Dive Into You

Dive Into You
SELALU BISA MENENANGKAN


__ADS_3

Seharian ini Aura dan Gauri hanya berdiam diri dirumah. Pihak kepolisian tidak mengizinkan keduanya untuk berada di cafe. Parahnya adalah sesekali pihak pelanggan itu sampai menelepon Aura untuk mengancamnya. Karena tidak sanggup dengan telepon ancaman itu Aura sampai mematikan ponselnya.


Bagas yang khawatir karena Aura tidak bisa dihubungi akhirnya menelepon Gauri, lalu mendapat penjelasan tentang alasan Aura tidak bisa dihubungi. Hari ini jadwal Bagas cukup padat sehingga mungkin hanya bisa mampir malam nanti.


Meskipun sudah lebih tenang karena mendapat bukti video dari karyawannya, terkadang Aura masih memikirkan bagaimana kasus ini kedepannya. Cafe yang sudah dibangunnya beberapa tahun ini akan Aura terus pertahankan.


"Kak makan dulu yuk, udah jam segini lo dari tadi belum makan apa-apa loh," ajak Gauri khawatir melihat Aura seperti itu.


"Duluan aja, belum nafsu makan ... " jawab Aura tidak bersemangat.


"Lo kenapa lagi sih Kak, kita kan udah punya senjata ampuh buat ngalahin orang-orang itu," heran Gauri.


"Takut kita ga bisa balikin nama baik cafe ... lagian kalo mereka sengaja, kita ada salah apa sih sama mereka?" tanya Aura, menatap dalam kepada Gauri,


Jujur Gauri sendiri tidak tahu jawaban dari pertanyaan Aura itu. Karena dirinya sendiri juga sebenarnya penasaran, apa yang telah mereka perbuat sampai ada orang yang sengaja menjatuhkan nama baik Aura dan cafe nya.


Malam ini rencananya mereka akan berkumpul lagi dirumah Aura untuk membahas kasusini bersama dengan pengacara. Sayangnya karena urusan kantor, Caraka tidak bisa hadir sehingga digantikan oleh Bimo. Gauri sebenarnya kecewa karena Caraka tidak bisa datang. Namun Gauri harus bersikap dewasa sekarang.


"Nanti malem aku gabisa dateng ya ... ini juga lagi dijalan," ucap Caraka, menelepon Gauri dari dalam mobilnya.


"Iya gapapa, hati-hati dijalan." Gauri menutup teleponnya karena ada suara seseorang yang memanggilnya dari luar.


Ternyata itu adalah tukang bakmi kesukaan Gauri. Gauri sempat bertanya-tanya untuk apa ada tukang bakmi disini, lagian ini bukan saatnya tukang bakmi itu membuka jalannya.


"Neng Gauri?" tanya tukang bakmi itu, membawa bungkusan besar.

__ADS_1


"Iya saya sendiri, abang ngapain ada disini? kok tahu rumah saya?" tanya Gauri terheran-heran.


"Saya diminta ngirim bakmi ini Neng, sama Mas aduh siapa ya namanya lupa .... " Berjalan mendekati Gauri menyerahkan bungkusan yang dibawanya.


"Iya makasih deh bang."


Gauri bingung siapa yang mengiriminya bakmi di jam segini. Tiba-tiba Gauri teringat seseorang yang mungkin se gila itu untuk melakukan hal ini. Iya itu pasti Caraka, dia adalah satu-satunya orang yang tahu tukang bakmi favorit Gauri dan yang tahu betul seramai apa tempat itu sehingga meminta abang bakmi untuk mengirimkan bakminya sebelum waktunya membuka jalannya.


Gauri lalu mengimkan pesan kepada Caraka menanyakan apakah tebakanya benar. Tidak lama dijawab oleh Caraka dengan emotikon hati dan ciuman. Tertulis juga pesan 'tidak bisa menelepon, tunggu beberapa saat lagi' melihat isi pesan yang diketik langsung oleh Caraka membuat Gauri tertawa puas.


Bahkan disaat seperti ini Caraka lah yang selalu bisa menenangkan nya. Caraka lah orang yang paling bisa Gauri andalkan sekarang ini. Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada sebuah pesan masuk. Pesan dari Satrio, Satrio menanyakan keadaan dirinya dan Aura sekarang.


