
Bagas heran melihat Aura yang tiba-tiba salah tingkah dan berlari kedalam. Dari kejauhan ternyata Gauri sudah melihat Bagas. Dirinya pun berpamitan duluan kepada teman-temannya karena sudah dijemput. Gauri kemudian menghampiri Bagas dan langsung mengajaknya pulang. "Loh, udah emang sama teman-temannya? ini gue mau pesen minum dulu sih kalo lo masih lama," ucap Bagas. Gauri menjawab, "Udah kok yuk entar keburu kemalean kita."
Di parkiran Bagas masih celingukan mencari motor yang menurutnya cukup familiar tadi. "Lo nyariin apa sih Kak, ayo." ajak Gauri. Masih tidak yakin dengan perasaannya Bagas pun akhirnya masuk kedalam mobil dan pulang. Sebenarnya motor yang tadi dilihat oleh Bagas adalah motor milik Bimo dan sering dibawanya, jadi pantas saja jika Bagas merasa familiar. Akhir-akhir ini Bimo memang cukup sering berada di gedung itu.
Dijalan Bagas membahas terpilihnya Gauri sebagai anggota baru BEM di kampusnya. Dirinya sudah mengira bahwa cepat atau lambat Gauri pasti akan bergabung dengan organisasi di kampusnya. Melihat saat SMA dulu Gauri sangat aktif di OSIS. Bagas merasa dengan bergabungnya Gauri disana bisa memberikan banyak pengalaman yang nantinya bisa digunakan dalam dunia kerja. Jadi Gauri tidak hanya kuliah lalu pulang saja.
Gauri tidak tahu apakah masuk kedalam BEM adalah keputusan yang bagus. Tetapi dirinya mencoba untuk profesional dan tidak mau terbebani dengan kehadiran Satrio. "Oh iya, gimana persiapan kejuaraan lo Kak?" tanya Gauri. Menurut Bagas sampai saat ini semua persiapan berjalan dengan baik, dirinya bahkan tidak sabar dengan hari itu. "Lo pasti dateng kan, Ri?" tanya Bagas. "Pasti dong entar gue dateng dukung lo."
Sesampainya dirumah Sarah dan Citra tampak masih seru mengobrol dan tidak terlihat akan berhenti. Melihat itu Bagas yang dari tadi sudah kelaparan mengambil mie instan untuk dia buat didapur rumah Gauri. Bagas sempat mencari keberadaan ayahnya Gauri karena biasanya jam segitu Faisal sudah ada dirumah. Gauri menjelaskan tentang rencana bisnis ayahnya dan alasan kenapa beberapa hari ini ayahnya tidak kunjung pulang.
"Terus berarti beres kejuaraan lo baru sidangnya Kak?" tanya Gauri.
"Rencananya sih gitu, soalnya semua berkas sama revisian udah gue beresin semua," jawab Bagas.
"Kalo Kak Caraka masih kuliah Kak?" tanya Gauri penasaran.
Bagas menganggukan kepalanya, "Harusnya sih dia juga lagi beresin tugas akhir sama kayak gue." Menurut Bagas Caraka membereskan semua proses bimbingan melalui online. Tetapi seharusnya untuk sidang Caraka diharuskan datang langsung ke kampus. Bagas juga tidak begitu yakin dengan hal itu.
"Ternyata masih lanjutin kuliah ya, hebat banget sih tapi," gumam Gauri dalam hati. Gauri ingat bagaimana dirinya dulu sering mengingatkan Caraka tentang kuliahnya. Saat itu Caraka terlalu fokus dengan latihannya sehingga sering bolos kuliah dan mengabaikan beberapa tugas kuliahnya. Kini melihat perjuangan Caraka yang masih menyelesaikan kewajibannya meskipun dari jauh, Gauri kagum melihat perubahannya.
__ADS_1
Setelah Bagas menyelesaikan makannya dirinya dan ibunya berpamitan untuk pulang. Gauri yang mengantar sampai pintu kembali ditanya oleh Bagas tentang kehadirannya di kejuaraan nanti. Gauri meyakinkan kakak sepupunya itu kalau dirinya pasti akan datang, jadi Bagas tidak perlu khawatir. Alan malam itu menginap dirumah temannya jadi Gauri hanya berdua dengan ibunya.
Gauri bercerita tentang dirinya yang sekarang sudah menjadi bagian dari BEM di kampusnya. Jadi kemungkinan akan cukup sibuk dengan berbagai kegiatan disana. Gauri berkata pada ibunya kalau dia akan memanfaatkan pengalamannya disini untuk nanti saat melamar pekerjaan. Seperti biasanya Citra selalu mendukung setiap keputusan anak perempuannya itu. Citra yakin Gauri sudah mempertimbangkan ini dengan baik.
