Dinikahi Hot Duda

Dinikahi Hot Duda
28.


__ADS_3

Suara Yuna mengundang keluarga yang lain yang masih berdebat soal baik tidaknya pekan depan untuk mengadakan resepsi, berebut menyerbu ke kamar Nanda.


Kebanyakan mereka memberi tatapan yang tidak mengenakkan tetapi karena Nanda sudah kerap mendapat tatapan seperti itu, jadi dia tidak terlalu peduli. Matanya hanya fokus pada Ibu dan Bapaknya, yang tampak paling terluka dilihat dari mata mereka.


"Benar yang dikatakan Yuna, Buk?" Jika ada kenyataan pahit yang paling ingin Nanda hindari, jawaban iya dari Ibunya adalah satu-satunya. Jadi kenapa mesti dia? Dia sama sekali tidak ada hubungan dengan apa yang dilakukannya. Ini hanya antara dirinya, Axcel dan Diwa ... duda ini tidak ada dalam daftar rencananya, bahkan plan B, C atau cadangan lainnya.


Nuga menekan bibirnya hingga membentuk garis lurus. Kepalanya ingin sekali menggeleng saat menatap orang tua Nanda. Tapi jika itu dilakukannya, justru akan jadi bumerang untuk niat baiknya.


"Nda ... Om—aku bisa jelasin." Nuga akhirnya bersuara.


Nanda menoleh dengan cepat. "Semua ini nggak benar kan?"


Dan itu—pertanyaan Nanda, membuat semua orang saling pandang. Aneh sekali sikap Nanda jika benar dia telah dihamili oleh Nuga. Bukankah seharusnya, Nanda ini sekarang nangis-nangis dan menyesal?


Tapi Nuga yang paham, jika yang diinginkan menikahi Nanda adalah Axcel, segera berdiri dan meminta semua orang keluar kamar.


"Dia mungkin belum sadar keadaan dirinya, jadi biar saya yang pelan-pelan memberinya pengertian."


Semua orang mengangguk, lalu perlahan bubar. Yuna yang bersedekap di luar kamar, membuang muka saat mengikuti yang lain pergi.


Nuga bersyukur dulu tidak mau menikah dengan Yuna, meski atas saran dari orang tuanya. Melihat sikap Yuna yang menurutnya kurang ajar, Nuga hilang respect pada wanita itu.

__ADS_1


Pintu kamar dikunci oleh Nuga, dan ketika berbalik, dilihatnya Nanda tengah berusaha turun dari tempat tidur.


"Mau kemana? Kamu masih lemas." Dengan sigap, Nuga melesat ke arah Nanda dan memegangi tangan Nanda.


"Lepasin, Om!" Nanda berontak dan itu membuat luka di perut Nanda perih, gadis itu mengaduh.


"Kamu abis pendarahan banyak, jadi perut kamu masih terasa sakit." Nuga berusaha untuk tidak membuat Nanda syok dan pingsan sekali lagi. Jadi dia bertutur lembut dan pelan.


Nanda mendengus, dan kembali duduk di ranjang. Matanya menunduk dan meraba pinggangnya yang berbalut perban. Sejenak dia merasakan sesuatu yang aneh soal sikap Nuga.


"Jangan bilang ... Om larang-larang aku pacaran karena Om dari awal ingin menikah denganku!"


Mata Nanda memindai Nuga penuh curiga. Ya, itu sesuai sekali dengan sikap Nuga yang begitu keras melarangnya pacaran. Selain untuk tujuannya sendiri, memangnya motif apa lagi yang paling mungkin atas larangan konyol itu?


"Kan bener?" Nanda membuang muka seraya berdecih. Diamnya Nuga menunjukkan kalau dugaannya itu benar adanya. "Om emang egois."


Nanda menunduk, kemarahannya berubah jadi kesedihan. Dia ingat Axcel dan bagaimana nasibnya nanti. Menjelaskan pernikahannya dengan Nuga yang terang-terangan menentang hubungan mereka, jauh lebih sulit daripada saat memikirkan memutuskan Axcel denhan alasan perjodohannya dengan Diwa. Ini terkesan kalau larangan itu adalah bentuk kecemburuan Nuga padanya.


Axcel pasti berpikir, hubungan mereka hanya jadi selingan saja saat Nuga dan dia bertengkar.


Ini jauh lebih sulit lagi untuk dihadapi. Kemudian dia malah berharap, Axcel tak usah kembali, sehingga tak ada lagi yang harus dijelaskan.

__ADS_1


Tapi, kisahnya sungguh mengerikan. Dia begitu cinta pada Axcel. Mereka berdua saling mencintai.


"Om ... kita harus cerai!" Nanda masih menatap kakinya dengan pandangan kosong, "aku nggak pernah ingin nikah sama Om. Apapun alasannya."


Nuga terkejut, dan tidak bisa lebih terkejut lagi. Nanda ini sebenarnya memikirkan apa? Axcel hanya akan kembali satu tahun lagi paling tidak, jadi bagaimana perut berikut muka Nanda bisa diselamatkan? Atau jangan-jangan ...!


"Nggak, Nda! Jika kamu kukuh menginginkan Axcel, kamu harus berpikir ulang. Jika benar kalian memiliki hubungan yang dalam, seharusnya sebelum semua menjadi sangat runyam seperti sekarang, dia sudah datang dan meminang ... bukan malah merencanakan kuliah di luar negeri!"


Nanda mendongak, menatap Nuga dengan kening yang penuh kerutan. "Maksud Om apa? Om masih kukuh bilang aku dan Axcel hanya main-main? Runyam bagaimana? Bukannya dengan tindakan sok jagoan Om ini, yang bikin semuanya runyam?"


Nuga menghela napas. "Terserah kamu mau bilang apa, Nda ... Tapi Om nggak akan pernah cerai dari kamu! Apapun alasannya! Sekalipun kamu nggak suka, Om nggak akan peduli. Sekarang sebaiknya kamu kembali tidur dan pikirkan baik-baik ucapan kamu! Atau kamu akan nyesel karena udah ngeyel minta pisah dariku!"


"Om ...! Om nggak bisa seenaknya gitu dong! Nikah itu nggak bisa hanya satu orang saja! Jelas aku tuh nggak suka sama Om ya! Meski Om suka setengah mati sama aku, tapi aku—emmph!"


Mungkin itu bisa membungkam mulut Nanda!


*


*


*

__ADS_1


Matlis seharian astaga🤣 hujan angin, listrik mati nyala, baterai sisa beberpa persen saja. Review lama😅


Kurang menderita apa aku hari ini😅


__ADS_2