Dive Into You

Dive Into You
CARAKA MUNDUR


__ADS_3

Setelah lama berdiskusi dan masih belum menemukan kata sepakat, Caraka dan pihak tim nasional menunda keputusan hingga besok sore. Caraka pun memutuskan untuk pulang dan mencoba berbicara dengan kakek dan neneknya. Meskipun begitu dalam hati keputusannya untuk mundur sudah final, tetapi meminta pendapat dari kakek dan neneknya sepertinya bukan hal yang merugikan.


Didalam mobil Caraka menelepon Gauri yang sudah pulang kerumahnya. Sebelum bertemu dengan tim, Caraka mengantar Gauri dulu pulang dan memastikan Gauri selamat sampai dirumah. Menunggu beberapa saat ternyata Gauri tidak menjawab panggilan dari Caraka. "Apa ketiduran ya dari tadi nangis mulu soalnya," gumam Caraka dalam hati. Caraka pun akhirnya mengirimkan pesan untuk Gauri.


Gauri yang baru selesai mandi melihat ponselnya ternyata ada panggilan tidak terjawab dan pesan dari Caraka. Caraka hanya menanyakan keadaan Gauri sekarang bagaimana. Pelaporan atas ancaman yang didapatkan Gauri sudah dilaporkan dan diusut oleh polisi. Sehingga membuat Gauri sedikit lebih tenang meskipun masih ada sedikit rasa khawatir.


Sesampainya dirumah Caraka langsung mencari keberadaan sang nenek. Fely sedang sibuk mengurus tanamannya di taman belakang dengan Mimin pembantunya. Fely yang melihat Caraka sudah pulang melambaikan tangan dan memberi isyarat kepada Caraka untuk menghampirinya.


"Baru sampe?" tanya Fely.


"Iya ... Nenek udah makan?" Caraka bertanya.


"Sudah, kamu pasti belum makan makanya nanya gitu kan," goda Fely.


"Ada yang mau aku obrolin sama Nenek, bisa?" Caraka mulai serius.


Melihat keduanya akan mengobrol serius Mimin pamit pergi ke dapur untuk bersih-bersih.


"Kenapa? mau bicara apa?" tatap Fely.

__ADS_1


"Tadi aku ketemu orang tim, terus ngobrol tentang banyaknya berita kurang enak tentang aku ... mereka minta untuk adain konferensi pers dan bilang kalo semua rumor itu bohong, tapi ku pikir itu ga akan cukup," kata Caraka.


"Terus kamu punya solusi lain?" tanya Fely.


"Tadi pagi Gauri dapet ancaman karena dia belain aku, seharian dia nangis ketakutan karena itu .... "


"Caraka gabisa liat orang yang Caraka sayang jadi ikut terlibat bahkan dalam bahaya kayak gini, Nek," lanjut Caraka.


Fely yang sudah sangat mengenal Caraka tahu arah pembicaraan cucunya ini akan kemana, sehingga hanya mendengar semua penjelasan dari Caraka.


"Jadi aku mutusin untuk mundur aja Nek, ikutin apa yang mereka mau .... "


"Caraka ... dengerin Nenek ya, apapun keputusan kamu Nenek harap kamu ga akan menyesal dengan itu ... mau bagaimana pun akhirnya, kami Nenek dan Kakek akan ada sama kamu, oke ... " Fely menggenggam tangan Caraka erat.


Keesokan paginya Caraka meyakinkan dirinya dan pergi ke kantor tim nasional untuk melakukan konferensi pers. Fely hanya bisa berdoa semoga keputusan ini tidak akan disesali oleh Caraka. Surya juga sudah diberitahu oleh Fely tentang rencana cucunya, dan mendukung apapun keputusan itu. Yang tahu tentang ini hanya Caraka, tim dan kakek neneknya Caraka. Bagas dan Gauri tentu belum tahu tentang mundurnya Caraka.


Di kantor tim nasional sudah ada beberapa media yang sudah menunggu. Mulanya jadwal konferensi pers akan diadakan sore hari, tetapi Caraka sudah membulatkan tekadnya dan memajukan jadwal konferensi persnya. Para pelatihnya sekali lagi menanyakan apakah Caraka yakin dengan keputusannya. Tetapi sekarang hanya ini yang bisa dilakukannya untuk meredakan berita dan komentar kebencian yang semakin liar.


Konferensi pers pun akhirnya dimulai. Acara ini disiarkan secara live di beberapa platform online. Bagas yang kebetulan sedang ada dirumah Gauri bersama dengan ibunya cukup kaget melihat notifikasi konferensi pers Caraka. Bagas dan Gauri menonton bersama acara itu untuk melihat keputusan apa yang akan dilakukan Caraka.

