Dive Into You

Dive Into You
PULANG KE INDONESIA


__ADS_3

Caraka masih terus melatih dirinya terbiasa lagi terhadap kolam renang. Tetapi tetap tubuhnya masih saja menolak. Caraka frustrasi dengan keadaannya yang sekarang, seperti dikejar waktu Caraka terus saja berlatih. Fely yang melihat itu tidak tega lalu segera merubah dan mempercepat jadwal konsultasi Caraka dengan dokter. Cucunya memang keras kepala, Caraka akan terus berlatih sampai dirinya merasa puas.


Sementara itu Gauri mencoba menuruti perkataan Caraka. Gauri akan fokus terhadap ujiannya dan tidak terlalu memikirkan perkataan orang-orang, dirinya membiarkan pihak yang diatas yang akan menyelesaikan ini. Lagipula pemberitaannya semakin hari semakin menurun, dirinya berharap beritanya akan benar-benar hilang sehingga Caraka bisa segera pulang ke Indonesia.


Di saat yang sama setelah mandi Caraka sempat melihat berita online dan kini pemberitaan tentang dirinya sudah tidak ada di peringkat satu lagi. Dengan ini Caraka berharap dirinya bisa segera pulang dan melanjutkan latihan disana. Selain itu Caraka juga harus memulai sesi konsultasinya dengan dokter untuk memulihkan kondisinya.


"Nek, pemberitaannya udah mulai menurun ... kita bisa pulang lebih cepat kan?" tanya Caraka pada Fely.


"Nenek juga memang sudah berencana untuk kita pulang lebih cepat, jadwal konsultasinya Nenek majukan."


"Jadi kapan?" tanya Caraka lagi.


"Lusa, kita beresin dulu semua disini baru lusa pulang," ucap Fely.


Caraka tidak sabar untuk segera pulang ke Indonesia dan memulai latihannya lagi. Karena Caraka merasa latihannya akan lebih baik jika ada pelatihnya. Mendengar kabar ini Caraka langsung mengirim pesan kepada Gauri mengabari kalau dirinya akan pulang lusa. Meskipun nantinya tidak bisa langsung bertemu, tetapi setidaknya Gauri tahu kapan Caraka pulang sehingga tidak membuatnya terus khawatir.


Caraka, Fely dan asistennya sudah sampai di bandara. Sampai saat ini keadaan masih baik-baik saja. Mereka dijemput oleh supir untuk pulang kerumah. Rasanya sudah lama dirinya tidak pulang ke Indonesia, Caraka hanya memandang keluar dari jendela mobil. "Sampe rumah mau makan apa, Ka?" tanya Fely. Caraka tidak langsung menjawab hingga Fely menepuk pundaknya dan mengulang pertanyaannya, "Eh iya, makan apa aja yang ada Nek."


Sesampainya dirumah Caraka sudah disambut oleh Bimo yang selama mereka di Singapura dipercayakan untuk menjaga rumah mereka.


"Ka ... gimana? udah enakan belum?" tanya Bimo.

__ADS_1


"Mayan lah, selama gua ga ada lo ga acak-acak kamar gua kan?" Caraka curiga dengan gerak gerik sahabatnya itu.


"Ya engga lah, ngapain berantakin kamar yang udah berantakan? ga ada kerjaan amat gua," goda Bimo.


"Eh ... kurang ajar nih orang sini lo." Caraka mengejar Bimo yang lari kedalam.


Rencananya besok Caraka ada jadwal konsultasi dokter lalu pergi ke tempat latihan. Sudah berapa kali dihalangi pun Caraka tetap akan pergi ke tempat latihan. Fely akhirnya menyerah dan mau tidak mau mengizinkan Caraka untuk pergi ke tempat latihan. Tetapi dengan syarat tidak berenang. Meskipun Fely ragu Caraka akan memegang janjinya itu atau tidak.


Karena besok adalah hari ujian sekolahnya, Gauri terjebak di meja belajarnya. Ibunya tidak mengizinkan Gauri pergi kemana-mana selain belajar. Sudah cukup waktu bermalas malasannya kini waktunya Gauri untuk fokus belajar. Ponselnya pun sengaja dirinya letakkan jauh dari jangkauannya. Sehingga Gauri tidak melihat pesan yang dikirim Bagas. Bagas memberi kabar kepada Gauri kalau Caraka sudah di Indonesia.


Paginya Caraka sudah siap-siap berangkat menuju rumah sakit untuk bertemu dengan dokternya. Fely tidak lupa memastikan cucu kesayangannya itu sarapan sebelum berangkat. Mereka pun akhirnya sarapan pagi bersama, termasuk Bimo yang masih menginap dirumah Caraka. Bimo bahkan sudah memiliki niat untuk tinggal dirumah Caraka karena lebih dekat dari kampusnya.


