Dive Into You

Dive Into You
SALAH PAHAM


__ADS_3

Pagi itu Satrio menjemput Gauri berangkat ke kampus bersama. Rencananya hari ini Gauri akan memulai mencari bahan untuk tugas akhirnya di perpustakaan kampus. Selain itu hari ini ada rapat bersama antara BEM dan rektor kampus sehingga semua anggota harus hadir termasuk Gauri. Satrio juga turut diundangan untuk menghadiri acara rapat tersebut. Sebagai pembina sudah pasti Satrio diharapkan hadir disana.


Gauri keluar dengan mata yang sembab sisa menangis semalaman. Satrio sebenarnya sudah menyadari hal itu, tetapi dirinya pura-pura tidak tahu sehingga langsung memberikan helmnya pada Gauri dan berangkat ke kampus. Sepanjang jalan Gauri yang biasanya akan membicarakan banyak hal, kali ini hanya diam saja. Sesekali Satrio melihatnya dari kaca spion.


Hingga sampai di kampus pun Gauri hanya mengatakan terima kasih lalu pergi ke gedung fakultasnya. Satrio merasa ada yang aneh dengannya dan pasti ada hubungannya dengan mata Gauri yang sembab. "Apa ada masalah lagi sama keluarganya ya?" pikir Satrio didalam hatinya. Namun, karena tidak mau terlalu ikut campur dirinya hanya membiarkan hal itu dan memarkirkan motornya.


Bersama dengan Bimo, Caraka memberanikan diri mampir ke cafe Aura karena tahu tidak ada Gauri disana. Mereka akan mengerjakan beberapa pekerjaan mereka disana karena ingin mencari suasana baru dan bosan di kantor. Kebetulan karena masih pagi sehingga keadaan cafe cukup sepi. Aura yang menyiapkan pesanan mereka dibantu karyawannya.


"Itu yang langganan kita biasa kan Mbak?" tanya karyawan Aura mengenali Bimo.


"Iya, biasanya selalu dibawa pesanannya tetapi hari ini mau diminum ditempat," ucap Aura sambil menyiapkan pesanan Bimo.


"Tapi yang satunya sepertinya aku baru liat Mbak?" tanya lagi karyawannya penasaran dengan pengunjung tampan yang baru dilihatnya.


"Iya saya juga baru liat, udah kamu ga usah centil ayo siapin pesanannya," ujar Aura menyuruh karyawannya membantunya.

__ADS_1


Caraka dan Bimo mulai melakukan diskusi tentang pekerjaan mereka sambil menunggu pesanan mereka selesai. Surya memberikan Caraka beberapa proyek yang harus dikerjakan nya bersama dengan Bimo. Sama dengan ayahnya yang multitasking, Bimo yang sebenarnya berada di departemen legal harus ikut membantu urusan pekerjaan Caraka juga.


Ditengah mengerjakan pekerjaannya Caraka terkadang memikirkan Gauri. Dirinya penasaran dengan apa yang selama ini Gauri alami karena tidak pernah dirinya bayangkan seorang Gauri akan melakukan pekerjaan part time. Ternyata banyak hal yang berubah dari Gauri selama dirinya tidak ada. Hal itu membuat dirinya semakin ragu untuk bisa dekat dengan Gauri lagi.


Tidak lama Satrio datang ke cafe untuk memesan beberapa pesanan minuman untuk profesor dan rekan-rekannya di kampus. Aura menyambut Satrio dengan hangat dan membuat Caraka sedikit melirik ke arah mereka. Caraka melihat wajah Satrio cukup familiar di matanya. Dirinya mencoba memikirkan itu untu beberapa saat dan akhirnya teringat kalau lelaki itu ada lelaki yang bersama Gauri waktu itu.


"Mereka kayaknya saling kenal," ucap Caraka sendirian.


"Hah siapa maksud lo?" tanya Bimo yang tidak sengaja mendengar ucapan Caraka pada dirinya sendiri.


"Oh engga ... itu laki-laki yang didepan gue pernah liat bareng sama Gauri waktu di kejuaraan renang," jelas Caraka.


"Masa sih ... tapi emang mereka deket banget sih keliatannya," curiga Caraka yang yakin hubungan mereka lebih dari teman, tetapi tidak mau terang-terangan mengakuinya.


