
Seiring dengan kepergian Caraka yang mendadak, kini pemberitaan tentang Gauri sudah menghilang. Meskipun pemberitaan tentang Caraka masih terkadang muncul tetapi sudah banyak yang melupakannya. Tetapi sayangnya bukan hanya pemberitaannya yang mulai dilupakan, semua tentang Caraka pun mulai dilupakan. Masa-masa emasnya sebagai seorang atlit renang terbaik kini hanya penggemarnya saja yang mengingatnya.
Gauri sudah memulai masa perkuliahannya. Gauri berhasil masuk di universitas impiannya dan mengambil jurusan yang diinginkannya yaitu Bisnis dan Manajemen. Ini adalah jurusan yang sama dengan Caraka ambil dulu, awal mula Gauri menyukai jurusan ini yaitu karena Caraka. Gauri sudah mendapatkan banyak teman dan menjalankan masa kuliahnya dengan baik.
Terkadang Bagas datang menjemput Gauri dan makan siang bersama. Sebisa mungkin Bagas juga sudah tidak membahas tentang Caraka. Karena Gauri sendiri juga sudah tidak mau membicarakan tentangnya. Gauri masih merasa sakit hati karena dicampakkan oleh Caraka. "Kalau Caraka mau aku lanjutin hidup, oke ... aku bakal lanjutin hidupku sepenuhnya tanpa ingat Caraka sama sekali," gumamnya dalam hati.
Hari ini Gauri berencana bertemu dengan teman-teman SMA nya untuk hangout bersama. Mereka semua sekarang terpencar ke berbagai universitas. Hanya ada satu orang yang satu kampus dengan Gauri, itupun mereka berbeda jurusan sehingga cukup sulit bertemu. Reunian hari ini di sponsor oleh toko ice cream langganan mereka semasa SMA.
Setiap mereka berkumpul pasti suasana sangat berisik dan ramai, "Ih diem dulu deh ... jadi sekarang Gauri udah punya penggemar nih? siapa ... siapa?" tanya salah satu teman Gauri yang agresif bertanya. Mereka sempat mendengar kalau saat Ospek Gauri sudah ditandai oleh salah satu seniornya di kampus. Seniornya itu terkenal karena ketampanannya dan juga sebagai ketua BEM.
"Apaan sih engga juga," malu Gauri.
"Beneran tuh, Gauri suka dicariin sama si senior itu tau." ucap teman Gauri yang satu kampus.
"Tapi Ri, lo udah lupain mas atlit kan?" kata temannya.
__ADS_1
"Udah dong ... ngapain juga mikirin dia," kesal Gauri.
"Gue pokoknya udah gamau bahas lagi tentang dia."
Keesokan paginya Bagas menjemput Gauri didepan rumahnya. Hari ini Bagas ada seminar penelitian sehingga harus berangkat pagi dan kebetulan kampusnya searah dengan Gauri. Baga cerita bagaimana kacaunya hidup dirinya sekarang yang harus membagi waktu antara mengerjakan tugas akhir dan kejuaraan renang yang akan datang. Setiap kali Bagas membahas tentang renang, Gauri selalu teringat dengan Caraka.
Kejuaraan kali ini diadakan di Jakarta, sehingga beberapa negara yang mengirimkan perwakilannya akan berkumpul disini. Hal ini cukup melegakan bagi Bagas karena dirinya jadi masih ada waktu juga untuk mengerjakan tugas akhirnya. Setelah Caraka mundur, kini Bagas yang selalu diutamakan jika ada kejuaraan semacam ini. Memang cukup melelahkan karena dirinya harus menerima banyak latihan, tetapi di lain sisi Bagas senang karena akhirnya kemampuannya diakui.
Sesampainya di kampus ternyata senior yang kemaren dibicarakan teman-temannya ada di gerbang depan. Karena kemarin sempat dibicarakan kalau senior ini menandai Gauri, dirinya jadi sedikit salah tingkah ketika lewat didepan seniornya itu. Gauri kaget karena ada yang memanggilnya, "Gauri ... " panggil seniornya. Gauri menoleh kebelakang dan benar saja seniornya itu yang memanggilnya.
Gauri menjawab dengan malu-malu, "Eh, iya nama saya Gauri Kak."
"Kenalin, gue Satrio ... salam kenal ya," senyum Satrio.
