Dive Into You

Dive Into You
RASANYA HANCUR


__ADS_3

Hari ini tepat dua hari setelah menerima pesan terakhir dari Mike. Caraka masih menunggu pesan balasan dari Mike. Terdengar suara ketukan dari jendela luar mobil, ternyata itu Gauri yang baru pulang dari sekolahnya. Caraka berjanji menjemput Gauri pulang sekolah karena berencana makan siang bersama di kantin dekat tempat latihan.


"Masih belum ada balesan dari kak Mike?" tanya Gauri.


"Iya, khawatir nih bener-bener sepi banget soalnya," jawab Caraka.


Karena sudah mendekati ujian nasional Gauri jadi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman-temannya belajar bersama. Hari itu adalah hari libur belajar untuknya jadi mereka berdua membuat janji makan siang bersama. Sepanjang jalan Gauri hanya sibuk dengan ponselnya melihat hasil try out tadi. Sedangkan Caraka juga hanya diam fokus menyetir sambil sesekali ketika ada lampu merah mengecek ponselnya siapa tahu ada balasan dari Mike.


Sesampainya di tempat mereka makan ternyata sudah ada Bagas yang datang lebih dulu. Meskipun hari itu tidak ada jadwal latihan Bagas tetap datang karena hendak memberitahukan sebuah informasi baru. Beberapa temannya yang dimintai mencari tahu keberadaan Mike sempat melihat Mike disebuah apotik yang sama dengan yang terakhir dilihat Gauri. Kali ini mereka sempat berpapasan dan melihat sebuah nama di kantung yang dibawa Mike. Bertuliskan Anisa, Anisa adalah nama ibu Mike.


"Ibunya Mike sakit ternyata," kaget Caraka.


"Yang waktu itu juga berarti lagi beli obat buat ibunya ya?" tanya Gauri


Selama mereka saling berbicara ponsel Caraka berbunyi, ternyata Mike yang menelepon.

__ADS_1


"Ka, hari ini jadi ketemu di tempat latihan?" ucap Mike.


"Jadi, Lo bisa kesini jam berapa?" jawab Caraka.


"Jam 7 malem bisa?" tanya Mike.


"Oke," jawab Caraka.


Kebetulan hari ini para atlit dari tim yang akan berangkat ke Singapura ada evaluasi oleh pelatih mereka yang membuat semuanya harus menginap di tempat latihan. Caraka memang sudah membawa baju gantinya didalam mobil. Dirinya berfikir ini juga waktu yang pas untuk mempertemukan Mike dengan pelatihnya. Anggota tim yang berangkat total nya ada 6 orang ditambah dengan 2 pelatih tetap tidak bisa membuat asrama tempat latihan ramai, suasananya masih tetap sepi.


Semua orang berada di kamar masing-masing. Jarak antara asrama dengan tempat latihan utama berjarak cukup jauh karena keseluruhan arena olah raga yang cukup luas. Caraka sedang berdiam diri di kamarnya sambil memainkan ponselnya saat tepat sebuah pesan masuk. Itu adalah Gauri yang mengabari kalau dirinya akan keluar kota selama 2 hari karena ada kerabatnya yang meninggal dunia.


Mike sudah terlihat di parkiran, dia membawa motor kesayangannya kemudian langsung memarkirkannya ditempat biasa. Tanpa dia sadari ada tiga orang suruhan rentenir yang mengikutinya dari tadi. Setelah Mike berjalan masuk kedalam, ketiga orang itu juga mengikutinya dari belakang. Tenggat waktu pelunasan adalah hari ini, Mike berharap bahwa Caraka akan membantunya. Setelah sampai didalam Mike pun mengirim Caraka sebuah pesan memberitahukan dia sudah sampai dan menunggunya di arena kolam. Karena masih belum mengembalikan ID Card nya, Mike masih punya akses masuk kedalam arena kolam.


Ketika hendak masuk Mike dikejutkan dengan kehadiran tiga orang itu yang tiba-tiba menyergapnya. Ketiga orang itu memiliki tubuh yang besar dan atletis. Mike tidak bisa melawannya seorang diri, ini satu lawan tiga. Sebisa mungkin dia melepaskan diri dan berlari menjauh mencari tempat bersembunyi. Di ruang loker Mike yang sedang bersembunyi mencoba menelepon dan mengirimkan pesan meminta tolong kepada Caraka. Disaat yang sama Caraka sedang di kamar mandi sehingga tidak bisa langsung melihat pesan yang dikimkan Mike.

__ADS_1


Ketiga orang itu mencari Mike dengan menyusui setiap ruangan disana meninggalkan satu ruangan di pojok yaitu ruang loker. Mereka yakin Mike pasti bersembunyi disitu karena tidak ada ruangan lainnya lagi yang belum mereka telusuri. Mike sudah terpojok didalam sana, Caraka sahabatnya yang berada di satu area yang sama tidak bisa menolongnya. Seketika pintu di dobrak dan mereka berhasil menangkap Mike, meninggalkan ponselnya yang terjatuh disana.


Keluar dari kamar mandi Caraka langsung melihat ponselnya. Betapa terkejutnya dia melihat banyak missed call dari Mike dan pesan yang berisikan, "Tolongin gue plis, gue di ruang loker." Ucap Mike. Dengan terburu-buru Caraka langsung berlari menuju arena utama kolam renang tempat ruang loker itu berada. Jarak dari asrama kesana yang cukup jauh tidak lagi terasa oleh Caraka yang berlari sekuat tenaga. Banyak sekali yang ada dipikirannya saat itu, namun hanya satu yang menjadi fokus yaitu cepat sampai untuk menolong Mike.


Semakin dekat dengan arena utama semakin banyak kerumunan orang disana, bahkan ada mobil polisi dan ambulance. Perasaan Caraka semakin tidak karuan, dirinya tidak mau berfikiran negatif dahulu sebelum benar-benar bertemu dengan Mike. Setelah berhasil masuk meskipun sempat dihalangi oleh beberapa polisi disana, Caraka melihat petugas rumah sakit membawa tandu berisikan seseorang yang sudah ditutupi kain putih. Caraka mendengar dari beberapa perkataan petugas disana bahwa itu adalah salah satu atlit disini.


Salah satu pelatih yang sedang memberikan kesaksian kepada polisi melihat Caraka yang hanya termenung diam dan memutuskan untuk menghampirinya. Ternyata beliau adalah orang pertama yang melihat dan langsung melaporkan kepada polisi dan memanggil ambulance.


"Itu Mike Ka, " ucap pelatih itu.


Sebuah nama yang disebutnya berhasil membuat Caraka roboh terjatuh ke lantai. Seluruh tubuhnya lemas mendengar itu. Rasanya tidak percaya karena baru saja mereka saling mengirim pesan. Tidak ada yang bisa menghiburnya saat ini, perasaannya sangat hancur.


Masih dengan rasa tidak percaya Caraka mengingat suatu hal yang terakhir Mike katakan bahwa dirinya sempat ada di ruang loker. Caraka pun langsung berjalan menuju ruangan itu, dan menemukan ponsel Mike tergeletak disana. Ponsel itu terkunci oleh sebuah password yang bahkan Caraka pun mengetahuinya. Terdapat sebuah pesan yang belum sempat terkirim oleh Mike.


"Maafin gue Ka."

__ADS_1


__ADS_2