Satrio meminta maaf kepada Gauri karena tidak bisa datang kesana saat hari kejadian untuk membantunya. Satrio saat ini berada di luar kota bersama dengan beberapa dosen dan profesor dari kampusnya untuk melakukan sebuah penelitian disana. Satrio juga belum bisa memastikan kapan dirinya bisa pulang.


Dari luar terdengar suara obrolan Aura dan Bagas yang baru saja datang. Bagas datang lebih awal karena sengaja menyelesaikan sesi latihannya lebih cepat dari biasanya. Sama halnya dengan Gauri yang menemukan sumber ketenangannya pada Caraka, Aura juga menemukannya pada Bagas.


Bisa jelas terlihat saat Bagas datang, Aura menjadi lebih hidup. "Ri ... ini bungkusan bakmi dari siapa?" tanya Aura sedikit berteriak karena posisi Gauri berada di kamarnya.


"Dari Kak Caraka," jawab Gauri sembari turun kebawah menemui Aura dan Bagas.


"Jam segini abang bakminya udah buka?" tanya Aura tidak mengira warung bakmi itu buka lebih awal.


Gauri hanya menjawab pertanyaan Aura dengan senyuman penuh makna. Aura yang melihat itu berhasil menangkap maksud dari senyuman Gauri lalu hanya bisa menarik nafas dalam. Sedangkan Bagas masih terlihat kebingungan melihat kedua wanita itu saling bertukar senyuman rahasia.


"Apa sih maksudnya?" tanya Bagas berbisik kepada Aura.

__ADS_1


"Biasa deh bucin old money ... uangnya kebanyakan sampe abang bakmi aja disuruh bikin pesenan dia lebih awal sampe nganterin juga kesini." Aura meninggalkan Bagas yang sedang mencerna perkataan Aura di sofa ruang tamu.


Bimo sudah memberitahu Bagas akan datang terlambat karena ada urusan yang harus dikerjakan. Mereka membuat janji bertemu dengan pengacaranya pukul delapan malam. Karena masih banyak waktu Bagas mengobrol banyak dengan Aura untuk mengurangi kecemasannya tentang kasus ini.


Sedangkan Gauri berada di kamarnya mengerjakan tugas akhirnya yang sempat tertunda. Untung saja dosen pembimbingnya cukup pengertian terhadap Gauri. Caraka sering berkata jika ada kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhirnya bisa langsung minta tolong padanya.


"Duh mentok lagi, mau tanya Kak Caraka pasti lagi sibuk deh," murung Gauri, sakit kepala tidak bisa menyelesaikan salah satu bab di tugas akhirnya.


Seperti memiliki kemampuan indigo, Caraka tiba-tiba menelepon Gauri.


"Bosen banget rapatnya ngantuk ... " ucap Caraka mengeluh kepada Gauri.


Tidak ada jawaban dari Gauri melainkan suara tawa yang tidak bisa Gauri tahan lagi mendengar keluhan Caraka.


Seperti itu lah dimulainya percakapan mereka yang tiba-tiba dan tidak ada arah tujuan. Dari membahas makanan yang disajikan untuknya sampai rasa kantuk Caraka yang sudah tidak bisa ditahan jika dirinya tidak segera menelepon Gauri.


Sebuah percakapan sederhana yang tidak pernah terasa bosan didengar oleh keduanya. Rasanya mereka seperti tidak pernah kehabisan topik pembicaraan. Tidak lupa didalam obrolan itu Gauri menanyakan beberapa hal mengenai tugas akhirnya. Caraka pun menjawabnya dengan senang hati.


"Seneng rasanya sekarang ada yang bisa dengerin ocehan gajelas ini selain si Bimo," ucap Caraka sembari tertawa.


"Kak Bimo kuat banget ya selama ini tahan sama kamu Kak," ledek Gauri kepada Caraka.


"Tapi aku juga seneng sekarang ada orang yang bikin aku ngerasa aman mau ada apapun yang terjadi," lanjutnya.


Seiring dengan berakhirnya percakapan keduanya lewat telepon. Di bawah sudah ada Bimo dan pengacara Caraka yang sama-sama baru datang. Mereka sudah siap membahas kronologis mengenai kejadian yang terjadi di cafe hari itu.

__ADS_1


__ADS_2