Dive Into You

Dive Into You
MENGHILANG


__ADS_3

Fely, Caraka dan asisten Fely berangkat ke Sydney malam itu juga menggunakan pesawat dengan keberangkatan tercepat. Awalnya Caraka menolak tetapi tubuhnya yang masih lemas tidak bisa berdebat dengan neneknya sekarang. Surya akan menyusul setelah beberapa urusan bisnisnya selesai. Mereka tidak tahu akan sampai kapan ada di Sydney, tetapi yang pasti tidak dalam waktu yang sebentar.


Fely menghubungi Bimo untuk menyiapkan keperluan Caraka yang tidak sempat terbawa dan nanti menyusul bersama Surya. Semuanya serba mendadak karena Fely sangat panik melihat keadaan Caraka. Dokternya Caraka juga sudah menghubungi kenalannya disana agar bisa menyiapkan semua keperluan selama Caraka perawatan di Sydney.


Di pagi harinya keadaan rumah Caraka terlihat sepi, hanya ada beberapa pekerja yang biasa mengurus rumah. Pagi-pagi Bimo sudah ada dirumah Caraka untuk membereskan beberapa keperluan sahabatnya itu selama di Sydney. Rencananya malam ini dirinya dan Surya akan menyusul Fely dan Caraka ke Sydney. "Banyak yang kerja tapi kerasnya kayak sepi ya," ucap Bimo kepada Mimin pembantu Fely yang sedang menyiapkan sarapan.


"Mas Bimo disana berapa lama?" tanya Mimin.


"Ga lama sih kayaknya, saya kan harus kuliah Mba Min ..." jawab Bimo.


"Mas Aka akan baik-baik aja kan ya, saya ikutan panik semalem Ibu langsung berangkat kesana." Mimin khawatir.


"Mba Min jangan khawatir, kalo khawatir nanti kurus ... kalo kurus nanti saya ledekin siapa?" goda Bimo.


"Ih Mas Bimo, saya serius malah di becandain," kesal Mimin.


Sementara di sekolah Gauri masih ada beberapa anak yang memandangnya dengan tatapan tidak enak tetapi Gauri sudah mulai belajar untuk mengabaikannya. Hari itu banyak berkas yang harus diurus sebagai syarat masuk universitas. Beberapa temannya membantu Gauri yang tertinggal karena beberapa hari tidak ke sekolah.


Sejak hari itu Gauri sama sekali tidak berhubungan dengan Caraka. Kali ini Gauri cukup kecewa dengan Caraka karena meninggalkannya saat itu. Gauri juga tidak banyak mengecek ponselnya. Sekarang dirinya bertekad untuk lebih fokus mempersiapkan dirinya masuk universitas. Hasil ujian mandiri universitas Gauri akan diumumkan besok, dirinya berharap bisa masuk sehingga tidak perlu memikirkan pilihan universitas lain.

__ADS_1


Bagas dan anggota tim yang lain berlatih seperti biasa. Setelah pengumuman mundurnya Caraka tempat latihan kadang didatangi beberapa media yang meliput. Meskipun pernyataan mundurnya sudah keluar tetapi Caraka belum seratus persen bisa dikatakan keluar karena masih ada prosedur yang harus dilakukan. Pelatihnya mencoba menghubungi Caraka tetapi nomornya tidak aktif dari kemarin malam.


"Kemarin Caraka sempat mampir kesini coach untuk mengambil beberapa barangnya," ucap salah satu atlit.


Pelatihnya heran karena Caraka tidak mengabarinya kalau akan mampir ke tempat latihan. Kebetulan kemarin memang tidak ada latihan jadi tidak ada siapapun disana. "Oke makasih ya infonya," jawab si pelatih. "Oh iya, Bagas hari ini datang latihan?" tanya pelatihnya. Bagas pun menghampiri pelatihnya untuk membahas sesuatu.


"Terakhir kontak Caraka kapan, Gas?" tanya pelatihnya.


Bagas mencoba mengingat, "Kayaknya terakhir pas pengumuman Caraka mundur itu juga cuma lewat pesan coach."


"Ini masih ada beberapa hal yang harus diurus Caraka, tapi dari kemaren hp nya ga aktif, tau engga kira-kira dia kemana?" tanya pelatihnya lagi.


"Nanti coba saya cari tahu, coach."


Fely memberi pengertian kepada Caraka tentang keputusannya membawa Caraka ke Sydney secara tiba-tiba. Caraka paham dan merasa memang sepertinya dengan menghilang sementara dirinya berharap pemberitaan itu akan mereda. Yang Caraka cukup khawatirkan sekarang adalah Gauri. Caraka belum sempat menghubungi Gauri tentang kepergiannya ke Sydney.


