Dive Into You

Dive Into You
SEBUAH KEPUTUSAN


__ADS_3

Caraka kemudian menaiki mobilnya menuju mall tempat Gauri berada. Diikuti Bagas yang menaiki mobilnya sendiri dibelakang Caraka. Caraka yakin kalau Gauri pasti belum sempat melihat komentar kebencian untuk dirinya. Sedangkan di mobil Caraka mencoba menelepon asisten neneknya meminta untuk melakukan take down untuk komentar jahat terhadap Gauri.


Caraka tidak melakukan itu untuk beritanya sendiri karena merasa tidak semua pemberitaan itu salah. Dirinya masih dalam posisi merasa bersalah terhadap kematian Mike. Di kantor tim nasional kini kembali di teror oleh telepon dari beberapa media yang menagih konferensi pers oleh Caraka langsung. Pihak tim kini terpojok dan tidak bisa memberikan keputusan langsung karena belum berhubungan dengan Caraka.


Sesampainya di mall, Caraka dan Bagas langsung menuju toko ice cream dimana Gauri dan teman-temannya berada. Di saat yang bersamaan Gauri masih tidak tahu tentang komentar kebencian dirinya masih mengobrol biasa dengan temannya. Tidak lama Gauri melihat Caraka dan Bagas yang berjalan menuju dirinya. Caraka langsung meraih tangan Gauri untuk pergi dari sana.


"Kak, ada apa sih?" tanya Gauri yang pasrah tangannya ditarik Caraka.


"Kita ngobrol disana bentar ini penting," jawab Caraka memunggungi Gauri.


Sementara Bagas mengikuti mereka dari belakang, dirinya melihat ke berbagai arah dan mulai menyadari tatapan beberapa orang yang mengenali Caraka. Rupanya beritanya kini menyebar lebih cepat dibanding sebelumnya. Terutama karena Caraka ada di Indonesia jadi beberapa orang yang membaca beritanya dan melihat Caraka langsung memberikan tambahan berita palsu lainnya.


Gauri memaksa berhenti dan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Caraka. "Kak sakit lepasin dulu kita mau kemana sih?" tanya Gauri. Caraka yang mendengar itu akhirnya melepaskan genggamannya yang tanpa dirinya sadari semakin keras karena perasaan kesal kenapa Gauri sampai masuk kedalam pemberitaan ini. "Kenapa Kak, ada apa?" tanya Gauri menatap mata Caraka. "Kalo Kak Caraka diem gini terus aku bisa tau dari mana?" lanjut Gauri. Mereka berdua kini berdiri tepat diluar mall.

__ADS_1


Caraka baru menyadari kalau ternyata mereka sudah ada diluar mall lebih tepatnya di parkiran. "Gue anter lo pulang nanti kita obrolin dijalan." Caraka membawa Gauri ke mobilnya. Bagas yang baru  tiba dibelakang mereka juga memutuskan untuk pergi menemui beberapa temannya. Siapa tahu ada dari temannya yang bisa membantunya mencari sumber berita ini kembali naik dari mana awalnya.


"Kalo ada kabar baru gue kabarin lo, Ka." Bagas pun pergi duluan ke mobilnya.


Sepanjang jalan Caraka hanya terdiam, sama halnya dengan Gauri. Di dalam mobil hanya dipenuhi suara musik dari radio. Gauri yang mengeluarkan ponselnya dan akan memainkannya dihalangi oleh Caraka. Tanpa bertanya Gauri hanya menuruti Caraka. Wajahnya yang serius membuat Gauri tidak berani mempertanyakannya. Ini adalah wajah dan tatapan yang tidak pernah dilihat Gauri sebelumnya.


Akhirnya sampai juga didepan rumah Gauri. Tetapi Gauri tidak langsung turun karena Caraka masih berjanji akan bercerita tentang apa yang terjadi tadi kepadanya. "Jadi? tadi kenapa?" tanya Gauri. Caraka mengarahkan tubuhnya pada Gauri dan mulai berbicara.


"Jangan balesin komentar-komentar ga penting itu lagi ya," ucap Caraka menatap Gauri.


Caraka hanya membalasnya dengan anggukan pelan, "Jadi udah ya biar gue aja yang beresin, Gauri ga usah ikut-ikutan."