__ADS_1


Acara dibuka dengan penjelasan tentang berita yang beredar selama ini adalah sebuah kebohongan. Tetapi langsung dibantah oleh salah satu perwakilan media disana. Mereka berkata bahwa kurangnya bukti menjadikan pernyataan itu tidak bisa dipercaya. Saat ini petisi mundurnya Caraka sudah mencapai angka yang diluar dugaan. Ternyata cukup banyak orang-orang yang termakan dengan pemberitaan bohong ini.


Bagas dan Gauri yang sedang menonton cukup cemas karena Caraka dan pihak tim sedang terpojok. Citra dari tim nasional sekarang sedang dipertaruhkan. Di sisi lain mereka tidak bisa merugikan atlit yang lain karena pemberitaan Caraka ini, namun juga menyayangkan keputusan mundurnya Caraka.


Setelah memberikan beberapa pernyataan dan menjawab pertanyaan dari media, Caraka menutup konferensi pers hari ini dengan sebuah keputusan yang mengejutkan. Caraka berkata "Saya Caraka Adhitama dengan ini memutuskan untuk mundur sebagai atlit renang nasional, setelah beberapa tahun ini saya harap hal yang saya lakukan bukanlah sesuatu yang sia-sia. Sebelumnya saya meminta maaf kepada seluruh pihak yang telah mendukung saya selama ini. Keputusan saya ini bukan berarti saya mengakui pemberitaan palsu yang beredar. Hal ini murni untuk melindungi orang-orang yang telah mendukung saya selama ini. Terima kasih."


Banyak pihak yang sedang menonton konferensi pers ini kaget mendengar keputusan dari Caraka, termasuk Bagas dan Gauri. Bagas terlihat kecewa dan kesal dengan keputusan yang dibuat Caraka, sedangkan Gauri hanya terdiam tidak percaya. Bimo yang melihat acara itu dari rumah juga terlihat kecewa namun bangga dengan keberanian sahabatnya itu. Siapa yang sanggup merelakan hasil kerja keras selama bertahan-tahun seperti yang Caraka lakukan.


Acara konferensi pers resmi berakhir dan Caraka pun pergi dari tempat itu. Diluar dirinya sudah disambut oleh pelatih-pelatihnya, beberapa teman dan juniornya. Mereka tahu bahwa keputusan yang dibuat Caraka bukanlah hal yang mudah. Mereka adalah orang-orang yang selama ini mempercayai Caraka bahkan hingga akhir.


"Lagi pula performa ku udah ga sama lagi kayak dulu, iya kan coach," ucap Caraka.


"Engga gitu dong Ka, sebenarnya masih bisa diperbaiki."


"Ini emang udah saatnya coach, Caraka udah ga bisa masuk lagi kesana," lirih Caraka.


Gauri yang tidak percaya mencoba menelepon Caraka namun tidak juga diangkat. Bagas akhirnya mengajak Gauri untuk menemui Caraka saja kesana. Keduanya pun memutuskan untuk pergi menemui Caraka secara langsung. Ternyata didepan kantor sudah banyak media yang berkumpul juga ada beberapa pendukung Caraka. Keadaan yang ramai itu menyulitkan Bagas dan Gauri untuk masuk kedalam.


Pihak fans fanatik Mike ternyata tidak cukup puas dengan itu. Karena bisa dilihat setelah mundurnya Caraka banyak komentar yang bersimpati dan justru memberi dukungan untuk Caraka. Mereka pun melakukan serangan terakhir, kini terkait kesehatan Caraka yang memerlukan kontrol di rumah sakit. Mereka berharap serangannya kini benar-benar bisa membuat karir Caraka hancur.

__ADS_1


Berita itu rilis disaat banyak orang dan media berkumpul didepan kantor tim nasional. Bersamaan dengan keluarnya Caraka dan beberapa pelatihnya. Pihak media yang sudah melihat berita itu akhirnya memberikan pertanyaan yang memojokan Caraka. Caraka yang bingung hanya bisa terdiam melihat mereka semua mengarahkan kamera dan mic kepadanya.


Bagas dan Gauri melihat Caraka dari kejauhan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi disana. Bagas lalu melihat ponselnya dan benar saja, muncul lagi pemberitaan baru yang memojokan Caraka. Gauri yang melihat itu lalu berlari untuk menghampiri Caraka namun ditahan oleh Bagas.


__ADS_2