Dive Into You

Dive Into You
BUTUH PENJELASAN


__ADS_3

Keesokan harinya Caraka kembali menemui Bagas untuk menanyakan hubungan Gauri dengan laki-laki yang biasa bersamanya. Sama seperti kemarin latihan dimulai siang hari sehingga Bagas masih memiliki waktu luang untuk mengobrol dengan Caraka. Meskipun sempat bingung karena bisa-bisanya seorang karyawan masih berkeliaran diluar bukannya berangkat ke kantor, tetapi kembali diingatkan kalau kantor itu milik keluarganya Bagas hanya bisa terdiam.


"Jadi, dia siapa Gas?" tanya Caraka dengan agresif.


"Satrio ... senior Gauri di kampus, mereka udah kenal dari Gauri masuk kuliah," jawab Bagas tenang.


"Terus kalo sekarang hubungan mereka apa?" tanya Caraka to the point kepada Bagas.


"Sahabatan, Gauri bilangnya sih mereka Sahabatan ... udah puas lo?" ucap Bagas kesal karena Caraka masih juga tidak menangkap inti dari permasalahannya.


Sudah berapa kali Caraka diingatkan untuk memulai dari penjelasan kemana dirinya selama ini, dan apa alasannya pergi begitu saja kepada Gauri. Dari pada memusingkan siapa laki-laki yang selalu bersama dengannya, alangkah baiknya Caraka menjelaskan hal itu lebih dulu kepada Gauri.


Selama di kantor Caraka terus memikirkan saran dari Bagas. Alasan kenapa dirinya tidak mengungkit masalah dahulu, karena sebenarnya Caraka masih takut menghadapi respon dari Gauri. Caraka tidak bisa membayangkan penolakan dari Gauri. Bahkan sebelum mencobanya, Caraka sudah menyerah duluan. "Jangan kayak pengecut dong Ka, jangan malu-maluin gue sebagai sahabat lo," tegas Bimo duduk didepannya.


Setelah jadwalnya sebagai pelatih selesai Bagas mampir ke cafe untuk menemui Gauri. Sayangnya Gauri masih dikampus sehingga hanya ada Aura seorang diri. Bagas kasihan melihat Aura yang sibuk mengurus banyaknya pesanan seorang diri, akhirnya menawarkan diri untuk membantunya. Bagas akan membantu membungkus pesanan untuk para ojek online yang sudah menunggu.


"Makasih banyak udah bantuin, jadi ngerepotin," ucap Aura terlihat canggung.


"Gapapa, lo lagian udah baik banget sama Gauri ... seengganya ini sebagai rasa terima kasih gue," jelas Bagas yang membuat Aura tersenyum lebar.


"Ada yang aneh?" heran Bagas melihat Aura yang tersenyum sendiri.

__ADS_1


"Engga kok," bantah Aura cepat sambil memberikan beberapa pesanan yang harus dibungkus.


Tidak lama untungnya Gauri datang sambil diantar Satrio yang kebetulan ke arah yang sama. Satrio langsung pergi karena masih ada urusan dan hanya titip salam untuk Aura. Setelah masuk Gauri kaget karena ada Bagas yang sedang sibuk membantu Aura. "Loh Kak Bagas kok disitu sih?" ucap Gauri heran melihat Bagas ada disana. Gauri akhirnya mengambil alih pekerjaan Bagas dan menyuruh Bagas untuk duduk santai saja.


Ketika keadaan mulai tenang, Gauri pun menghampiri Bagas yang masih duduk seorang diri sambil memainkan ponselnya. Gauri menanyakan maksud Bagas tiba-tiba datang tanpa memberitahunya, "Ada apa Kak? ada yang mau diobrolin sama Gauri?"


"Ri, lo udah sempet liat Caraka akhir-akhir ini?" tanya Bagas langsung kepada intinya.


"Sempet, beberapa hari yang lalu didepan cafe ... ada apa emangnya Kak?" tanya Gauri penasaran kenapa Bagas tiba-tiba membahas Caraka.


"Udah sempet ketemu terus ngobrol?" tanya Bagas lagi.


Gauri tidak menjawabnya melainkan mencoba membahas hal yang lain. Namun, Bagas menghentikan Gauri dan meminta Gauri kembali ke pembahasan sebelumnya. "Gue belum pernah ada ngobrol lagi sama Kak Caraka, jujur gue yang selalu mencoba menghindari Kak Caraka," jawab Gauri.


