Dive Into You

Dive Into You
GAURI KEPIKIRAN CARAKA


__ADS_3

Fely dan Surya masih menemani Caraka semalaman, sementara pelatihnya sudah pulang karena ada sesuatu yang perlu dikerjakan. Setelah tadi sempat tersadar, Caraka kembali tidur karena kondisinya yang belum benar-benar fit. Fely tidak bergerak sama sekali dari kursi disamping kasur Caraka, dirinya masih terus menggenggam tangan Caraka sambil memandanginya.


Setelah kehilangan anak satu-satunya kini dirinya tidak mau kehilangan cucu kesayangannya. Surya yang melihat istrinya masih terdiam dengan khawatir menghampirinya. Mereka berdua sama-sama belum makan malam jadi Surya mencoba mengajak Fely makan malam dulu karena dia tidak mau ada dua pasien disini.


"Makan dulu yuk, Caraka kalo tahu kamu belum makan nanti malah marahin saya," ucap Surya.


"Kamu aja yang makan, kalo ada apa-apa sama Caraka gimana?" Fely khawatir.


"Kita bisa bawa makanannya kesini, nanti makannya disini."


Karena Fely sama sekali tidak mau diajak keluar, Surya akhirnya meminta asisten Fely untuk membelikan mereka makanan di luar biar makan sama-sama nanti disini.


Sementara dirumahnya Gauri hanya terduduk di meja belajarnya. Buku dan beberapa kertas latihan soal dia diamkan karena Gauri masih kepikiran Caraka. Ujian sekolahnya akan diadakan minggu depan, tetapi fokus Gauri sekarang tercabang ke Caraka. Apalagi sampai sekarang Carak belum membalas pesannya. "Katanya baik-baik aja kok belum bales chat aku sih." heran Gauri.


Citra yang tidak sengaja lewat didepan kamar anaknya akhirnya masuk karena melihat Gauri hanya terdiam didepan meja belajarnya.


"Kenapa?" tanya Citra yang ternyata mengagetkan Gauri.

__ADS_1


Tubuh Gauri terkaget mendengar suara ibunya yang tiba-tiba ada dibelakangnya, "Ibu ih, kaget tau."


"Lagian kamu bengong aja gitu sampe ga denger Ibu masuk," ucap Citra.


"Kak Caraka belum kabarin Gauri, Bu" Gauri lesu.


"Biarin dia istirahat dulu lah Ri, jangan diganggu kasian," kata Citra.


Caraka memang belum sempat melihat ponselnya, karena masih tersimpan rapi didalam tasnya. Selain itu tadi Caraka hanya bangun sebentar setelah itu tertidur lagi. Kakeknya bahkan belum sempat berbicara banyak dengan cucunya itu. Dokter tadi sempat datang untuk memeriksa keadaan Caraka dan mengatakan bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan selama tingkat stresnya bisa dikontrol pengobatannya akan berjalan dengan baik.


Keesokan paginya Gauri bangun dengan melihat ponselnya lebih dulu. Ternyata belum ada respon balasan dari Caraka. Karena hari ini ada pembahasan latihan soal Gauri harus berangkat lebih pagi ke sekolah. Ditambah lagi semalam bukannya mengerjakan latihan soalnya, Gauri malah bengong sambil memikirkan Caraka. Bisa-bisa dirinya akan dihukum jika sama sekali tidak mengerjakannya.


"Kenapa sih pagi-pagi udah rusuh kamu, Ri."


"Aku harus berangkat lebih pagi Bu, semalem belum ngerjain latihan soal jadi mau liat punya temenku," ucap Gauri sambil jalan sana sini merapihkan tasnya.


"Sarapan dulu Ri, jangan langsung berangkat," kata Citra.

__ADS_1


"Bekelin aja ya Bu, aku ga ada waktu kalo sarapan dulu."


Jarak dari rumah Gauri ke halte bis tidak terlalu jauh sehingga hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit. Sambil menunggu bis Gauri memainkan ponselnya sambil berkirim pesan dengan teman-temannya. Tidak lama dirinya melihat ada artikel di ponselnya mengenai tumbangnya Caraka kemarin. Ternyata pihak media sudah lebih dulu memberitakan ini sebelum adanya info langsung dari pihak tim nasional.


Belum sempat dibacanya, bis yang akan dinaiki Gauri pun datang. Pagi ini penumpang bis lebih banyak dari biasanya sehingga Gauri tidak bisa memainkan ponselnya karena harus berdiri. Sepanjang jalan Gauri sama sekali tidak mendapatkan tempat duduk. "Duh bete banget sih udah niat berangkat lebih pagi malah penuh gini bisnya," kesal Gauri.


Sesampainya disekolah Gauri ternyata sudah ditunggu oleh teman-temannya di gerbang sehingga mereka bisa masuk ke kelas bersama. "Eh kalian udah beres ngerjain soal latihannya? entar aku mau liat dong beberapa, semalem ga sempat ngerjain nih," ucap Gauri. Sepertinya bukan melihat beberapa, tetapi melihat semuanya. Karena Gauri memang sama sekali tidak mengerjakannya semalam.


"Ah, kalo gini sih pas ujian aku bisa dapet nilai gede." Gauri tersenyum dengan bangga karena bisa menjawab beberapa soal latihan di papan tulis tadi.


"Aduh bangga banget sih tadi pagi panik belum ngerjain apa-apa," ledek beberapa teman Gauri.


"Lagian kamu semaleman ngapain sih sampe ga sempet ngerjain gitu?" tanya teman Gauri.


"Mikirin yang jauh disana nih pasti."


"Apa sih ngeledekin mulu, ayo ah pulang cape," ucap Gauri.

__ADS_1


Dijalan pulang Gauri baru sempat melihat artikel mengenai Caraka tadi. Dari pemberitaan yang ada mereka mengatakan kalau Caraka tumbang karena tidak meminum obat penambah stamina, ada pula yang mengatakan Caraka berpura-pura karena hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkannya, dan banyak pemberitaan tidak berdasar lainnya. Gauri cukup kaget membacanya karena tidak ada yang benar dari pemberitaan itu. Komentar yang ada pun banyak yang menghina dan menjatuhkan Caraka.


Pihak tim nasional saat ini sedang sibuk menghalangi pemberitaan buruk mengenai Caraka. Banyak telepon yang masuk ke mereka untuk mendengar penjelasan langsung dari pihak mereka maupun dari Carakanya langsung. Saat ini Caraka masih dirumah sakit sehingga tidak mungkin untuk melakukan konferensi press tentang hal ini. Lagipula kondisi Caraka yang sebenarnya pun belum ada yang tahu selain pelatihnya yang menemani Caraka di rumah sakit.


__ADS_2