"Oh iya besok ada acara perkenalan BEM untuk mahasiswa baru, jangan lupa dateng ya Gauri." lanjut Satrio yang kemudian berlalu pergi.
__ADS_1
Satrio adalah tipikal senior populer yang selalu muncul dalam sebuah buku atau film. Senior baik yang tampan dan aktif berorganisasi. Sudah pasti penggemar Satrio sangat banyak ditambah lagi Satrio adalah anak salah satu dosen disana. Jadi ketika Gauri disapa oleh senior seperti Satrio, Gauri pasti otomatis malu-malu. Tidak lama Gauri yang masih malu-malu dikagetkan oleh temannya. "Maaf mba, jangan bengong disini manghalangi jalan tau ... " goda temannya sambil tertawa.
Gauri yang kaget langsung melaporkan apa yang terjadi tadi kepada temannya. Sehingga mereka pun sepakat untuk datang ke acara perkenalan BEM besok. Temannya terus saja menggoda Gauri sepanjang jalan. "Tapi ya Ri, gue seneng deh lo udah bisa senyum malu-malu lagi kayak gini ... waktu Caraka ngilang lo kan sempet kayak orang stres tau ga," ucap temannya. Gauri juga mengakui kalau dirinya seperti orang stres ketika Caraka pergi. Dirinya sedih, kesal dan tidak terima karena Caraka seperti tidak menganggapnya sama sekali.
Bahkan hingga hari ini masih tidak kabar dari Caraka. Bagas bahkan sempat berpikir kalau sepertinya Caraka sengaja mengganti nomornya karena pelatihnya pun tidak bisa menghubungi Caraka. Setiap kali Bimo ditanya mengenai Caraka juga tidak ada tanggapan sama sekali. Sekarang Bimo juga sering bolak-balik Jakarta dan Sydney, untuk menemani Caraka disana.
Selain fokus pengobatan, Caraka juga masih mengikuti perkuliahannya di Jakarta lewat online. Dirinya juga mengambil short course atau kuliah singkat di University of Sydney. Karena banyak waktu dirinya habiskan di apartemen, Bimo lah yang menemaninya saat itu. Dan ternyata memang benar, Caraka mengganti nomor teleponnya. Ini salah satu hal yang disarankan oleh dokternya agar sesi konsultasi mereka lebih fokus.
Sesekali Caraka masih menanyakan kabar Gauri melalui Bimo. Bimo sendiri juga tidak tahu karena dirinya sengaja tidak banyak kontak dengan mereka, Bimo bukan tipe pembohong dan penyimpan rahasia yang baik. Bimo khawatir dirinya akan membocorkan semua hal tentang Caraka. "Please udah deh jangan nanyain Gauri ke gue, takut bocor kalo gue kontakan sama Gauri," ucap Bimo.
Satu-satunya cara Caraka mengetahui kabar tentang Gauri yaitu dari social medianya Gauri. Gauri cukup aktif update kehidupannya di social media. Dari sana juga Caraka tahu kalau Gauri sudah menikmati kehidupan kuliahnya dan sepertinya sudah melupakannya. Caraka juga tahu kalau Bagas kini yang dijadikan pemain andalan di tim nya menggantikan dirinya. Ternyata ada satu pelatihnya yang masih melakukan kontak dengan Caraka.
Caraka senang kemampuan Bagas akhirnya diakui oleh pelatih-pelatihnya. Dengan sedikit dorongan Bagas sebenarnya adalah atlit renang yang tidak kalah hebat dari dirinya. Kejuaraan yang akan diadakan di Jakarta nanti Caraka yakin Bagas akan memenangkan medali emas, dirinya sudah tidak sabar melihatnya secara online. Terakhir kali dirinya mengikuti kompetisi atau kejuaraan renang hasil yang didapatnya kurang memuaskan. Jadi sekarang Caraka berharap Bagas akan memberikan yang terbaik.
Acara perkenalan BEM diadakan di aula kampus dan semua mahasiswa baru diundang untuk hadir ke acara ini. Perkenalan hari ini memiliki agenda pemilihan anggota yang mewakili angkatan baru. Gauri dan temannya juga sudah siap didalam aula dan menunggu acara dimulai. Beberapa senior juga ikut hadir, termasuk Satrio. Satrio sudah sibuk dari tadi memastikan acara hari ini berjalan dengan baik tanpa kendala apapun.
__ADS_1