
Setelah Satrio mengatakan itu Gauri hanya bisa terdiam sampai lift berada di lantai empat. Ketika pintu dibuka ternyata sudah banyak para mahasiswa yang bersiap untuk interview, salah satunya adalah Mila. Satrio keluar lift mendahului Gauri seperti tidak terjadi apa-apa. Gauri pun menyusul dibelakangnya dan berjalan menghampiri Mila. "Lo kenapa Ri?" tanya Mila yang heran melihat Gauri dengan wajah kagetnya. "Hah ... oh gapapa, tadi gue satu lift sama orang gila jadi kaget."
Kegiatan interview hari ini dibagi jadi beberapa sesi, karena jumlah mahasiswa cukup banyak sehingga para senior dibantu beberapa alumni yang hadir melakukan interview bersamaan. Para mahasiswa dibagi jadi beberapa kelompok. Sayangnya Gauri tidak satu kelompok dengan Mila, kelompok ini dibentuk sesuai dengan fakultas masing-masing. Kelompok Mila harus maju lebih dulu.
Sebenarnya interview ini tidak berlangsung begitu lama, hanya saja urutan kelompok Gauri yang cukup dibelakang dan dirinya tidak ada teman mengobrol, rasanya jadi lebih lama. Sambil menunggu Gauri memainkan game di ponselnya dan sesekali mengecek social medianya. Kelompok Mila sudah selesai sedari tadi dan Mila pulang duluan karena besok ada kuis.
Tidak terasa akhirnya kelompok Gauri dipanggil. Kelompoknya termasuk kelompok terakhir jadi beberapa seniornya sudah selesai melakukan interview kelompok yang lain dan sedang beristirahat dekat situ. Seperti yang dikatakan Satrio, ternyata dirinya lah yang melakukan interview kepada kelompoknya Gauri. Aura juga ternyata masih ada disana dan memperhatikan Gauri.
Satrio memberikan pertanyaan-pertanyaan simpel dan dasar kepada mahasiswa yang lain. Tetapi berbeda kepada Gauri, dirinya memberikan sedikit selipan pertanyaan personal. Gauri yang sudah bertekad tidak mau kalah dengan Satrio menjawab pertanyaan itu tanpa ada keraguan. Aura hanya bisa tersenyum melihat Gauri yang seperti itu.
Sampai di pertanyaan terakhir yaitu jika benar terpilih menjadi anggota BEM apa yang akan dilakukan. Mahasiswa yang lain memberikan jawaban yang mirip satu sama lain dan terkesan biasa saja. Sedangkan Gauri memberikan jawaban yang cukup unik. Jika dirinya berhasil masuk menjadi anggota BEM, dirinya akan merubah aturan yang tidak masuk akal dan hanya berdasar ego seseorang saja.
Satrio yang mendengar itu kemudian tertawa cukup keras. Dirinya sadar kalau Gauri menyindir dirinya. Anggota BEM yang lain awalnya heran dan menganggap jawaban Gauri itu terlalu berani sebagai seorang junior. Tetapi disaat yang sama mereka juga bingung melihat ketua mereka bisa-bisanya tertawa keras mendengar jawaban seperti itu.
Akhirnya seluruh mahasiswa diperbolehkan pulang, untuk hasil akan diumumkan segera dengan cara yang sama seperti pengumuman interview hari ini. Aura menghampiri Satrio dan berisik, "Kata gue juga dia bukan lawan yang mudah." senyum Aura. Satrio yang juga tidak mau kalah menganggap ini akan menarik, apalagi dirinya memang punya ketertarikan kepada Gauri.
__ADS_1
Didalam bis, Gauri yang kesal dengan kelakuan Satrio hari ini memposting sesuatu di media social nya. Disaat yang sama Caraka juga kebetulan sedang memainkan social medianya melihat postingan terbaru dari Gauri. Disana terlihat foto didepan ruang BEM dan curhatan kekesalannya yang menyindir karena tidak dia jelaskan kepada siapa curhatan itu ditunjukkan. Caraka hanya tersenyum melihat postingan dari Gauri. "Ternyata masih sama ya kalo kesel bawel," ucap Caraka.
Gauri yang berada di kamarnya sedang mengerjakan tugas kuliahnya untuk besok dan dihampiri oleh ibunya yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya. Citra bercerita kalau ayahnya itu sudah berhasil mendapatkan biaya yang dibutuhkannya untuk membuka bisnis. Ibunya cukup ragu tentang dari mana uang itu berasal, dan ingin Gauri coba tanyakan kepada ayahnya.
