Dive Into You

Dive Into You
TERNYATA SELAMA INI


__ADS_3

Bimo mencoba menjelaskan semuanya dengan perlahan kepada Aura tetapi masih merahasiakan nama Caraka disana. Aura yang masih kaget sedikit demi sedikit bisa menerima apa yang dijelaskan Bimo. Dirinya Juga sudah  berjanji akan bersikap biasa saja saat bertemu dengan Bimo di cafe.


Gauri masih melayani beberapa pelanggan seorang diri, dan heran karena Aura tidak kunjung datang. Ini sudah hampir satu jam Aura pergi dan belum kembali. Gauri cukup khawatir takut terjadi sesuatu dengan Aura. Apalagi karena dirinya Aura pergi kesana.


Aura pun kembali setelah mengatur raut wajahnya dan memikirkan berbagai alasan kepada Gauri jika ia menanyakan sesuatu. Benar saja begitu Aura masuk kedalam, Gauri sudah bersiap menyerangnya dengan berbagai pertanyaan. "Ketemu sama Bimo nya Kak?" tanya Gauri penasaran. Aura hanya membalas dengan anggukan.


"Terus? ketemu sama Caraka nya juga kah?" tanya Gauri lagi.


"Engga ...  minuman itu buat orang lain bukan buat Caraka," jawab Aura canggung.


"Kenapa sih Kak, kok kayak ada yang disembunyiin?" tanya Gauri kembali menyerang dengan pertanyaan.


"Ga ada apa-apa kok, tadi disana ga ada Caraka adanya orang lain ... terus tadi sempet ngobrol dulu sama Bimo tentang cafe makanya agak lama," jelas Aura yang langsung menghindar dan berjalan ke dapur.


Gauri kembali menundukkan wajahnya. Harapan kalau Caraka adalah orang dibalik satu kopi tambahan yang dipesan Bimo pupus sudah. Kini kepalanya dipenuhi rasa khawatir kalau Caraka akan hilang seperti saat itu. Gauri merasa tidak enak karena terakhir kali bertemu dirinya bahkan masih cuek padanya.


"Gue udah coba tanya Kak Bagas, tapi dia juga gatau ... sebenernya lo kemana sih Caraka Adhitama."


Seminggu lebih dua hari berlalu, tetapi Caraka belum juga terlihat kehadirannya dimana-mana. Gauri yang terlihat biasa saja tetapi masih menyimpan rasa khawatir. Sedangkan Satrio menyibukkan dirinya mengajar berharap sejenak bisa melupakan perasaannya terhadap Gauri.


Bimo sudah menunggu didalam mobil tepat di parkiran airport. Tidak lama muncullah Caraka yang membawa tas dengan gaya khasnya berjalan menuju mobil Bimo. "Lama banget sih lo, udah landing dari tadi kan harusnya," tegur Bimo melalui kaca mobilnya yang terbuka.


"Iya sorry, tadi gue laper terus beli makanan dulu," ucap Caraka polos seperti tidak merasa bersalah.


"Terus makanan buat gue mana?" tanya Bimo to the point.

__ADS_1


"Ini nih." Caraka masuk kedalam mobil dan memasang seatbeltnya.


Di mobil Bimo akhirnya menceritakan tentang Aura yang sudah mengetahui tentang dirinya dan Pak Candra. Tetapi Caraka tidak perlu khawatir karena namanya tetap dirahasiakan oleh Bimo. Sehingga sudah pasti Gauri juga belum mengetahui tentang dirinya.


Bimo juga bercerita jika sepertinya Gauri mencari Caraka. Karena tidak lama setelah Bimo memesan dua kopi, Aura langsung datang menghampirinya ke kantor. Hal itu sebelumnya tidak mungkin dilakukan. "Mungkin mereka ngira dua kopi yang gue pesen satunya buat lo kali Ka," kata Bimo.


Hari ini Caraka pulang seorang diri karena ternyata kakeknya masih memiliki agenda lain disana. Juga sepertinya akan membutuhkan waktu yang lama. Sehingga Caraka kabur untuk pulang duluan ke Jakarta karena tidak mau membuat Gauri benar mengira dirinya menghilang.


Caraka tidak lupa mengabari Bagas kalau dirinya sudah sampai Jakarta. Bagas lah yang memiliki rencana untuk merahasiakan kepergian Caraka dari Gauri. "Bim, gue turun di tempat latihan aja ya ada perlu dulu sama Bagas," ucap Caraka kepada Bimo yang sedang menyetir.


Bagas yang selesai memberikan beberapa pengarahan kepada anak didiknya sekarang sedang duduk santai dikursi penonton menunggu Caraka yang akan datang. Disaat yang bersamaan muncul pesan dari Gauri menanyakan kabar Caraka kepada Bagas. Kini Gauri sudah tidak bisa menahannya lagi, sehingga dirinya mulai berani menanyakannya secara langsung kepada Bagas.


