Dive Into You

Dive Into You
SELAMANYA BERSAMA


__ADS_3

Keheningan memenuhi sepanjang koridor gedung fakultas ekonomi dan bisnis. Dua ruangan sidang kini terisi oleh dua orang mahasiswa yang salah satunya adalah Gauri. Beberapa temannya menjadi penonton juga peserta sidang Gauri. Mereka memberikan dukungan kepada Gauri selama didalam.


Meskipun didepannya terdapat tumpukan berkas yang perlu di tanda tangannya, pikiran Caraka hanya fokus kepada Gauri. Caraka memikirkan hasil sidang Gauri juga rencananya hari ini. Bimo sebenarnya sudah mengatur semuanya sampai selesai, tetapi Caraka masih saja tidak tenang.


Caraka sudah menghubungi beberapa teman dekat Gauri termasuk Satrio untuk ikut hadir hari ini. Lebih penting dari semuanya, Caraka juga sudah meminta ayah dan ibu Gauri untuk datang. Sedangkan Fely, tidak perlu ditanya lagi karena selain Bimo yang membantu Caraka menyiapkan acara hari ini Fely lah yang memegang kendali penuh.


Dari pemesanan tempat hingga memastikan makanan yang disajikan tidak mengecewakan. Dekor dan semua yang dibutuhkan juga sudah dipastikan aman jika berada ditangan Nenek Caraka.


"Udah aman semua Bim?" tanya Caraka di telepon.


"Aman ... Nenek lo udah turun tangan jadi lo ga perlu khawatir," jawab Bimo.


Menarik nafas dalam, Caraka bisa sedikit tenang, "Oke deh." Caraka menutup sambungan telepon.


Di cafe, Aura terlihat sibuk mengerjakan sebuah pesanan cake. Berbeda dari pesanan yang lain, cake ini dibuat dengan lebih hati-hati. Aura memastikan jika ini adalah cake terbaik yang dirinya buat. Caraka memesannya sendiri dengan datang langsung ke cafe pagi tadi.


"Masih lama beresnya?" tanya Bagas yang tiba-tiba masuk ke dapur dan mengagetkan Aura.


"Kaget ... ketuk dulu pintunya kalo masuk," kesal Aura, hampir saja salah satu hiasan yang sedang ditaruhnya jatuh ditempat yang salah.


"Sorry, masih lama beresnya? aku mau keluar dulu bentar," tutur Bagas.


"Masih, nanti kalo udah beres di telepon ... " ucap Aura matanya masih fokus kepada cake nya.


Bagas tiba-tiba di telepon oleh yayasan. Ada beberapa anak didiknya yang di rekomendasikan beasiswa sekolahnya. Sehingga Bagas harus hadir disana sebagai pelatih mereka.


Keheningan lorong fakultas kini berganti menjadi riuh suara selamat yang mengiringi kedua mahasiswa yang telah menyelesaikan sidang mereka. Gauri sedang berfoto dengan dosen pembimbing dan pengujinya sebagai kenang-kenangan. Teman-temannya turut berbahagia melihat Gauri terus tersenyum.


Gauri tidak sabar ingin memberikan kabar bahagia ini kepada Caraka. Setelah acaranya dengan beberapa temannya disini selesai, Gauri akan langsung menghubungi Caraka. Banyak anggota BEM yang hadir disana memberi selamat kepada Gauri. Termasuk Satrio yang sejak tadi ikut menunggu proses sidang Gauri dari luar ruangan.


"Selamat ya ... " tutur Satrio memberikan hadiah kecil untuk Gauri.


"Wah, apa ini? lucu banget ... tumben ngasih hadiah," ledek Gauri kepada Satrio yang malu-malu.


Satrio memang bukan tipe yang memberi hadiah. Namun, khusus hari ini ia memberikan hadiah untuk Gauri sebagai ucapan selamat.


"Udah gausah ngeledek, udah tradisi kok yang beres sidang kita kasih hadiah ... ya kan?" ucap Satrio mencari alasan dengan bertanya kepada beberapa junior nya di BEM.


"Oh iya, nanti pas lo berangkat kasih tau gue ya ... gue mau ikut anter ke bandara."


"Awas aja kalo tiba-tiba pergi ga kasih tau gue," ucap Gauri mengancam Satrio.


