
Aura menjelaskan tentang bagaimana kronologis dari kejadian hari itu. Bagas dan Gauri dengan setia berada disampingnya membantu menjelaskan. Pengacara keluarga Caraka bisa dikatakan cukup handal dibidangnya. Saat kejadian dahulu saja beliau berhasil menghukum orang-orang penyebar berita buruk mengenai Caraka.
Diskusi mereka malam itu dengan sang pengacara berjalan dengan baik. Kini mereka yakin bisa mengembalikan nama baik Aura dan cafe. Dan yang utama adalah menghukum mereka yang sengaja menjatuhkan Aura. Hingga kini Bagas tidak bisa berhenti berfikir tentang siapa yang berada dibalik ini semua.
Sampai akhirnya Gauri kembali mengungkit seseorang yang selalu memperhatikan cafe mereka dengan mencurigakan. Beberapa kali bahkan sampai Gauri meminta Bagas atau Satrio untuk menemani mereka sampai cafe tutup. Saat itu Caraka berada di luar kota sehingga Gauri tidak bisa memintanya kesana.
Awalnya hanya beberapa kali saja, tetapi semakin hari lelaki itu hampir ada setiap hari. Hingga kini Gauri tidak mengetahui tentang siapakah lelaki itu sebenarnya. "Apa mungkin ada hubungannya ya?" tanya Gauri ditengah diskusi mereka dengan pengacara.
Sang pencara berkata mereka tidak bisa menyimpulkan begitu saja sebelum mendapat bukti yang pasti. Setelah selesai berdiskusi Bimo mengantarkan pengacaranya sampai diluar. Seiring dengan perginya pengacara itu Bimo dan Bagas pun pamit pulang.
Bagas tidak bisa menemani mereka karena ada urusan mendadak di tempat latihan. Besok pagi dirinya akan menjemput mereka menuju kantor polisi untuk melanjutkan penyelidikan. Besok semua yang terlibat hari itu dipanggil untuk proses lanjutan.
"Pulang dulu ya ... " ucap Bagas berjalan menuju mobilnya.
"Hati-hati Kak," ucap Gauri, bersamaan dengan itu Aura melambaikan tangannya.
Keesokan paginya Bagas baru tiba didepan rumah Aura tetapi melihat sebuah mobil yang terlihat familiar olehnya. Saat masuk kedalam sudah ada Caraka dengan tangan yang memegang roti bakar buatan Gauri.
"Eh ... baru dateng?" tanya Caraka meletakkan roti nya di piring.
__ADS_1
"Iya ... lo dateng jam berapa? awas makan sarapan bagian gue," ucap Bagas heran, biasanya Bagas lah yang selalu menumpang sarapan dan datang lebih pagi kesini.
Aura pun kemudian menyodorkan piring berisi roti bakar kepada Bagas dan menyuruhnya duduk. Semalam Caraka sudah mengabari Gauri kalau hari ini akan menemaninya ke kantor polisi. Sebelumnya Caraka sudah diberitahu mengenai kronologis dan hasil diskusi pengacaranya dengan Aura dan Gauri.
Merasa kalau para pelanggan itu licik dan berniat jahat membuat Caraka tidak tenang. Sehingga dirinya memutuskan untuk menemani Gauri ke kantor polisi. Hari ini rencananya pengacara Caraka akan ikut datang ke kantor polisi untuk mendampingi kliennya.
Mereka bisa menyerang balik jika pihak lawan tetap tidak mau mengakui kejahatannya. Karena itu pengacara Caraka sudah mempersiapkan semuanya jika itu memang dibutuhkan. Namun, Caraka merasa kalau ini sebenarnya bukan kasus yang rumit dan bisa diselesaikan dengan cepat.
Caraka yakin ada sangkut pautnya dengan lelaki mencurigakan yang selalu melihat ke arah cafe. Karena itu dirinya menyuruh seseorang untuk mencari orang itu. Untung saja saat Caraka kesana dirinya pernah tertangkap kamera dashboard mobil Caraka.
Hal ini sebenarnya ingin Caraka ceritakan kepada Gauri, tetapi karena takut membuat Gauri takut dan khawatir Caraka ingin mencari tahu siapa orang ini terlebih dulu. Sayangnya Caraka terlanjur diminta untuk mengurus investor untuk proyeknya.
