
Caraka tahu kalau malam itu Bagas dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, karena itu dirinya pun segera menelepon Bagas membahas apa yang tadi dia lakukan di kantor polisi. Caraka fikir Bagas pasti mendapatkan sedikit kemajuan setelah dari kantor polisi. Pikirannya kini sangat kacau apalagi setelah melihat video singkat yang ditinggalkan Mike untuknya. Jika saja dirinya bisa datang menemui Mike lebih cepat, pasti hal ini tidak akan terjadi.
Bimo khawatir karena sedari tadi Caraka tidak kunjung turun dari kamarnya. Kakek dan Nenek Caraka sudah ada di meja makan menunggu cucunya turun dari kamarnya. Karena terlalu lama akhirnya Bimo memutuskan menyusul Caraka ke atas. Bimo mengetuk pintu dari luar dengan perlahan, "Ka, makan dulu udah ditungguin dibawah tuh." Tidak muncul respon dari dalam menambah kepanikan Bimo, tubuhnya sudah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu namun di waktu yang bersamaan pintu pun terbuka.
"Mau Lo dobrak?" tanya Caraka.
"Lo dari tadi ga nyaut sih khawatir gue," jawab Bimo menatap Caraka khawatir.
Mereka berdua pun turun menuju ruang makan untuk makan malam bersama. Fely tahu ini bukan saatnya untuk bertanya banyak pada cucunya itu sehingga dirinya hanya bersikap seperti biasa. Sedangkan kakeknya yang melihat sang istri bersikap biasa saja juga ikut menurutinya. Suasana makan malam hari itu terlihat hening, semua orang makan dengan sesekali mengecek keadaan Caraka.
__ADS_1
Gauri sudah sampai didepan rumahnya diantar oleh Bagas. Rumahnya sepi dan gelap karena semua orang ada di Bandung. Sebelum pulang tadi Gauri dan Bagas sudah makan dulu jadi begitu masuk kerumah Gauri berniat langsung bersih-bersih dan tidur. Hari ini cukup melelahkan untuknya, namun dirinya yakin yang paling merasa lelah hari ini adalah Caraka.
"Makasih Kak udah nganterin sampe rumah," ucap Gauri.
"Besok gue mau ada urusan jadi ga bisa nganter kalo Lo mau ke suatu tempat," kata Bagas dari dalam mobilnya.
"Gapapa, gue ga kemana-mana kok besok," kata Gauri.
Setelah bersih-bersih dan bersiap tidur, Gauri masih memandang ponselnya. Sejak chat terakhir dengan Caraka tadi belum ada lagi chat yang masuk dari Caraka.
__ADS_1
"Kak Caraka lagi apa ya?" gumam Gauri dalam hati.
Daripada terus memikirkan Caraka begini, Gauri memutuskan untuk mengirim pesan lebih dulu ke Caraka. Berharap meskipun hanya dibalas dengan emotikon, setidaknya Gauri tahu kalau Caraka tidak apa-apa.
Di kamarnya Caraka juga masih belum tidur dan hanya menatap langit-langit kamarnya. Semua memori bersama dengan Mike terlintas dikepalanya. Rencananya besok akan dilakukan otopsi oleh pihak kepolisian terhadap jenazah Mike. Jadi Caraka dan Bagas yang akan hadir disana menggantikan ibunya Mike. Setelah dikabari mengenai anaknya ibunya sangat syok dan sempat dilarikan ke rumah sakit.
Bagas tidak memberitahu Gauri kalau besok urusan yang dilakukannya adalah menghadiri otopsi jenazah Mike dan akan ada Caraka disana. Karena jika diberitahu dia pasti akan memaksa untuk ikut. Hari ini saja Gauri sangat tidak nyaman ketika dibawa ke kantor polisi. Bagas tidak mau membuat sepupu kesayangannya itu semakin tertekan jika harus turut hadir disana. Selain itu juga Gauri pasti memaksa ikut karena ada Caraka disana.
Dari pagi Caraka sudah sibuk bersiap-siap ke kantor polisi. Dirinya mencoba untuk melanjutkan hidupnya dan tidak terus terpuruk karena Mike. Lagipula kini ada hal penting yang harus dirinya selesaikan, yaitu menangkap pelaku pembunuh Mike. Hal ini lebih penting dibandingkan terus sedih dan menangis pasca kepergian Mike. Dirinya juga sudah berjanji pada ibunya Mike bahwa akan menangkap pelakunya.
__ADS_1
Setelah memiliki kopian video singkat yang dibuat Mike untuk Caraka, dirinya pun menyerahkan ponsel Mike kepada pihak kepolisian. Caraka berharap dapat ditemukan sebuah petunjuk dari ponsel tersebut. Caraka dan Bagas janji bertemu di kantor polisi sekitar pukul 09.00 pagi, sedangkan Caraka sudah keluar dari rumahnya pukul 07.00. Caraka berencana mampir dulu ke rumah Mike untuk melihat keadaan ibunya Mike.
Caraka terus memaksa ibunya Mike untuk dirawat aja di rumah sakit, melihat keadaannya yang terus melemah dan tidak ada yang menjaganya. Namun ibunya Mike tetap memilih untuk dirumah saja, menunggu kabar kelanjutan kasus Mike. Caraka pun tidak perlu khawatir karena ada kerabat mereka yang tinggal tidak jauh dari rumah mereka sekarang, yang setiap saat akan melihat keadaan ibunya Mike.