Besok paginya Gauri kebetulan akan diantar ayahnya ke kampus. Gauri berpikir nanti di mobil adalah saat yang tepat untuk dirinya bertanya kepada ayahnya tentang uang itu. Di dalam mobil mereka sempat saling diam sebentar lalu dibuka dengan Gauri yang bertanya pada ayahnya tentang bisnis itu. Ayahnya bercerita panjang lebar dan berkata bahwa Gauri tidak perlu khawatir, uang untuk bisnis itu sudah ayahnya dapatkan dari meminjam temannya.
Sementara di Sydney pagi ini adalah jadwal Caraka konsultasi dengan dokternya. Jarak dari apartemennya kesana hanya 15 menit dengan sepeda. Kini Caraka tinggal seorang diri disana, Fely sudah pulang ke Indonesia dua minggu yang lalu bersama Bimo. Kemajuan Caraka bisa dibilang cukup baik meskipun untuk kembali masuk kedalam kolam masih cukup sulit tetapi gejala yang timbul tidak separah dulu.
Masih belum bisa dipastikan kapan Caraka bisa pulang. Sesi konsultasinya masih panjang dan dirinya belum merasa yakin untuk kembali. Bimo juga sering berkata jika Caraka belum siap jangan paksaan dirinya untuk pulang. Dirinya berjanji akan menjaga nenek dan kakeknya selama Caraka disana. Tetapi untuk menjaga Gauri, Bimo tidak bisa memastikannya.
"Gatau gue, jangan paksa gue ngikutin dia lagi ... kalo ketangkep bisa bahaya disangka orang jahat gue entar," keluh Bimo.
"Iya ga akan, kemaren gue liat postingannya lagi curhat kesel gitu keliatannya Gauri baik-baik aja ... " ucap Caraka.
"Aneh banget, orang kesel dibilang baik-baik aja," heran Bimo.
__ADS_1
"Iya berarti dia udah move on dan ngejalanin kehidupannya."
Gauri memang berjuang dengan keras untuk bisa melupakan semua yang terjadi saat itu. Gauri tidak mau terus dikurung oleh ingatan yang menurutnya menyakitkan itu. Sekarang fokusnya hanya kuliah dengan benar dan membanggakan orang tuanya. Tetapi sayangnya impiannya untuk melalui masa kuliahnya dengan aman akan sedikit terganggu karena kehadiran Satrio.
Satrio hanya beda satu angkatan diatasnya sehingga kehadiran Satrio di kampus masih cukup lama menghantui Gauri. Mengingat itu Gauri sampai stres dibuatnya, apalagi kini Gauri terancam masuk ke kandang harimau itu. Menurut rumor yang beredar pengumumannya akan keluar nanti sore dan ini akan menjadi tahap terakhir dari pemilihan anggota baru BEM. Setelah memberikan jawaban seperti itu kemarin Gauri berharap dirinya tidak akan lolos.
Selama dikelas Gauri terus berharap dirinya tidak lolos. Mila mengirimkan pesan kepadanya dan berkata katanya Gauri jadi salah satu yang lolos. Melihat isi pesan itu membuat Gauri spontan berteriak kaget dan ketahuan oleh dosennya yang sedang mengajar, "Siapa itu?" tanya dosennya. Gauri menundukkan kepalanya dan terus menggerutu kesal. Dirinya sudah benar-benar ditandai oleh Satrio.
Bersama teman-temannya yang lain Gauri hanya diam memasang wajah cemberut. Temannya yang melihatnya tertawa dengan kelakuan Gauri itu. Gauri tidak tahu lagi akan seperti apa kehidupan kuliahnya kalau benar dirinya masuk ke dalam kandang harimau itu. Dirinya hanya bisa menyalahkan emosi sesaatnya. "Kenapa malah ikut daftar sih pas di awal ... bodoh emang bodoh banget lu."
Benar saja pengumuman lanjutan siapa yang lolos ke tahap seleksi selanjutnya keluar sore itu di mading masing-masing jurusan. Hanya ada sepuluh orang yang lolos dari total 25 orang yang di interview kemarin. Seperti rumor yang ada nama Gauri terpampang dengan jelas disana, bersama dengan nama Mila.
"Untung aja Mil masih ada nama lo disana, kalo engga abis deh gue," tunduk Gauri.
"Kali ini tahap seleksinya apa ya Ri? Di pengumuman engga ada soalnya," tanya Mila.
__ADS_1
"Mana gue tahu isi kepala orang aneh itu apa ... " kesal Gauri.