"Aku pastiin ga akan ganggu kuliah aku kok, Bu." Gauri meyakinkan Citra.
"Iya, Ibu percaya kok sama Gauri ... dulu jaman SMA juga bisa atur waktu OSIS sama sekolah kan," ucap Citra.
"Yang gabisa ngatur waktunya itu antara waktu sekolah sama main kamu dengan Caraka," lanjut Citra.
"Ih ibu apaan sih bisa jangan bahas namanya lagi engga?" kesal Gauri.
Keesokan paginya Gauri sudah berada di sekitar kampus karena sebelum masuk kelas dirinya harus mampir ke perpustakaan dulu untu meminjam beberapa buku. Terlihat dari sudut rak buku ada sebuah benda mencurigakan tertumpuk dibawah. Gauri penasaran kemudian mendekati tumpukan mencurigakan itu. Ketika hendak dirinya pegang tiba-tiba hal mencurigakan itu bergerak.
Ternyata itu Satrio, "Hah!" kaget Gauri berteriak. Entah dari kapan Satrio berada di sudut rak buku perpustakaan, tapi keberadaannya disana sangat mencurigakan. Gauri sampai heran dari tadi hanya dia yang merasa terganggu dengan hal mencurigakan itu. Satrio yang masih sulit membuka matanya kaget mendengar teriakan Gauri, "Duh ... berisik banget sih, eh lo kan ... Gauri?" tanya Satrio.
"Iya ini Gauri, lagian Kak Satrio ngapain sih ada disitu mencurigakan banget," kesal Gauri.
"Semalem gue mampir kesini mau cari bahan laporan, terus ga sengaja ke kunciin jadi gue tidur aja disini sampe pintu dibuka," jawab Satrio.
__ADS_1
Gauri tidak habis pikir ketua BEM dikampusnya yang populer ini bisa-bisanya terkunci di perpustakaan lalu memutuskan untuk tidur disini. "Gauri pikir ketua BEM bisa punya akses kemana aja ... contohnya punya kunci perpustakaan gitu?" heran Gauri.
"Lagian lo pikir ketua BEM satpam apa punya kunci akses kemana aja," jengkel Satrio.
"Udah ah gue mau mandi dulu." lanjut Satrio.
Sementara di tempat latihan renang tim nasional, semua atlit yang akan diturunkan untuk kejuaraan nanti sedang melakukan pemanasan ringan sebelum memulai latihan. Para pelatih juga hadir untuk membahas teknis kejuaraan nanti. Karena akan diadakan di Jakarta jadi semua persiapan harus dilakukan dengan matang. Pilihan arena kolam juga sudah disiapkan. Dahulu biasanya Caraka yang diminta untuk melakukan kunjungan kesana.
Keadaan di sekre BEM cukup sibuk hari ini. Beberapa anggota sudah ada yang berangkat ke tempat gathering, dan ada juga yang mempersiapkan beberapa hal sisanya di sekre. Tim Gauri ditugaskan oleh Satrio untuk melakukan persiapan di tempat gathering. Sedangkan dirinya akan menyusul setelah membereskan hal di sekre BEM. Namun ternyata Gauri masih ada dikampus, dirinya sengaja menyuruh yang lain untuk duluan karena masih ada tugas yang harus dirinya kumpulkan.
Tidak sengaja Satrio melihat Gauri yang berlarian dari ruang dosen menuju gedung yayasan. Satrio heran kenapa Gauri masih ada dikampus padahal dirinya sudah menegaskan Gauri untuk langsung ke tempat. Gauri yang terlihat lelah karena habis berlari sudah berdiri didepan lift untuk naik ke sekre BEM. Setelah pintu lift terbuka ternyata ada Satrio didalamnya dan langsung menarik tangan Gauri sambil berjalan keluar lift. "Lo kok masih disini? yang lain udah berangkat kan?" tanya Satrio.
"Iya jadi tadi .... " belum selesai Gauri bicara langsung dipotong oleh Satrio.
"Lo ditinggal sama yang lain?" tanya Satrio yang ternyata mengira Gauri sengaja ditinggal anggota yang lain.
"Ih engga kok, ini gue harus nyerahin tugas dulu makanya gue minta yang lain duluan aja."
"Oh gitu ... yaudah lo berangkat bareng kita aja, ini udah mau jalan kok," ucap Satrio. Gauri tidak mengira kalau Satrio akan berpikir kalau dirinya sengaja ditinggal oleh anggota yang lain. "Apa karena gue baru? tapi kan ya emang masih jaman anak baru diperlakuin kaya gitu?" heran Gauri.
__ADS_1