Setelah selesai sarapan Caraka menyempatkan untuk mengirim pesan dukungan untuk Gauri yang akan melaksanakan ujian sekolahnya hari ini. Namun sepertinya Gauri sedang tidak diperbolehkan bersama oleh ibunya, bahkan pesan dari Bagas saja belum dibalasnya. Yang berarti Gauri masih belum tahu kalau Caraka sudah pulang dari Singapura.


Tanpa ada yang menyadari ternyata beberapa fans fanatik Mike sudah mengetahui kepulangan Caraka dari Singapura. Kali ini mereka merencanakan akan menghancurkan karir Caraka seperti Caraka menghancurkan karir idola mereka. Mereka berniat akan menaikan kembali berita tentang dugaan Caraka penyebab kematian Mike. Saat ini beberapa dari mereka ada yang sudah menunggu di tempat latihan untuk mendapatkan sumber berita baru.


Sementara di sekolahnya Gauri masih sudah berhasil menyelesaikan satu mata pelajaran ujian sekolahnya. Masih ada tiga hari lagi sampai dirinya benar-benar menyelesaikan semua ujian sekolahnya.


"Ah ... cape banget pusing kepala  gue nihh," ucap Gauri.


"Udah ini mau pada langsung pulang?" tanya salah satu teman Gauri.

__ADS_1


"Ya iyalah kan besok masih ada ujian ... " keluh Gauri.


"Besok kan matematika, nah di perpus itu anak-anak lagi pada bahas latihan soal sama kemungkinan soal yang keluar ... kalian mau pada ikutan engga?" ajak teman Gauri.


Sempat berfikir namun daripada belajar sendiri dirumahnya Gauri memutuskan untuk ikut serta dengan teman-temannya.


Akhirnya Caraka sampai di tempat latihannya lalu memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Setelah keluar dari mobilnya, Caraka disambut beberapa temannya yang sudah lama tidak melihatnya. Mereka saling sapa dengan gembira lalu berjalan masuk sambil mengobrol. Tanpa Caraka sadari ada beberapa orang yang sedang mengambil fotonya saat itu.


Didalam Caraka juga disambut dengan hangat oleh pelatih-pelatihnya. Hari ini tidak ada jadwal untuk teman-teman satu tim nya di Singapura sehingga tempat latihan terlihat cukup sepi. Persis seperti dugaan neneknya, Caraka mengambil baju renangnya dari loker dan berinisiatif melakukan latihan dasar untuk membiasakan dirinya lagi. Meskipun sudah dilarang oleh pelatihnya, tetapi sifat keras kepala Caraka lah yang berhasil menang.


Pelatihnya menganggap ini sebagai latihan seperti biasa, sehingga dirinya membawa stopwatch untuk mengukur waktu yang didapatkan Caraka. Raihan waktunya yang terakhir yaitu saat di Singapura 27,57 detik. Kali ini pelatihnya ingin melihat berapa yang bisa didapatkan Caraka setelah keluar dari rumah sakit dan beberapa hari tidak melakukan latihan.


Caraka yang sudah siap pun bersiap-siap untuk masuk kedalam kolam setelah pelatihnya membunyikan peluitnya. Diawal masih belum ada masalah, namun seperti biasa gejala itu muncul ditengah-tengah kali ini bahkan membuat Caraka berhenti.


"Kenapa, Ka?" tanya pelatihnya menghampiri.


"Engga coach ... tadi terlalu terburu-buru," Caraka meyakinkan pelatihnya.


"Oke ayo coba lagi."


Caraka pun memulai lagi latihannya dan berusaha menarik nafasnya lebih dalam kali ini. Caraka pun masuk setelah pelatihnya meniupkan peluit. Kali ini Caraka berhasil menyelesaikannya sampai finish, tetapi dengan raihan waktu yang kurang memuaskan yaitu 29 detik. Terlihat sedikit perbedaannya namun cukup besar bagi Caraka yang hampir selalu mempertahankan bahkan mengurangi raihan waktunya.

__ADS_1


Masih tidak puas, Caraka pun kembali mengulangi latihannya. Sampai beberapa kali tetapi raihan waktunya bahkan semakin bertambah, terakhir sampai mencapai 34 detik. Hal ini sangat membuat Caraka kecewa pada dirinya sendiri, raihan waktu ini bahkan dibawah anggota tim nya yang lain.


__ADS_2