebak macet"jawab pelayan tersebut


"terjebak macet!? perasaan tuan Rajendra nginap di hotel ini ya bos!?" ucap Arya berbisik pada David karena bingung dengan apa yang di ucapkan pelayan itu dan apa yang di ucapkan oleh asisten tuan Rajendra


"entah lah arya mana yang salah dan mana yang benar " jawab david ikut berbisik


kini mereka sudah berada di ruangan VIP restoran itu yang telah dipesan oleh tuan Rajendra


"silahkan tuan-tuan ini ruangan yang dipesan oleh tuan Rajendra " ucap pelayan itu mempersilahkan mereka berdua masuk kedalam ruangan itu


david dan Arya pun masuk kedalam ruangan itu dan duduk di meja yang telah disediakan didalam


"apa tuan-tuan ingin memesan sesuatu !?" tanya pelayan itu


"saya pesan kopi capuccino dan kue ini" jawab David lalu menunjuk sebuah kue dalam daftar menu yang diberikan oleh pelayan itu


"saya juga kopi latte dan kue ini" ucap Arya pada pelayan itu


"baik tuan-tuan kalau begitu pesanannya di tunggu sebentar ya" jawab sang pelayan ramah


mereka berdua hanya mengangguk


tak berapa lama ada orang yang membuka pintu dari luar dan ternyata tuan Rajendra dan sekretarisnya


david dan arya terkejut saat melihat siapa yang datang bersama tuan Rajendra dan sebisa mungkin David menetralkan rasa terkejutnya dan kini wajahnya kembali terlihat datar dan dingin

__ADS_1


"maaf menunggu lama tuan David " ucap tuan Rajendra menyalami tangan David dan Arya


"tidak apa-apa tuan kami juga baru datang " jawab david


"oh iya kenalkan ini Serly sekretaris saya "ucap tuan Rajendra


"ih iya tuan" jawab david mengangguk


tuan Rajendra Duduk dihadapan david dan Arya sedangkan Serly langsung mengambil tempat duduk disamping david


dengan senyuman genitnya Namun David sama sekali tidak menghiraukannya


kini pelayan datang membawa pesanan david dan arya serta pesanan tuan Rajendra dan Serly yang sudah dipesan nya sebelum masuk keruangan yang mereka pesan dimana david dan Arya menunggu


"kenapa hanya memesan minuman saja tuan david !?" tanya tuan Rajendra


"kami sebelum datang kemari sudah makan siang tuan" jawab david


Serly terus menatap wajah tampan David


"sebentar lagi kamu akan menjadi milikku sayang ucap Serly dalam hati


Arya yang melihat gerak gerik Serly mencurigakan merasa jika Serly merencanakan sesuatu untuk tuannya


"ini cewek sepertinya calon pelakor saya jadi curiga jika dia memasukkan sesuatu dalam minuman si bos "ucap Arya membatin


"baiklah tuan david bagaimana dengan kerja sama kita !?" tanya tuan Rajendra


arya juga ikut serius membantu david menjelaskan tentang kerja sama mereka


sedangkan serly terus saja mencuri kesempatan untuk bIsa menyentuh david, tangannya yang di bawah meja sering mengelus paha david walaupun David selalu menepis tangannya dengan kasar namun serly tidak peduli


Arya melihat bos duduk dengan gelisah dan Arya terus mencari cara agar bosnya bisa menghindari Serly


"kalau begitu saya serahkan ini di urus oleh sekretaris saya pak david" ucap tuan Rajendra dan itu membuat Serly tersenyum penuh arti


david terdiam karena tidak menyangka jika tuan Rajendra menyerahkan semua pada serly


"oh begitu ya tuan?i" jawab David


"oh kalau begitu biar saya saja yang kerjakan ini semua tuan" ucap arya tiba-tiba


David menoleh dan menatap asistennya penuh tanda tanya


"tidak apa-apa tuan biar saya saja yang menangani ini semua karena tuan kan sedang tidak enak badan " ucap Arya mencoba senatural mungkin


david tersenyum pada asistennya itu lalu menganggukkan kepalanya dan menepuk pundak Arya pelan