Gauri kemudian melanjutkan acara foto-foto dengan teman-temannya yang lain. Masih asyik mengabadikan hari bahagianya hari ini dengan temannya, tanpa menyadari ada seseorang yang sejak tadi tampak gelisah. Caraka tidak berhenti melihat ponselnya. Menunggu kabar dari Gauri tentang hasil sidangnya.


Bimo baru saja sampai kantor kemudian langsung bergegas ke ruangan Caraka. Begitu masuk dirinya dikagetkan dengan kondisi meja Caraka yang penuh dengan berkas menumpuk. Sejak tadi Caraka baru menandatangani tiga berkas saja.

__ADS_1


"Wah gila lo Ka ... dari pagi ngapain aja, itu anak-anak udah banyak yang nunggu konfirmasi dari lo" kesal Bimo menegur Caraka yang tidak bekerja dengan efektif hari ini.


"Eh ... sorry lagi ga fokus gue, bentar ini gue langsung beresin." Caraka kembali fokus terhadap pekerjaannya.


"Inget ya, kalo ada yang ga beres hari ini lo gabisa pulang cepet," tegur Bimo kepada Caraka.


Acaranya sudah selesai, Gauri sedang menunggu Caraka didepan gerbang kampus. Tiba-tiba datang sebuah taksi yang berhenti tepat didepan Gauri. Supir taksi itu menyebutkan nama Gauri dan mengatakan jika dirinya sudah di sewa untuk mengantar Gauri ke beberapa tempat.


Gauri yang kebingungan kemudian menelepon Caraka memastikan yang dikatakan pak supir itu benar.


"Halo ... ini beneran dari kamu Kak?" tanya Gauri serius.


"Iya, naik aja ikutin kemana taksi itu bawa kamu ... kabarin terus ya kalo udah sampe," ucap Caraka kemudian menutup sambungan teleponnya.


Meskipun ragu Gauri akhirnya naik kedalam taksi yang kemudian disambut dengan hangat oleh pak supir. Tempat pertama yang mereka datangi yaitu sebuah butik baju, kemudian toko sepatu dan diakhiri dengan salon kecantikan. Setiap pemberhentian Gauri selalu mengabari Caraka.


Caraka selalu menenangkan Gauri untuk percaya padanya. Caraka sudah menyiapkan sebuah hadiah spesial untuk Gauri hari ini. Selagi Gauri bersiap-siap Caraka juga melakukan hal yang sama. Bimo membantunya memilih kemeja dan jas yang terbaik untuknya.


Sampai lah Gauri di sebuah restoran mewah yang telah di sewa Caraka untuk hari ini. Gauri yang kebingungan disambut oleh Aura dan Bagas didepan restoran. Keduanya kemudian mengantar Gauri kedalam.


Alangkah kagetnya Gauri melihat sebuah dekorasi cantik nan mewah yang ditengahnya berdiri seorang lelaki yang tidak lain adalah Caraka. Keduanya saling bertatapan dan tersenyum hangat satu sama lainnya. Mata Gauri kemudian tertuju kepada kedua orang tuanya yang turut hadir disana.


Berjalan dengan perlahan dan percaya diri, Gauri menghampiri Caraka yang sudah menunggunya. Diiringi dengan musik instrumen yang indah keduanya akhirnya bertemu. Mata Gauri berkaca-kaca, bahagia sekaligus tidak percaya dengan apa yang dirasakannya sekarang.


Caraka kemudian menurunkan tubuhnya lalu mengeluarkan cincin yang sedari tadi dibawanya. Caraka mengangkat cincin itu ke arah Gauri. Kedua mata Gauri terbuka lebar terkejut dengan yang dilihatnya.


"Kak Caraka?" Suara Gauri terdengar bergetar menahan tangis.


"Gauri ... kamu adalah cahaya yang menerobos masuk kedalam kegelapan hidupku, sebuah tangan yang selalu terbuka dan ada saat keadaan ga baik-baik aja, juga sebuah kata dan senyuman hangat yang menenangkan."


"Gauri ... boleh kan kalo aku juga jadi cahaya, tangan yang selalu terbuka, juga kata dan senyuman hangat buat kamu. Bersama selamanya," ucap Caraka menatap dalam Gauri.


Tidak bisa menahan rasa bahagianya, sebuah air mata menetes di pipi Gauri. Gauri meraih tangan Caraka sembari mengangguk mengiyakan. Dengan senyuman bahagia Caraka mengambil jemari Gauri lalu menyempatkan cincin indah dijarinya.


