Dive Into You

Dive Into You
PERFORMA MENURUN


__ADS_3

Semua anggota tim masih melanjutkan latihan mereka dengan pelatih pendamping masing-masing. Meskipun pelatih mereka meminta latihan hari ini berjalan dengan santai saja. Namun mereka semua tahu kalau kompetisi sudah benar-benar didepan mata ditambah lagi 3 hari kemarin tidak diadakan latihan maka semua berlatih dengan cukup keras hari ini. Hal yang sama dilakukan oleh Caraka, meskipun dengan ragu-ragu di awal tetapi sedikit demi sedikit dirinya muali terbiasa lagi.


Raihan waktu Caraka cukup baik namun tidak sesuai dengan ekspetasi dari para pelatihnya. Bahkan terakhir kali Caraka mendapatkan raihan waktu yang sangat baik. Pelatihnya mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Caraka sehingga mencoba untuk tidak terlalu menekannya. Sesekali dirinya beristirahat dan melihat raihan waktunya.


"Ga bagus ya coach?" tanya Caraka.


"Tenang Ka, pelan-pelan aja kalo dipaksain ga bagus ke kamunya," ucap pelatihnya menenangkan.


"Kita mulai lagi," ucap Caraka.


Caraka bertekad untuk memperbaiki raihan waktunya. Dirinya tidak boleh mengecewakan neneknya terutama sekarang dia tidak boleh mengecewakan Mike. Mike pasti tidak mau melihatnya begini. Karena itu Caraka harus berusaha mengembalikan lagi kemampuannya seperti biasa. Sudah cukup pemanasannya sekarang waktunya untuk latihan dengan benar.


Dirumah Gauri kini sudah penuh dengan gadis-gadis yang bersemangat untuk menghabiskan malam bersama. Sepulang sekolah tadi mereka sempat mampir ke minimarket terdekat untuk berbelanja bahan makanan yang akan merek masak bersama. Beberapa ada yang pulang dulu kerumahnya untuk membawa baju ganti, ada pula yang langsung kerumah Gauri dan meminjam bajunya untuk pajama party nanti.

__ADS_1


"Ri ... kita bikin popcorn dulu aja kali ya, lo siapin film yang mau kita tonton oke," ucap temannya.


"Siap ... " jawab Gauri sambil memilih kumpulan film di laptopnya.


Mereka sangat bersemangat karena ini pertama kalinya mereka berkumpul untuk pajama party. Setelah seharian sakit kepala belajar untuk persiapan ujian, kegiatan ini mereka adakan sebagai healing otak mereka yang panas.


Sesaat Gauri melihat ponselnya dan ternyata Caraka belum juga menghubunginya. Gauri ingat kalau hari ini hari dimulainya lagi latihan setelah 3 hari diliburkan. Gauri penasaran apakah Caraka akan baik-baik saja disana. Dirinya khawatir ingatan tentang kejadian hari itu membuat Caraka kesulitan berlatih.


"Ka ... berhenti Ka, udah sini naik dulu," kata pelatihnya.


"Engga, ini sekali lagi harus sampe ... " katanya terhenti melihat tatapan pelatihnya.


"Caraka ... naik!" kata pelatihnya.

__ADS_1


Tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya tapi rasanya ada sesuatu yang menahan Caraka selama latihan. Meskipun raihan waktunya semakin menurun tetapi masih terbilang cukup baik. Diantara anggota tim yang lain Caraka tidak ada di peringkat paling bawah. Masih ada 1 orang dibawahnya, melihat itu Caraka cukup frrustasi. Karena untuk pertama kali dirinya ada di posisi itu.


Setelah latihan dihentikan sementara, Caraka kembali ke lokernya. Caraka mencoba untuk tidak melihat loker milik Mike dan hanya melewatinya menuju loker miliknya. Diluar dirinya merasa baik-baik saja dan sudah cukup berhasil mengatur emosinya agar tidak seterpuruk saat awal meninggalnya Mike. Dirinya sendiri heran kenapa ketika berenang tadi seperti ada yang memberatkan hatinya dan dirinya tiba-tiba sesak.


Tanpa Caraka sadari dirinya membuka ponsel dan menelepon Gauri. Namun tidak juga diangkat oleh Gauri karena dirinya sedang sibuk dengan teman-temannya. Akhirnya Caraka hanya mengirimkan pesan kepada Gauri.


"Sibuk ga? ada yang mau gue obrolin."


Setelah mengirim pesan itu Caraka izin untuk pulang lebih dulu karena tidak enak badan. Sebelum pulang dirinya menyempatkan makan di kantin depan tempat latihannya. Disana banyak sekali sisa-sisa kenangan antara dirinya, Bagas dan Mike. Karena sudah langganan dari lama dan tempat itu memang banyak didatangi oleh para atlit sehingga banyak dari mereka yang meninggalkan pesan-pesan yang ditulis di post it dan ditempelkan disepanjang dinding.


Caraka sengaja memilih tempat duduk yang tidak biasa mereka tempati dan jauh dari post it yang mereka tuliskan. Dirinya tidak mau terus menerus bersedih jika mengingat Mike sudah tidak ada bersamanya. Setelah makanan yang dipesannya datang Caraka langsung memakannya tanpa menyadari di dinding dekat mejanya terdapat sebuah post it. Tiba-tiba Caraka melihat post it itu dan melihat sebuah tulisan tangan yang familiar dan mendekatinya.


Pada post it tersebut tertulis "Caraka awas kalo lo ga juara, sorry gue gabisa temenin."

__ADS_1


__ADS_2