Di ruangannya Caraka masih sibuk mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk. Caraka bahkan mengabaikan ajakan makan siang dari Bimo. Entah apa yang tiba-tiba merasuki jiwa Caraka sampai bisa serajin itu menyelesaikan pekerjaannya. Bimo yang keheranan akhirnya memutuskan memesan makan siang secara online untuk dirinya dan Caraka makan bersama di kantor.


Setelah makanan pesanannya sampai Bimo langsung membawanya ke ruangan Caraka dan memaksa Caraka untuk makan siang. Caraka hanya menggelengkan kepalanya dan terus sibuk mengerjakan pekerjaannya. Bimo yang kesal memaksa membuka mulut Caraka dan memasukan dumpling goreng kedalamnya. "Apaan sih lo ... gue kan ... lagi sibuk kerja ... " omongannya terus terpotong karena mengunyah dumpling goreng dimulutnya.


"Lagian lo kesambet apaan sih tumbenan banget kerja semangat banget gini, lo ga akan naik pangkat Ka ... posisi lo udah di atas mau dikemanain lagi?" kesal Bimo melihat tingkah aneh Caraka.


"Gue harus beresin ini biar gue bisa pulang lebih cepet," jawab Caraka masih mengunyah.

__ADS_1


"Gue gamau keduluan lagi sama cowo itu, hari ini harus gue yang jemput Gauri," lanjutnya.


Ternyata ada Gauri dibalik keanehan sahabatnya itu. Bimo sampai tidak habis pikir dan kembali melanjutkan makan siangnya.


Sore ini keadaan cafe cukup tenang, sehingga Gauri dan Aura bisa sedikit bernapas karena beberapa hari ini cukup sibuk. Bisa dilihat dari raut wajah Gauri kalau ada yang sedang dipikirkannya. Setelah berbicara dengan Bagas tadi, raut wajah Gauri menjadi lebih serius dari biasanya. Aura hanya mengamati dan bersiap jika Gauri tiba-tiba ingin membicarakannya.


Akhirnya jam pulang yang ditunggu Caraka datang juga. Dirinya langsung mengemasi tas dan beberapa barangnya untuk segera pulang. Kebetulan ruangan Caraka dan Bimo bersebelahan, sehingga Bimo melihat Caraka yang terburu-buru berjalan pulang. Lagi-lagi Bimo hanya bisa geleng kepala melihat Caraka seperti itu.


Sementara di cafe Aura dan Gauri juga sudah mulai bersih-bersih dan merapihkan meja-meja yang sedikit berantakan. Mereka sudah bersiap untuk menutup bisnis mereka hari ini dan bersiap untuk esok hari. Banyak bahan-bahan yang harus dibeli sehingga hari ini Gauri akan pulang lebih dulu untuk membelinya.


Hampir saja kembali kehilangan Gauri, Caraka datang diwaktu yang tepat. Tepat ketika Gauri keluar dari cafe untuk menuju super maret sudah ada Caraka yang menunggunya. Gauri sedikit kaget melihat keberadaan Caraka disana, tetapi kembali teringat perkataan Bagas tadi siang. Apakah ini adalah salah satu bentuk Caraka memberanikan dirinya duluan?


Gauri yang awalnya akan pergi menghindari Caraka pun akhirnya memberanikan diri menghampiri Caraka. "Kok tiba-tiba ada disini?" tanya Gauri canggung.


"Mau jemput lo," jawab Caraka dengan senyum canggung.


"Buat apa? siapa yang minta?" tanya Gauri singkat dan tajam.


"Gue yang mau sendiri, karena gue pikir ada yang perlu kita obrolin," jawab Caraka lebih tenang.


"Sorry tapi ga sekarang, gue sibuk." Gauri pergi meninggalkan Caraka, tetapi ditahan.

__ADS_1


Caraka menatap mata Gauri dalam. Dirinya merasa hari ini ia harus menjelaskan semuanya kepada Gauri. Tidak sanggup rasanya mendapat penolakan dari seseorang yang dirinya sayangi. Caraka tidak bisa lebih lama lagi menerima tatapan dingin dari Gauri. Itu bukan tatapan yang biasa Gauri berikan padanya, bukan tatapan hangat yang menenangkannya.


"Kita harus beresin ini Ri, please ... " ucap Caraka menatap mata Gauri dan masih menggenggam tangannya.


__ADS_2