Saat hendak membalas pesan dari Gauri, Caraka datang menghampiri Bagas di kursi penonton. "Udah beres? anak-anak pada kemana?" tanya Caraka tadinya selain bertemu dengan Bagas juga ingin melihat anak-anak didik Bagas berlatih.


"Udah pada pulang lah, mereka mulai dari pagi banget hari ini," jawab Bagas menutup ponselnya.


Bagas tertawa karena kedua orang yang sama-sama masih jelas saling menyayangi dan perhatian satu sama lain ini sulit sekali untuk mengungkapkan perasaan mereka secara langsung.


"Pokoknya gue punya ide buat kalian ketemu lagi disini saling ngobrol, lo sekarang udah tau kan apa yang sebenarnya Gauri pengen denger dari lo," ucap Bagas.


Caraka menyerahkan semuanya kepada Bagas. Caraka yakin kalau Bagas pasti tau yang baik untuknya terutama adik sepupunya.


Keesokan paginya seperti biasa Gauri dan Aura sudah ada di cafe mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk hari ini. "Belum ada kabar dari Satrio, Ri?" tanya Aura, tumben sekali seorang Satrio juga ikut menghilang seperti Caraka. Tidak biasanya Satrio sama sekali tidak muncul di cafe atau sekedar memberi kabar padanya ataupun Gauri.


"Ga ada Kak, mau tanya pun masih ga enak gue ke Kak Satrio," ucap Gauri.

__ADS_1


Mungkin Satrio masih butuh waktu untuk bersikap biasa saja terhadap Gauri terutama setelah kejadian malam itu. Gauri benar-benar berada diantara dua orang lelaki yang hobinya selalu tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Mengingat itu Aura kadang tertawa sendiri, nasib sahabat yang sudah dianggapnya adik itu benar-benar lucu.


Tidak lama Bagas datang ke cafe. Bagas tidak memesan kopi melainkan hanya bertemu dengan Gauri sebentar sebelum pergi melatih anak-anak. Karena tidak lama dirinya hanya berbicara di pintu depan dengan Gauri, lalu segera pergi. Saat itu Bagas terlihat serius dan sangat jelas dari raut wajahnya.


"Ada apa, Ri?" tanya Aura khawatir setelah melihat wajah Bagas.


"Nanti gue boleh balik lebih awal ga Kak? Kak Bagas mau ngobrolin sesuatu hal penting sama gue," ucap Gauri dengan wajah yang tidak kalah seriusnya dari Bagas tadi.


"Iya boleh, gapapa." Aura kembali membereskan meja dan kursi disana.


Bagas sengaja mempertemukan Gauri dan Caraka di tempat latihan, mungkin jika disana Caraka bisa lebih jujur mengatakan semuanya kepada Gauri. Keduanya sudah setuju akan datang tetapi masing-masing tidak saling tahu.


Setelah membereskan pekerjaannya Caraka sekarang sedang bersiap untuk pulang. Berkas-berkas yang dibutuhkan untuk rapat esok hari juga sudah dirinya serahkan kepada asistennya. Bimo juga sudah diberitahu untuk hadir lebih awal besok.


"Buru-buru amat lo mau kemana, Ka?" tanya Bimo heran hari ini Caraka bekerja dengan cepat tidak seperti biasanya.


"Bagas minta ketemu mau ada yang diobrolin penting, jadi gue mau langsung kesana," ucap Caraka buru-buru naik lift menuju lobby.


Sama halnya dengan Caraka, Gauri juga sedang siap-siap pulang karena sudah janji dengan Bagas tadi pagi. Aura juga sudah memberikan izin padanya. Gauri pergi menaiki bis menuju tempat latihan renang seperti janjinya dengan Bagas.


Disana Bagas sudah bersiap menunggu keduanya di ruang pelatih. Memperhatikan kedatangan mereka dari cctv. Dirinya sengaja tidak akan muncul disana, dan hanya membiarkan keduanya yang saling bertemu dan bicara.


Caraka terlihat datang lebih dulu dan tampak kebingungan mencari keberadaan Bagas. Ia mencoba menelepon tetapi tidak juga tersambung. Suasana hening disana cukup membuat Caraka kurang nyaman. Biasanya suasana disana ramai dengan anak-anak yang berlatih juga ada Bagas. Meskipun begitu, dirinya tetap mencoba duduk dan menunggu kedatangan Bagas.


Tidak lama Gauri muncul, berjalan dari pintu masuk. Sama seperti Caraka, Gauri juga kebingungan mencari Bagas. Dari kejauhan Gauri melihat seseorang yang duduk di kursi penonton, dan tampak tidak asing baginya. Gauri mencoba mendekati dan ternyata itu adalah Caraka.

__ADS_1


Menyadari ada yang berjalan mendekatinya Caraka pun menoleh ke arah sumber suara. Dirinya juga kaget melihat Gauri yang berjalan ke arahnya. Keduanya kini kaget dan saling memandang satu sama lain. "Gauri ... " kaget Caraka.


__ADS_2