Pesanan Satrio sudah selesai dan segera dibawanya lalu pergi. Aura sempat mengantarkannya sampai di luar karena pesanannya yang cukup banyak dan Satrio hanya membawa motor kesayangannya. Sampai saat itu saja Caraka masih memperhatikan mereka dengan tatapan penasaran dan curiga. Mungkin jika dirinya bisa keluar dari kebiasaannya, Caraka akan langsung bertanya kepada Aura tentang siapa laki-laki itu.

__ADS_1


Namun, sayangnya Caraka tidak mungkin melakukan hal itu sehingga dirinya hanya bisa terus penasaran tanpa menemukan jawabannya. "Tapi Gauri bukan tipe yang gampang didapetin sih, meskipun tampak ramah dengan semua orang tapi Gauri akan sulit untuk membuka hatinya untuk orang tertentu," gumam Caraka dari dalam hatinya. Bukan hanya tidak gampang membuka hatinya, Gauri pun bukan tipe yang mudah digoyahkan hatinya.


Caraka bahkan tidak menyadari bahkan setelah bertahun-tahun pergi tanpa memberikan penjelasan kepada Gauri, Gauri masih saja luluh hanya karena tatapan nya. Sebesar itu ternyata rasa yang ditanamkan Caraka kepada Gauri. Dengan semua itu Caraka masih mengira kalau Gauri berpacaran dengan Satrio hanya Karena melihat mereka bersama di kejuaraan saat itu.


Semua orang sudah berkumpul di aula untuk menghadiri acara rapat bersama antara BEM dan rektor universitas. Semua orang kecuali Satrio dan pak rektor yang masih berada di perjalanan dari dinas nya di luar kota. Sedangkan Satrio masih sibuk menyelesaikan penelitiannya di laboratorium. Gauri sudah mengirimkan banyak pesan untuk mengingatkan Satrio kalau dirinya tidak boleh terlambat datang.


Sayangnya pesan dari Gauri tidak ada yang sempat dibaca oleh Satrio. Dirinya terlalu sibuk dengan penelitiannya, bahkan ponselnya saja tidak diketahui keberadaannya. Kehadiran Satrio sebagai salah tau pembina BEM memang sangat diharapkan hadir. Beberapa panitia saja sampai ada yang menyusulnya karena tidak juga datang.


Rencananya Satrio akan menjadi perwakilan BEM yang menyambut kedatangan pak rektor sekaligus memberi beberapa patah kata pembuka untuk anggota BEM dan staff rektor yang hadir. Tidak lama profesornya datang dan mengingatkan Satrio tentang rapat hari itu. Karena dirinya sudah dijemput oleh para junior nya di BEM yang berdiri didepan pintu.


Ternyata benar saja, kesibukannya membuat dirinya lupa akan acara hari ini. Cepat-cepat Satrio membereskan barang-barangnya dan berlari ke aula. Untungnya karena terjebak kemacetan rektor universitas mereka diperkirakan akan datang terlambat. Waktu itu dimanfaatkan Satrio untuk menyiapkan kata-kata sambutannya dibelakang podium.


Gauri yang duduk tepat dibawah podium memanfaatkan momen ini untuk mengabadikan ketegangan Satrio. Foto ini nantinya akan dirinya pergunakan untuk mengejek dan menjahili Satrio. Acara akhirnya dimulai, semua proses penyambutan hingga inti acara berhasil terlewati tanpa adanya kesalahan. Banyak hal yang pihak rektor dan BEM bicarakan.


Diperjalanan pulang dari kantornya Caraka tiba-tiba saja ingin melewati kampus Gauri. Caraka berharap untuk bisa melihatnya meskipun hanya selewat. Caraka tahu dimana kampus Gauri dari Bimo. Setelah berada didepan kampusnya, Caraka sempat berhenti dan berharap akan melihat Gauri. Tidak lama Gauri keluar dari kampusnya dan berjalan sendiri ke arah halte bis.

__ADS_1


Caraka terus saja memandang Gauri dari dalam mobilnya dan berencana terus disana sampai Gauri naik bisnya. Namun, ternyata ada Satrio yang juga keluar dari kampus dan menaiki motornya berhenti didepan Gauri. Dari kejauhan mereka tampak mengobrol lalu Satrio memberikan helmnya kepada Gauri dan mereka pun pergi bersama.


Melihat itu Caraka semakin salah paham dengan mereka berdua. Bahkan kali ini dirinya sangat yakin kalau mereka berpacaran. Karena Satrio bahkan membawa helm tambahan yang dirinya berikan kepada Gauri. "Kayaknya Gauri sering pulang pergi sama laki-laki itu, sampai punya helm nya sendiri," kesal Caraka berbicara sendiri didalam mobilnya.


__ADS_2