Dive Into You

Dive Into You
MOMEN INDAH


__ADS_3

Gauri masih tertawa geli dan canggung karena tidak terbiasa memanggil Caraka dengan kamu atau Kak Caraka secara langsung. Biasanya jika membahas Caraka kepada orang lain Gauri memang selalu menggunakan kata Kakak, tetapi jika didepan Caraka langsung Gauri biasanya hanya memanggil dengan panggilan gaul.


Caraka pernah mendengar percakapan antara Aura dan Bagas yang terdengar dewasa karena menggunakan kata saya. Aura sendiri memang lebih formal jika berbicara dengan orang lain sehingga menggunakan kata saya sudah biasa baginya.


"Mending denger lagu aja deh kita," ucap Gauri mengotak atik ponselnya mencari lagu yang akan diputarnya. Pilihannya ternyata jatuh ke sebuah lagu lama yang kebetulan disukai keduanya dan cocok jika diputar di dalam mobil seperti ini. Lagu itu adalah lagu Celebration milik Kool & The Gang.


Kini keduanya menikmati perjalanan keliling Jakarta merek diiringi lagu Celebration. Karena lagu yang sama-sama disukai keduanya, mereka pun sedikit-sedikit menyanyikan lirik yang mereka ketahui. Gauri nampak sangat menikmati perjalanan mereka itu. Sesekali Caraka akan berhenti dipinggir jalan untuk membeli makanan ringan yang dijual disana.


Hari ini adalah hari yang bahagia bagi Gauri. Semua hal yang biasa dilakukan pasangan dan selalu diidamkan Gauri akhirnya tercapai berkat Caraka. Tidak lupa Gauri pasti mengabadikan tempat-tempat yang mereka datangi lalu dirinya posting di story sosial medianya.


Lagu yang terputar sekarang adalah lagu milik Vierra yaitu Seandainya. Ini adalah lagu favorit Gauri yang selalu diputarnya ketika dirinya merindukan Caraka. Lagu yang selalu ada di earphonenya saat menatap indah gedung-gedung kota Jakarta bersama lampu-lampu malamnya yang indah, sembari berpikir apa yang sedang Caraka lakukan saat ini.


Mendengar alasannya menyukai lagu ini Caraka mencoba menikmati lagu ini dengan bayangan perasaan Gauri yang merindukannya. Sesekali Caraka menatap Gauri yang hanyut menikmati lagu itu disampingnya. Gauri tidak menyangka akan mendengarkan lagu galaunya bersama orang yang di galaukan nya.


Cafe terlihat aman terkendali karena ada Bagas yang membantu Aura disana. Caraka meminta tolong Bagas karena Gauri akan dirinya pinjam seharian. Untung saja hari ini Bagas libur, sehingga ia memiliki banyak waktu luang. Karena tidak terbiasa jadi Bagas hanya bertugas untuk melakukan hal yang mudah.


Meskipun begitu kehadiran Bagas cukup membantu Aura. Aura juga senang karena kehadiran Bagas disana. Caraka benar-benar bisa menangkap sinyal antara keduanya.


"Ini ditaro disini aja, Ra?" tanya Bagas membawa kotak besar berisi pesanan cup.


"Oh dibawa kedalem aja, nanti saya rapihin sendiri," ucap Aura sedang membuat salah satu pesanan pelanggan.


Tidak mau membuat Aura kerepotan nantinya, Bagas memutuskan untuk merapihkan pesanan cup milik Aura itu. Kemasan cup di cafe hampir habis sehingga Aura perlu memesannya di tempatnya biasa. Karena banyak sekali, Aura nantinya akan cukup kesulitan jika harus merapihkan nya sendiri. Bagas tahu jika hari ini cukup melelahkan, sehingga tidak mau menambah pekerjaan bagi Aura.


Kini mobil Caraka berhenti di sebuah pemakaman umum. Semenjak Mike meninggal, belum pernah sekalipun dirinya mengunjungi makam Mike. Caraka masih merasa karena dialah Mike meninggal. Saat ini saja Caraka hanya terdiam didalam mobil memandang ke pintu masuk pemakaman umum itu.

__ADS_1


"Yuk kita mampir ke makamnya Kak Mike," ajak Gauri membuka seatbeltnya.


Caraka masih terdiam dan ragu-ragu untuk turun, "Duluan aja, Ri."


"Mau sampe kapan kayak gini, Kak Mike sedih kalo ga dikunjungi," ucap Gauri.


Akhirnya mereka pun keluar dari mobil, Gauri mampir membeli bunga-bunga yang dijual seorang ibu tepat dipintu masuk.