Suara riuh tepuk tangan dan sorak teman-teman dekat mereka yang hadir memenuhi sekeliling acara. Semua orang yang hadir disana ikut berbahagia bersama dengan Gauri dan Caraka. Kini keduanya saling berpelukan satu sama lain.


Tidak ada yang bisa mengalahkan rasa bahagia Gauri hari ini. Semua ini adalah yang selalu dimimpikan olehnya. Caraka lelaki terbaik yang ada di hidupnya, Gauri tidak meminta apapun lagi selain selalu bersama dengannya selamanya.


Gauri dan Caraka kini resmi bertunangan. Acara pernikahan mereka juga akan diadakan secepatnya. Kedua orang tua Gauri juga kakek dan nenek Caraka menyerahkan semuanya kepada Gauri dan Caraka. Mereka juga setuju jika acara pernikahan tidak perlu ditunda lebih lama lagi.


Semua disiapkan dengan matang dibantu dengan beberapa staff kepercayaan Fely. Caraka meminta kepada neneknya agar acara pernikahannya diadakan sederhana saja. Hanya berisi teman dekat dan keluarga saja. Dengan begitu persiapan juga tidak memerlukan waktu lebih lama.


Sampai akhirnya hari yang ditunggu Gauri tiba. Aura menemani Gauri yang sejak pagi sibuk berdandan dibantu Makeup Artist terbaik yang telah disiapkan Fely khusus untuk Gauri. Di lain tempat Caraka mondar mandir gelisah dan gugup. Bahkan saat kompetisi renang saja Caraka tidak pernah se gugup ini.


Ditemani sang ayah, Gauri berjalan mendekati Caraka yang sudah duduk di tengah Ballroom hotel bintang lima yang disewa secara khusus untuk acara pernikahan Gauri dan Caraka hari ini. Dengan senyum yang merekah keduanya saling bertatapan.

__ADS_1


Faisal menyerahkan tangan anaknya kepada Caraka, sepenuhnya memindahkan tanggung jawabnya sebagai ayah kepada Caraka yang akan menjadi suami Gauri. Dibantu pak penghulu dan saksi Caraka berhasil menyelesaikan ijab kabulnya dengan lancar tanpa ada kesalahan.


Gauri tidak menyangka lelaki yang ada didepannya kini telah resmi menjadi suaminya. Imamnya dan kepala keluarga untuk keluarga kecilnya kelak. Lelaki yang selama ini dicintainya, susah dan senang telah mereka lewati bersama. Namun, rasa cinta yang dalam pada keduanya berhasil mengalahkan semua ujian yang hadir di tengah hubungan mereka.


"Terima kasih ya sudah menerima aku menjadi suami kamu, aku janji akan menjadi suami yang selama ini kamu harapkan ... " ucap Caraka menatap Gauri dalam.


"Terima kasih juga sudah menerima aku jadi istri kamu Kak, gatau bakal gimana kedepannya nanti tapi aku janji bakal selalu ada disamping kamu apapun yang terjadi ... " tutur Gauri tersenyum hangat.


Gauri dan Caraka telah sah menjadi pasangan suami istri. Disaksikan oleh keluarga dan teman-teman dekat mereka. Orang-orang yang selalu menjadi pendukung didalam hubungan mereka. Acara pernikahan ini dibuat dengan intim, sehingga hanya mereka yang tahu betul perjalanan hubungan Gauri dan Caraka yang hadir disana.


Keduanya pun saling mendekat, Caraka meletakkan tangannya lembut tepat dibelakang leher gauri. Berusaha mendekatkan wajah keduanya. Terlalu dekat hingga hanya hembusan nafas keduanya yang bisa dirasakan. Bibir tebal eksotis milik Gauri kini menyentuh bibir Caraka. Cukup lama bibir keduanya saling bersentuhan disusul dengan pelukan hangat Gauri kepada Caraka.


Kedepannya, apapun yang terjadi keduanya sudah berjanji untuk selalu ada satu sama lainnya. Saling dukung dan melindungi satu sama lain.


.


.


.


.


TAMAT


.


.


.


.


Terima kasih buat semua pembaca yang udah ikutin kisah Caraka dan Gauri selama ini. Terima kasih semua masukan, dan like nya.


Gauri dan Caraka adalah karya pertamaku, seneng banget ternyata banyak yang apresiasi. Kedepannya aku akan membuat karya-karya yang lebih baik lagi.


Ditunggu yaa...


Mohon dukungannya juga...


Thank You All...


WITH LOVE,


tiwitiwi

__ADS_1


__ADS_2