"Ga bisa dong, itu semua yang mereka omongin kan ga bener ... mereka asal ngomong tanpa tahu yang sebenernya terjadi sama Kak Caraka itu apa," kesal Gauri.

__ADS_1


"Udah Ri, pokoknya gue gamau lo jadi ikut kena juga ... gue gamau lo kenapa-kenapa."


Gauri yang kesal tidak membalas omongan Caraka, kemudian memilih keluar dari mobil. Gauri hanya ingin melindungi Caraka karena dirinya tahu betul apa yang dilalui Caraka setelah Mike meninggal. Betapa hancur dan berpengaruhnya kejadian itu kepada kehidupan Caraka sekarang. "Ada sesuatu yang beda dari lo Kak, setelah Kak Mike meninggal ada yang kurang dari lo dan lo ga sadar itu, gue gamau lo lebih sakit karena berita ga masuk akal ini." gumam Gauri dalam hatinya.


Caraka yang melihat Gauri langsung keluar dari mobil begitu saja hanya bisa terdiam. Caraka khawatir Gauri yang tidak tahu apa-apa ikut tersakiti karena ini. Caraka hanya berharap Gauri tidak sempat melihat komentar kebencian terhadapnya karena sudah di take down olehnya. Kini Caraka bingung apa yang harus dilakukannya untuk meredakan pemberitaan ini.


Setelah diam dan berpikir beberapa saat disana, Caraka akhirnya menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Gauri dari tadi ternyata masih memperhatikan mobil Caraka dari balik jendela kamarnya, dan bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkan Caraka karena dia belum juga pergi dari depan rumahnya. Rasanya banyak sekali cobaan bertubi-tubi yang harus dilalui Caraka, Gauri merasa kasihan padanya. Jika saja Gauri tahu bahwa hal ini memengaruhi performa Caraka dalam berenang, Gauri pasti semakin khawatir.


Keesokan paginya Caraka sudah dihubungi oleh pihak tim nasional, ada yang perlu dibicarakan mengenai pemberitaan yang sedang ramai tentang dirinya. Karena hari ini Caraka ada jadwal konsultasi, sehingga waktu bertemu mereka diundur menjadi keesokannya lagi. Caraka sudah pergi dari pagi karena jadwal konsultasi nya hari ini cukup panjang.


Sebelum pergi Caraka sempat diinterogasi oleh sang nenek yang ternyata sudah tahu juga tentang berita cucunya yang kembali naik. "Tenang aja ya Ka, kita lagi usahain berita ini bisa mereda atau malah hilang," ucap neneknya sambil merapihkan baju Caraka. "Iya, Nenek juga gausah terlalu khawatir ya, Caraka baik-baik aja kok," jawab Caraka. Caraka masih dalam mode meyakini dirinya baik-baik saja sebagai caranya meredakan pikirannya yang sebenarnya sedang kacau.


Pagi-pagi Gauri masih bermalas malasan memainkan ponselnya dan belum mandi. Karena ujian sekolahnya sudah selesai, hari ini kegiatan Gauri di sekolahnya adalah mengurus beberapa berkas untuk pendaftaran universitas. Ketika ayahnya akan keluar untuk berangkat kerja, dirinya menemukan sebuah kotak yang bertuliskan Gauri diatasnya. Faisal pun akhirnya membawa masuk kotak itu kedalam rumah sambil memanggil Gauri untuk turun.

__ADS_1


Alangkah kagetnya Gauri ketika membuka kotak itu yang ternyata berisi tulisan ancaman dan boneka yang compang camping. Gauri dan ibunya otomatis berteriak dan kaget melihat isinya. Ancaman itu bertuliskan "Kalo ga mau hidup lo hancur jangan lindungi Caraka!". Gauri kaget tidak menyangka kalau mereka bahkan tahu rumahnya dimana.


Gauri yang kaget menelepon Bagas untuk segera datang kerumahnya melihat kotak ancaman ini. Ayahnya Gauri sudah pergi bekerja dan Alan juga sudah berangkat ke sekolahnya. Gauri dan Citra sempat ketakutan karena ancaman ini. Citra kemudian segera menutup rapat rumahnya karena takut ada sesuatu yang datang kerumahnya.


__ADS_2