
Caraka sampai di kantor polisi setelah mampir kerumah Mike untuk memberikan beberapa bingkisan dan keperluan yang dibutuhkan ibunya Mike. Sesaat setelah dirinya turun dari mobil, ponsel nya berbunyi dan ternyata itu adalah Gauri. Karena keadaan yang sedang cukup kacau sekarang Caraka jadi jarang mengabari Gauri seperti biasanya.
"Halo, iya kenapa?" jawab Caraka mengangkat telepon Gauri.
"Kak lagi dimana?" tanya Gauri.
"Kantor polisi, ada urusan tentang Mike," jawab Caraka. "Kenapa Ri?" sambungnya.
"Sendiri? sama Kak Bagas?" tanya Gauri.
"Sama Bagas, Ri ... udah dulu ya, dipanggil pihak polisi nanti gue telepon lagi," jawab Caraka.
Kekhawatiran Gauri dibalas dengan dingin oleh Caraka, tetapi dirinya bisa mengerti karena keadaannya sekarang seperti ini. Gauri bosan hanya dirumah, hari ini dirinya tidak bersekolah karena ada rapat guru membahas ujian sekolah yang akan datang. Beberapa temannya memang mengajaknya untuk pergi, namun setelah yang dialaminya kemarin sepertinya kurang pantas untuk Gauri berjalan-jalan dengan temannya.
__ADS_1
Sempat terfikir olehnya untuk menyusul ke kantor polisi saja, siapa tahu dirinya bisa sedikit membantu. Tetapi dipikir-pikir semalam saja Bagas terlihat merahasiakan kegiatan mereka hari ini dari dirinya. Berarti tidak seharusnya Gauri ikut hadir disana. Untuk mengurangi kebosanannya Gauri memutuskan untuk melakukan video call dengan adiknya yang ada di Bandung.
Sementara di kantor polisi Caraka dan Bagas dipanggil oleh polisi untuk memberitahu bahwa tindakan otopsi akan segera dilakukan dan mereka membutuhkan tanda tangan persetujuan. Caraka pun dipercaya menandatanganinya meskipun sempat beberapa kali menolak. Dirinya tidak merasa baik untuk memberi persetujuan otopsi ini. Jauh didalam hatinya Caraka tidak ingin adanya otopsi ini. Tapi untuk mengungkap pelaku mau tidak mau harus dilakukan.
Otopsi memerlukan waktu kurang lebih dua setengah jam sampai hasil bisa keluar. Hasil tersebut belum bisa dikatakan valid karena perlu ada penyamaan dengan investasi di lapangan. Saat ini di arena kolam tempat latihan sedang diadakan investasi lapangan oleh beberapa petugas kepolisian. Karena itu wilayah sekitar perlu dibersihkan dari orang-orang yang tidak bersangkutan.
Para pelatih sempat khawatir terhadap persiapan kompetisi di Singapura bulan depan nanti. Saat ini waktu latihan adalah yang paling penting bagi para anggota tim, namun keadaan memaksanya untuk menunda latihan selama 3 hari. Caraka yang menyadari itu juga tidak punya banyak waktu, setelah masa libur ini selesai dirinya harus kembali berlatih. Ada tanggung jawab yang harus dirinya lakukan, Caraka juga yakin Mike tidak mau dirinya menyia-nyiakan kesempatan kompetisi ini.
"Mike sempet ngehubungin Lo dulu Ka?" tanya Bagas.
"Sempet, gue lagi di kamar mandi jadi ga langsung gue respon," jawab Caraka.
"Kalo aja sempet Lo bales Ka," kata Bagas.
__ADS_1
"Lo nyalain gue Gas?" tanya Caraka tidak percaya yang didengarnya.
Belum sempat dijawab, salah satu petugas memanggil mereka.
Petugas polisi menjelaskan secara garis besar kalau ini adalah tindakan pembunuhan yang disengaja, disebabkan benturan keras dikepala yang menyebabkan korban meninggal di tempat. Karena untuk secara detailnya perlu ada persetujuan lagi dari polisi yang memegang kasus ini jadi hanya informasi itu yang bisa dikatakan. Untuk tambahan terdapat jejak pertahanan diri dari korban memberikan kemungkinan sempat ada perkelahian diantara mereka.
Mendengar itu Bagas cukup kesal karena apa yang pelaku lakukan pada Mike. Kepala Mike kemungkinan terbentur sisi bagian kolam cukup keras hingga darahnya mengalir kedalam kolam. Disana Caraka terlihat tegar dan menguatkan dirinya tidak banyak emosi yang keluar dari dirinya. Caraka kembali menjadi dirinya yang dulu, Caraka yang dingin dan tidak mengeluarkan emosinya. Jauh didalam pikiran dan hatinya sekarang kacau mendengar penjelasan hasil otopsi Mike.
Gauri hanya berbaring di kasurnya seharian. Memainkan ponselnya untuk saling berkirim pesan dengan temannya lalu kembali terdiam. Video call dengan Alan berlangsung cukup lama tadi karena beberapa sepupunya juga ikut mengobrol disana. Alan memberitahu kalau ibunya baik-baik saja dan memakan vitaminnya dengan rajin. Gauri sempat khawatir perjalanan ke luar kota ini bisa membuat keadaan ibunya drop lagi. Namun Alan memberitahu kakaknya kalau tidak perlu khawatir dengan itu.
Setelah urusan di kantor polisi selesai Bagas langsung pergi karena harus menemui beberapa temannya yang juga sedang melakukan penyelidikan. Caraka tidak sempat menanyakan maksud dari pertanyaan Bagas barusan. Dirinya pun tidak percaya kalau Bagas bisa mengatakan hal itu. Yang menderita karena kepergian mendadak bukan hanya Bagas, namun Caraka juga mengalami hal yang sama. Sudah cukup dengan dirinya menyalahkan diri sendiri, sekarang Bagas sampai berfikir begitu.
Tidak nyaman dengan keadaan kantor polisi yang ramai, Caraka juga langsung pergi dari sana menuju rumahnya. Bimo sudah menunggu nya dirumah karena sudah dari hari kejadian Bimo menginap dirumahnya. Saat ini yang bisa Caraka percayakan untuk menghibur dirinya hanya Bimo.
__ADS_1