Gauri lalu menggenggam tangan Caraka dengan erat meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja, "Kak Mike juga gamau Kak Caraka kayak gini terus, yuk."


Keduanya masuk kedalam pemakaman umum dan mencari makam milik Mike. Makam itu sebenarnya dirawat dengan sangat baik atas permintaan Caraka. Setiap satu bulan sekali ada seseorang yang datang untuk membersihkan makam Mike.


Caraka masih memperhatikan Mike maupun ibunya meskipun bukan dirinya sendiri yang langsung melakukannya. Masih berat rasanya untuk Caraka melakukannya sendiri. Namun, sekarang ada Gauri yang menemani Caraka berkunjung ke makam Mike.


Setelah ketemu, mereka pun terduduk di sebuah tempat yang dibuat khusus untuk pelayat makam Mike. Makam Mike dibuat dengan baik sebagai bentuk penghargaan terakhir dari Caraka untuk Mike. Mereka lalu mulai berdoa, tetapi tidak lama Caraka tertunduk dengan nafas yang berat menahan tangisnya.


Hanya didalam pelukan Gauri, Caraka bisa mengeluarkan emosinya. Sama seperti saat Mike meninggal, kesedihan dan rasa kehilangannya hanya bisa dimengerti Gauri yang langsung memeluknya saat itu. Sesekali dalam tangisnya Caraka mengucapkan kata maaf kepada sahabat baiknya itu. Kata maaf yang tidak sempat disampaikannya langsung kepada Mike.


Disaat yang sama Aura kaget melihat semua pesanan cup nya sudah tertata dengan rapih. Bagas yang sekarang sedang membereskan beberapa meja terlihat tenang dan biasa saja. Aura kemudian kembali keluar dan memperhatikan Bagas. Ini kali pertama ada seorang lelaki yang perhatian padanya.


Biasa hidup seorang diri, mengajak Gauri tinggal bersamanya ternyata membawa warna dalam hidup Aura. Karena dari Gauri lah akhirnya ia mengenal Bagas. Lelaki yang terlihat tegas diluar namun sangat hangat terhadap orang terdekatnya.


Pandangan Aura tidak sengaja dilihat oleh Bagas. Bagas terlihat bingung dipandang seperti itu oleh Aura.


"Kenapa?" tanya Bagas sembari berjalan mendekat.

__ADS_1


"Itu kamu yang beresin semuanya dibelakang?" Aura menunjuk ke arah dapur didalam.


"Oh, iya ... kerjaan hari ini udah banyak, ga mungkin lah saya biarin kamu harus beresin cup sebanyak itu juga."


Aura menunjukan raut wajah yang sulit diartikan oleh Bagas. Membuatnya kini bertanya-tanya apakah yang dilakukannya salah.


"Salah ya?" tanya Bagas kebingungan.


"Makasih ya," jawab Aura tersenyum.


Senyuman itu jujur membuat jantung Bagas berdebar kencang. Bagas tidak tahu kalau senyuman Aura bisa membuatnya salah tingkah seperti ini. Tidak mau sampai ketahuan Aura, Bagas pun menghindar dengan pergi keluar.


Setelah puas menangis kini Caraka mengeluh kelaparan. Namun, Caraka sudah membuat rencana tentang kemana mereka akan makan malam nanti. Sehingga untuk mengulur waktu mereka hanya mampir di mcd drive thru lalu melanjutnya jalan-jalannya.


Destinasi selanjutnya adalah sekolah Gauri saat SMA. Sekolah yang penuh kenangan bagi mereka. Karena momen Gauri SMA adalah momen disaat semua kejadian itu terjadi. Gauri kemudian teringat kalau didekat sekolahnya ada tukang bakso enak yang selalu menjadi favoritnya.


"Tapi kamu yakin mau makan bakso? nanti kita juga harus makan malam loh ... " ucap Caraka memperingati Gauri.


"Gaudah khawatir ini kan cuma nyemil, itung-itung ganjel perut dulu ... tadi katanya laper."


Tidak bisa berkata tidak kepada Gauri, Caraka pun mengiyakan ajakan Gauri.


"Kita emang mau makan malem dimana sih emangnya?" tanya Gauri penasaran, karena sejak tadi Caraka selalu memastikan waktu mereka sesuai dengan rencana makan malamnya.


"Makan malam dirumah ... Nenek katanya ga sabar mau ketemu kamu," jawab Caraka.

__ADS_1


"Hah ... " kaget Gauri.


__ADS_2