"baiklah arya saya percayakan pekerjaan ini kamu yang selesaikan bersama nona Serly "jawab David bahagia karena asistennya Sangat mengerti jika dia tidak ingin terlalu sering berinteraksi dengan wanita disampingnya


"tenang saja tuan insyaallah saya bisa menanganinya " ucap arya ikut tersenyum dan tuan Rajendra terlihat mengerutkan keningnya karena bukan seperti ini yang disepakatinya bersama sang sekretaris seksinya itu


Serly mengepalkan tangannya kuat hingga kukunya membekas ditelapak tangannya

__ADS_1


Arya Berdiri dari duduknya dan meminta bosnya untuk pindah ketempat duduk yang tadi didudukinya


Serly semakin kesal dengan apa yang dilakukan oleh Arya


"sialan pria ini" ucap Serly kesal dalam hatinya


dengan gerakan cepat Arya menukar minuman david yang ada dihadapannya dengan minuman Serly yang sengaja tadi didekatkan pada minuman david


peluang inilah yang membuat Arya punya ide untuk bertukar tempat dengan sang bos dan arya juga melihat perempuan calon pelakor itu juga memesan minuman yang sama


David sama sekali tidak tau dengan apa yang di rencanakan oleh asistennya itu


setelah minuman itu ditukar oleh Arya,arya segera menyerahkan minuman itu pada david dan menukar dengan minumannya yang ada dihadapan david


Serly kembali tersenyum saat melihat david meminum minumannya


"sebentar lagi kamu akan menjadi milikku david sayang, nikmatilah minumanmu itu


minuman spesial dariku" ucap Serly dalam hati


"tersenyumlah ulat keket saya akan mempermalukanmu sebelum kamu menyentuh bosku"ucap Arya dalam hati


"baiklah kalau begitu saya permisi dan semua kerja sama kita cukup bicarakan saja dengan Serly karena saya akan segera ke Singapore untuk menemani istriku berobat" ucap tuan Rajendra dan david mulai paham mengapa tuan Rajendra menyerahkan pekerjaannya pada Serly


David segera menghabiskan minumannya yang sudah mulai hangat begitu pun dengan Arya segera menghabiskan minumannya karena tuan Rajendra akan segera pergi dari ruangan itu


David tidak ingin memberikan kesempatan kepada serly untuk mendekatinya


david memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit


"anda kenapa tuan!?"


"mungkin ini karena seharian saya diare dan perutku juga kembali melilit dan segera menuntaskannya " ucap david pada Arya


"apakah ingin saya antar ketoilet tuan!?" tanya Arya


"tidak usah kamu tunggu saya saja di lobby hotel" jawab david dan bergegas menuju ke toilet


sedangkan juga segera menghabiskan minumannya Karena ingin menyusul david ketoilet dan menjalankan rencananya menjebak david dan membawanya kekamar hotel tempatnya menginap semalam bersama sang bos


Serly tersenyum penuh kemenangan karena mengira obat yang dicampurkan keminuman david bereaksi


"cepat juga obat itu bereaksi " ucap Serly tersenyum licik


Saat akan beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba saja kepala Serly seperti terputar-putar dan badannya terasa panas


"sialan kenapa obatnya bereaksi juga padaku,apakah pelayan itu memberikan juga dalam minumanku"lirih Serly namun masih dapat didengar oleh arya


"ternyata benar dugaanku perempuan ini mencampur minuman bos dengan obat perang-s*ng "ucap Arya dalam hati


"anda sepertinya kurang sehat nona mari saya antarkan kekamar anda"ucap arya menyentuh lengan Serly yang terbuka dan sengaja mengelus-elus nya agar Serly semakin kepanasan


Arya tersenyum licik melihat serly semakin blingsatan seperti cacing kepanasan

__ADS_1


__ADS_2