Dinikahi Hot Duda

Dinikahi Hot Duda
31.


__ADS_3

"Besok, Nanda saya bawa pulang, Yang Ti. Saya nggak tahan lihat perlakuan kalian pada Nanda!"


Pandangan marah Nanda beralih dari Yang Ti ke Nuga. Tidak-tidak ... dia bukan mau itu! Dia ingin berlama-lama di sini! Dia ingin jadi anak kecil yang dimanja ibu bapak, bukan bersama Nuga yang selalu di kekang.


Yang Ti melebarkan kelopak matanya yang sudah keriput. Jelas dia tidak terima. Selama ini Nanda hanya sedang di siapkan jadi istri seorang perwira polisi. Jadi tingkah laku dan akhlak yang baik itu penting kan?


"Opo maksudmu? Sopo yang memperlakukan Nanda ora apik, ha? Jangan kurang ajar kamu, Nuga! Itu fitnah... kami didik Nanda biar jadi istri yang baik. Ndak ada yang namanya perlakuan buruk di sini!"


"Eyang perlu kaca? Barusan Eyang udah bikin Nanda tertindas kan?" Nuga menatap tajam Padmasari. Dia bukan tuli selama Nanda dimarahi, dan keluarganya direndahkan.


"Kamu ini ngaco kalau ngomong!" Padmasari segera beranjak dari duduknya di depan Nanda. "Kamu ini orang baru, jaga sikap sama yang lebih tua! Apa orang tuamu ndak ajari kamu gimana bersikap sama orang tua?"


"Saya hanya diajari untuk menghargai dan menghormati orang yang menghargai dan menghormati orang lain, Eyang. Meski Nanda itu cucu Eyang, tapi tetap harus Eyang hargai keinginan dan pendapatnya. Ini baru toleransi." Entah kenapa Nuga bisa sangat kesal pada nenek Nanda ini. Sikapnya sok, dan angkuh. Berkuasa tapi tidak tahu apa-apa.


Itu telak sekali. Padmasari dibuat tak berkutik mendengar bantahan Nuga yang masuk akal. Dan benar.


Padmasari meninggalkan kamar Nanda dengan cepat setelah menghadiahi Nuga tatapan penuh kekesalan.

__ADS_1


Nuga membuang napas, menatap kepergian Yang Ti yang taat tradisi itu. Tapi mungkin, jika ketegasan Yang Ti ini diperuntukkan untuk Yuna, mungkin bisa bekerja. Yuna terlalu merajalela.


"Serius Om mau bawa aku ke sana?" Nanda sedikit meninggikan suaranya sebagai bentuk protes.


Nuga menoleh, "Ya ... ada masalah?"


"Nikah sama Om itu masalah paling berat yang pernah aku alami ... ngerti gak, sih,Om?!"


"Katakan saja ini kesialan, tapi bagaimana nasibmu? Apa tidak lebih buruk dari sekarang?" Nuga duduk menggantikan posisi Padmasari. Dengan santai memandang Nanda seakan menilai.


"Aku nggak biasa memberi tahu orang lain rencanaku, itu bisa bikin rencanaku kacau!" Nanda masih setia dengan tatapannya yang galak dan tak ramah. Beda sekali dengan sebelum-sebelumnya saat bersama Hima.


Nanda membeliak, seraya memekik. Apa-apaan duda kolot satu ini?!"


"Om apa-apaan?!" Tangan Nanda mendorong bahu Nuga, dengan satu jari.


Nuga melihatnya, lalu terkekeh pelan sebagai bentuk ejekan. "Niat nggak sih ngusirnya? Tendang kek, pukul pake vas kek, pake sepatu mahal, kek ... Bukan mendorong centil begitu itu!"

__ADS_1


"Ish, apa an sih, Om? Nggak lucu tau!" Nanda menjauhkan tangan dan meraih botol air mineral untuk cuci tangan, kemudian menunjukkan tangannya yang udah bersih. "Nih udah suci dari najis dan dosa!"


Nuga tidak tersinggung, malah justru tertawa. "Sini aku kotori lagi, biar besok pagi kamu bisa mandi besar."


Mata Nanda sudah membeliak ke posisi paling lebar, sudah tak bisa lagi membuka lebih lebar dari seharusnya. "Dasar duda kolot dan sok! Orang nggak ngapa-ngapain juga, masa mandi besar?!"


Cibiran Nanda menjadi penyemangat untuk membuat lelucon baru. "Kalau gitu kita ngapa-ngapain biar besok bisa mandi—aduh!"


Mata Nanda membeliak usai mencubit lengan Nuga hingga memelintir. "Jangan macam-macam, ya, Om! Atau Om mau tendang burungnya Biar nggak bisa ngapa-ngapain!"


Nuga meringis kesakitan, tetapi dia tersenyum senang melihat Nanda sudah sedikit ceria. Kasihan sekali gadis ini. Nuga baru tahu kenapa Nanda begitu ngeyel ingin pacaran. Dia hanya ingin menunjukkan pada Yang Ti kalau dia punya power dan segala macam kelebihan yang pantas dikembangkan.


Nuga sepakat dengan sikap Nanda dulu, kendati sudah sangat terlambat. Oleh sebab itu, dia akan menjaga Nanda dengan baik, bahkan akan membantu Nanda jadi orang yang dipandang tinggi oleh keluarganya. Nanda ini hanya salah asuhan, menurut Nuga.


*


*

__ADS_1


*


Bocans dulu, besok lanjut lagi ya😘😘😘


__ADS_2