Beberapa hari berlalu Gauri merasa ada yang kurang. Kini dirinya mulai mencari Caraka yang tidak ada kabarnya sama sekali dalam beberapa hari ini. Bertanya kepada Bagas, tetapi Bagas pun masih belum mendapat info keberadaan Caraka. Ponsel Caraka juga masih belum aktif, mau berapa kali pun dihubungi tetap tidak ada jawaban.


Surya yang sudah kembali lagi ke Jakarta pergi menemui pihak tim nasional untuk membereskan beberapa hal yang harus diurus mengenai mundurnya Caraka. Surya juga memberitahu mereka kalau Caraka sekarang sudah tidak tinggal di Jakarta. Jadi jika ada sesuatu yang dibutuhkan dari Caraka bisa langsung menghubungi asistennya.

__ADS_1


Ternyata Bagas tidak sengaja mendengar percakapan Surya dan pihak tim nasional dari balik pintu. "Ternyata Caraka udah ga di Jakarta." gumamnya dalam hati. Bagas masih bertanya-tanya kemana Caraka pergi dan kenapa harus pergi dari Jakarta. Dirinya memutuskan untuk menghubungi Bimo. Meskipun tidak terlalu dekat, tetapi Bagas sesekali menghubungi Bimo untuk membahas Caraka.


Bimo yang sedang mengendarai motornya mendengar suara ponselnya yang berbunyi. Karena terlalu berbahaya jadi Bimo memberentikan motornya dulu di pinggiran jalan untuk menjawab teleponnya. "Iya halo, kenapa Gas?" tanya Bimo. Bagas berniat mengajak Bimo bertemu untuk menanyakan Caraka. "Lo bisa ga sore ini ketemu di kantin depan tempat latihan?" tanya Bagas. "Oke, sore jam lima an aja ya beres gue kelas."


Mereka pun bertemu tepat pukul lima sore. Bagas lebih dulu datang karena sudah dari siang ada di tempat latihan.


"Jadi kenapa ngajak ketemu?" tanya Bimo.


Tanpa berbasa basi Bagas bertanya tentang keberadaan Caraka, "Lo tahu kan dia dimana sekarang?"


"Yang pasti dia udah ga ada di Jakarta."


"Caraka ga bakal balik Jakarta lagi?" tanya Bagas lagi.


"Gue ga bisa pastiin, gue ga tahu sampe kesana," jawab Bimo.


Bimo memastikan kepada Bagas kalau sekarang dirinya dan Gauri tidak perlu khawatir soal berita itu. Seiring dengan perginya Caraka, orang-orang akan mulai lupa dan ga tertarik sama berita itu lagi. Gauri bisa tenang sekarang melanjutkan kehidupan dia. "Kalo ga ada hal lain yang mau diobrolin gue pergi ya," ucap Bimo. Masih ada yang mengganjal di hati Bagas tentang alasan perginya Caraka. "Lo jujur deh sama gue, ada sesuatu kan sama Caraka?" tanya Bagas.


Gauri yang terus mencari Caraka akhirnya menelepon lagi Bagas. "Gimana Kak udah ada kabar dari Kak Caraka?" tanya Gauri. Bagas tidak tega dengan adik sepupunya itu yang terus menerus mencari Caraka, akhirnya mengatakan yang sebenarnya. "Caraka udah ga tinggal di Jakarta lagi Ri, gue gatau dia kapan balik ... tapi ada baiknya lo lupain dia ya."

__ADS_1


Sebelum pergi Bimo berkata kalau Caraka sakit makanya pergi. Tapi itu bukan hal yang penting sekarang, menurut Caraka yang penting sekarang adalah Gauri bisa lanjutin hidupnya dia tanpa perasaan takut di teror atau di ancam lagi. Bimo juga berharap sementara jangan cari dulu Caraka, dia lagi berusaha balik lagi seperti Caraka yang sebelumnya.


Mendengar Caraka pergi tanpa mengabari dirinya membuat Gauri sedih. "Kenapa tiba-tiba pergi? Terus kok ga ngabarin aku?" tanya Gauri dengan suara bergetar. "Gue juga baru tahu tadi dari Bimo, udah ya Ri ... Caraka juga maunya lo lanjutin hidup lo," jawab Bagas. Bagaimana bisa Gauri melanjutkan hidupnya jika Caraka tidak ada. Kini Gauri merasa dicampakan oleh Caraka begitu saja.


__ADS_2