Akhirnya mereka semua pun berangkat ke kantor polisi sesuai dengan jadwal panggilan mereka. Gauri berangkat dengan mobil Caraka, sementara Aura dengan Bagas. Sepanjang jalan Aura terlihat gelisah, kantor polisi rasanya cukup menakutkan untuknya. Bagas pun menenangkan Aura dengan sesekali menggenggam tangannya.
Gauri mulai tegang ketika mobil Caraka memasuki area parkir kantor polisi. Dirinya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa. Caraka yang melihat itu hanya tersenyum sembari membantu Gauri membuka seatbeltnya, "Ga usah tegang, ada aku kan." Mereka pun keluar mobil bersama-sama.
Tidak lama mereka berjalan masuk, para pelanggan itu juga datang membawa pengacara mereka. Mereka lalu menatap sinis saat berpapasan dengan Gauri dan Aura.
"Berlebihan ngapain sampe bawa pengacara segala sih ... " kesal Bagas.
__ADS_1
"Kita juga kan pake pengacara," ucap Aura sedikit berisik kepada Bagas.
"Soalnya kita kan pihak yang disalahkan, anggep sebagai pertahanan diri," ucap Bagas masih sedikit kesal.
Proses penyelidikan lanjutan pun dimulai. Sementara proses itu dilakukan Bagas dan Caraka hanya bisa menunggu diluar. Karena pihak korban masih menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis sehingga mereka membawa pengacara untuk menguatkan tuduhan mereka terhadap Gauri dan Aura.
Tidak lama pengacara Caraka datang lalu disambut oleh Caraka yang duduk ruang tunggu. Caraka mencoba menjelaskan bagaimana keadaan didalam kepada sang pengacara. Kemudian beliau pun memutuskan segera masuk kedalam.
Mereka pun diminta keluar beberapa saat menunggu hasil diskusi pihak kepolisian. Saat ini posisinya pihak Gauri dan Aura hampir menang karena adanya bukti rekaman. Bahkan setelah berada di luar pihak lawan terus saja mencoba menekan Aura, meminta pertanggung jawabannya dengan menutup cafe nya. Mereka juga mengancam akan menyebarkan berita ini untuk menurunkan reputasi cafe Aura.
Para pelanggan itu sungguh sudah tidak punya malu lagi. Setelah jelas-jelas bersalah namun masih juga bertindak menekan Aura dan Gauri. Mereka beralasan jika video itu adalah hasil rekayasa. Terlebih lagi sumbernya Aura rahasiakan dari pihak polisi karena tidak mau karyawannya ikut terlibat.
Tidak tega melihat wanitanya terus ditekan Bagas pun maju dan meminta Aura berdiri dibelakangnya. Caraka akhirnya maju dan berkata dirinya juga bisa melaporkan balik mereka semua. Karena gedungnya juga bisa turut dirugikan karena kegaduhan ini.
Mendengar perkataan Caraka barusan membuat Aura, Gauri bahkan Bagas kaget dibuatnya. Sama sekali tidak percaya jika pemilik gedung itu sebenarnya adalah Caraka. Merasa semua orang sekarang balik menatapnya heran, Caraka meyakinkan Gauri akan menjelaskan ini semua padanya.
"Pokoknya saya juga sebagai pemilik gedung sangat dirugikan jika anda bersikeras mengancam seperti itu." Tatapan tegas Caraka sedikit membuat mereka mundur.
"Saya akan pastikan kalian semua akan mendapat hukuman atas tuduhan ini."
__ADS_1
Hasil penyelidikan akan diumumkan beberapa hari setelah ini. Pihak lawan kali ini mendapat perlakuan khusus karena cenderung menjadi pihak yang bersalah. Mereka akan lebih diawasi mulai hari ini.
Sepanjang perjalanan pulang Gauri tidak berhenti menatap Caraka. Tatapannya ini penuh dengan banyak arti. Dari tidak percaya, heran, semua saling bercampur. Caraka kini berhutang penjelasan kepada Gauri karena telah mengungkapkan identitasnya.