
Gauri kaget ketika mendengar Caraka akan membawanya ke rumahnya untuk makan malam bersama dengan neneknya. Bahkan saat mereka kecil dulu Gauri sama sekali belum pernah secara langsung bertemu dengan neneknya Caraka. Gauri mungkin hanya melihatnya sesekali, dan itu pun dari kejauhan.
Caraka tersenyum geli melihat raut wajah kaget Gauri mendengar perkataannya. Awalnya makan malam dengan neneknya tidak pernah ada dalam rencananya. Namun, rencana itu tiba-tiba muncul setelah Bimo terlambat memesan tempat makan malam di resto favoritnya.
Tadinya Caraka akan mengenakan Gauri di lain waktu, tetapi dipikir lagi sepertinya hari ini adalah waktu yang tepat. Caraka berencana menutup hari bahagia ini bersama dengan dua orang yang sangat disayanginya. Sayang sekali ibunya tidak ada disini, karena jika dirinya melihat Gauri sudah bisa dipastikan ibunya akan menyukai Gauri.
"Tapi aku pake baju kayak gini, malu tau ketemu nenek kalo kayak gini," ragu Gauri, tidak percaya diri dengan tampilannya saat ini.
"Nanti kita bisa mampir ke mall dulu buat cari baju," ucap Caraka dengan tentangnya.
"Aku juga make up nya kayak gini, mana udah kucel banget." Gauri memandang pantulan wajahnya dari layar ponselnya.
"Di mall sekalian ke salon," ucap Caraka.
Sebelumnya Gauri tidak menyangka lelaki di sebelahnya ini bisa berperilaku seperti ini. Caraka benar-benar berubah sekarang. Dulu Caraka memang perhatian dan sangat baik kepada Gauri, tetapi kali ini act of service nya benar-benar luar biasa.
Gauri berhasil merubah Caraka menjadi versinya yang lebih baik sekarang. Dan beruntungnya Gauri karena bisa mendapatkan Caraka yang seperti ini. Kali ini Gauri benar-benar dimanja oleh seorang Caraka Adhitama. Tidak berhenti dirinya memberikan semua perhatian yang sebelumnya tidak bisa dilakukannya kepada Gauri.
Setelah beberapa tempat didatangi, sekarang Gauri dan Caraka sudah berada di salah satu mall besar di Jakarta. Gauri diperbolehkan memilih baju yang disukainya. Seperti seorang anak kecil yang diizinkan memilih berbagai jenis permen yang diinginkannya, kini Gauri sangat bersemangat dengan matanya yang bersinar.
Caraka hanya mengikuti kemana Gauri melangkah dari belakangnya sembari meminum kopi favoritnya. Setelah beberapa toko didatangi, Gauri memilih sebuah toko yang penuh dengan dres cantik bergaya Minimalis yang sangat anggun jika dipakai gadis muda seumuran Gauri.
__ADS_1
Kebetulan disana disediakan tempat duduk, sehingga Caraka yang cukup kelelahan mengikuti Gauri pun duduk disana menunggu Gauri selesai memilih dressnya. Sembari membuka ponselnya, Caraka membereskan beberapa pekerjaannya disana. Bimo sejak tadi sudah mengganggunya dengan banyak email.
Tidak lama pilihan Gauri jatuh kepada sebuah dress berwarna khaki yang sangat cocok dengan kulit putih Gauri. Karena tidak mau tergoda dengan dress yang lain, Gauri pun meminta Caraka untuk segera menyelesaikan pembayarannya. Sebelumnya Caraka menambahkan heels cantik yang sesuai dengan dress pilihan Gauri.
Setelah berbelanja Gauri pun pergi ke salon untuk memperbaiki make up nya yang mulai luntur. Caraka tahu betul seorang wanita akan membutuhkan waktu lama jika di salon. Karena itu dirinya pun memilih menunggu Gauri di salah satu Coffee Shop tidak jauh dari salon itu. Disana Caraka juga berencana melanjutkan pekerjaannya yang tadi.
Beberapa saat lagi waktunya Aura menutup cafe nya. Hari ini dirinya memang berencana menutup cafe nya lebih awal karena merasa tidak enak dengan bantuan Bagas sejak siang tadi.
