Dive Into You

Dive Into You
GAURI DATANG


__ADS_3

Melihat keramaian di tempat latihan semakin membuat Gauri dan Bagas khawatir. Rasanya ingin cepat bertemu dengan Caraka untuk melihat keadaannya. Di sebuah kursi tidak jauh dari arena kolam ada Caraka yang masih merapihkan isi kepalanya agar bisa menghadapi kenyataan. Setelah memarkirkan mobilnya Bagas dan Gauri segera keluar menuju arena utama kolam untuk mencari Caraka dan melihat apa yang terjadi.


Bagas kemudian bertemu dengan pelatihnya, beliau sampai kehabisan kata-kata untuk menerangkan apa yang terjadi pada Bagas. Kejadian itu cukup cepat dan keadaannya pun cukup tragis. Disaat Bagas sedang berbicara dengan pelatihnya, mata Gauri terus melihat ke sekeliling mencoba mencari keberadaan Caraka. Dirinya yakin Caraka pasti tida akan jauh dari sini. Ternyata benar, mata Gauri terhenti melihat seorang lelaki yang duduk sendiri diantara ramainya orang berlalu lalang.


Sejenak mereka saling bertatapan. Caraka menyadari kehadiran Gauri yang melihat kearahnya. Dirinya bingung karena Gauri tidak seharusnya ada disini. Namun selain itu Caraka juga merasa lega, dengan melihat Gauri ada sedikit perasaan tenang di hatinya. Masih belum bergerak, Gauri berfikir apa yang harus dia lakukan dan sampaikan pada Caraka untu membuatnya tenang.


Perlahan-lahan Gauri berjalan ke arah Caraka kemudian menurunkan tubuhnya menyamakan pandangan mata dengan Caraka yang sedang duduk. Melihat mata Caraka yang terlihat kosong Gauri langsung memeluknya. Disana akhirnya Caraka bisa menangis dan mengeluarkan semua emosi yang dia tahan semenjak tadi. Tanpa berkata apapun Gauri hanya bisa menepuk punggung Caraka menenangkan.


"Mike Ri dia udah ga-"


"Iya Kak, Gauri udah denger ceritanya makanya langsung kesini," ucap Gauri perlahan.


Sampai Caraka merasa sedikit tenang Gauri tidak akan melepaskan pelukannya itu. Caraka terus berbicara tentang penyesalannya kepada Mike sedangkan Gauri dengan tenang mendengarkan.


"Gue disini Kak, lepasin aja semuanya gapapa."

__ADS_1


Bagas yang sudah selesai mengobrol dengan pelatihnya mencari Gauri yang tiba-tiba menghilang. Sedikit demi sedikit keramaian mulai berkurang. Semua anggota tim yang seharusnya bermalam dipulangkan karena kejadian ini. Mereka pun diliburan dari latihan selama 3 hari karena akan ada investigasi di arena kolam oleh kepolisian.


Gauri menemani Caraka kembali ke asrama untuk membereskan barang-barangnya. Langkah kakinya terasa sangat berat, untungnya ada Gauri disana yang menemani Caraka. Melihat keduanya sedang berjalan Bagas yang kebetulan sedang menuju asrama mengajak mereka naik ke mobilnya.


"Feeling gue pasti kalian bakal ke asrama, yuk bareng gue aja," ajak Bagas.


"Thank you Gas," jawab Caraka.


Perasaan Caraka kini sedikit membaik karena Gauri terus menemaninya sedari tadi. Bagas pun cukup lega melihatnya.


"Pas kejadiannya Lo ada disana Ka?" tanya Bagas.


"Telat gue," ucap Caraka lirih.


"Sampe disana udah rame banget, terus Mike dibawa ke ambulance terus-"

__ADS_1


"Udah Ka, nanti aja kalo Lo siap cerita," kata Bagas menepuk pundak sahabatnya itu.


Gauri melihat tangan Caraka yang bergetar saat memasukkan baju-bajunya kedalam tas kemudian memutuskan membantunya. "Sini Kak, gue bantuin," kata Gauri sambil mengambil baju ditangan Caraka. Bagas sekarang menjadi orang yang bertanggung jawab atas kasus ini, jadi jika ada info terbaru dari kasus ini pihak kepolisian akan menghubunginya. Anggota keluarga yang bisa dihubungi hanya ibu Mike yang sedang sakit, jadi Bagas memutuskan yang ambil alih.


"Kalo udah sampe hubungi Gauri ya," ucap Gauri.


"Gue anterin aja kerumah," kata Caraka.


Karena tidak mau mengganggu waktu Caraka untuk berkabung dan menenangkan dirinya Gauri menolak ajakan Caraka. Lagi pula akan lebih baik jika Caraka langsung pulang kerumah nya. Akhirnya Gauri pulang bersama Bagas. "Lo gausah khawatir, Gauri gue jagain," ucap Bagas dari dalam mobil.


Caraka sengaja mematikan ponselnya, dirinya tidak mau diganggu dengan banyaknya telepon dari orang-orang yang menanyakan kejadian hari ini. Salah satu telepon yang terabaikan oleh Caraka adalah telepon dari sang nenek yang khawatir setelah mendengar berita itu dari televisi. Sambil menunggu dirumah Fely tidak bisa diam dan terus bolak balik melihat ke pintu gerbang. Tidak lama mobil Caraka terlihat mendekati pintu gerbang itu.


Satpam yang  berjaga didepan menyapa Caraka dan membukakan pintu. Fely yang tahu cucunya sudah datang buru-buru keluar untuk menyambut Caraka. Baru saja keluar dari mobilnya Fely langsung memeluk cucunya dengan khawatir. Caraka kemudian membalas pelukan neneknya itu sambil meminta maaf karena sengaja mematikan ponselnya.


"Ayo masuk, kamu pucet banget mukanya," ucap Fely memandang Caraka sambil memegang kedua pipinya.

__ADS_1


__ADS_2