"Makasih ya udah banyak bantuin," ucap Aura menyerahkan minuman segar buatannya kepada Bagas.
"Oh oke ... iya sama-sama, gapapa kali ga udah sungkan gitu," balas Bagas, mulai meminum minumannya.
Keadaan cafe mulai sepi dari pengunjung yang tiba-tiba datang, sekarang hanya tersisa pengunjung yang masih menikmati pesanannya didalam cafe. Sehingga mereka bisa duduk santai dibalik counter kasir. Saat itu Bagas tiba-tiba tertawa melihat ponselnya.
"Ini si Gauri ... dia ngabarin kalo tiba-tiba diajak makan malam sama neneknya Caraka, terus ini dia lagi di salon benerin mukanya yang kucel kayak cucian kotor," ucap Bagas tertawa dengan puas melihat isi pesan Gauri dengan foto yang ikut dikirimnya.
"Mana sih ... hahahaha." Aura melihat isi pesannya dan ikut tertawa.
Bagas melihat kearah Aura yang tertawa dengan puas melihat foto Gauri. Disaat yang sama Bagas seperti kehilangan akalnya sejenak melihat wajah Aura yang terlihat semakin cantik ketika tertawa. Biasanya Aura selalu terlihat tenang, dengan senyumnya yang hangat.
"Eh, kenapa?" tanya Aura heran melihat Bagas yang terdiam membeku.
__ADS_1
Aura harus menggoyangkan tubuh Bagas agar Bagas kembali sadar, "Oh ... iya sorry, sampe dimana tadi?"
"Udah ga jelas banget kamu ngomongnya, sana cuci muka dulu." Aura bangun untuk membereskan sisa piring kotor diatas meja pelanggan.
Sesuai dugaan Caraka, Gauri baru selesai setelah hampir dua jam di salon. Ini adalah sebuah misteri yang masih jadi pertanyaan bagi para lelaki. Kenapa seorang wanita selalu membutuhkan waktu yang lama di salon.
"Yuk Kak, nanti kemaleman," ucap Gauri yang kini sudah berubah menjadi wanita cantik yang membuat Caraka terdiam.
"Ih malah diem aja, ayo cepetan nanti ditungguin loh kita." Gauri meraih tangan Caraka mengajaknya segera pergi.
Hari ini ada dua orang sahabat yang dibuat terdiam, membeku dan tidak berdaya didepan dua wanitanya. Meskipun status Bagas dan Aura masih belum jelas, tetapi terlihat dari gerak gerik keduanya kalau ada sesuatu yang lebih dari mereka.
Seperti biasa, didepan gerbang Caraka selalu membunyikan klasonnya untuk memberitahu kedatangannya kepada satpam untuk membukakan gerbang. Tidak lupa Caraka menurunkan kaca mobil untuk menyapa mereka sembari menjalankan mobilnya masuk.
Ini kali pertama Gauri datang ke rumah Caraka. Semua hal terasa baru dan canggung untuk Gauri. Melihat Gauri seperti itu Caraka mencoba menenangkannya dengan menggenggam erat tangan Gauri. Ternyata mereka sudah disambut oleh Fely yang tahu kedatangannya cucu kesayangannya itu.
Dengan membuka tangannya lebar Fely siap menyambut Gauri dipelukannya. Gauri yang melihat itu seketika meraih pelukan itu dengan senyuman lebar. Gauri merasa tenang karena disambut dengan hangat oleh neneknya Caraka.
"Halo cantik ... udah pengen ketemu banget dari dulu sama kamu," ucap Fely memeluk erat Gauri.
"Iya, Gauri juga udah lama pengen ketemu neneknya Kak Caraka," Balas Gauri.
__ADS_1
"Ayo masuk Kakek juga udah nunggu didalem." Fely menggenggam tangan Gauri mengajaknya masuk.
Caraka kini yang terlihat bingung, karena kehadiran kakeknya ini diluar dari rencananya. Caraka tahu jika kakeknya itu masih di Singapura dan akan pulang bulan depan. Ditambah neneknya pun tidak mengabari nya tentang kepulangan sang kakek hari ini. Caraka menjadi khawatir kepada Gauri, pasti Gauri akan merasa sangat canggung apalagi ditambah kehadiran kakeknya.